Kamis, 03 Maret 2011

Penangkaran perlu racik pakan sendiri: Trend burung paruh bengkok (3)-© Om Kicau


Berikut ini adalah bagian ketiga dari beberapa tulisan tentang Trend Burung Paruh Bengkok. Artikel-artikel ini diangkat dari tabloid Agrobis Burung edisi 566, Maret 2011 dengan beberapa editing seperlunya. Selamat menyimak.



 




[caption id="attachment_33771" align="alignleft" width="300" caption="Makanan basah (kiri) dan kering disajikan bersamaan untuk pakan burung paruh bengkok."][/caption]

Para ahli nutrisi menyatakan pola pakan yang tepat untuk konsumsi indukan burung akan berpengaruh besar terhadap produktivitas dan menjaga stamina indukan tetap bertahan sampai batas waktunya.


ltulah yang selalu diterapkan PT Anak Burung Bali Tropikana yang kini menangkarkan puluhan jenis nuri, bayan, dan kakatua di Singapadu Gianyar Bali. "Pada umumya indukan di dalam kandang sangat sensitif dengan makanan. Sedikit saja salah akan mengganggu produksinya secara berkelanjutan," terang Manajer PT Anak Burung Dewa Astawa.


Walaupun sesama jenis paruh bengkok, Dewa Astawa menandaskan ada perbedaan jenis menu makanan yang disajikan tiap hari.


Ada pakan basah, dijus, susu, tetapi ada juga pakan kering. Tetapi bahan yang digunakan hampir mirip. Berikut ini dipaparkan secara berturut-turut menu makanan jenis nuri, bayan, piskuit dan kakatua.


Jenis nuri dan bayan, kata Dewa Astawa, mengkonsumsi pakan lembek yang diblender, air susu dari susu bubuk. Pakan lembek yang dihaluskan terbuat dari bahan waluh, ubi jalar, wortel, beras merah yang direbus ditambah pisang dan pepaya. Kemudian digabungkan dengan sayur-sayuran yang sudah matang. Bahan ini dibuat agak lembek atau dijus lanjut ditambahkan gula pasir agar terasa sedikit manis.


Ada juga pakan terpisah yang terbuat dari tepung beras, gula pasir dan bubur bayi yang dihidangkan dalam bentuk padat dan juga cair seperti susu. Ketiga jenis pakan nuri ini diberikan pagi dan sore hari sedangkan air bersih tetap tersedia.


Berbeda dengan jenis piskuit susu yang diberikan tanpa gula sedangkan ransum pakannya dibuat agak padat tetapi tetap digiling.


Khusus untuk jenis kakatua, pakan yang diberikan ada dua jenis yakni pakan basah dan pakan kering. Pakan basah terbuat dari bahan biji-bijian seperti kacang tanah, kedelai, gabah, dan beras merah yang direbus ditambahkan biji mataari yang direndam. Campuran ini ditambahkan voor 555.


 




[caption id="attachment_33772" align="alignleft" width="300" caption="Meracik makanan untuk penangkaran burung paruh bengkok"][/caption]

Bahan campuran ini ditambahkan lagi dengan campuran waluh, ubi jalar, wortel yang sudah direbus dan ditambahkan dengan sayur-sayuran yang juga direbus seperti bayam, daun kacang, kacang panjang, kangkung, buncis dan jepang. Bahan-bahan pakan ini dicampur dan diberikan pagi dan sore berdampingan dengan pakan kering.


Bahan pakan kering untuk kakatua yakni biji matahari, jagung tua, gabah, kacang tanah, millet dan kenari seed. "Semua pakan mesti dibersihkan setiap hari agar tidak dijangkiti penyakit," papar Dewa Astawa.


Selain menu pakan, secara rutin ditambakan vitamin di bagian pakan basah agar stamina tubuhnya tetap terjaga. Terlebih lagi musim hujan di mana burung mudah terserang demam karena suka berhujan-hujanan. ”Jika indukan cukup nutrisi secara naluri akan produktif berkembang biak.


Sebaliknya jika terasa kekurangan maka indukan akan berhenti berpoduksi. Termasuk anak akan dibuang jika makanan tidak tersedia dengan cukup," kata Dewa Astawa mengingatkan. (Bersambung ke Trend Paruh Bengkok bagian 4)



Terus berkembang: Trend burung paruh bengkok (1)

Penangkaran untuk tekan penangkapan liar: Trend burung paruh bengkok (2)


Jenis kelamin dan penjodohan: Trend burung paruh bengkok (4)

Asesoris, mulai dari harness sampai pampers: Trend burung paruh bengkok (5)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan tidak mengirim SPAM.
Terima kasih.