Jumat, 04 Maret 2011

Menangkar burung murai batu di sangkar gantung ala Iwan Fitriadi - © Om Kicau

Hasil dari penangkaran burung murai batu dengan sangkar gantungBuat pemilik lahan terbatas terutama di kota-kota besar, tak perlu berkecil hati bila ingin mencoba membuka usaha budidaya penangkaran burung. Sebab, banyak cara menangkar burung di lahan sempit tapi memberikan hasil yang maksimal.

Banyak jenis burung yang bisa diternakkan di lahan terbatas, mulai dari jenis lovebird, blackthroat, kenari, hingga murai batu sekalipun. Paling tidak ini yang sudah lama dibuktikan Iwan Fitriadi, breeder aneka jenis burung dengan nama Cisadane Bird Farm di kawasan Tangerang Banten.


Meskipun di lahan terbatas dia bisa memanfaatkannya dengan hasil maksimal. Selain anis kembang, cucakrowo dan blackthroat, dia juga sukses mengembangkan penangkaran murai batu dan lovebird.


Untuk jenis murai batu misalnya, ada enam pasang indukan yang diternakkan. Dua pasang di antaranya ditangkar dengan sangkar gantung. Tujuannya adalah untuk menyiasati keterbatasan lahan yang ada. Namun demikian, kata Iwan, hasil breeding model sangkar gantung tak kalah bagus dibanding dengan kandang permanen yang memakan lahan lebih luas.


Penjodohan


Cara menangkar murai batu dengan menggunakan sangkar gantungSebelum memulainya, ada beberapa tahap penjodohan terlebih dahulu. Awalnya tentu pemilihan calon indukan. Karena jadi kunci utama biasanya di proses penjodohan. Paling tidak indukan yang digunakan sebagai calon pasangan harus berkarakter jinak. Karena kandang yang digunakan sebagai tempat penangkaran di sangkar biasa alias sangkar gantung yang penempatannya tentu sering dilalui orang.


Proses penjodohan awal memang lumayan butuh kesabaran. Lazimnya menyodohkan murai batu, biasanya dengan mendekatkan satu sama lain di sangkar berbeda. Dan direndeng terus-menerus setiap saat. Kemudian setelah dilihat tampak jodoh, dipindahkan ke sangkar yang sama dan biasakan bisa mandi bersama.


Kalau salah satu di antaranya tampak galak harus segera dipisah atau disemprot dengan air. Dalam tahapan ini harus dipantau terus.




Jika Anda menangkar burung tidak juga segera berproduksi meski usia burung sudah cukup dan menurut Anda kecukupan nutrisinya sudah terpenuhi, ingat saja BirdMature - produk Om Kicau yang sudah teruji....(pesan Om Kicau).



Setelah seminggu kemudian mereka biasanya sudah saling mengenal dengan ditandai indukan jantannya yang kerap mendekati betina di dalam sangkar. Seandainya keduanya sudah tampak saling berdua, seminggu kemudian keduanya akan kawin dan diiringi keduanya mengangkut sarang yang sudah disediakan di dalam kotak sarang yang terbuat dari sangkar kecil yang kiri kanan dan atasnya dilapisi kertas kardus. Kotak sarang ini ditempatkan atau ditempel di bagian atas sangkar.


Indukan betina akan bertelur 2-3 butir dan selama 14 hari akan melalui masa mengeram. Setelah menetas anakan akan diasuh indukannya sampai umur 10 hari. Berikutnya anakan dipanen dan dimasukan ke inkubator. Memasuki umur 2 minggu anakan sudah bisa dipasangi ring kode pemilik.


Untuk pakan, indukan yang sedang bawa anakan diberi porsi cacing lebih banyak. Hanya saja ketika masa mengeram, indukan cukup diberi jangkrik dan kroto.


Kebutuhan pakan anakan di hari pertama masuk inkubator disuplai dengan jangkrik ukuran kecil yang kakinya sudah dibersihkan. Selain itu juga diberi adonan voer yang diaduk dengan kroto bersih. Eksfood lainnya adalah memberi burung potongan cacing.


Anakan burung diasuh sampai bisa makan sendiri pada usia sekitar 1 bulan. Pada umur tersebut anakan sudah mulai bisa dipasarkan.


Kebutuhan jangkrik untuk indukan adalah 20-30 ekor yang ditempatkan sebagai eksfood harian. Burung dibiarkan memilih sendiri jangkrik yang dikehendakinya.


Selain itu, kroto segar juga disiapkan sebagai pakan utamanya. "Di musim pancaroba seperti sekarang, agar indukan tetap stabil berproduksi, yang penting eksfood-nya," jelas Iwan di kediamannya di Jalan Letda Dadang Suprapto, RT 3 RW 1 No 5, Grendeng (Pinggir Kali Cisadane) Tangerang Banten.


Penangkaran model seperti ini bisa menghemat tempat dan mudah dipindah sesuai keinginan pemilik.
Bila burung sudah bertelur tempatnya jangan sering-sering dipindah atau digeser karena dikhawatirkan mengganggu produktivitas burung. (Agrobis Burung No 566 Maret 2011)


 

21 komentar:

  1. Mantaps om info nya...memotivasi sy utk segera beternak...
    Soal ny kondisi lahan nya terbatas sangat..
    Jd termotivasi bgt nehh..
    Thx om info nya...

    BalasHapus
  2. Siap ikut memantau Om....

    BalasHapus
  3. joss om infonya..

    BalasHapus
  4. aries travies4 Maret 2011 22.21

    benar2 bermanfaat......lanjut

    BalasHapus
  5. inspirasi baru ...makasih om

    BalasHapus
  6. Mantap Oom.. Kebetulan ada rencana mo ternak,cm terkendala lahan yg ga ada..

    Tks Oom

    BalasHapus
  7. maju terus om...TOP bgt infonya

    BalasHapus
  8. siipp n jelas banget.. tapi tolong fotonya agak diperbanyak, jadi disamping kita membaca juga dapat memahami lebih jelas... siapa tahu kita bisa ngikut i jejak anda... tank

    BalasHapus
  9. om.....ada gak rancangan kadangnya ma tempat bertelornya....
    soalnya saya lagi mencoba seperti itu...tapi da 1 bulan gak ada tanda mau bertelor...padahal udah jodoh ...yang jantan sudah mulai menyuapin jangkrik betina.....trus saya taruh di atas kadang bulat ni.1 bagian pinggir...wadah mandi burung kenari yang diisi rumput sama kapas.....eh....belum juga.......
    kalau ada om bentuk gambarnya design kotak sama posisi dikandang bulatnya....mohon pencerahannya...
    send to my email aja ya om....mohon ijinnya om duto.....hehehehhe

    mingkak87@yahoo.co.id

    BalasHapus
  10. kren,,,,,tpi nie berlaku untuk semua jenis murai pa gak om ?????

    BalasHapus
  11. purwanto Sawogedhe5 Maret 2011 05.41

    tq...om infonya sangat spesial sekali...tlg kalao bisa uraian BR dari penjodohan-masa mengeram-masa anakan bisa dipisah-pakan yang dibutuhkan sd mandiri ..dan Model penangkaran cucakrowo dgn sankar kotak/budar,terimakasih sebelumnya om....

    BalasHapus
  12. Info yg amat sangat bermanfaat om!
    Kyanya saya akan coba deh om, tapi untuk sarangnya apa bisa menggunakan glodok LB yg ukuran besar om ? Krn difotonya kurang jelas om.
    Terimakasih Om....

    BalasHapus
  13. Arie Al Ghiffari5 Maret 2011 18.14

    Penangkaran sangkar gantung bs diterapkan untuk kacer gak om? Tks

    BalasHapus
  14. Bisa Om. Cuma disiapkan sangkar seperti kenari tetapi agak besaran juga bisa.

    BalasHapus
  15. Untuk BR atau model penangkaran CR, bisa dilihat-lihat artikel di kategori Penangkaran Om.

    BalasHapus
  16. Pantang kendur ya Om? Hehehehe...

    BalasHapus
  17. untuk kotoran yang ada disangkar gimana cara Pemnersihannya om?

    BalasHapus
  18. om ....pertanyaan saya dibawah dibalas unk om " tri poksai"

    BalasHapus
  19. luar biasa, kreatif, aktif....semoga saya bisa meniru.....sukses dan hebat buat om kicau...


    salam

    SUDI(d'kil)

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan tidak mengirim SPAM.
Terima kasih.