Hasil Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Inilah hasilnya.

Perlu catatan harian penangkaran

Penjodohannya pun tidak mudah, sebab membedakan jantan betina pun tidak gampang. Butuh pengalaman dan kepekaan untuk memastikan jenis kelamin. Banyak sekali kasus breeder pemula gagal.

Kendala selalu ada, tetapi bisa diatasi

Penelurusan ke sejumlah breeder cucakrawa, disebutkan bahwa kendala yang harus dihadapi sesungguhnya cukup banyak. Namun kendala-kendala ini ternyata tidak pernah menyurutkan para breeder, karena biasa diatasi.

Cucakrowo perlu ketenangan dan multivitamin

Meski ada pemodal kelimpungan ketika ikut-ikutan mencoba beternak cucakrowo namun ada saja breeder yang tersenyum lantaran modal yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya berlipat-lipat.

Harga burung saat ini

Harga burung di wilayah Solo dan sekitarnya (Soloraya) pada pertengahan Maret 2012 menunjukkan beberapa kenaikan yang signifikan. Seperti apa?

Rabu, 30 Maret 2011

Korban iklan burung lovebird di tabloid makin banyak


Hati-hati selalu dengan iklan burung apapun - baik offline maupun online

Di pesan masuk facebook.com saya ada pesan dari Om Veri Irawan. Isinya padat tetapi menyengat: "Met malam Om Duto, mau minta tolong, kenal dengan Rynt alias Hrynt (catatan: saya singkat) yang jual lovebird. Dia nipu saya 20 ekor lovebird total Rp 7,7 juta Om, kalau kenal bisa mintakan uang saya pulang Om, mohon sangat bantuannya alamat 'Rynt' Jalan Semeru 4 No.... (saya hidden yah)  Kandangsapi Jebres Solo".

Waduh-waduh, pesan masuk senada pernah saya terima beberapa bulan lalu. Juga berkaitan dengan orang yang disebut sebagai "penipu" yang sama. Kasusnya juga sama, jual-beli burung lovebird. Si korban, biasanya tertarik untuk bertransaksi karena iklan yang dipasang "terduga penipu" di sebuah tabloid terbitan Surabaya. "Tiap pekan selalu beriklan di tabloid itu," kata teman yang pernah SMS ke saya setelah mengeluh kena tipu.

Selasa, 29 Maret 2011

Hindari inbreeding dalam penangkaran burung


 hindari penangkaran burung inbreeding


Anda tentu sering mendengar istilah inbreeding dalam konteks penangkaran, baik hewan maupun tanaman. Sebenarnya apa sih inbreeding, khususnya dalam penangkaran burung? Apa dampak positif dan dampak negatifnya bagi hasil penangkaran yang kita kembangkan?

Perkawinan sedarah dalam penangkaran burung adalah proses reproduksi yang terjadi akibat perkawinan dari dua burung dengan garis genetik sama atau memiliki orang tua yang sama atau bersaudara. Misalnya adalah induk jantan dengan anakannya, anakan dengan induk betina, anak dengan anak, cucu dengan kakek atau nenek dan seterusnya.

Burung pun bisa alergi


Burung pun bisa menderita alergi - gambar ilustrasi dari funtimebirdy dot wordpress dot com


Tidak hanya manusia atau binatang besar seperti kucing atau anjing, burung pun ternyata bisa menderita alergi. Bukti terbaru, seperti ditulis vetafarm.com, menunjukkan bahwa burung bisa juga menderita akibat alergi. Hanya saja jarang orang pernah mengecek dengan seksama burung peliharaan mereka dan juga belum ada teknologi khusus untuk menentukan apakah seekor burung terkena alergi atau tidak.

Bagaimana tanda-tanda burung alergi? Karena bulu burung dan kulit mereka sangat tipis, reaksi khas alergi yang bisa kita lihat pada manusia atau hewan lain seperti anjing misalnya, tidak terlihat pada burung. Kita tidak selalu melihat ada tanda "gatal-gatal" pada burung misalnya.

Senin, 28 Maret 2011

Om Naryo Sragen sukses menangkar burung nuri kepala hitam


Om Naryo - penangkar burung nuri merah kepala hitam Sragen


Lama sebenarnya saya pengin main ke Sragen, ke tempat Om Naryo, sobat lama yang suka menangkar berbagai jenis burung. Salah satu burung tangkaran yang berhasil beranak pinak di sana adalah burung kasturi kepala-hitam atau nuri-merah kepala-hitam (Lorius lory). Selain burung nuri merah kepala hitam yang biasa disebut Nuri Irian, Om Naryo sudah sukses juga menghasilkan beberapa anakan berbagai jenis burung seperti cucakrowo, murai batu, kacer, dan anis kembang.

Ayam hutanku mulai nelor hehehe....

Sepasang ayam hutan atau Gallus varius
Sekitar 3 bulan lalu saya main ke rumah Om Gunawan Wibisono di Ungaran. Biasa-lah, ngobrol soal burung. Pulangnya dibawain banyak sekali sangu untuk oleh-oleh orang rumah, hehehe. Ada durian dan ada juga tahu khas Ungaran. Tetapi, yang paling mengasayikkan adalah "disangoni" sepasang ayam hutan hijau atau Gallus varius.

Memandikan burung dengan cara pegang-semprot, mengapa tidak?


Cara memandikan burung derkuku


Banyak sekali penghobi burung yang sering stres menghadapi burung yang tidak mau mandi meski sudah mau masuk karamba. Lebih stres lagi, kalau burung tidak mau juga masuk karamba meski sudah dipancing dan digunakan berbagai macam cara. Nah, apakah Anda sering menghadapi masalah seperti itu?

Minggu, 27 Maret 2011

Lanjutan 2: Ringtone lucu, ringtone gokil, ringtone aneh

Lanjutan 2: Dengar dan download ringtone lucu, ringtone gokil, ringtone aneh dari blog burung. Silakan...
[audio http://kicauan.files.wordpress.com/2011/03/ringtones-lucu-ringtone-gokil-ringtone-aneh-6.mp3]
Download: Ringtones lucu - ringtone gokil - ringtone aneh (6)

Ringtone lucu, ringtone gokil, ringtone aneh: dengar dan download

Dengar dan download ringtone lucu, ringtone gokil, ringtone aneh dari blog burung. Silakan:
[audio http://kicauan.files.wordpress.com/2011/03/ringtones-lucu-ringtone-gokil-ringtone-aneh-1.mp3]
Download: Ringtones lucu - ringtone gokil - ringtone aneh (1)

Kenali lebih jauh penyakit viral yang banyak menyerang burung

waspadai penyakit viral pada unggasBeberapa penyakit unggas yang disebabkan oleh virus sering menyerang burung dengan dampak yang sangat merugikan karena menyebabkan kematian secara cepat dan sangat menular. Penyakit viral tersebut tentu sudah sering Anda dengar, seperti misalnya Newcastle Disease (ND), penyakit Infectious Bursal Disease (IBD) atau Gumboro, dan Penyakit Marek’s (Marek’s Disease).

Penyakit Newcastle Disease (ND) sangat menular, dengan angka kematian tinggi. Penyakit ini disebabkan serangan virus genus paramyxovirus dengan famili  paramyxoviridae. Nama lain untuk ND adalah tetelo, pseudovogolpest, sampar ayam, Rhaniket, Pneumoencephalitis dan Tontaor furrens.

Sementara itu kalau penyakit IBD merupakan penyakit menular pada ayam dengan ciri khas menyerang bagian bursa fabricius pusat kekebalan pada ayam umur muda, maka penyakit Marek’s (Marek’s Disease) adalah penyakit yang sangat infeksius yang disebabkan virus yang dikenal sebagai herpesvirus, dengan subfamili Gamma

Kamis, 24 Maret 2011

Lagi, kriteria cendet yang bagus seperti apa?

Cendet Drakula suka nakal
Cendet Drakula suka nakal

Apa yang membuat seekor cendet sering juara, sementara yang lain jarang atau bahkan tak pernah mencicipi menjadi juara? Cendet juara tentu saja memiliki sejumlah syarat yang secara umum di atas rata-rata yang lain. Syaratnya, cendet tersebut gampang nampil dalam berbagai kondisi. Dalam kondisi panas, berangin, dan kadang juga hujan, cendet tetap tampil. Apakah musuh sedikit atau banyak, apakah posisi di tengah-tengah gantangan atau di pinggir tak mempengaruhi kinerjanya.

Rabu, 23 Maret 2011

Design kandang penangkaran burung model kos-kosan ala AJBF Lamongan

Banyak cara dilakukan penangkar burung untuk memacu produktivitas burung di penangkaran. Antara lain dengan menciptakan kandang penangkaran senyaman mungkin. Ada yang membuatkan air gemericik dengan air terjun kecil, ada yang diisi dengan  berbagai tanaman agar terkesan alami dan sejuk. Demikian pula yang dilakukan oleh majikan Armin Jaya Bird Farm di Lamongan. Di farm ini, kandang penangkaran dibikin bersekat bagai kos-kosan dan juga diberi shower untuk menyegarkan ruang penangkaran.Ikuti kliping berita dari Agrobis Burung berikut ini:

Desain Kandang Penangkaran Murai Batu Armin Jaya BF dibuat layaknya kos-kosan

Andalkan indukan murai batu jawara, angkat harga piyikan

Seperti yang dilakukan di penangkaran murai batu Om Tony di Black Bird Keeping (BBK) Cilacap, maupun Om Syamsul Saputro di Shakila (SKL) BF Indramayu, maka Armin Jaya BF di Lamongan juga menggunakan indukan trah jawara. Hal itu ditujukan untuk mengangkat harga anakan. Berikut  ini kliping Om Kicau tentang penangkaran Armin Jaya dari Agrobis Burung.

Trah Jawara dalam penangkaran burung murai batu, mendongkrak harga burung anakan

Tekan biaya EF burung, SKL BF ternak jangkrik sendiri

[caption id="attachment_35179" align="alignleft" width="353" caption="H Syamsul (kanan) di kandang jangkrik SKL BF"]Untuk menekan biaya dalam penangkaran burung, dibuat juga penangkaran jangkrik[/caption]

Untuk menjalankan ternak murai batu, dibutuhkan suplai makanan secara rutin dan harus selalu tersedia. Untuk mengurangi ketergantungan kepada pihak luar, misalnya pemasok jangkrik, H Syamsul Saputro majikan Shakila BF Indramayu punya kiat tersendiri - yakni dengan menangkar sendiri jangkrik untuk suplai penangkaran murai batunya.

Berdasar kalkulasi kasar, paling sedikit SKL BF harus menyediakan uang 7-8 juta per bulan hanya untuk pakan burung. Untuk jangkrik saja, dalam sehari (pagi, siang, sore), sedikitnya dibutuhkan 100 ekor jangkrik untuk satu kandang. Belum termasuk burung masteran dan murai anakan serta murai siap jodoh.

Jadi untuk 31 kandang yang ada saat ini plus anakan diperkirakan dibutuhkan sekira 4.000-an ekor jangkrik. Dengan asumsi biaya per hari adalah 100 rb, maka total biaya per bulan sekira Rp 3 jutaan.

Berikutnya, kroto dibutuhkan sebanyak 7 ons per hari seharga Rp 60 ribu, sehingga per bulan adalah Rp 1,8 Juta. Kemudian, cacing dibutuhkan sebanyak 15 gelas (air mineral) per hari. Harga per gelas Rp. 2000 sehingga  per bulan mencapai Rp 900 ribu.

Sedangkan ulat Hongkong perlu 7-8 ons per hari. Biasa membeli 2 kiloan per tiga hari, dengan harga Rp 40ribu per kilo, atau sebulan dibutuhkan biaya Rp 800 ribu.

Kemudian, voor pakan kemasan dibutuhkan sebanyak 6 dus per bulan. Harga perdus-nya Rp 125 ribu, sehingga total Rp 750 ribu per bulannya. Sebagai tambahan, multivitamin memerlukan biaya Rp 40 ribu per tiga hari, sehingga per bulan Rp 400 ribu, dan kalsium untuk pertumbuhan tulang Rp 500 ribu.

Dari total pengeluaran untuk breeding muray batu sebanyak 31 kandang sebesar Rp 7-B juta, pos unuk jangkrik adalah yang paling besar. Sehingga, untuk menekan biaya produksi, Om Syamsul menyiasatinya dengan beternak jangkrik sendiri.

Sementara ini, Om Syam memiliki 50 kotak ternak jangkrik, yang bisa memenuhi 50% kebutuhan jangkrik, yang berarti bisa mengurangi biaya sebesar Rp 1,5 juta. "Idealnya dibutuhkan sebanyak 250.300 kotak untuk bisa memenuhi total kebutuhan jangkrik," ujar H Syamsul.

Oleh karenanya, sebagai bagian dari program tahap kedua, selain menambah kandang produksi, SKL BF juga akan membangun 500 kotak. Sebagian untuk kebutuhan makanan murai, sebagian lagi dijual ke kios-kios burung seputar Indramayu. "Kedepannya, memanfaatkan lahan yang masih luas, kita akan ternak juga cacing dan kroto," katanya. (Han, Agrobis Burung)

Sabtu, 19 Maret 2011

Mencabuti bulu sendiri dan AIDS pada burung

[caption id="attachment_22578" align="alignleft" width="228" caption="Lovebird penderita PBFD (www.avianbiotech.com)"][/caption]

Benarkah burung bisa kena AIDS? Kalau AIDS diartikan sebagai menurunnya kekebalan tubuh, maka burung pun bisa kena penyakit tersebut. Hanya saja, pada burung, gejala seperti itu disebut Psittacine Beak and Feather Disease (PBFD). Sebenarnya, untuk penyakit ini pernah Om Kicau tulis pada artikel PBFD, penyakit paruh dan bulu pada burung paruh bengkok hanya bisa dicegah. Namun karena gejala ini berkecenderungan semakin banyak dijumpai para penghobi burung, maka di sini saya hanya ingin menekankan kewaspadaan.

Apa kaitan antara burung  mencabuti bulu sendiri dengan PBFD? Begini ceritanya.

Burung yang mencabut bulu dan melukai diri sendiri (mematuki kaki atau daerah kulit di dekat bubur sampai berdarah) bisa disebabkan oleh masalah psikologis maupun patologis sebagaimana pernah saya tulis juga di sub artikel Halaman Penyakit Burung.

Khusus masalah psikologis maka lingkungan baru, suara keras atau kegiatan berulang yang sangat mengganggu, digoda dengan tangan atau benda lain, tertekan suara burung lain, semuanya merupakan penyebab stres pada burung. Stres yang berlebih itu bisa menyebabkan burung mencabuti bulu sendiri dan mematuki kulit sampai luka-luka.

Jika hal ini terjadi pada burung Anda, jelas Anda perlu mengambil langkah-langkah segera mengurangi tingkat stres si burung. Penurunan tingkat stres bisa mengurangi secara bertahap kesenangan burung mematuki bulu sendiri. Namun, jika burung Anda terus mencabuti bulu, maka bisa jadi burung Anda sudah membawa potensi penyakit. Nah, seperti ditulis dalam birdchannel.com, salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan berkaitan dengan masalah ini adalah PBFD seperti saya sebut di atas.

"Ini adalah penyakit bangsa unggas yang mematikan karena menyerang sistem kekebalan tubuh seperti AIDS pada manusia," demikian kutipan dari artikel berjudul Feather Plucking and Self-Mutilation itu.

Seekor burung mungkin merupakan pembawa PBFD selama bertahun-tahun dan tidak menunjukkan tanda-tanda luar (biasanya ditandai dengan bulu yang rontok atau bulu yang terpelintir atau rusak) sampai pada suatu ketika sistem kekebalan tubuh terganggu oleh masalah lain.PBFD ini sangat menular dan sering terlihat pada beberapa burung jenis paruh bengkok, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada burung lain.

Pada kasus lain, burung yang mencabut bulu sendiri bisa disebabkan karena da gangguan kutu atau tungau. Jika hal ini yang terjadi, maka pengobatannya relatif mudah, yakni bisa menggunakan FreshAves maupun BirdFresh.

Namun jika Anda melihat bahwa burung Anda mulai mematuki bulu atau melukai diri sendiri secara terus menerus, segera hubungi dokter hewan atau kontak segera Om Kicau, hehehe.

Salam Sehat, Burung Sehat, salam dari Om Kicau.

Jumat, 18 Maret 2011

Burung selalu bermasalah? Ingat lagi soal kecukupan mineral

Perlunya berbagai mineral untuk burungBurung mabung tidak tuntas, burung mudah terserang penyakit, burung ngedrop karena kebanyakan ditrek, telur di penangkaran tidak juga menetas padahal ada embrionya, dan segala problem yang muncul dalam pemeliharaan burung kicauan ataupun penangkaran, umumnya tidak diketahui secara pasti oleh penghobi khususnya lagi para pemula.


Untuk kita ketahui saja bahwa kecukupan pakan bergizi dan seimbang bagi burung yang kita pelihara di rumah semuanya sangat tergantung pada kita. Tanpa keseimbangan dan kelengkapan gizi pakan, maka burung akan mudah sekali terkena penyakit atau drop. Salah satu hal yang sangat diperlukan burung adalah mineral.


Kekurangan mineral ini menyebabkan burung sangat berisiko terkena beberapa gangguan seperti bulu lembek, pucat tak berkilau sehabis mabung, rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal), paralysa (lumpuh), perosis (tumit bengkak), burung menetas mati, urat keting (tendo),  terlepas sendi (luxatio), paruh meleset, kekurangan darah sehingga pucat dan lemah,  dan kematian embrio tinggi.


Oleh karena itu ingin saya tegaskan lagi artikel Mineral Burung di sini, yakni bahwa:



Mineral merupakan pembentuk in-organik yang ada di seluruh jagad raya. Ya, tubuh makhluk hidup dibentuk dari mineral. Dan mineral juga membantu proses kimia dan elektrik yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Proses-proses kimia dan elektrik hanya akan berfungsi dengan benar apabila keseimbangan mineral yang sesuai diberikan pada sistem. Misalnya zat besi untuk darah, belerang untuk otot, kalsium untuk tulang, dan banyak lainnya yang secara umum memberikan kelancaran fungsional tubuh makhluk hidup.

Mineral dibutuhkan untuk pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Meskipun vitamin begitu penting, vitamin tidak dapat melakukan apa-apa untuk makhluk hidup tanpa mineral. Celakanya tubuh makhluk hidup dapat menghasilkan beberapa vitamin, tapi tidak dapat menghasilkan satu pun mineral.

Plus-minus sotong sebagai sumber mineral


Para penghobi burung perkutut misalnya, sudah lama menyadari perlunya minaral untuk burung. Mereka terbiasa memberikan sotong/ totok cumi untuk diberikan kepada burung perkutut.


Namun perlu diketahui, penggunaan sotong untuk burung ada plus-minusnya. Plusnya adalah harganya murah dan gampang didapat di banyak kios pakan burung. Kelemahannya, sotong  terlalu banyak mengandung garam (NaCl). Ketika burung sebenarnya masih membutuhkan beberapa unsur mineral di dalam sotong, dia sudah terpaksa menghentikan konsumsi karena merasa "kasinan".


Dengan demikian, meski sudah diberi sotong, kadang burung masih saja berisiko bermasalah, baik sebagai kicauan maupun sebagai indukan di penangkaran.


Untuk itu, pastikan Anda menggunakan asupan mineral yang lengkap dan seimbang sehingga bisa menekan seminimal mungkin risiko kerugian dalam berhobi burung.


Salam suksek dan salam mineral dari Om Kicau.

Kamis, 17 Maret 2011

Harga lovebird, realistiskah?

Di milis infoburung@yahoohroups.com, ada pertanyaan yang cukup menarik untuk didiskusikan. Pertanyaan yang disampaikan oleh sobat Heryanto W itu berkisar masalah perkembangan harga lovebird yang membumbung akhir-akhir ini. Ada empat hal yang ditanyakan dan dua di antaranya saya sampaikan di sini, yakni (1) Apakah yang menyebabkan harga lovebird sedemikian membumbung?; (2) Faktor apakah yang dominan mempengaruhi harga lovebird (warna, jenis, suara atau lainnya)?

Jawaban atas pertanyaan itu disampaikan oleh Om Endar Wardhana. Dia menjawab, antara lain, (1) karena lovebird digemari oleh segala kalangan, kecil, muda, tua, laki, perempuan, hal ini selain warna yang cantik juga mudah perawatannya; (2) harga tergantung warna dan kualitas suaranya.

Saya memang tidak menjawab pertanyaan di milis itu. Tetapi, kira-kira apa pendapat saya tentang itu? Saya tidak akan bercerita panjang lebar karena jawaban saya tentunya sangat-sangat bersifat pribadi. Kalau jawaban obyektifnya, barangkali akan saya sampaikan dsalam 3-4 hari mendatang.

SMS Om Endro

Nah berikut ini adalah sekilas pendapat pribadi saya dan itu sekadar menanggapi SMS dari Om Endro Rajabasa Lampung.
Om Endro: "Apa kabar Om? Mau tanya Om kalau di Solo harga lovebird kacamata yang warna lutino kisaran berapa Om?"

Saya: "Harga sedang gila-gilaan Om. Harga anakan per ekor sudah dimulai dari harga 1,25 juta."

Om Endro: "Bener-bener sudah menguras kantong penghobi lovebird sekarang ini kasihan yang kantongnya pas-pasang cuma bisa penarasan aja.. Ok Om trims infonya."

Saya: "Cari kesenangan dengan burung lain saja Om. Hobi nggak perlu jadi semacam ladang investasi, nanti malah bikin kecewa. Mereka yang sukses jadi penangkar misalnya, benar-benar berdasar hitungan hobi bukan investasi yang harus balik dalam waktu sekian bulan atau tahun."

Om Endro: "Betul sekali Om, biar nggak jadi beban kalau usahanya gagal... Kalau kesenangan dengan burung lain saya masih memeliharanya Om, cuma yang belum kesampaian piara lovebird lutino/albino maklum Om di Lampung jarang yang punya."

Sekian jam saya tidak menengok HP. Ketika melihat SMS Om Endro itu, maka ini komentar yang terucap:

Saya: "Nggak usah kepingin Om, hehehe."

Nah kira-kira itulah pendapat dan saran saya.

SMS Om Arry
Masih soal lovebird, berikut ini adalah SMS-an saya dengan Om Arry di Sumedang:
Om Arry: Om, saya ditawari teman 2 pasang indukan lovebird hijau kepala merah. Sepasang minta 2 juta. Kemahalan enggak?

Saya: Om suka enggak? Kalau suka, bayar saja Om.

Om Arry: Suka sih Om, kepingin punya, siapa tahu nanti harganya bisa naik terus.

Saya: Kira-kira kalau naik terus sampai berapa Om?

Om Arry: Ya enggak tahu Om, harga sekarang ini saja apakah realistis?

Saya: Wah, la menurut Om sendiri?

Om Arry: Sepertinya orang tertarik pelihara lovebird karena harganya yang dimungkinkan naik terus. Saya khawatir seperti harga jalak suren dulu. Langsung drop.

Saya: Nah, jangan turuti emosi Om, ini sudah bukan urusan hobby lagi, tetapi urusan investasi. Bisa kaya bisa bangkrut. Kalau bangkrut karena hobi biasanya masih enjoy, kalau bangkrut karena investasi bisa-bisa bunuh diri...

Om Arry: Hahaha, terima kasih Om sharingnya...

Bagaimana pendapat Anda?

Gelaran Lomba Burung Bupati Sidoarjo Cup: Full gantangan

Bersyukurlah mereka yang burungnya masuk dalam juara sepuluh besar di Lomba Bupati Sidoarjo Cup tanggal 13 Maret 2011, pasalnya untuk masuk dalam jajaran juara sapuluh besar tidak mudah. Semua kelas yang di lombakan, 60 gantangan full burung dan yang digantung di setiap kelas bukan burung sembarangan, melainkan burung-burung terbaik yang sudah mengantungi banyak prestasi.

Jadi jangan heran bila persaingan dan pertarungan apakah di kelas anis merah, cucak hijau, kacer, murai batu sampai love bird sangat seru. Dan yang terdepak dari daftar kejuaraan sepuluh besar bukan burung jelek melainkan burung brekualitas yang kebetulan kemarin kerjanya kurang maksimal, sehingga harus dikalahkan oleh burung yang kualitasnya bagus dan kerjanya benan-benar maksimal.

Seperti di kelas anis merah, hampir 80 persen yang turun adalah burung berkualitas yang sudah punya nama dan segudang prestasi, tapi tidak sedikit yang tersisih karena kerjanya kurang.

Menurut salah seorang juri, secara materi hampir semua anis merah yang turun di empat kelas memiliki materi mewah dan di atas rata-rata. Karena itu akhirnya juri berpatokan pada ngototnya burung saat kerja, durasi kerja serta gaya yang terbaik yang masuk jajaran sepuluh besar.

Untuk anis merah nama Gentayangan milik Rama asal Jakarta sukses menggulung lawan di tiga kelas dan hampir hattrik. Sebab turun pertama juara satu, turun kedua tos satu dua dan Gentayangan dapat juara dua, lalu ketiga juara satu lagi. "Kalau tidak kalah tos, Gentayangan bisa nyeri, tapi nggak apa saya puas turun di Sidoarjo, meski satu lap, tapi gantangan penuh semua dan peserta juga tertib tidak ada teriak," kata pemilik Gentayangan.

Masih di anis merah, Raja Langit menggaet juara ll dua kali. "Sengaja hanya kita naikkan dua kali karena persiapan lomba Tabanan Minggu depan. Kalau digenjot sekarang, takutnya besok kecapekan," kata Yana Denpasar.

Di kelas cendet pun begitu. Semua kelas yang digelar semua dipenuhi oleh burung-burung terbaik dari berbagai blok yang berlaga untuk mendapatkan pengakuan burung jawara. Jadi perseteruan cendet untuk kali ini seru sekali. Jagoan papan atas yang kerja kurang sedikit saja pasti terlibas.

Demikian pula di kelas cucak hijau yang biasanya tak pernak penuh di blok timur, kemarin dua kelas full. Dan menariknya ada dua jagoan yang namanya baru belakangan meroket karena tampilnya memang sangat diluar kewajaran cucak hijua pada umumnya.
Dua jagoa tadi adalan Gladiator milik Wewe Jember dan Marvel milik Ardi Polda. Pertama main, Gladiator mampu membungkam lawan. Meski kurang maksimal Gladiator masih bisa mengalahkan lawan. Sementara Marvel milik Ardi yang kerjanya kurang, terdepak masuk juara di luar lima besar.

Turun berikutnya Gladiator yang tampak kurang maksimal kerjanya berhasil digeser oleh Marvel yang kerjanya jauh lebih baik dari yang pertama. "Saya puas, meski pertama kalah akhirnya Marvel masih bisa tampil lebih baik dan masuk juara satu di kelas kedua," kata Ardi sambil.

Dari jauh, Ratu Bilqis menyodok di cucak hijau. Jagoan RK BC Tayu Pati itu menggaet juara II, VI dan l. “Jangan lupa, teman-teman kami undang di even kami tanggal 3 April di Tayu Pati," kata H Pincuk, Lurah RK BC.

Di cucak jenggot ada nama-nama baru yang meledak. Seperti Tante Amerika kepunyaan H Dodik/Vicky, pemula Gresik duduk di peringkat l. Urutan berikutnya Terajana milik Gus Mat Malowopati. Sejumlah pemain kakap memburu dua jagoan ini. Sayang si pemilik ogah melepasnya.

Atas kemeriahan dan kesuksesan ini pantia menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kicaumania Nusantara yang telah mengambil bagian dalam kesuksesan bersama.

Panitia menyadari bahwa tiada gading yang tak retak. Walau telah direncanakan semaksimal mungkin namun kenyataan di sana-sini masih terjadi ketidak sempurnaan. Atas kekurangan-kekurangan yang terjadi, dengan penun kerendahan hati panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya, demikian disampaikan Bambang Dewa selaku ketua pelaksana yang bersama Didin Dewa selaku sakretaris panitia telah bekerja maksimal dalam merencanakan dan melaksanakan lomba ini. (wah- Agrobis Burung)

Daftar Juara: Klik di sini




Galeri gambar (klik gambar untuk memperbesar tampilan)
[gallery link="file" order="DESC" columns="2" orderby="ID"]

Gelaran Remaja BC Indramayu: Botak SKL BF moncer

[caption id="attachment_35333" align="alignleft" width="353" caption="Botak, bukti kualitas produk SKL BF milik H Syamsul Saputro (tengah) yang dipandu H Elviano (kanan)"]Botak, bukti kualitas produk SKL BF[/caption]

Kelas murai yang menjadi kelas favorit kicaumania wilayah III Cirebon dan sekitarnya, kembali menghadirkan jawara baru. Kali ini giliran Botak, debutan SKL SF Indramayu, sukses mencuri perhatian muraimania di even regional 1st Anniversary Remaja BC, di Water Boom, Bojong Sari, Indramayu, Minggu (6/3) lalu.

Betapa tidak, burung muda hasil ternakan sendiri bergelang SKL ini tampil dominan dan paling menonjol. Turun di kelas murai kedua, Botak tampil percaya diri. Meski harus menghadapi lawan-lawannya yang lebih senior, namun Botak mampu menghadapinya dengan penampilan yang luar biasa.

Di kelas murai sebelumnya, Dinamit, andalan H Elviano Terisi, mengawali come back-nya dengan kemenangan mutlak. Burung berpredikat jawara nasional ini kini dipegang Elviano bersama perawat asalnya, lya. Berada di tangan yang tepat, Dinamit pun kembali meledakan senjatanya.

Sementara kelas murai terakhir direbut Mr. Gledek, debutan potensial besutan Didi Soccer Tegalgubug , yang di deua kelas sebelumnya merebut juara II dan III.

Di kelas love bird, yang memainkan tiga kelas, dua di antaranya dikuasai Putri Ayu, jagoan Abah Didin. Sedangkan satu kelas terakhir direbut Suara Kunti, milik Savero SF Cirebon. Dua gelar sekaligus juga ditorehkan Kancil di kelas kenari. Kecerdikan Kancil yang dipadukan dengan kualitas suara istimewanya mampu mengungguli lawan-lawannya.

Prestasi gemilang diraih Mbah Kuwu, andalan Kamto Cirebon. Menyandang predikat sebagai raja kacer blok Pantura, Mbah Kuwu sukses meneruskan tour prestasinya. Selama dua bulan terakhir ini, Mbah Kuwu sudah enam kali berturut-turut menguasai kelas kacer di berbagai even di wilayah III Cirebon.

Begitu juga yang dilakoni Jatayu. Pentet andalan H Rusman Cirebon ini masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Pekan sebelumnya, Jatayu menduduki peringkat III di Pantura Cup.

Kehebatan Jatayu ditempel Perintis, andalan tuan rumah, yang mulai menemukan jalurnya di papan atas.
Lomba kali ini tidak hanya dihadiri kicaumania wilayah III Cirebon. Tetap hadir juga peserta dari Jabodetabek dan blok Tengah. Jumlah peserta di atas 500.

Pekan depan, Karangampel BC yang bekerjasama dengan lndramayu BC, akan menjadi tuan rumah lomba regional berikutnya. Kemudian, pada 27 Maret mendatang, kicaumania Wilayah III Cirebon dan Jabar, akan meramaikan event bergengsi Kapolres Cup Kuningan. Kemasan yang diunggulkan panitia Kemuning BC ini ialah tersedianya hadiah "plus" atau lebih dari biasanya. (Hanhan - Agrobis Burung)

Daftar juara (klik gambar untuk memperbesar):

Daftar juara Lomba Burung Remaja BC


Mereka yang moncer di Lomba Remaja BC

[caption id="attachment_35335" align="aligncenter" width="446" caption="H Elviano - Kancil nyeri - Dinamit meledak"]Kancil nyeri - Dinamit meledak[/caption]

[caption id="attachment_35336" align="aligncenter" width="449" caption="Duta Kapolres"]Duta Kapolres[/caption]

[caption id="attachment_35337" align="aligncenter" width="286" caption="Jatayu-Tanggu di kelas pentet"]Jatayu-Tanggu di kelas pentet[/caption]

[caption id="attachment_35338" align="aligncenter" width="290" caption="Mbah Kuwu Raja Kacer"]Mbah Kuwu Raja Kacer[/caption]

[caption id="attachment_35339" align="aligncenter" width="277" caption="MR Bledek - Masih di jalur juara"]MR Bledek - Masih di jalur juara[/caption]

[caption id="attachment_35340" align="aligncenter" width="443" caption="Perintis - Dua kali runner up"]Perintis - Dua kali runner up[/caption]

[caption id="attachment_35341" align="aligncenter" width="445" caption="Putri Ayu - Sabet dua gelar"]Putri Ayu - Sabet dua gelar[/caption]

[caption id="attachment_35342" align="aligncenter" width="284" caption="Savero SF"]Savero SF[/caption]

[caption id="attachment_35343" align="aligncenter" width="449" caption="Wirasaba - Curi satu gelar"]Wirasaba - Curi satu gelar[/caption]

[caption id="attachment_35344" align="aligncenter" width="449" caption="Panitia - Siap gelar event lagi"]Panitia - Siap gelar lomba burung lagi[/caption]

Salam Sukses untuk semua, salam dari Om Kicau...

Rabu, 16 Maret 2011

Perlunya sarang alternatif untuk burung di penangkaran

Banyak keluhan mengenai pasangan induk burung di penangkaran yang tidak juga kunjung bertelur meski sudah akur dan lama dicampur. Jika hal itu menimpa Anda coba saja masalah kesehatannya, baik secara fisik maupun psikologis.


Untuk masalah fisik, selama Anda memberikan ransum pakan cukup dengan gizi yang seimbang dan selalu siap dengan suplemen untuk memperbaiki alat reproduksi ataupun suplemen perangsang birahi, itu sudah cukup.


Sedangkan untuk masalah psikologis, ini menyangkut kondisi lingkungan. Untuk burung-burung tertentu, barangkali bisa ditangkar di tempat ramai. Tetapi untuk pasangan lain, bisa jadi harus dibuatkan kandang di tempat sepi. Semua tergantung kebiasaan burung itu sebelum ditangkar, apakah burung rumahan ataukah burung baru tangkapan hutan.


Namun selain masalah kondisi lingkungan di luar kandang, maka kondisi di dalam kandang pun harus diperhatikan. Coba dicek lagi apakah kita sudah cukup memberikan keleluasaan pada burung untuk memilih tempat bersarang.


Artinya, kita jangan hanya memberi satu tempat calon lokasi sarang misalnya dengan kotak papan kayu. Selain membuat kotak, seharusnya kita juga memberi alternatif lokasi lain misalnya kita letakkan ke dalam kandang itu ranting-ranting kayu yang rapat jarak antar-rantingnya sehingga burung tertarik untuk membuat sarang di atasnya.


[caption id="attachment_35304" align="aligncenter" width="511" caption="Berikan alternatif calon lokasi sarang seperti yang dilakukan di Lintangsongo BF ini."]Kandang penangkaran burung Lintangsongo BF[/caption]


Intinya, kalau Anda membuat kotak sarang, jangan hanya satu. Berikan 2 atau 3 dengan lokasi dan bahan yang berbeda.
Salah satu contoh pemberian banyak pilihan lokasi kepada burung dalam membuat sangkar, bisa dilihat di penangkaran jalak bali dan cucakrowo Lintang Songo BF milik Mas Samino di Solo. Di kandang penangkarannya, banyak disiapkan lokasi calon sarang. Ada kotak kayu tetapi ada juga disiapkan calon sarang yang terbuat dari kulit kelapa.


Kotak sarang tersebut ada yang dipaku mepet tembok ada yang ditempel di ranting kayu yang disiapkan di dalam kandang, dan ada juga yang sisipkan di antara ranting pepohonan di penyejuk kandang penangkaran.


Diberi kebebasan


Selain burung diberi alternatif lokasi sarang, burung juga perlu dibiarkan bebas menyusun sarang dengan cara kita meletakkan bahan-bahan sarang di tempat tertentu dan tidak langsung di lokasi-lokasi calon sarang.


Dalam hal ini kita bisa mencontoh yang dilakukan di penangkaran cucakrowo Selasih BF milik Pak Mekin di Banjar Selasih, Payangan Gianyar Bali.


[caption id="attachment_35305" align="aligncenter" width="459" caption="Serabut kelapa untuk penangkaran burung Selasih BF"]Pemberian kebebasan utuk pembuatan sarang burung di Penangkaran Selasih BF Gianyar Bali[/caption]


Selasih BF beberapa kali menemui kasus indukan cucakrowo bertelor tidak di sarang yang sudah ada tetapi dibuang begitu saja di mana-mana. Hal ini salah satunya disebabkan oleh bahan sarang yang tidak disukai atau lokasi sarang yang tidak cocok buat indukan tersebut.


Biasanya cucak rowo menyukai lokasi sarang yang sedikit rendah sekitar 1-1,5 meter dari lantai kandang. Namun ada juga yang menyenangi tempat yang tinggi. Agar indukan cucak rowo tidak ragu-ragu untuk menempati sarang yang sudah ada, sebaiknya selain lokasi sarang yang tepat juga bahan sarang sebaiknya ditempatkan di lokasi lain. "Biarkan indukan mengambil sendiri dan menata di mangkuk sarang," papar Mekin seperti dikutip Agrobis Burung.


Di Selasih BF, bahan sarang dari ijuk diikat memanjang dan digantung di tengah-tengah kandang. Dengan cara ini, indukan akan merasa tertantang untuk mengambil bahan sarang yang tergantung sehingga keinginan kuat untuk berbiak di sarang yang sudah dibuatnya sendiri akan semakin besar.


Salam sukses menangkar, salam dari Om Kicau.

9 Cara jitu membuat burung gampang ngedrop

[caption id="attachment_35289" align="alignleft" width="280" caption="Lakukan tips secara konsisten untuk menghasilkan burung seperti ini."][/caption]

Lakukan 9 tips ini untuk burung-burung Anda agar segera ngedrop, menjengkelkan dan bisa segera dijual atau diberikan kepada teman lain. Dengan cara ini pula Anda mempunyai alasan yang valid untuk segera membeli burung baru karena Anda benar-benar penghobi "beli burung". Lakukan tips ini untuk membuktikan bahwa Anda benar-benar orang yang sangat kacaumaniak.
Saya jamin pasti berhasil. Lakukan anjuran saya di bawah ini:

  1. Berikan pakan tanpa variasi agar burung kekurangan mineral yang kadang tidak bisa ditemukan hanya dalam satu jenis pakan atau ekstra fooding dan jangan pernah percaya dengan artikel yang ini.

  2. Jangan ganti air minum setiap hari sebab parasit, jamur dan mikroorganisme pengganggu pernafasan, pencernaan dan alat reproduksi burung belum berkembang secara maksimal.

  3. Rutin jemur sampai tengah hari sehingga burung selalu tertimpa sinar ultraviolet yang akan membuat kulit dan bulu mudah rusak tetapi sulit rontok dan jangan pernah percaya artikel Tips penjemuran burung kicauan.

  4. Langsung ditrek begitu bulu kelar mabung agar bulu berguguran lagi dan burung langsung turun mental karena secara fisik belum kuat dan karenanya artikel berjudul Burung mabung, antara “cabut paksa” versus “mandi sauna” tidak relevan dengan usaha Anda membikin burung ngedrop.

  5. Bawa ke latberan atau lomba burung seminggu sekali atau lebih agar burung benar-benar terfokus memproduksi energi untuk gerak dan suara dan karenanya energi untuk membangun fisik, seperti mengganti jaringan sel yang rusak, terabaikan.

  6. Dimaster dengan suara kencang terus-menerus sehingga burung bagai bertinju tanpa henti dengan sansak hidup.

  7. Tidak perlu secara rutin disemprot anti-kutu agar kutu mengganggu ketenangan dan vitalitas burung ketika bertanding, sekaligus menggerogoti darah, kulit dan bulu burung.

  8. Jangan pernah diberi anti-cacing agar burung berbagi sari makanan dengan cacing yang jika sudah tak terkendali akan masuk ke tenggorokan bahkan ke mata dan menyebabkan mata berair, radang dan mengalami kebutaan.

  9. Jangan pernah melakukan desinfektan pada lingkungan burung seperti sangkar, kerodong, wadah pakan, sarang pengeraman, wadah minum dan sebagainya agar jamur serta mikroorganisme lain tumbuh subur dan segera menempel di burung yang akan menjadi inang yang baik.


Salam kacau, salam dari Solo, hehehehehe...

Senin, 14 Maret 2011

Om Puguh didapuk pimpin lagi Papburi Solo

[caption id="attachment_35237" align="aligncenter" width="516" caption="Beberapa personel pengurus Papburi 2011"][/caption]

Om Puguh Laropstar, yang bernama "aseli" Puguh Widyatmoko SH, kembali terpilih sebagai Ketua Paguyuban Penggemar Burung Kenari (Papburi) Solo kepengurusan baru dalam pertemuan semua pengurus Papburi Solo, 28 Februari 2011. Bertempat di sebuah rumah makan di satu sudut Kota Solo, pertemuan menghasilkan kepengurusan baru yang diharapkan mampu mengemban tugas demi pertumbuhan komunitas kicauan dalam bentuk paguyuban.

Menurut Om Puguh melalui email yang dikirim ke Om Kicau, dalam beberapa hal ada perubahan struktural, yakni koordinator masing masing bagian mempunyai otoritas dan tanggung jawab sendiri untuk mengembangkan kemajuan paguyuban. Dengan demikian tanggung jawab dan peran sertanya diharapkan mampu menjadi motor penggerak dan sekaligus sebagai wakil dari ketua selaku koordinator.

Hasil pertemuan malam itu juga mengukuhkan kembali Om Puguh sebagai ketua untuk ke dua kalinya. Beberapa pertimbangan pemilihan terhadap Om Puguh berkaitan dengan adanya rencana program lanjutan yang mungkin belum terealisasi.

Kepengurusan baru menempatkan Andri Gunadi sebagai koordinator lomba sekaligus bertanggung jawab pada pengelolaan pemasteran sampai pada even lomba setiap bulannya. Potensi penangkaran dan pengeloaan anggota dipercayakan pada Donny Wicaksono. Sedangkan untuk mengetahui celah kesempatan kemajuan Papburi Solo dipercayakan pada sosok Basuki Kurniawan yang selama ini memang eksis dan berpengalaman di bidangnya.

Berikut ini Struktur Inti Organisasi Papburi Solo 2011


Pelindung: K.R.M.A.T. Danu Hadiningrat
Ketua: Puguh Widyatmoko, SH
Sekretaris: Budhi Sanyoto
Bendahara; Ponco Depok
Koordinator: Penangkaran Donny Wicaksono
Koordinator Lomba & Pemasteran: Andri Gunadi
Prasarana & Pengembangan: Basuki Kurniawan
Advokasi: Ari Budi Santoso


 

Burung pun perlu "obat hisap" pelonggar sesak napas © Om Kicau

[caption id="attachment_35200" align="aligncenter" width="500" caption="Salmonella sp salah satu penyebab burung sesak napas, gangguan di pencernaan dll. "][/caption]

Lendir yang keluar dan menumpuk dari sumber infeksi saluran pernapasan burung adalah penyebab utama burung sesak napas. Pada saat Anda melakukan pengobatan terhadap seumber infeksi, Anda juga harus membantu burung untuk bisa tetap bernapas dengan lancar. Bagaimana cara mengobati sumber infeksinya dan bagaimana pula membantu melonggarkan saluran pernapasan yang tersumbat lendir?


Kalau Anda pilek dan terasa sesak bernapas, Anda bisa mengoles-oleskan minyak angin di bawah hidung atau di atas bibir untuk mencairkan lendir yang menghambat saluran pernapasan yang buntet. Ada juga cara lain yang bisa Anda lakukan, yakni dengan menghisap obat hisap pelonggar napas (inhaler). Nah untuk burung, tentu tidak dengan cara demikian. Lantas bagaimana?


Untuk masalah ini, simak saja tanya jawab seorang penghobi burung yang berkonsultasi dengan Drh Dharmojono, konsultan kesehatan hewan peliharaan Majalah Infovet, sebagai berikut:





Tanya:
Pak Dokter, saya baru saja kehilangan (karena mati) seekor cucakrawa. Padahal burung ini sangat rajin bernyanyi, terutama bila saya duduk di dekatnya. Saya lihat sebelumnya si Cocor (nama burung) meringkuk seperti kedinginan, suaranya parau, mulut sering dibuka dan sesak napas (megap-megap), ditambah sedikit bersin.

Nafsu makannya hilang, tetapi cukup banyak minum. Karena takut kehabisan tenaga maka saya beri madu, tetapi beberapa menit kemudian malah mati. Pak dokter, saya takut kejadian tersebut terulang kembali karena saya masih mempunyai beberapa ekor lagi. Apakah penyakit tersebut menular? Bagaimana cara merawatnya, Dokter. Atas petunjuk Dokter saya ucapkan terima kasih.

Jawab:
Saya turut sedih mendengar musibah yang Anda alami. Mengenai penyebab penyakit si Cocor tentu secara pasti tidak dapat saya tentukan, karena itu butuh pengujian-pengujian seperti ingus, feses, dan autopsi.

Jadi, kalau berdasarkan gejala yang tampak mungkin burung tersebut kena penyakit psitacosis atau bronchitis inteksiosa (radang saluran nafas) atau asma paru (asthma bronchiale). Kedua penyakit pertama menular, tetapi penyakit yang terakhir tidak menular karena hanya akibat alergi.

Coba Anda perhatikan lingkungan akhir-akhir ini, hujan deras, angin kencang, ada renovasi bangunan sehingga banyak debu dan cat, mandi atau dimandikan secara berlama-lama (tidak segera dikeringkan), keadaan udara panas atau pengap, serta kurungannya digantungkan terlalu dekat dengan atap. Semua hal tersebut dapat menyebabkan stres yang kebetulan diperlihatkan sebagai asma.
Pemberian madu itu sendiri tidaklah salah karena madu kaya energi, vitamin, dan mineral, serta mudah dicerna. Barangkali yang salah caranya memegang dan waktu pemberian.

Dalam keadaan susah bernapas apabila bagian dadanya didekap atau digenggam maka kesulitan bernapas semakin parah. Di dalam mulut atau jalan napasnya mungkin terdapat lendir yang menghambat jalan napasnya. Dalam keadaan seperti itu apabila ditetesi madu kental akan menambah hambatan dalam mulut dan jalan pernapasannya.

Dalam situasi demikian akan lebih baik bila dilakukan tindakan sebagai berikut.

1. Tutup kurungan (3 sisi) dengan kain atau kertas koran sebagai selimut untuk melindungi dari angin dan udara dingin. Hangatkan lingkungan dengan lampu atau penghangat ruangan sehingga suhu berada sekitar 32-35° C.

2. Ambil cawan berisi air hangat, letakkan cawan tersebut di sisi kurungan yang tak tertutup. Tambahkan minyak angin (Eucalyptus oil) ke dalam cawan atau vicks agar uapnya terhisap oleh burung sehinggga terjadi pemekaran (dilatasi) saluran napas.

3. Setelah gejala susah napas hilang, coba hisap lendir dicelah mulut dan palatumnya (celah di atap mulut) dengan kapas steril, juga lubang hidungnya (mostril). Setelah itu, baru teteskan madu atau air oralit.


Nah kan, ternyata memang burung pun perlu dibantu untuk melonggarkan sesak napas akibat penggumpalan lendir di saluran pernapasan.


Lantas kalau untuk sumber infeksinya sendiri bagaimana? Ya tentu, sebagaimana saya sebutkan di awal tulisan, tentu perlu dilakukan pengobatan. Untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan, tentunya memang sulit untuk menentukan kira-kira apa penyebabnya untuk menentukan jenis antibiotiknya.


Untuk itulah saya menyarankan penggunaan BirdTwitter untuk penyembuhan infeksi pada saluran pernapasan burung. BirdTwitter mengandung enrofloxacin, sebuah fluoroquinolone antimikroba. BirdTwitter bisa digunakan untuk penyembuhan infeksi akibat gram-negatif maupun gram-positif seperti infeksi yang disebabkan oleh E. coli, Salmonella spp, Pasteurella spp, Bordetella spp, Haemophilus spp, dan Staphylococcus. BirdTwitter juga efektif terhadap Mycoplasma.


Untuk masalah infeksi mikroorganisme ini, Anda juga bisa membaca artikel yang sudah saya tulis:  Awas, megabacterium ancaman potensial burung kicauan Anda.


Salam sukses merawat burung, salam dari Om Kicau.



Sabtu, 12 Maret 2011

Wallpaper burung - bird wallpaper

Wallpaper burung (bird wallpaper) barangkali menarik untuk Anda koleksi. Bisa untuk wallpaper di PC Anda,  bisa pula untuk avatar Anda atau juga sebagai foto profile di facebook dengan model dicroping sana-sini. Berikut ini ada sejumlah wallpaper yang bisa Anda gunakan sesuai dengan selera Anda.

Sayangnya, karena sejumlah wallpaper ini adalah hasil jepretan orang "sono" jadi ada beberapa gambat burung yang mungkin tidak kita kenal dan ketahui namanya. Apapun, secara fotografis, wallpaper ini sangat indah.

Silakan di klik saja sekali atau dua kali untuk memperbesar tampilan:

[gallery link="file" order="DESC" columns="2" orderby="ID"]

Hasil blogwalking ke wallpaperbase.com.

Perhatian:

Wallpaperbase.com menulis sebagai berikut:







Digital Millennium Copyright Act















Digital Millennium Copyright Act ("DMCA") Policy
I. DESIGNATED AGENT The Company's Designated Agent to receive notification of alleged infringement under the DMCA is: 

Attn: Copyright Agent
840 Apollo Street Suite 251
El Segundo, CA 90245
Email: violations@wallpaperbase.com

Upon receipt of proper notification of claimed infringement, Company will follow the procedures outlined herein and in the DMCA.

II. COMPLAINT NOTICE PROCEDURES FOR COPYRIGHT OWNERS

The following elements must be included in your copyright infringement claim:

1. An electronic or physical signature of the copyright owner or a person authorized to act on behalf of the owner of an exclusive right that is allegedly infringed.

2. Identification of the copyrighted work claimed to have been infringed, or if multiple copyrighted works at a single online site are covered by a single notice, a representative list of such works at that site.

3. Identification of the material that is claimed to be infringing or to be the subject of infringing activity and that is to be removed or access to which is to be disabled, and information reasonably sufficient to permit the Company to locate the material.

4. Information reasonably sufficient to permit the Company to contact the complaining party, such as an address, telephone number, and, if available, an electronic mail address at which the complaining party may be contacted.

5. A statement that the complaining party has a good faith belief that use of the material in the manner complained of is not authorized by the copyright owner, its agent, or the law.

6. A statement that the information in the notice is accurate, and under penalty of perjury, that the complaining party is authorized to act on behalf of the owner of an exclusive right that is allegedly infringed.

Failure to include all of the above information may result in a delay of the processing or the DCMA notification.

III. NOTICE AND TAKEDOWN

Procedure: It is expected that all users of any part of the Company system will comply with applicable copyright laws. However, if the Company receives proper notification of claimed copyright infringement it will respond expeditiously by removing, or disabling access to, the material that is claimed to be infringing or to be the subject of infringing activity provided all such claims have been investigated and determined to be valid by Company in Company�s sole and absolute discretion. Company will comply with the appropriate provisions of the DMCA in the event a counter notification is received.

IV. REPEAT INFRINGERS

Under appropriate circumstances, Company may, in its discretion, terminate authorization of users of its system or network who are repeat infringers.

V. ACCOMMODATION OF STANDARD TECHNICAL MEASURES

It is Company policy to accommodate and not interfere with standard technical measures it determines are reasonable under the circumstances, i.e., technical measures that are used by copyright owners to identify or protect copyrighted works.

Burung pun bisa kena sakit ginjal, jantung ataupun diabetes...

[caption id="attachment_34949" align="aligncenter" width="368" caption="Burung pun bisa jantungan. Ilustrasi: Anatomi burung (Foto: www.peaceinspire.com)"][/caption]

Pernah Anda menjumpai burung yang tiba-tiba mati seakan tanpa sebab? Tiba-tiba kejang, dan dilanjut menggelepar di pojok sangkar dan tewas? Ternyata eh ternyata berzina burung pun juga sering menderita penyakit seperti yang dialami manusia. Ya jantungan, ya diabetes ya juga sakit ginjal. Nggak percaya?

Semula saya juga hanya menduga-duga saja bahwa burung pun bisa menderita berbagai penyakit seperti manusia dan juga bisa tiba-tiba ditemukan mati dalam kondisi awal masih segar bugar. Sebab, itulah beberapa keluhan yang masuk ke saya via telepun, baik SMS ataupun telepun langsung.

Contohnya adalah dari Om Marjanto di Surabaya, Om Sutarmin di Mojokerto atau juga kasus lovebird Om Dwi Lovebird Jogja. Semuanya "tewas tanpa sebab".

Kalau burung tledekan yang tewas karena "jantungan", maka ini adalah kasus burungnya Om Basori majikan sangkarburung.com. Tledekan jawaranya yang sudah ditawar pemain lain seharga jutaan rupiah, tewas hanya beberapa menit setelah sangkarnya dilewati tikus.

Begitu ada tikus lewat di atas sangkar, dan kebetulan Om Basori melihatnya, tledekan langsung menggelepar persis orang sakit jantung. Begitu diambil dari sangkar, burung itu hanya terlihat kejang-kejang sebentar, dan mati di telapak tangan Om Basori.

Bagaimana burung bisa jantungan? Kalau sempat silahkan baca artikel di link ini. Tetapi kalau tidak sempat, silakan dilanjut baca artikel di bawah ini.

Dari cacingan sampai soal pizza

Untuk cerita sisi lain masalah jantungan, diabetes ataupun sakit ginjal pada burung, di bawah ini saya kutipkan tanya jawab antara penghobi burung dengan Drh Dharmojono seperti ditulis di Aneka Permasalahan Burung dan Ayam Hias.


Tanya:

Kami pernah mengunjungi dokter hewan untuk berkonsultasi tentang burung kami yang pada waktu itu dalam fesesnya ada cacing. Setelah memberikan obat cacing, dokter juga memberi nasehat agar burung kami diberi variasi pakan sebanyak mungkin, tidak hanya biji-bijian atau kacang-kacangan saja seperti yang selama ini kami berikan.

Menurut dokter, burung kesayangan yang dipelihara di dalam sangkar dengan pakan yang kurang bervariasi akan mudah sakit-sakitan dan tidak berumur panjang. Nasehat Pak Dokter tersebut kami laksanakan. Burung kami beri wortel, kecambah, jagung segar, dan brokoli secara bergantian.

Ternyata pakan tersebut tidak dimakannya. Akhirnya, kami berikan kembali pakan kesukaannya, yaitu biji-bijian atau kacang-kacangan. Kalau sudah demikian bagaimana lagi, Dokter?

Jawab:

Saudara, apa yang dinasehatkan dokter Anda itu betul karena biji-bijian atau kacang-kacangan kadar lemaknya terlalu tinggi sehingga jika terus menerus memakannya akan menyebabkan penyakit kelebihan lemak darah (hyperlipidaemia) dan menyebabkan penyakit-penyakit organ dalam seperti jantung, ginjal, hati, dan sebagainya.

Dokter Anda lupa memberi tahu bagaimana teknik memberikannya! Hal ini memang pekerjaan sulit persis seperti menasehati perilaku makan remaja-remaja masa kini. Anak-anak kita terbiasa makan fast food seperti hotdog, pizza, hamburger, Mc Donald, dan semacamnya. Makanan-makanan tersebut mengandung kadar lemak yang tinggi dan memang berguna untuk menghangatkan badan bagi orang yang tinggal di daerah yang dingin.

Dengan perkembangan iptek telah dapat dibuat pakaian hangat, mesin penghangat ruangan, dan sebagainya. Dengan adanya perkembangan tersebut sekarang malah mulai disadari bahwa makanan berkadar lemak tinggi tidak menguntungkan bagi kesehatan. Tidak mengherankan kalau sekarang muncul kecenderungan kembali ke alam atau back to nature.

Celakanya lemak itu mengandung aroma yang sedap sebagai pembangkit selera makan dan enak rasanya, sehingga yang terlanjur terbiasa dengan makanan seperti itu seakan-akan ketagihan (addict). Itu pada manusia, bagaimana dengan burung?

Burung tidak punya lidah dalam arti sebagai indera pengecap, melainkan lebih sebagai alat bantu memegang makanan. Burung lebih memilih bentuk makanan dari pada rasa makanan. Adapun bentuk makanan yang paling gampang diambil dengan paruh dan dipegang dengan paruh dan lidah adalah bentuk butir-butiran. Sekali burung mendapat makanan yang paling mudah diambil maka bentuk itulah yang ia akan cari untuk selanjutnya.

Nah, apa yang akan terjadi apabila burung yang sekian lama terbiasa diberi makan dalam bentuk biji-bijian atau butiran sekonyong-konyong diubah dengan bayam, kangkung, wortel, pepaya, pisang begitu saja? Pasti tidak dimakan! Bahkan, burung tersebut akan takut dan terheran-heran melihat barang "aneh" seperti itu! Untuk mengubah perilaku makan burung ke arah mengkonsumsi makanan sehat perlu upaya yang dapat dilakukan dengan penuh kesabaran sebagai berikut:

1. Bentuklah makanan seperti sayuran, umbi-umbian, buah-buahan dan sebagainya sehingga bentuk dan ukurannya seperti biji-bijian atau kacang-kacangan yang selama ini diberikan. Wortel sebagai sumber vitamin A sebaiknya direbus setengah matang.

2. Amati lebih teliti beberapa hari sebelum Anda memulai program merubah perilaku makan burung, yaitu seberapa banyak makanan yang dapat dihabiskan dalam sehari.

3. Berikanlah setengah porsi dari hasil pengamatan (ad. 2), makanan seperti yang biasanya dalam suatu tempat makanan. Berikan setengah porsi lainnya berupa makanan yang telah dibentuk seperti biji-bijian (ad. 1) dalam tempat makanan lainnya. Maksudnya burung akan tetap makan seperti biasanya tetapi tidak cukup kenyang dan tidak juga sama sekali puasa! Rasa laparnya itu akan diisi dengan “petualangan” mencari makanan lainnya dan tentu saja akan mencoba yang ada, yaitu tersedianya makanan di tempat lainnya.

4. Pakan "lainnya" tadi (ad. 1) dapat terdiri dari satu macam (misalnya wortel saja), tetapi berganti setiap harinya agar tidak bosan. Dapat pula pakan terdiri dari beberapa macam setiap harinya agar burung sekaligus dapat pakan bervariasi dan beberapa pengalaman tersebut.

5. Setelah burung mau makan pakan “lainnya” tadi (ad. 1). maka makanan utamanya perlu diganti dengan poultry pellets (makanan untuk ayam komersial berbentuk pelet). Makanan ini walaupun disusun untuk kebutuhan ayam paling tidak sudah mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Untuk masa sekarang telah banyak dijual makanan berbentuk pelet khusus untuk burung.

Demikianlah, semoga dengan ketelatenan dan kesabaran, Anda berhasil sehingga burung-burung terhindar dari penyakit-penyakit metabolisme seperti jantung, diabetes, ginjal, dan sebagainya secara dini!


Yah itulah sobat kicaumania sebuah tanya jawab yang menyiratkan betapa burung pun bisa terkena terkena berbagai macam penyakit seperti yang diderita manusia. Semuanya berawal dari masalah perawatan burung dan khususnya lagi makanan yang diberikan kepada burung.

Bagaimana dengan Anda? Sudah variatifkah pakan yang Anda berikan kepada momongan kesayangan Anda?

Jumat, 11 Maret 2011

Hindari water bloating, parkit tak perlu diberi air minum

Di halaman Curhat Burung, Om Maman bertanya "Om, saya punya beberapa pasang parkit tetapi sekarang ada yang mencret-mencret. Sebaiknya apa yang dilakukan ya? Saya tidak tahu pasti burung mana yang mencret soalnya saya punya sekitar 7 pasang yang saya jadikan satu dalam satu kandang ukuran 1 x 1 x 1,5 meter. Terima kasih."

Menjawab pertanyaan Om Maman ini saya jadi ingat ada referensi yang menyebutkan bahwa burung parkit mudah mencret terutama jika diberi air minum secara khusus, apalagi kalau burung itu juga sudah diberi sayuran. Jika diberi air minum khusus, burung parkit cenderung akan minum terus dan hal ini bisa menyebabkan dia kelebihan air (water bloating) dan mencret-mencret.

Hal itu disampaikan Drh Dharmojono menjawab pertanyaan tentang burung parkit stress yang disampaikan pembaca majalah Invovet. Tanya jawab tersebut kemudian dirangkum dalam buku Aneka Permasalahan Burung dan Ayam Hias. Untuk mengetahui secara detil permasalahn burung parkit stress silakan ikuti tanya jawab ini:


Tanya:

Saya mohon penjelasan Pak Dokter tentang pemeliharaan burung parkit yang benar. Selama ini burung parkit yang saya pelihara cenderung banyak yang mati tanpa menunjukkan gejala-gejala yang jelas. Mereka berkelompok dalam suatu kandang dengan makanan dan air minum yang tersedia dengan cukup. Atas segala penjelasan Pak Dokter, saya ucapkan terima kasih.

Jawab:

Burung paling gampang terkena stres karena termasuk makhluk yang mempunyai organ-organ tubuh serba mini. Padahal tugas dan tanggung jawab organ-organ tersebut sangat besar. Bayangkan saja sebesar dan sesederhana apa jantung, paru, ginjal, dan organ-organ lainnya. Burung peliharaan yang stres, termasuk parkit, paling umum disebabkan oleh kotornya kandang, padatnya populasi, mutu gizi rendah, makanan yang monoton, kedinginan, kena air hujan atau angin, ketidakteraturan pemberian pakan dan minum, terganggu, dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi stres harap Anda perhatikan petunjuk-petunjuk sebagai berikut:

1. Berilah alas kandang atau sangkar berupa kertas koran bekas agar kotoran yang lembap segera dapat terserap dan setiap hari diganti dengan kertas koran yang bersih.

2. Pakan burung parkit adalah berupa biji-bijian berkulit karena suka menyisil (makan sambil mengupas biji). Burung ini paling suka pada millet, yaitu sebangsa jewawut yang agak besar berwarna putih. Millet ini sebagai sumber protein (nabati), karbohidrat, dan lemak.

3. Berikan pula setiap hari jagung segar yang muda (masih dengan jonggolnya), kecambah (tauge) yang segar, atau kedua-duanya. Dapat pula diberikan sayuran segar yang lainnya karena kecuali sebagai sumber vitamin dan mineral pakan segar tersebut dimaksudkan pula sebagai sumber air.

4. Burung parkit tidak perlu diberi minum khusus karena kebutuhannya telah dicukupi dari sayuran segar tadi.

5. Apabila parkit diberi air minum khusus cenderung meminum berlebihan (sebentar-sebentar minum). Hal ini dapat menyebabkan kembung air (water bloating) dan ini merupakan titik awal timbulnya penyakit pencernaan seperti indisgesi dan regang lambung (distensia) yang dapat menyebabkan parkit tidak dapat makan dan mati.

6. Bagi burung pakit yang diternakan, diperlukan kandang yang luas dan diberikan rumah-rumahan untuk bertelur dan mengeram atau untuk berdua-duaan. Parkit termasuk burung yang suka romantis dan bermain cinta dengan (mesra seperti burung merpati).


Nah begitu ceritanya mengapa saya menyarankan juga untuk burung parkit diperbanyak sayurnya, beragam, dan tidak perlu diberi air minum khusus.

Dalam kaitan burung Om Maman yang mencret-mencret, coba ke semua burung bisa diberi BirdBlown. BirdBlow adalah antibiotik khusus untuk mengatasi masalah gangguan pencernaan dan gangguan lain non-saluran pernafasan. Untuk gangguan pernafasan bisa digunakan BirdTwitter.

Lebih dari itu, perhatikan kebersihan kandang dan jaga jangan sampai lembab.

Salam parkit sehat!

Kamis, 10 Maret 2011

Burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga Majenang, pedas nan tebal ® Bajak Laut



[caption id="attachment_21130" align="alignright" width="90" caption="Om Tony BBK"][/caption]

"Baca email" hanya itu SMS yang dikirim Om Tony Alamsyah alias Bajak Laut pagi ini. Saya tidak menjawab SMS  tersebut dan langsung buka email. Eh, tumben, setelah lama tidak menulis, Om Tony majikan Black Bird Keeping (BBK) Cilacap kirim artikel lagi. Ya maklum, karena selama ini dapat proyek besar jadinya melupakan proyek gratisan menulis untuk teman-teman, heheheh. Nah, kali ini Om Tony bicara soal burung cucak jenggot: Burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga. Apa itu? Silakan di simak saja.

ANY CHARACTER HERE

Beberapa hari yang lalu, ketika saya mendapat tugas luar kota ke daerah Majenang Kabupaten Cilacap, saya menyempatkan mampir ke rumah seorang pemikat burung di daerah tersebut. Kebetulan pemikat tersebut adalah adik dari salah satu staf kantor di mana saya bekerja.

Di sana saya melihat beberapa burung cucak jenggot (CJ). Ketika saya datang, burung itu hanya mengeluarkan suara khasnya. Tidak lama kemudian setelah saya duduk, burung-burung tersebut mengeluarkan suara trecetan yang panjang, tebl dan pedes di telinga.

Dari penuturan si pemikat, semua burung cucak jenggot yang ada di rumahnya berasal dari Gunung Pojok Tiga atau yang di Majenang lebih dikenal dengan Gunung Tiga. Gunung Pojok Tiga masih merupakan rangkaian dari jajaran pegunungan yang membelah Pulau Jawa menjadi dua. Gunung ini terletak di antara Majenang Cilacap dan Salem Brebes dan menjadi batas antara Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Dibandingkan dengan burung cucak jenggot Nusakambangan, CJ Gunung Pojok Tiga bisa dikatakan mempunyai volume dan trecetan lebih baik dan bagus. Secara fisik sebenarnya CJ tersebut tidak beda dengan CJ dari daerah lain, tetapi ketika saya amati lebih seksama, burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga mempunyai bodi yang lebih panjang atau tidak buntek dan bulu kuning di dada terlihat lebih mencolok warnanya.

Menurut penuturan dari si pemikat, CJ Gunung Pojok Tiga adalah burung yang dicari oleh pelomba-pelomba di Blok Barat terutama di daerah Majenang dan Jawa Barat.

Beberapa pedagang burung dari Ciamis, Tasik dan sekitarnya bahkan sampai harus mengantri burung pikatan tersebut. Terbukti ketika saya di rumahnya, salah satu pedagang dari Ciamis sedang bertransaksi dan memborong semua burung tersebut.

Karena saya juga ingin membawa pulang burung sedangkan hasil pikatan sudah diborong habis, dengan melancarkan jurus rayu merayu serta pelototan mata dari sang kakak pemikat, akhirnya saya berhasil membawa dua ekor burung CJ pikat (master) yang biasa di bawa untuk memikat burung-burung CJ di daerah Gunung Pojok Tiga hehehehehehe ….

Salam KICAUMANIA …….. Begitu Indah dan Beragam Habitat Burung di Indonesia !!!!

Nah begitulah email dari Om Tony? Belum kenal Om Tony? Silakan klik saja gambar di bawah ini:



Sayangnya, Om Tony tidak sekalian kirim gambar cucak jenggotnya. Tetapi kalau mau lihat gambar-gambar burung cucak jenggot, silakan klik ini: Gambar Burung Cucak Jenggot.

Salam Jenggot.

Sosialisasi dan standardisasi penilaian lomba burung berkicau,perlukah? © Om Kicau



Pertanyaan yang saya buat sebagai judul artikel ini adalah nama sebuah grup di facebook.com. Grup apa ini? Ini adalah sebuah grup terbuka di FB yang dibuat oleh Om Irvan Sadewa pada 9 Maret 2011 sore hari. Dalam pengantar pembuka sekaligus ucapan selamat datang di grup, Om Irvan memberi catatan sebagai berikut:
ANY CHARACTER HERE

Selamat datang di SOSIALISASI DAN STANDARISASI PENILAIAN LOMBA BURUNG BERKICAU. PERLUKAH?

Apakah setiap penghobi burung dan pelomba burung yang melombakan Burung Jawaranya di suatu event lomba benar-benar paham dan mengerti apa saja kriteria penilaian yang digunakan di even lomba tersebut?

Menurut pengamatan, riset langsung/pooling secara random dan acak di beberapa kota di seluruh Indonesia, hampir 60% peserta lomba tidak mengerti dan kurang mengetahui secara jelas apa saja kriteria penilaian yang menjadi acuan para juri dalam penilaian.

Seperti yang kita ketahui bersama dalam setiap hasil lomba, 70% peserta muncul rasa ketidakpuasan dalam hal poin-poin penilaian dan 30% sisanya adalah masalah teknis lomba dan sarana prasarana lombanya.

Bukankan SOSIALISASI DAN STANDARISASI PENILAIAN LOMBA BURUNG BERKICAU menjadi hal yang penting?

Bagaimana menurut teman-teman? Masukan dan pendapat dari teman-teman akan sangat membantu untuk membangun dan memperkokoh dunia hobi burung di Indonesia.

Salam Kicaumania...

Menurut saya, apa yang disampaikan Om Irvan dalam pengantar grup adalah sebuah kegundahan seorang penghobi burung atas fenomena yang selama ini terjadi di dunia lomba burung. Kegundahan atas karut marut-nya dunia lomba (burung).

Artinya, jawaban atas pertanyaan itu sudah jelas "PERLU". Hanya saja, bagaimana bentuk konkret dari standardisasi itu dan juga bagaimana hal itu bisa disosialisasikan, itulah pertanyaan yang ingin dihimpun dan dicarikan cara untuk direalisasikan.

Undang Dian Toto

Untuk meramaikan diskusi, Om Irvan juga mengundang Dian Toto untuk menjadi semacam narasumber. Om Dian Toto adalah salah seorang pengawas Juri PBI se-Indonesia. Nah kalau Anda berminat bergabung, silakan masuk ke grup ini.

Sekadar sebagai bekal diskusi silakan Anda membaca beberapa artikel berkaitan dengan aturan main lomba burung saat ini di Indonesia dan juga sebuah artikel referensi wajib baca di bawah ini:

1. Tata cara penilaian dalam lomba burung

2. REVOLUSI LOMBA BURUNG INDONESIA

Oke, berikut ini adalah sekelumit petikan komentar dan atau tanya jawab di grup tersebut:










  • Dian Toto
    Standar Penilain Menurut PBI
    1. Irama Lagu
    2. Volume
    3. Gaya
    4. Fisik
    dari semua penilaian ini Faktor Durasi Kerja juga dipertimbangkan

    4 jam yang lalu ·  ·  ·





    • Mohammad Syafi'i, Mokhamad Khavidz, Anang Aryokho dan 17 lainnyamenyukai ini.








      • Macarius Sukotjo Kupas tuntas.....sangat ditunggu nihh
        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Irvan Sadewa Benar sekali om Dian Toto. Banyak usulan dari teman-teman Kicaumania dari semua penjuru Indonesia untuk lebih men-sosialilasikan "Kriteria Standar Penilaian" pada setiap gelaran PBI.

        Monggo kepada semua teman-teman yang ingin berkonsultasi tentang kriteria penilaian ini, bisa langsung kepada om Dian Toto yang kebetulan adalah adalah seorang pengawas Juri PBI se-Indonesia.
        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Benz Wira TANYA PK DOSEN : utk kls Anis Merah..lebih di utamakan irama lagu apa gaya..???...banyak kejadian di lapangan lebih mengutamakan gaya dan lagu menjadi angka yg kesekian..???..
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Budhy Vantoro Info sih tergatung yg punya burung om hehhehhehe
        4 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf Ah.......dulu juga pernah tak tanyain ama om Dian.....
        4 jam yang lalu ·








      • Macarius Sukotjo Irama lagu : Dangdut, Pop, Reggae, Rock, Jazz...........kalau langsung di konserkan bersama,......irama apa yang paling menonjol.........simak dulu ahh
        4 jam yang lalu ·








      • Fajar Agustomi secara teori memang benar seperti itu om..
        4 jam yang lalu ·








      • Fajar Agustomi tapi prakteknya kadang beda...
        4 jam yang lalu ·








      • Fajar Agustomi heheeee....
        4 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf Sebenarnya saya cenderung setuju sama sistemnya Paburi.... Volume nila 30 Gaya 25 Kerajinan 40 lagu 45 sehingga hasil akhir diakumulasi..... Bukan hanya Vol paraf, gaya paraf...bla...bla...bla. Apa arti paraf??????
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Macarius Sukotjo Apalagi Paburi ngitunganya pakai KOMPUTER......0,1 aja, bisa KALAH.......
        4 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf ya kalo emang kalah katanya harus legowo.... tp Fear kan
        4 jam yang lalu ·








      • Dian Toto semua ada baik buruknya, jangan menyalahkan tapi berilah masukan
        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Dian Toto selama yg di koncer adalah burung yg layak buat kami itulah yg diharapkan.
        4 jam yang lalu ·








      • Macarius Sukotjo Kembali ke Topik......
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Irvan Sadewa Benar om Dian. Mari kita saling memberikan opini, wacana dan pendapat dengan kepala dingin. Semua masukan teman-teman sangat berarti untuk kemajuan perburungan nasional kita.
        4 jam yang lalu ·








      • Dian Toto silahkan satu satu ya semampunya saya jawabbbbbbbbbbbbbbbb
        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Fajar Agustomi klo sy pingin dlm lomba burung ketika ada peserta yg meneriakkan nomor gantangan dan memanggil2 juri langsung di diskualifikasi om...
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Benz Wira satu2 ya om...maaf ini om toto sdh agak ngantuk.....wkwkwkwkwk...
        4 jam yang lalu ·








      • Dian Toto kroyokan tak mlayu aku wkwkwkwkwkwwkwk
        4 jam yang lalu ·








      • Macarius Sukotjo Tenang om Toto........air hampir panas, tak gaweke KOPI
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Broery Golden Sf ih wanine mlayu...ixixixixi
        4 jam yang lalu ·








      • Fajar Agustomi kopi karo rempeyek jangkrik enak kweh om...
        4 jam yang lalu ·








      • Benz Wira di maklumi kalau lambat jawabanya...maklum rambut sdh memutih...tau sendirikan?..apa arti rambut sdh memutih..???..kiik..kiik...
        4 jam yang lalu ·








      • Dian Toto om wira, Tanya ya yg mau buat lomba ane siap
        4 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf mungkin gak PBI ngadain even non teriak n tertib
        4 jam yang lalu ·








      • Setyanto Cahyo Tricahyo setubuh eh setuju... smua demi kemajuan kicau mania jangan sampai terpecah belah dan saling bermusuhan, cukup jagoan kita yg bermusuhan adu kemampuan
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Benz Wira ‎"RIMBA RAYA CUP'..BANYAK DPT MASUKAN N DUKUNGAN DARI OM TOTO,MUDAH2AN BISA MEMUASKAN PESERTA...AMIEN
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Dian Toto Golden> kalau mau mengadakan lomba tanpa teriak harus melengkapi sara prasarananya, dari mulai lampu pengantangan, perseta juga harus sadar, karena yg teriak peserta bukan panitia atau pejabat penilai
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Macarius Sukotjo Le teriak karo meneh pagar.......nganti serak2 mbar kuwi
        4 jam yang lalu ·








      • Dian Toto Om Wira, jangan ada yg boleh masuk ruangan JURI, siapapun tanpa terkecuali, kadang tokoh, kadang pula juri yg tidak tugas ini sangat berpengaruh terhadap kinerja juri
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Benz Wira SIIIAAAP BOSS...LAKSANAKAN..!!
        4 jam yang lalu ·








      • Dian Toto ini pengalaman dilomba pantura cup II
        4 jam yang lalu ·








      • Tri Gunawan Numerrouno KLO NOMER GANTANGAN TENGAH & SANGKAR dpt penilaian brp % ?
        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang






      • Cimenk Cemengmiming burung kerja 80% layak di koncer.....
        Padahal yg kerja 100% banyak kok yg 80% xixixixixiiiii.......
        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Dian Toto Cimenk* Itu polemik jaman dulu, sekarang saya yg paling menetang karena 80 % itu burung siapa ??????????????
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Benz Wira revolusi lomba burung di awali dari pesanan tiket (hrs benar2 di acak) semua mendapat hak yg sama,...
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Dian Toto setubuh om wira wkwkwkwwkwk
        4 jam yang lalu ·








      • Benz Wira iki forum terbuka,jangan nakal di sini om toto...kiik...kiik..
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang






      • Lukmono Arief Ayo om.Dian dilanjut pnjlsannya...
        mgkn info dr om.Broer bs diadopsi ke PBI mskpn tdk smuany
        om.Mac air dah mendidih tuh...
        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Dian Toto Pakailah Juri juri yang minim dengan kepentingan jangan mau di itervesi oleh siapapun, biasannya yg mengintervesi pasti punya kepentingan dibalik itu,
        3 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Dian Toto Kalau Rugi itu hal yg biasa tapi KEPUASAN dari para peserta adalah nikmat yg tidak dapat diukur dengan uang
        3 jam yang lalu ·








      • Benz Wira intinya sukses tdknya sebuah gelaran lomba,bukan kwantitasnya tapi kwalitasnya...bukan begitu om toto..???
        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Dian Toto Betul Om Wira, untuk menjadikan itu semua harus mendapat dukungan dari peserta, untuk menjadikan dewasa, jangan melihat burung sendiri, lihat lawan lawan disekitarnya, biasanya orang terbius dengan burung sendiri, ini yg menjadikan protes yg tidak bermutu
        3 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Benz Wira yo mutu tapi rendah (mutu rendah)...kiik...kiik...
        3 jam yang lalu ·








      • Irvan Sadewa ‎##
        Dian Toto Kalau Rugi itu hal yg biasa tapi KEPUASAN dari para peserta adalah nikmat yg tidak dapat diukur dengan uang.

        Amin. Seandainya semua EO penyelenggara lomba burung berprinsip seperti ini, pasti lomba burung berkicau bisa kita jadikan budaya dan salah satu ikon pariwisata yang unik.
        3 jam yang lalu ·  ·  3 orang








      • Adit Untuk Rakyat ijin nyimak om-om...:)
        3 jam yang lalu ·








      • Cimenk Cemengmiming kl om toto udh biasa rugi tp peserta puas contohnya saya sendiri kemarin dipantura cup2 betul2 puas dgn penilaian juri .
        3 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Benz Wira DUKUNGAN PESERTA...hrg mati yg gak bisa di tawar,hrs saling bersinergi...!!!...
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto Irvan, Sekarang kalau lomba untung dengan penjualan tiket sangat MUSTAHIL, cari lah sponsor sebanyak mungkin, masih banyak yg peduli terhadap lomba burung berkicau, asalkan dalam mencari donator cari lah yg benar - benar tidak mempunyai kepntingan dan tidak intervensi
        3 jam yang lalu ·  ·  5 orang








      • Dian Toto Cimenk* wkwkwkwwkwkwkwkwwkwkw butuh pengorbanan bos
        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Dian Toto Cimenk* jangan lupa ya ane jumat sudah di Surabaya
        3 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf om dian kalo disuruh menangin....... pilih mana antara burung bunyi tp gerak kian kemari atau burung bunyi tp tak gerak?
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto Pertama adalah irama lagu, karena lomba burung berkicau bukan lomba burung bergaya, kalau soal menang dan tidak bagi saya asal kriteria diatas sudah memenuhi pasti juri lebih tahu
        3 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf kan yg mbedain cuman di gerak dan anteng om........ katakanlah irama lagu 50-50
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto kalau irama lagu 50 - 50 selanjutnya volume, baru gayanya bos
        3 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf seringkali di arena saya mendengar bahwa kekalahan burung karena kalah anteng, ....... kalo volumenya kurang seakan irama lagu gak terdengar atau tidak didengarkan........ yang banyak terjadi adalah VOLUME yang nomer wahid om........ceck n simak deh
        3 jam yang lalu ·  ·  3 orang






      • Cimenk Cemengmiming kl kt protes ke penilaian sm juri jawabnya paling2 ya itu2 aja jawbnya (burunge bos kok dilawan) hehehe....
        Siip om apa perlu dijemput....
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto Broory* saya pernah mengawasin burung kenari pada saat penetuan juara, dari semua itu saya melihat sekali bahwa kjalau\\\\\
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto dilihat dari bawah burung sangat kelihatan.
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto yg penting adalah durasi kerjaanya kalau burung tersebut sama kwalitasnnya
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto ngatuk gak ono kopine, tangane pegel ngetik wkwkwkwkwkwkwkw
        3 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf Oke dech.......... kalo semua juri seprti om DIAN.... pasti hebat semua pergelaran lomba...... tp sayang
        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Dian Toto cimenk* wkwkwkwkwwkwk itu dulu sekarang sudah ada perubahan bos
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto Broery* Maaf ane bukan Juri................... Penerus lidah para kicau mania untuk perubahan lomba yg benar benar dapat dinikmati oleh semua kalangan dalam penilaiaan yg Fair Play oke oke oke
        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Benz Wira juri bukan,blantik iya.....wkwkwkwkwwk...
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto Wira* wkwkwkwkwkwk ngajak perang ki hihihihihi
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto ngoceh gak ono kopine wkwkwkwkwk
        3 jam yang lalu ·








      • Benz Wira turu2 ngantuuukk...di lanjut diskusinya...!!!
        3 jam yang lalu ·








      • M Ellias AryaGigs Khariri bukan blantik Om Wira tapi peserta juga wkwkkwkwkkwkkwkwk
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto mari kita menjalankan SUNAH ROSUL wkwkwkwkwk
        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Cimenk Cemengmiming iya mas kl yg ngadain lomba njenengan jurinya pilihan coba kl jurine permintaan dr peserta ..... Mau dtg tp kl do tolak gak jd dtg .
        3 jam yang lalu ·








      • M Ellias AryaGigs Khariri ‎@Cimenk:kasus baru ya?baru denger....
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto Cimenk* Terbukti di Pantura Cup II wkwkwkwkwwkwkwk
        3 jam yang lalu ·








      • Cimenk Cemengmiming padahal jauh hari udh ada persiapan pantura cup2 Ehh gara2 yg berkepentingan gak dipakai jd gak dtg... Takut niii yeeee....xixixixixiiiiii
        3 jam yang lalu ·








      • Dian Toto All* Ngatuk Berat...........................Besok dilanjut lagi diskusinya oke oke
        3 jam yang lalu ·








      • Muray Pinggiran menurut sya penilaia juri masih sama dengan penilaian gayus...siapa yg besar dia yang menang...mengapa besar selalu menang,bebas berbuat sewenang2,mengapa kecil slalu tersingkir,harus mengalah dan menyingkir..apa bedanya besar dan kecil semua itu hanya sebutan,,yg walau didalam kehidupan kenyataannya harus ada besar dan kecil....hehe iwan fals.com.
        2 jam yang lalu ·  ·  2 orang








      • Broery Golden Sf UUD mas........ Ujung ujungnya duwit........ marai neng moto ijo
        2 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Ebonk Doank Penilaian Juri masih berpihak ke para Bos-Bos besar.
        2 jam yang lalu ·








      • M Ellias AryaGigs Khariri Kesimpulan dari semua komentar di atas ...ada "MAFIA" dalam lomba kicau burung.
        2 jam yang lalu ·








      • Baihaqi Ahmad Benar g Om2 klo lomba harga tiket posisi d tengah hargany lbh mahal n hanya bs d bl orang2 tertentu...
        2 jam yang lalu ·








      • Cimenk Cemengmiming sebenarnya kl bos2 sadar insaallah ada kemajuan dlm penjurian . Tp kt pun gak ush munafik kl di lomba pasti pernah nitip nomer walaupun tanpa ada perencanaan spontanitas kita minta menunjukan nomer gantangan ama sang penilai
        2 jam yang lalu ·








      • Benz Wira gak iso turu..."benar om cimenk,di butuhkan kesadarn dari para tokoh,utk bisa lebih baik di dunia lomba burung'...
        2 jam yang lalu ·








      • Adit Untuk Rakyat sebaiknya lomba dipisah... lomba khusus yg punya duit, pedagang, sama bos-bos sendiri.. yg murni penghobi sendiri... maaf kalo salah..
        2 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Adit Untuk Rakyat bisa dibikin kelasnya kan?.. kelas pedagang tiket sekian.. kelas blantik sekian.. kelas bos tiket harga sekian.. kelas hobi tiket sekian...
        2 jam yang lalu ·








      • Muray Pinggiran btul skali..sharus nya yg di basmi kecurangan bukan lah juri penilai...tp bos2 tukang suap itulah yg hrus dimusnahkan..hehehe piss ahh
        2 jam yang lalu ·








      • Muray Pinggiran bagaimana kita penghobi kelas kroco ngadain lomba kelas bos2 VIP...tp bukan burung nya yg kta gantang..tp bos2 nya itu yg kta gantang...wkwkwkwkwkwjwk...piss bos...saya minta maaf....hehe
        2 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Ardi Aris untuk menjaga ksinambungan di lap. lomba "juri" hrs fair dlm menilai, bukan krn komisi or punya kolega yg dimenangin kacian yg gak kenal ama juri tp jagoannya bagus hrs dikalahkan....konon no 1 ampe 3 dah psenan, harus ada REVOLUSI jg didunia perburungan di arena lomba. salam KicauMania....
        2 jam yang lalu ·  ·  3 orang








      • Cimenk Cemengmiming kl kelas2 pemula ya gak mgkn dtg ke even gede soalnya kl lht pendaftarane udh 200ribu paling2 ke latberan ujung2nya kepingin juara dan laku mahsl . Aku dulu jg gitu kok mas . Apa lg kl dengar adaburung yg laku mahal pada cari burung yg sm hehehe....
        2 jam yang lalu ·








      • Broery Golden Sf sebaiknya EO yang mengadakan even lomba mengumumkan juga ini juri siapa dan dari mana, supaya kita tau, dan putuskan ikutan lomba apa engga...... yg paling penting adalah Pihak EO HARUS TAKUT ditinggalkan pemain apabila JURINYA Ceng-ceng Po kakean permainan.......
        2 jam yang lalu ·  ·  1 orang








      • Muray Pinggiran chimenk@ga jga mas..justru kelas2 pemula mereka punya ambisi yg besar..kalo dia yakin bhwa burungnya berkualitas kenapa engga...berapa pun biaya nya pasti akan dicari,walaupun itu dapet pinjam..rata2 smua kelas pemula itu semata2 hobi bukan ajang cari duit atau cari pamor dan lain sebagainya...maaf mas kalo salah..maklum pemula...hehe
        2 jam yang lalu ·








      • Kenny Giovanni mohon izin untuk memberikan komentar ya om-om sekalian... saya spesifik saja di kenari,saya berandai-andai,akan sangat fair apabila kontes burung di indonesia khusus nya kenari,diklasifikasikan berdasarkan jenis nya masing2,lalu menggunakan sangkar kecil seragam yang memang disesuaikan dengan ukuran si burung saja,lalu juri berada di dalam suatu ruangan yang memang memiliki standarisasi yang jelas dan kapasitas untuk menilai burung SECARA PROFESIONAL,lalu kandang2 yang berisikan burung tersebut akan dinilai satu persatu di dalam ruangan oleh para juri TANPA SEPENGETAHUAN JURI siapa pemilik dari burung tersebut.nanti nya,burung yang sudah selesai dinilai akan ditempelkan kertas yang berisikan penilaian juri yang pasti nya akan lebih fair karna nilai dari setiap burung jelas tertulis disana.kira2 sejauh ini angan2 saya seperti itu... mohon maaf kalau saya salah...
        42 menit yang lalu ·
















  • Selamat bergabung