Hasil Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Inilah hasilnya.

Perlu catatan harian penangkaran

Penjodohannya pun tidak mudah, sebab membedakan jantan betina pun tidak gampang. Butuh pengalaman dan kepekaan untuk memastikan jenis kelamin. Banyak sekali kasus breeder pemula gagal.

Kendala selalu ada, tetapi bisa diatasi

Penelurusan ke sejumlah breeder cucakrawa, disebutkan bahwa kendala yang harus dihadapi sesungguhnya cukup banyak. Namun kendala-kendala ini ternyata tidak pernah menyurutkan para breeder, karena biasa diatasi.

Cucakrowo perlu ketenangan dan multivitamin

Meski ada pemodal kelimpungan ketika ikut-ikutan mencoba beternak cucakrowo namun ada saja breeder yang tersenyum lantaran modal yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya berlipat-lipat.

Harga burung saat ini

Harga burung di wilayah Solo dan sekitarnya (Soloraya) pada pertengahan Maret 2012 menunjukkan beberapa kenaikan yang signifikan. Seperti apa?

Selasa, 17 Agustus 2010

Perawatan cendet-cendet jawara

Ini adalah sebuah cerita tentang perawatan cendet-cendet yang namanya biasa menghiasi tabloid-tabloid burung. Hanya saja perlu dicatat sebelumnya, bahwa perawatan burung adalah tidak sama di antara sesama pemilik burung cendet jawara. Ada kesamaannya, tetapi banyak pula perbedaannya. Oke, ikuti saja ya cerita dari Agrobis Burung ini.


Perawatan cendet jawara secara umum hampir sama: mandi sepuasnya pada pagi hari, jemur lumayan kuat, jangkrik pagi-sore plus kroto, serta ulat hongkong menjelang lomba. Saat ngurak, burung juga tidak dimandikan, tapi sangkar tetap dibersihkan. Satu hal yang penting; tautan hati antara sang jagoan dan si perawat juga sangat penting dan menentukan!


Tak pelak lagi, hingga kini cendet termasuk burung yang sangat bergengsi. Sejumlah jagoan ternama pun ikut mengangkat nama pemiliknya ke jenjang tertinggi. Bagaimana merawat sang jagoan, mulai di rumah, menyiapkan ke lomba, hingga saat mabung?


Sejumlah nama cendet sangat dikenal ketangguhannya di lapangan. Sebut saja Monster milik Agung Budiman yang sehari-hari dirawat oleh Mamat, Siluman milik Vincent Semarang yang dirawat oleh Yus, juga ada Premium milik WS Suprojo yang kini mukim di Banjarmasin tapi burung dirawat di Salatiga oleh Agus Nasa dan Tedi, serta Xtrime-nya Mr Jombang Jogja.
Siluman, setelah masa mabung yang cukup lama, sekitar 8 bulan, akhirnya menunjukkan tajinya dengan memenangi sejumlah even besar. Mulai dari Pragola Pati, Bupati Cup Pemalang (18/6) nyeri, Orapi Cup Salatiga (28/6) nyeri, Batik Cup Pekalongan (18/7) meraih juara 1 dan 2.


Akan halnya Premium dan Xtrime berbagi juara 1 dan 2 pada even yang juga tak kelah berat, yaitu Gubernur Cup Jawa Tengah di Solo (18/7).


Monster seusai mabung dicoba di dua even, yaitu Trah Ab-E Sleman dan Gilas Cup Jogja (11/7). Kini, kondisi Monster yang dirawat oleh Mamat benar-benar lagi mempeng-mempengnya, dan menunggu "meledak" di Piala Raja 2010 dan akan dilanjutkan di Achun Award 2010 (artikel ini ditulis sebelum Piala Raja. Nah, Anda bisa melihat apakah burung-burung yang namanya disebutkan di sini memang muncul sebagai jawara di Piala Raja atau tidak dengan melihat artikel "Hasil Lengkap Piala Raja"


Perawatan ngurak dan harian Siluman
Selama masa ngurak, Siluman tidak mandi, extra fooding jangkrik diberikan pagi dan sore masing-masing 5 ekor. Selama di rumah alias ketika tidak disiapkan untuk lomba, Siluman diberi jangkrik pagi dan sore juga 5 ekor.
Pemberian pagi hari dilakukan sebelum dijemur. Setelah dijemur selama kurang lebih 10 menit, kemudian dimandikan, selanjutnya diberikan kroto secukupnya, lantas dijemur lagi selama kurang lebih 3 jam. Sore hari sekitar jam 4 diberi lagi jangkrik 4 ekor.
Perawatan lomba Siluman
Hari Senin-Kamis perawatan biasa seperti. Rawatan hari Jumat ditambah ulat hongkong 5 ekor, Sabtu asupan jangkrik ditambah sampai 25 ekor atau melihat kondisi burung. Minggu di lapangan cendet harus mandi. Seusai mandi,
tambah ulat hongkong 10 ekor, jemur dan krodong sampai dengan satu sesi sebelum lomba dimulai.


Perawatan Xtrime Mr Jombang
Pagi hari dikeluarkan supaya kena matahari sebentar saja. Kemudian mandi pagi lantas diberi jangkrik 4 ekor dan sore 4 ekor. Menjelang lomba perawatan hampir sama, hanya diistirahatkan dengan full krodong. Hari Minggu di lapangan sebelum digantang burung harus mandi sampai puas. Extra fooding prinsipnya sama dengan harian, hanya pada hari Minggu ditambah ulat hongkong secukupnya.


Perawatan cendet Premium


Ngurak: full krodong, tetapi kandang tetap dibersihkan setiap hari. Seminggu sekali extra fooding ditambah porsinya dari menu harian biasa, setelah bulu berhenti jatuh dan mulai tumbuh, kandang dibersihkan 2 atau 3 hari sekali.
Harian: Setelah bulu mulai panjang perawatan rutin kembali seperti harian/ semula. Menu utama jangkrik pagi dan sore 5 ekor ditambah kroto, mandi tiap pagi.


Stelan Lomba: Amati birahi dan power dari burung. Bila mulai kelihatan, burung jawara bisa mulai dicoba mulai dari latber. Pantau kelebihan dan kekurangannya, kemudian dimodifikasi sambil jalan sampai ketemu stelan yang pakem dan sang jawara bisa nampil maksi.


Master full sepanjang hari
Di blok tengah khususnya Jogja, nama Monster sangat disegani. Saat ini, bisa dikatakan Monster menjadi salah satu yang terbaik, pada saat kerja maksimal. Setelah melalui masa mabung, Monster mulai menunjukkan geliat yang menggembirakan bagi sang perawat dan pemilik, tapi sangat menakutkan bagi calon musuh-musuhnya.


Fisik Monster memang sangar. Paruhnya layaknya celurit, volumenya tembus, materi lagunya juga sangat lengkap dan dinyanyikan dengan sangat bagus. "Sekarang benar-benar lagi mempeng, seusai Gilas, sengaja kita istirahatkan, benar-benar disiapkan untuk Piala Raja. Ya, sebagai tuan rumah, tentu kita juga ingin memberikan perlawanan yang maksimal," kata Agung Budiman.


Diperkirakan, Monster akan tetap pada top formnya sampai Achun Award pada 3 Oktober. "Kalau kondisi masih oke, tentu akan kita turunkan di sana, even yang sangat bergengsi tentu sayang kalau lewat."


Dengan melihat kondisi burung yang benar-benar siap, Agung pun berharap juri PBI terpilih yang bekerja di Piala Raja benar-benar bisa bekerja dengan baik, kontrol maksimal, teliti dan adil, sehingga tidak mengecewakan para peserta.
Secara umum, perawatan Monster simpel dan tidak rumit. Sehari-hari menggunakan kandang harian kotak 45 x 45 sehingga cukup lega. "Kebetulan burung juga gampang, tidak banyak ulah. Saya kira ini karena kami sejak awal selalu merawat secara alami."


Sebenarnya, burung benar-benar dirawat hanya pada pagi hari saja, mulai membersihkan kandang, memberi jangkrik, memandikan, hingga menjemur sampai dengan jam 11-an. Selama masa penjemuran yang normalnya selama sekitar 3 jam itu, kolak pakan dan minum dikosongkan. Jadi, selama itu memang burung-benar-benar dijemur, tak boleh makan minum.
Setelah diambil dari jemuran, burung kemudian diberi kroto secukupnyas lantas dibawa ke rumah dan full krodong. Sore, hanya diberi jangkrik lagi 5 ekor atau menyesuaikan, kemudian diistirahatkan.


Nah, selama dikerodong, Monster selalu ditempel master. Master utama Mamat tidak mau repot-repot, menggunakan sounic master. "Selalu hidup full 24 jam, tidak pernah saya matikan." Namun, di luar sounic secara periodik memang ada burung lain, seperti lovebird dan baru-baru ini juga rambatan. Lovebird bahkan selalu dibawa ke lapangan dan ditempel terus di sebelah monster.


Menjelang lomba, "perawatan harian" justru dikurangi intensitasnya. Extrafooding ditambah dengan ulat hongkong dari hari Kamis. Mulai Jumat mandi dikurangi, jemur juga sebentar sarnpai jam 09.30-an saja, lebih banyak dikrodong dan istirahat.
Dari kandang harian, Monster dipindah ke sangkar lomba sejak Kamis. Di lapangan, burung dijauhkan dari burung-burung lain, terutama sesama cendet. Kini senjata Monster kian lengkap, selain lagu-lagu dari sounic, juga sudah memainkan lagu Rambatan yang "sekolah"-nya belum lama berselang.


Cerita soal Pardise


Paradise adalah salah seekor pentet debutan yang prestasinya stabil sejak kemunculannya awal 2010. Mengawali kiprahnya di lomba seputar Jabar, kemudian burung andalan Tio-GG Purwakarta ini terus menanjak prestasinya. Bahkan tidak hanya jago di seputar Jabar, kepiawaiannya sudah merambah keberbagai blok, di antaranya Sumatera dan blok Jimur.


Di seputar Jabar, double winner sering direbutnya. Minimal, posisi 3 besar ditempatinya. Terakhir, Paradise menduduki peringkat II di Gubernur Cup Bali (18/7). Sepekan kemudian, Paradise kembali diturunkan di even besar Bandung Fiesta (25/7), dan sukses merebut juara II di dua kelas yang berbeda. Dengan rentetan prestasi yang dikoleksinya, membuktkan bahwa Paradise bukan burung sembarangan.


Untuk ukuran di Jabar, yang penggemarnya tak sebanyak kelas anis merah, kenari atau muray batu, Paradise diakui sebagai salah satu pentet terbaik, yang konsisten di jalur juara.


Paradise berasal dari blok Tengah, yang merupakan habitat aslinya. Tio mengambil dari Ricky Donald Yogya, dalam kondisi mabung. Sebelumnya, Paradise sering nampil di blok Tengah dan rajin menembus papan atas. Meski begitu, karena diambilnya dalam kondisi mabung, perawatan jadi tidak mudah bagi Tio untuk menampilkan kembali Paradise ditangga juara. Apalagi berpindah tangan ke daerah yang iklimnya berbeda, tentunya memerlukan adaptasi yang tidak sebentar.


Dengan kondisi demikian, maka Tio pun menyeting pola perawatan yang baru, namun secara garis besar tidak melenceng dari perawatan sebelumnya. "Hanya menyesuaikan dengan kondisi cuaca di Jabar, yang cenderung lebih dingin."


Paradise mengawali perawatan kesehariannya pada jam 6.30 pagi, yang langsung dikasih jangkrik sebanyak tiga ekor. Kemudian, burung dijemur selama sejam. Selanjutnya, burung dimandikan. Setelah itu, burung kembali dijemur, namun kali ini lebih lama, yakni sampai jam 11 siang. "Sambil dijemur, burung diberi jangkrik lagi sebanyak 2 ekor," tambahnya.


Setelah dijemur, sebelum dimasukkan ke dalam rumah, burung diangin-anginkan lebih dulu. Setelah itu, burung dikerodong full sampai sore. Sore harinya, burung hanya diberi jangkrik lagi sebanyak tiga ekor.


Menjelang lomba, burung mendapat perlakuan yang sama seperi perawatan harian. Hanya saja, di arena lomba burung sebelum tempur diberikan ulat hongkong sebanyak tiga ekor dan seekor jangkrik, di setiap sesinya.


Jangan digenjot ekstra fooding


Kali ini cerita Tores. Cendet ini baru lima kali turun gelanggang setelah mabung pertama. Umurnya masih muda belia tetapi Tores sudah mengantongi gelar juara. Turun pertama di Panjer bertengger di posisi I dan II, turun kedua di Kapolres Jembrana juara I dan II, turun ketiga di Panjer juara II dan III langsung ditransfer Agung Tato senilai Rp 20 juta.


Di tangan Agung Tato, Tores tidak kerja di latber Sanglah. Akhirnya dikembalikan kepada Anto, sang perawat awal. Di tangan Anto, Tores kembali moncer. Begitu juga turun di Bali Santhi, Tores kerja maksimal dan banyak penonton yang memfavoritkan sebagai kandidat juara, namun sayang juri memilih yang lain dan Tores tidak masuk nominasi, hanya masuk di sepuluh besar.
"Dalam kondisi yang masih muda belia, Tores memang tidak bisa digenjot," papar Anto, perawat Tores.


Sedikit saja digenjot, cendet yang baru mabung perdana akan langsung over birahi. Jika sudah munting, maka cendet muda tersebut akan kesulitan untuk dikembalikan. Meski tidak diberikan ekstrafooding pun cendet tersebut akan tetap rusak. Cara mengembalikannya mesti menunggu mabung lagi. "Saat mabunglah waktu yang paling tepat untuk menset-up ulang perawatannya," papar Anto.


Berbeda dengan burung yang sudah matang usia atau tua yang bisa dilakukan penggenjotan sebab biasanya cendet dewasa lebih kuat menahan ekstra fooding tetapi powernya kurang maksimal. Berbeda dengan burung muda, mesti sedikit hati-hati menakar ekstra fodingnya. Biasanya burung muda lebih berpower. Karena itu, jika cendet muda dan dewasa bertarung, umumnya yang muda lebih unggul soal power suara.


Burung muda, kata Anto, di rumah lebih baik digandeng dengan cendet yang lain. Hal ini untuk melatih mental tempurnya. Tetapi jika serumah ada cendet, maka mesti selalu dikerodong.


Meski digandeng, Tores misalnya, jarang berbunyi selama dikerodong walau di sekitarnya banyak suara burung. Cuma kalau dibuka sedikit, Tores langsung bunyi.


Tores yang baru ngurak pertama, hanya mengkonsumsi jangkrik harian 1x1 ditambah kroto sedikit saja. Mandi seminggu dua kali dan jemur sebentar saja, hanya sampai kering. Menjelang lomba mulai hari Kamis, Tores dimasukkan sangkar ukir atau lomba. Jangkrik cuma dinaikkan 3x3 plus kroto sedikit. Pernberian jangkrik dengan jalan disuapi. Karena sifat Tores kalau sudah masuk sangkar ukir, ia tidak mau makan di cepuk. Minggu pagi diberi 5 jangkrik langsung berangkat ke lapangan.


Gudang cendet
Partai neraka! Begitu cap yang selalu menempel di kelas cendet ini di kawasan Jatim dan Madura. Hingga kini blok timur masih diakui menjadi gudangnya cendet berkualitas. Khususnya Surabaya dan Madura. Banyak kicaumania ingin mencicipi kerasnya persaingan. Minimal mereka sekadar ingin memacu adrenalin bertarung di partai neraka.


Meski dibilang partai paling keras bukan berarti dominasi jawara selalu muncul dari kedua kota tadi. Malang, yang dikenal sebagai penghasil kenari terbesar dan bersuhu dingin juga sudah piawai mencetak cendet-cendet level nasional.
Ketika ditemui di Bugis Cup, tercatat ada tiga nama yang siap menghentak di pentas nasional. Yakni Sirag Sarek milik Rudi Cheko; Young Guns, Celeng milik Dion Goa Gong, dan Osama milik Ach Baidawi, Purwodadi.


Berdasarkan prestasi dan materi, ketiganya tak bisa dianggap enteng. Suara kasar, tancep, lengkingan volume sudah mereka kantongi. Bahkan baru-baru ini Sirag Sarek berhasil menukik ke posisi kedua di Piala Gubernur Jatim, Celeng berhasil mengantarkan Dion menjadi cendetmania baru berpotensi di Kalimantan, lewat Grand Opening BBC.


Ketiganya punya karateristik perawatan yang berbeda. Rudi misalnya melakukukan perawatan yang mewajibkan besutannya tampil setiap pekan. "Kalau turun dua pekan sekali daya fighternya mengendur, makanya sebelum turun ke Piala Raja, Sirag Sarek harus tetap tampil di lapangan," jelasnya pasca merebut posisi puncak Cendet Executive di Bugis Cup.


Sedangkan Dion punya cara sendiri untuk menjaga fighter Celeng di lapangan. Dobel kerodong dengan ketebalan dan warna yang berbeda menjadi pilihan. "Kalau enggak menggunakan kerodong seperti ini, burung bisa tarung terus," jelas pria berperawakan subur itu.


Selama ini, penggunaan dobel kerodong dapat mengkondisikan besutannya tetap stabil. "Kalau mengenai prestasi lapangan, semua tergantung itikad juri untuk fair play. Khusus pemain baru, usahakan jangan punya niat datang ke lomba harus menang. Biasakan untuk siap kalah, jadi meski burung kerja bagus tapi enggak juara masih bisa legowo," bebernya sambil menceritakan pengalamannya turun di Bali.


Bagi Baidawi, stabilitas performa cendet tergantung dari pola perawatan. Meski punya materi bagus, kalau pola perawatan tidak sesuai maka sulit tampil stabil. "Stabilitas perawatan kunci keberhasilan menjaga performa cendet," jelasnya.


Catatan Om Kicau: Berdasar artikel di Agrobis Burung ini, maka yang paling cocok dengan pendapat Om Kicau selama ini adalah kalimat terakhir yang dikatakan Achmad Baidawi. Apa? Yah, konsistensi adalah kunci utama sukses perawatan burung. Coba klik saja link itu.


Salam konsisten, salam dari Om Kicau.

Senin, 16 Agustus 2010

Kisah-kisah sedih di balik sukses penangkaran burung...



Untuk kesekian kalinya berita sedih itu datang lagi. Cerita kematian indukan-indukan burung di penangkaran terus saja datang bersamaan dengan kisah sukses yang selalu saya munculkan di blog ini. Tetapi, kisah sedih itu selalu saya tutup-tutupi. Bukan Om Kicau mencoba menutupi sebuah cerita dengan kebohongan. Tidak sama sekali. Kisah sukses memang ada dan semua perlu diwartakan. Hanya saja kisah sedih yang mengiringinya sengaja tidak saya nampakkan agar terus tumbuh optimisme di dunia penangkaran burung, untuk memacu dan memunculkan motivasi.
Namun demikian, kisah kelam tidak perlu lagi ditutup-tutupi karena, moga-moga, ini bisa menjadi sebuah perhatian dan kewaspadaan para penangkar dan calon penangkar burung.

Ya, kita bisa saja mengatakan para penangkar burung banyak yang gila-gilaan menetapkan harga anakan dari penangkaran burung. Namun hal itu akan sangat bisa dimaklumi kalau kita mau melihat lebih jauh, bagaimana sebenarnya mereka mengeluarkan banyak tenaga, uang dan waktu untuk bisa menghasilkan anakan-anakan burung berkualitas.

Cerita ini saya awali dengan mengutip SMS dari Om Didik RRBF di Gresik siang tadi. SMS itu antara lain begini, "Berita duka lagi: NS meninggal Om, 1 bulan sakit... hilang suara dan penyakit dalam. Hari ini jam 13.00 ane kubur. Untuk sementara RRBF tidak mengeluarkan product sampai..." Yah begitulah penggalan SMS tersebut. Mendapat kabar itu, saya sempat terdiam lama sebelum mengulang lagi untuk membacanya. Yah, NS atau Night Shadow adalah salah satu pejantan unggulan di penangkaran RRBF. Saya kemudian membalas SMS tersebut hanya dengan kata singkat, "Yah, bagaimana lagi... Kalau sakit kok tidak bilang-bilang. Saya kan bisa kirim obat, siapa tahu bisa menolong..."

Dan kemudian saya pun telepun langsung... "Lah saya kira sakitnya tidak serius, makanya saya mengobatinya juga kurang intens," kata Om Didik setelah "saya salahkan" karena tidak kabar-kabar kalau burungnya sakit. Percakapan selanjutnya hanya berupa basa-basi penyesalan dan kami tutup percakapan dengan sebuah permakluman mengenai perlunya kewaspadaan yang lebih tinggi dalam perawtaan burung-burung di penangkaran.

Sebenarnya, kisah sedih lain dari dari RRBF masih banyak. Misalnya adalah ketika indukan-indukan jawara mati satu persatu dalam rentang waktu yang berbeda-beda dimulai dari Bledek Sayuta, Hanoman, Semar Mendem, Mr LT dan beberapa betina ataupun anakan-anakan dikarenakan penyebab yang berbeda-beda. Kalau dihitung dengan uang, belum lagi soal waktu dan tenaga, uang yang sudah dikeluarkan untuk mendapatkan indukan-indukan itu sudah puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Artinya, kalau uang yang didapat dari hasil menjual anakan-anakan murai batu ditotal semuanya, tentu belum bisa menutup modal yang sudah dikeluarkan oleh Om Didik dari sisi uang, tenaga apalagi waktu.

Dari BBK, DT BF sampai Lintang Songo

Kisah sedih dari dunia penangkaran tidak berhenti sampai di situ. Mereka yang terlihat sukses dalam menangkar, mempunyai kisah menyedihkan sendiri-sendiri. Om Tony Alamsyah, majikan Black Bird Keeping (BBK) Cilacap yang menelepun saya setelah saya kabari berita duka dari Gresik, membenarkan bahwa kisah sedih di dunia penangkaran perlu juga diungkap agar para calon penangkar bisa reralistis dan tidak selalu terbuai oleh iming-iming hasil.

Sebab, BBK sendiri bukanlah sebuah cerita sukses yang berdiri sendiri. Di balik kesuksesannya, banyak cerita dukanya. Mulai dari indukan yang mati karena sakit, dimakan tikus, lepas dan sebagainya... semua merupakan proses pembelajaran yang memakan biaya, tenaga dan uang puluhan juta rupiah.

Di balik cerita sukses penangkaran lovebird DT BF punya Om Dwi Lovebird Jogja misalnya, juga bertabur banyak sekali kisah sedih yang menyesakkan. Mulai dari kematian indukan-indukan jawara berharga puluhan juta sampai dengan anakan-anakan jawara yang mati satu-persatu, semuanya melengkapi sebuah cerita dunia penangkaran.

Dengan demikian, kesuksesan beberapa lovebird DT BF menempatkan diri menjadi jawara dunia per-lovebird-an pada usia yang rata-rata masih muda, sebenarnya berada di atas kuncup makam saudara-saudaranya yang menemui ajal ketika belum sempat berkembang karena penyebab yang berbeda-beda. Artinya, untuk membangun "emperium lovebird trah DT BF", Om Dwi sudah mengeluarkan banyak sekali uang, waktu dan tenaga.

"Kalau saya hitung modal dari sisi uang saja, saya sendiri tidak percaya bahwa saya sudah mengeluarkan uang sedemikian banyak," kata Om Dwi suatu ketika. Percaya tidak percaya, Om Dwi sudah mengeluarkan uang hampir di kisaran Rp. 350 juta. Ya, sekitar sepertiga miliar rupiah!!!

Tidak beda jauh dengan perjalanan RRBF, Black Bird Keeping atau DT BF, kisah sukses penangkaran Lintang Songo punya Mas Samino di Solo juga berdiri di atas cerita kelam yang tidak semua orang tahu atau memahaminya. Untuk menjalankan usaha penangkaran Lintang Songo, Mas Samino juga sudah mengeluarkan uang ratusan juta rupiah. Bahkan hanya untuk membangun Gasebo dan kandang pembesaran serta pemasteran saja, dia sudah menguras kocek sampai Rp. 250 juta. Belum lagi kalau bicara soal pembelian indukan cucakrowo dan murai batu yang rata-rata adalah jawara di lapangan serta pembelian indukan jalak bali, maka hitungannya sudah masuk sampai kisaran setengah miliaran rupiah.

Ya, fakta-fakta seperti itu hendaknya perlu kita ketahui bersama, bahwa kisah sukses penangkaran hanyalah satu sisi cerita dunia penangkaran. Di balik kisah sukses, ada banyak kisah kelam.

Oleh karena itu, orang-orang seperi Om Didik, Mas Samino, Om Tony atau Om Dwi adalah orang-orang yang pertama kali tertawa sekeras-kerasnya ketika orang berbicara tentang penangkaran sebagai sebuah profit center. "Orang yang semata-mata ingin bisnis tetapi memilih usaha penangkaran burung, hendaknya siap-siap untuk segera menyesali pilihannya. Tanpa dasar hobi pada burung yang kuat, orang akan segera patah arang begitu menghadapi banyak problem di dunia penangkaran," kata Om Dwi suatu ketika.

Dengan dasar hobi yang kuat dan bukan semata-mata berhitung secara bisnis (yang belum ketahuan kapan juntrung untungnya), saya yakin Om Didik akan segera bangkit dari kesedihan untuk melanjutkan perjalanan RRBF yang sudah lama dia geluti dan tekuni di sela-sela kesibukannya sebagai seorang staf di sebuah perusahaan multinasional di Gresik Jawa Timur sana.

Salam sukses, salam bangkit dari kesedihan. Salam dari Om Kicau.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Burung serindit, dencingnya menggairahkan...

[caption id="attachment_20844" align="alignleft" width="225" caption="Burung serindit atau srindit paruh hitam"][/caption]

Di rumah saya, sekarang ini sering terdengar suara dencing yang semula oleh isteri saya dikira suara celurut. Padahal itu adalah suara burung srindit atau serindit. Burung itu saya bawa dari tempat Om Dwi Lovebird Jogja untuk memaster murai batu.


Suaranya memang mengasyikkan dan menggairahkan hehehe. Dencing suara serindit jika bisa masuk ke suara murai batu, tentu akan menjadikan suara si murai jadi dahsyat. Sebab, dencing suara serindit yang dibawakan murai batu tentu akan beberapa kali lebih keras ketimbang dibawakan oleh srindit sendiri.


Serindit paruh hitam itu (ada serindit paruh merah yang biasanya berkembang biak di Jawa) diperoleh Om Dwi dari Om Robby Alamsyah yang mukim di Balikpapan. Seingat saya ada enam ekor serindit di tempat Om Dwi dan sepasang di antaranya itulah yang saya bawa ke Solo. Dan di rumah, saat ini menjadi suara masteran favorite saya.


Serindit termasuk animalia dengan filum chordata, kelas aves, ordo psittaciformes, keluarga Psittacidae atau burung paruh bengkok dengan genus Loriculus. Burung-burung genus Loricus berukuran kecil ini secara umum hidup tersebar di hutan tropis di Asia Tenggara.


Burung serindit umumnya memiliki bulu berwarna hijau dengan ekor yang pendek. Dalam genus ini, ada banyak spesies. Antara lain adalah sebagai berikut:




  • * Loriculus vernalis

  • * Loriculus beryllinus

  • * Loriculus philippensis

  • * Loriculus galgulus, Serindit Melayu

  • * Loriculus stigmatus, Serindit Sulawesi

  • * Loriculus amabilis, Serindit Maluku

  • * Loriculus sclateri

  • * Loriculus catamene, Serindit Sangihe

  • * Loriculus aurantiifrons, Serindit Papua

  • * Loriculus tener

  • * Loriculus exilis, Serindit Paruh-merah

  • * Loriculus pusillus, Serindit Jawa

  • * Loriculus flosculus, Serindit Flores


Burung favorit
Burung yang punya nama lain Sindit dan Seindit ini di wilayah tertentu di Indonesia, menjadi burung klangenan atau burung favorit.


Bagi orang melayu Riau misalnya, Serindit sudah lama dimitoskan bahkan diabadikan dalam berbagai cerita rakyat dan dijadikan lambang-lambang: kebijaksanaan, keindahan, keberanian, kesetiaan, kerendahan hati maupun lambang kearifan. Beragamnya lambang dan mitos yang berkaitan dengan Serindit, menyebabkan unsur burung ini dimasukkan pula ke dalam lambang Propinsi Riau, yakni pada "Hulu Keris" yang disebut "Hulu Keris Kepala Serindit", yang melambangkan keberanian, arif dan bijaksana di dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Keris sebagai bagian pakaian lengkap adat Riau, hulunya yang bermotif Serindit.


Di dalam cerita-cerita rakyat Riau, terutama kisah mengenai dunia fauna, burung ini disebut dengan gelar "Panglima Hijau". Di dalam kehidupan orang Melayu Riau, sangkar berisi Serindit digantungkan di bagian depan rumah, tidak jauh dari ambang pintu muka. Penempatan ini dikaitkan pula dengan adanya kepercayaan, bahwa Serindit dapat menolak "sihir", "penyakit ayan" dan sebagainya.


Ciri-ciri


Serindit bentuknya seperti burung parkit, tetapi ekornya pendek. Bulu sayapnya berwarna hijau tua, dan pada ujungnya terdapat warna merah dan hitam. Badannya berwarna hijau muda bercampur kekuning-kuningan,
sedangkan punggungnya terdapat warna kuning dan kecoklatan. Ekor herwarna hijau tua bercampur dengan merah dan hitam. Paruhnya berwama hitam, sedangkan di puncak kepalanya terdapat warna biru. Serindit
jantan pada bagian atas dadanya terdapat warna merah berbentuk bulatan, sedangkan pada Serindit betina warnanya hijau kekuningan.


Perbedaan warna di bagian atas dada inilah yang memudahkan orang menentukan apakah serindit itu jantan atau betina. Jari-jarinya berjumlah empat buah. Burung ini relatif bertubuh kecil, sifatnya lincah dan pemberani, terutama yang jantannya. Seperti burung lain dari kelompok ini, jenis ini mempunyai kebiasaan aneh menggantung ke bawah pada waktu tidur.


Habitat


Serindit hidup di hutan-hutan lebat, selalu berkelompok dan berpasangan. Di daerah Riau, populasi Serindit yang terbesar adalah di daerah daratan Sumatera, sedangkan di kepulauan Riau, walaupun ada (umumya di pulau-pulau besar yang berhutan lebat) jumlahnya tidaklah banyak.


Daerah penyebarannya adalah Semenanjung Melayu, Singapura, Kep. Anamba Kalimantan, Kep. Riau, Bangka dan Belitung, Sumatera dan pulau- pulau seperti Nias, Siberut, Sipora dan Enggano.


Makanan


Makanannya terdiri dari nektar, bunga, buah-buahan, biji-bijian dan kemungkinan serangga kecil.


Perkembangbiakan


Musim berkembangbiak antara bulan Januari dan Juli. Sarangnya di lubang pohon yang hidup atau yang sudah mati. Sarangnya terletak sekitar 12 m dari atas tanah. Diameter lubang sarang berukuran kira-kira 8 cm. Kedalaman sarangnya sekitar 45 cm dengan lebar 30 cm. Alas sarang terdiri dari daundaun. Betina membawa bahan untuk sarang dengan cara diselipkan pada bulubulu tunggingnya. Jumlah telurnya rata-rata 3 butir. Telur tersebut menetas setelah dierami selama 3 - 4 minggu.


(Sumber: Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Nasional)


LIHAT-LIHAT PRODUK OM KICAU


Jumat, 13 Agustus 2010

Iwan Lippo Cikarang sukses menangkar ciblek




[caption id="attachment_20816" align="alignleft" width="300" caption="Anakan usia di bawah 10 hari diloloh sendiri"][/caption]

Setelah sukses menangkarkan murai batu, kemudian cucak hijau, kali ini Iwan Lippo Cikarang, kembali berinovasi dengan hobi ternaknya dengan mencoba menangkarkan jenis kicauan lainnya, yakni ciblek. Burung mungil ini termasuk kategori jenis kicauan yang tidak mudah dikembangkbiakkan. Karenanya, Iwan merasa tertantang untuk mencoba menangkarkannya.


Secara komersial, jenis ciblek pamornya memang tidak seperti jenis kicauan lainnya. Karenanya, harganya pun relatif  murah. Namun bukan itu yang menjadi prioritas Iwan untuk merealisasikan mengembangbiakkan ciblek di rumahnya.


Pada awal 2010 lalu, ia mengawali eksperimennya hanya dengan mengandalkan sepasang ciblek yang siap kawin. Sang jantan merupakan ciblek putih bekas burung lomba yang ia dapatkan dari Koh Hin Magelang. Sedangkan betinanya ciblek biasa, hijau berdada putih, yang ia dapatkan dari pasar burung.


Untuk mendapatkan anakan hasil penjodohan pasangan ciblek tersebut harus melalui beberapa proses.


Iwan mengalami sendiri berbagai kendala yang mempersulitnya untuk mendapatkan anakan pertama. Setelah menunggu beberapa lama, ternyata pasangan ini terlihat seperti tidak berjodoh. "Setelah berjodoh, kemudian betinanya bertelur. Nah, setelah menetas, anaknya malah langsung dibuang. Ini terjadi sampai tiga kali bertelur, anaknya selalu dibuang," jelas Iwan, seperti diturukan kepada Agrobur, belum lama ini.





[caption id="attachment_20818" align="alignleft" width="300" caption="Memanfaatkan kandang murai batu"][/caption]

Kemudian, pada bulan Mei 2010, ia ganti betinanya. Hasilnya, pasangan baru ini berjodoh dan betinanya bertelur. Pada tanggal 6 Juni 2010, ketiga telur menetas. “Dari tiga yang menetas, satu ekor dibuang. Ternyata anak yang dibuang itu kondisinya memang kurang bagus. Selain fisiknya lebih kecil dibandingkan yang lainnya, kelihatannya memang tidak sehat," jelasnya.


Dari anakan pertama, dua ekor anak ciblek yang selamat, saat ini sudah berusia sekitar hampir dua bulan dan terus berkembang hingga kini.


Anakan pertama dipastikan berkelamin jantan. Itu bisa dilihat dari ciri-cirinya, paruh berwarna hitam.


Setelah anakannya diangkat dan dipindahkan ke sangkar pembesaran, selanjutnya pasangan ini kembali berproduksi.


Pada tanggal 30 Juni 2010, betina kembali bertelur dan menetaskan dua ekor anakan. Keduanya berkembang baik hingga kini sudah berusia sebulan lebih.


"Saat ini pasangan ini sudah siap-siap berproduksi lagi," katanya.


Iwan menambahkan, setelah anakan berusia seminggu, akan lebih baik jika diloloh oleh tangan. Walaupun risikonya kita harus meluangkan waktu banyak untuk selalu memantaunya. Karena anakan diberikan makanan hampir setiap jam. Makanan yang diberikan antara lain, voor, kroto dan jangkrik.


Karena jenis burung ini kecil, Iwan sempat kesulitan mendapatkan ring sebagai tanda hasil penangkarannya. la akhirnya bisa mendapatkan ring setelah secara khusus memesan kepada produsen ring ternama di Jakarta. "Karena ukurannya kecil, jarang ada ring untuk burung sekecil ciblek. Jadi akhirnya saya pesan khusus," ujarnya.





[caption id="attachment_20819" align="alignleft" width="300" caption="Iwan bersama anak-anak"][/caption]

Idealnya anakan ciblek dipasangi ring saat berusia antara 10 sampai 15 hari atau sebelum burung lepas dari sarang. Karena, jika lebih dari 15 akan sulit memasangnya, sebab kakinya sudah membesar. Itu berdasarkan pengalamannya saat memasangkan ring pada anakan pertama.


"Anakan pertama saya pasang saat berusia di atas 15 hari, karena saya mendapatkan ringnya telat. Akibatnya, proses pemasangan agak susah," ungkapnya.


Dari pengalamannya ini, Iwan kembali membuktikan bahwa ia sangat konsen terhadap pelestarian burung kicauan lokal. Sebelumnya, ia sukses menangkarkan cucak hijau dan mendapatkan ring 001 dari Pelestari Burung Indonesia (PBI). Kali ini pun, bisa jadi ia menjadi kicaumania pertama yang sukses menangkarkan ciblek.


"Namun kali ini saya kecewa terhadap PBI yang kurang merespon apa yang telah saya lakukan, di antaranya kesuksesan menangkarkan ciblek. Sampai akhinya saya memesan ring sendiri," tuturnya.


Masalah ini pula yang akhirnya menyebabkan ia kemudian memutuskan keluar dari kepengurusan PBI Cabang Bekasi, belum lama ini.  Meski sudah keluar dari organisasi, namun komitmennya terhadap pelestarian akan tetap dilakoninya. Karena, semua ini ia lakukan atas dasar hobi. Tidak lebih dari itu.  (Sumber artikel dan foto: Agrobur)


Salam Om Kicau


LIHAT-LIHAT PRODUK OM KICAU


Rabu, 11 Agustus 2010

Rawatan burung di Bulan Puasa

Memasuki Bulan Ramadhan pastilah ada perubahan "pola hidup" harian para penghobi burung yang menjalankan ibadah Puasa. Karena itu pula, ada sedikit perubahan dengan pola rawatan harian burung-burung momongan. Ya tak masalah kalau begitu....


Justru selama Bulan Puasa ini, seharusnya burung-burung "sempat" menikmati pengembunan begitu sang majikan selesai sahur. Dengan pengembunan, burung bisa menjadi lebih fresh dan menjadikan burung semakin gacor. Meski demikian, dalam hal pengembunan perlu hati-hati dan perhatikan kondisi burung bersangkutan.


Oke sobat, berikut ini beberapa tips melakukan perubahan perawatan burung selama bagi Anda yang menjalankan ibadah puasa.


1. Keluarkan burung lebih dini dari biasanya dan usahakan mendapat sinar matahari sedini mungkin. Jadi, jangan karena kita langsung tidur setelah salat Subuh lantas burung terlambat dijemur atau dikeluarkan.


2. Memandikan burung, membersihkan sangkar dan wadah pakan serta mengganti pakan bisa dilakukan pada sore hari. Namun pada pagi hari atau setelah kita bangun tidur kesiangan (hehehe) air minum tetap perlu diberi yang segar. Demikian pula halnya dengan EF buah, diberikan pada pagi hari dengan asumsi buah masih dalam kondisi segar.


3. Pemberian serangga, kroto, jangkrik, ulat dan cacing  bisa dilakukan dengan porsi lebih banyak pada sore sekitar satu jam sebelum kita berbuka puasa. Dan pemberian porsi pagi setelah kita bangun tidur bisa diberikan lebih sedikit ketimbang porsi sore.


4. Untuk mengurangi stress pada burung karena perubahan "pola hidup", Anda bisa memberikan vitamin dan mineral, misalnya BirdVit dan BirdMineral.


5. Lebih dari semua, meski kita agak ogah-ogahan merawat burung, jangan lupa tetap melakukan sanitasi sangkar dan semua peralatan sekaligus burungnya dengan obat semprot antiparasit dan jamur seperti FreshAves. Pastikan pula pemberian obat cacing tidak kelupaan. Parasit, jamur dan cacing serta hama pengganggu burung lainnya, biasanya baru kita sadari bahayanya setelah burung menderita sakit atau malah sudah tidak tertolong lagi. Untuk referensi, ingat-ingat untuk melihat seluk beluk sumber penyakit burung di sini.


Tips pengembunan agar burung aman sentosa selama bulan Puasa:


1. Embunkan burung di bagian timur rumah atau di tempat burung bisa mendapat sinar matahari pagi seawal mungkin.


2. Embunkan hanya burung-burung yang benar-benar dalam kondisi sehat. Burung dengan gejala sakit, apalagi sakit pernafasan bagian atas, jangan diembunkan terlalu dini sebab udara dingin akan menyebabkan  sakit semakin menjadi-jadi.


3. Jika pengembunan sejak hari masih gelap, pastikan aman dari jarahan tangan-tangan jahil dan juga hewan predator seperti kucing, tikus,  anjing dan lain-lain.


Yang penting dan utama tentunya adalah boleh saja kita ubah pola hidup burung, tetapi jangan sampai mereka kita paksa juga untuk ikut berpuasa hehehehe....


Oke sobat, demikian sekelumit obrolan mengawali Bulan Puasa kita kali ini.


Salam burung sehat, salam dari Om Kicau.

Rawatan burung di Bulan Puasa

Memasuki Bulan Ramadhan pastilah ada perubahan "pola hidup" harian para penghobi burung yang menjalankan ibadah Puasa. Karena itu pula, ada sedikit perubahan dengan pola rawatan harian burung-burung momongan. Ya tak masalah kalau begitu....


Justru selama Bulan Puasa ini, seharusnya burung-burung "sempat" menikmati pengembunan begitu sang majikan selesai sahur. Dengan pengembunan, burung bisa menjadi lebih fresh dan menjadikan burung semakin gacor. Meski demikian, dalam hal pengembunan perlu hati-hati dan perhatikan kondisi burung bersangkutan.


Oke sobat, berikut ini beberapa tips melakukan perubahan perawatan burung selama bagi Anda yang menjalankan ibadah puasa.


1. Keluarkan burung lebih dini dari biasanya dan usahakan mendapat sinar matahari sedini mungkin. Jadi, jangan karena kita langsung tidur setelah salat Subuh lantas burung terlambat dijemur atau dikeluarkan.


2. Memandikan burung, membersihkan sangkar dan wadah pakan serta mengganti pakan bisa dilakukan pada sore hari. Namun pada pagi hari atau setelah kita bangun tidur kesiangan (hehehe) air minum tetap perlu diberi yang segar. Demikian pula halnya dengan EF buah, diberikan pada pagi hari dengan asumsi buah masih dalam kondisi segar.


3. Pemberian serangga, kroto, jangkrik, ulat dan cacing  bisa dilakukan dengan porsi lebih banyak pada sore sekitar satu jam sebelum kita berbuka puasa. Dan pemberian porsi pagi setelah kita bangun tidur bisa diberikan lebih sedikit ketimbang porsi sore.


4. Untuk mengurangi stress pada burung karena perubahan "pola hidup", Anda bisa memberikan vitamin dan mineral, misalnya BirdVit dan BirdMineral.


5. Lebih dari semua, meski kita agak ogah-ogahan merawat burung, jangan lupa tetap melakukan sanitasi sangkar dan semua peralatan sekaligus burungnya dengan obat semprot antiparasit dan jamur seperti FreshAves. Pastikan pula pemberian obat cacing tidak kelupaan. Parasit, jamur dan cacing serta hama pengganggu burung lainnya, biasanya baru kita sadari bahayanya setelah burung menderita sakit atau malah sudah tidak tertolong lagi. Untuk referensi, ingat-ingat untuk melihat seluk beluk sumber penyakit burung di sini.


Tips pengembunan agar burung aman sentosa selama bulan Puasa:


1. Embunkan burung di bagian timur rumah atau di tempat burung bisa mendapat sinar matahari pagi seawal mungkin.


2. Embunkan hanya burung-burung yang benar-benar dalam kondisi sehat. Burung dengan gejala sakit, apalagi sakit pernafasan bagian atas, jangan diembunkan terlalu dini sebab udara dingin akan menyebabkan  sakit semakin menjadi-jadi.


3. Jika pengembunan sejak hari masih gelap, pastikan aman dari jarahan tangan-tangan jahil dan juga hewan predator seperti kucing, tikus,  anjing dan lain-lain.


Yang penting dan utama tentunya adalah boleh saja kita ubah pola hidup burung, tetapi jangan sampai mereka kita paksa juga untuk ikut berpuasa hehehehe....


Oke sobat, demikian sekelumit obrolan mengawali Bulan Puasa kita kali ini.


Salam burung sehat, salam dari Om Kicau.

Senin, 09 Agustus 2010

Kelas AM Papburi Solo nambah sesi, kenari banyak yang rontok...

Sukses. Intinya itulah cerita ringkas dari lomba burung Papburi Solo 8 Agustus 2010 di Ndalem Ngabean Baluwarti. Sukses karena harus menambah sesi untuk kelas anis merah. Sayangnya, peserta kelas kenari dan campuran impor ada penurunan. "Dari sejumlah teman dikabarkan hal ini gara-gara banyak kenari rontok menghadapi musim pancaroba," ujar Ketua Papburi Solo, Om Puguh Laropstar, kepada Om Kicau tadi malam.


Om Puguh yang terpaksa memback-up penjurian kelas Q-Maxs karena salah satu rekan juri berhalangan hadir mengatakan secara umum lomba berjalan sukses tidak ada halangan yang berarti.


Nah, berikut ini hasil lengkap lomba Papburi Solo 8 Agustus 2010:









































































































































































































































































































































KELAS KENARI REGULERKELAS ANIS MERAH
NAMA BURUNGPEMILIKNAMA BURUNGPEMILIK
1MR GREENWENAS1BCLJAROT
2NESUM DORMABURWANTO2AVATARDITA
3BOM WAKTUBAYU3ABONPI
4SUPERMANHERI-2DEWI4TRONDOLDR AGUS
5HELL BOYHERI5TEBAR PESONAYUSAK
6CAHAYAAGUNG6PUMIGASIKRISWANTO
7YELLOW JAKETANDI7SAKRALLOLIK
8MR BONDWENAS8GLADIATORBERNARD 1001
9ARISTOKRATWENAS9SIULPANUT
10SSSUSILO10MERAKDODIK
KELAS KENARI KALITANKELAS KACER
NAMA BURUNGPEMILIKNAMA BURUNGPEMILIK
1SUPERMAN2 DEWI1SUPERMENWARDJI
2BOM WAKTUBAYU2HITAM MANISDJARWO
3ANAK IBLISMENDEM3LEKA LEKAKUKUH
4PETIRGEDS4METEORSARMIN
5TEMBELGUNAWAN5COBRAAGUS
6ABONPAK PII6AGAGUS
7CITACHMAS NOE7MBAH KAKUNGBUDI
8SATRIATARI8RONCE RONCEYUS
9SASTROICAL9CAFÉ WORLDAGUS
10PRECILWENAS10LOTUSAGUNG
KELAS CAMPURAN IMPORTKELAS COCAK HIJAU
NAMA BURUNGPEMILIKNAMA BURUNGPEMILIK
1PANJULWENAS1SAFIRABUDI
2SUPERSTARBAYU2ALTERIRUDY
3HARI POTTERBURWANTO3GATOTKACAHUSIN/ HARTOTO
4BEJODENNY4ROLEXGANDEN BRITAMA
5MOTIVATORANDI5ANDROIDANTON
6GLETZERANAN6JAGALAGUNG
7INGGARINGGAR7ALKALINEARI
8MICHELLARIS8ITOKANDRE
9PELITA HARAPANSULIS9KEONG RACUNHERU
10BENCEEMBOL10HUNTERAGUS

Berikut ini wajah-wajah cerah beberapa personel Papburi Solo seusai lomba.

[caption id="attachment_20331" align="alignleft" width="506" caption="Beberapa personel Papburi Solo"][/caption]

[caption id="attachment_20332" align="alignleft" width="506" caption="Peserta kelas anis merah: Wajib cas...."][/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="505" caption="Murni non-teriak nih..."][/caption]

Foto-foto Om Puguh.

Salam Papburi Solo, salam dari Om Kicau.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Nonton lomba yang benar-benar tenang yuk...

Untuk Anda yang benar-benar suka lomba burung tanpa teriak, silakan Minggu 8 Agustus 2010 besuk main ke Solo untuk nonton lomba burung yang digelar Papburi Solo. Kalau ini lombanya memang benar-benar non-teriak. Banyak sih EO yang memberi label lomba burung non-teriak, tetapi nyatanya tetap saja ada teriakan di sana-sini.


Seperti lomba Papburi Solo sebelumnya, lomba kali ini juga digelar di Ndalem Ngabean, Baluwarti. Nah, menyambut Bulan Puasa ini, Papburi akan berusaha memenuhi permintaan dari peserta yang menghendaki penambahan gantangan. Namun demikian hal itu akan dikembalikan pada situasi dan kondisi. "Jika memang kepentingan itu dapat mewakili dan mampu dilakukan untuk kepentingan bersama maka kitapun senantiasa berupaya untuk mewujudkannya," kata pengurus Papburi Solo di situs PapburiSolo.Co.Cc.


Tadi malam sebelum menulis artikel ini, Om Kicau sempat minta brosur yang gede dari Om Puguh Laropstar, Ketua Papburi Solo, melalui pesan di FB. Eh, ternyata Om Puguh juga lupa kirim-kirim brosur ke teman-teman. Sampai-sampai di wall Papburi Solo di FB juga tidak  ada. "Bulan Juli diawali dengan PC yang error dan dilanjut badan meriang," begitu kira-kira isi pesan Om Puguh.


Okelah no problem. Yang jelas, untuk kelas tambahan lomba besuk adalah kelas  cucak ijo atau cucak hijau. Penambahan ini sebenarnya sudah diusulkan pada lomba terdahulu, tetapi mengingat kondisi gantangan di lapangan yang masih belum memungkinkan untuk cucak hijau maka baru pada lomba besuk akan diadakan.


Dengan demikian, maka kelas yang dipertandingkan di lomba besuk adalah sebagai berikut:


(Tapi jangan lupa ya, baca dulu soal pakan ekstra yang pas untuk kenari jawara di Papburi di artikel "Pakan joss agar kenari ngejoss".






















Lomba Burung Papburi Solo – Q –Maxs,  Ndalem Ngabean Baluwarti Solo, 8 Agustus  2010 jam 09.30 tepat.


Kenari Reguler

Pendaftaran Rp. 40.000

Juara 1 Rp. 400.000 + Piagam
Juara 2 Rp. 300.000 + Piagam
Juara 3 Rp. 200.000 + Piagam
Juara 4 Rp. 100.000 + Piagam
Juara 5 Rp. 80.000 + Piagam
Juara 6-10  Piagam.
Anis Merah

Pendaftaran Rp. 50.000

Juara 1 Rp. 500.000 + Piagam
Juara 2 Rp. 300.000 + Piagam
Juara 3 Rp. 200.000 + Piagam
Juara 4 Rp. 100.000 + Piagam
Juara 5 Rp. 80.000 + Piagam
Juara 6-10  Piagam.
Kenari Kalitan

Pendaftaran Rp. 40.000

Juara 1 Rp. 400.000 + Piagam
Juara 2 Rp. 300.000 + Piagam
Juara 3 Rp. 200.000 + Piagam
Juara 4 Rp. 100.000 + Piagam
Juara 5 Rp. 80.000 + Piagam
Juara 6-10  Piagam.
Kacer

Pendaftaran Rp. 50.000

Juara 1 Rp. 500.000 + Piagam
Juara 2 Rp. 300.000 + Piagam
Juara 3 Rp. 200.000 + Piagam
Juara 4 Rp. 100.000 + Piagam
Juara 5 Rp. 80.000 + Piagam
Juara 6-10  Piagam.
Campuran Impor

Pendaftaran Rp. 30.000

Juara 1 Rp. 250.000 + Piagam
Juara 2 Rp. 150.000 + Piagam
Juara 3 Rp. 50.000 + Piagam
Juara 4 Rp. 30.000 + Piagam
Juara 5 Piagam
Cucak Hijau

Pendaftaran Rp. 50.000

Juara 1 Rp. 500.000 + Piagam
Juara 2 Rp. 300.000 + Piagam
Juara 3 Rp. 200.000 + Piagam
Juara 4 Rp. 100.000 + Piagam
Juara 5 Rp. 80.000 + Piagam
Juara 6-10  Piagam.

Siapa mau ikut? Yuk gabung rame-rame...

Salam Papburi, salam dari Om Kicau...

Selasa, 03 Agustus 2010

Setting anis kembang menghadapi lomba

Om Cemeng Kediri melalui pesan masuk di FB saya bertanya tentang settingan untuk anis kembang menghadapi lomba. Menjawab hal ini saya menekankan perlunya hal-hal yang sudah saya tulis di halaman Anis Kembang, sebagai berikut:


Perawatan dan setelan anis kembang untuk lomba


Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.


Berikut ini pola perawatan dan stelan lomba untuk burung anis kembang:




  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 2 ekor pagi dan 2 ekor sore.

  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.

  • 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 1 ekor saja.

  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.


PENTING




  • Jangan memberikan ulat hongkong dalam menggenjot birahi pada burung anis kembang. karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil.

  • Sebaiknya, joki lapangan adalah orang yang tidak pernah terlibat didalam perawatan harian pada burung anis kembang tersebut.


Untuk mengetahui lebih jauh penanganan anis kembang, silakan klik saja tautan ini: HALAMAN ANIS KEMBANG.


Salam Anis Kembang,  salam dari Om Kicau...



Senin, 02 Agustus 2010

Hasil Sementara Piala Raja 2010: New Casper dan Golden Kidz moncer

[slideshow]



[caption id="attachment_19727" align="aligncenter" width="506" caption="Prestasi nasional untuk lovebird-lovebird muda DT BirdFarm, GTA Sleman DIY"][/caption]

Di luar dugaan sang majikan, Yogi Suprayogi alias CJ, murai batu New Casper miliknya bisa masuk di jajaran elite murai batu Indonesia setelah berhasil menembus 10 besar kelas Maharaja Piala Raja di Prambanan, 1 Agustus 2010.

"Saya awalnya nggak menduga Casper bisa masuk dan merebut juara 9 setelah tos untuk urutan 7-10. Sebab, siapa pun tahu bahwa Piala Raja adalah ajang terelite lomba burung saat ini. Tentu yang tampil di sini adalah burung-burung berkelas. Yah, ternyata bisa menjadi nomer 9 di kelas paling bergengsi di Piala Raja," kata CJ yang mensyukuri keberhasilan New Casper dengan mentraktir teman-teman Komunitas Kicaumania.Org di sebelah utara arena lomba.


Sementara itu lovebird jagoan muda dari DT Bird Farm (salah satu unsur kolaborasi Black Bird Keeping), Golden Kidz yang baru berusia 6 bulan, merebut juara  5 di Kelas Mataram dan Juara 6 Kelas Prameswari setelah tos untuk perebutan juara 4-6. Selain Golden Kidz, lovebird dari penangkaran DT BirdFarm yang beralamat di Griya Taman Asri (GTA) Sleman yang masuk ke jajaran elite lovebird jawara adalah Samber Bledek setelah sekian lama istirahat tidak diturunkan karena memasuki masa mabung.


Hasil sementara lomba burung tingkat nasional Piala Raja ketika tulisan ini diturunkan masih dalam bentuk rekapan tulisan tangan. Dengan demikian, hasil yang Om Kicau turunkan baru juara nomer 1-3 untuk semua kelas. Dan itupun masih dalam bentuk gambar hasil jepretan foto asal jadi (lihat di bawah). Namun demikian, Om Kicau berharap semoga sudah bisa sedikit mengobati rasa penasaran teman-teman yang tidak sempat hadir pada acara ini.


Dari rekapan sementara, terlihat bahwa burung-burung yang membawa bendera Duto Owen, banyak yang masuk menjadi jawara. Meski demikian, Om Kicau belum sempat melihat hasil secara lengkap secara keseluruhan, dan dengan demikian belum bisa bercerita banyak.


Gelaran Piala Raja 2010 secara umum berlangsung sukses dalam cuaca yang sangat bersahabat. Ribuan penghobi burung dan keluarganya, tumplek blek di arena lomba. Ratusan pedagang aneka barang mulai dari burung, sangkar dan perlengkapannya, dan aneka bentuk kerajinan, makanan dan lain-lain juga meramaikan gelaran akbar komunitas burung ini.


Bahagia dan kecewa tentu sudah biasa... merebak dari arena semacam ini. Meski tidak bebas sepenuhnya dari kritik dan cela, secara umum lomba memuaskan banyak pihak. Sebab, selain menjadi ajang ujian bagi burung-burung petarung suara di arena lomba, Piala Raja juga menjadi ajang berkumpul dan silaturahmi para penghobi burung.


New Casper dan Golden Kidz


Kembali ke cerita New Casper, murai batu ini ini tetap bisa menampilkan suara prima seperti biasanya. Namun tingkahnya yang kemungkinan terlalu birahi, cukup membuat sang majikan pesimis burung bisa masuk 10 besar. "Alhamdulillah ternyata bisa masuk juga," kata CJ. Untuk Anda yang ingin tahu cerita seputar New Casper yang membawa nama Duta KM dan tergabung dalam Jayakarta Team, bisa melihat di tautan ini dan ini .


Sementara itu, lagi-lagi lovebird muda usia, Golden Kidz yang baru berumur 6 bulan, milik Om Dwi LoveBird Jogja, menunjukkan performanya sebagai burung jawara masa depan. Meski masih muda usia, suara ngekek panjang dan bersusunnya, bisa dikeluarkan secara sempurna. Hanya saja karena usia mudanya, lovebird ini belum bisa menunjukkan gairah tanding seperti lovebird-lovebird dewasa pada umumnya. Golden Kidz harus tos untuk mengikuti undian memperebutkan juara 4-6.


"Wah, nomer enam. Kok enggak bisa dapat nomer empatnya ya," kata Om Dwi tak bisa menutupi rasa kecewanya. Meski demikian, dia tetap merasa puas secara keseluruhan karena salah satu lovebird piyikan dari penangkarannya sudah mampu menunjukkan taji di arena berskala nasional. Untuk yang penasaran dengan kiprah lovebird Golden Kidz silakan dilihat juga tulisan ini.


Sementara itu untuk Samber Gledek, meski baru saja tuntas mabung dan istirahatkan, sudah mampu menunjukkan performa jawaranya, dan diharapkan akan terus memberi "plakat jawara" untuk DT BirdFarm di masa-masa yang akan datang.


Berikut ini hasil jepretan Om Kicau atas hasil sementara Piala Raja 2010.


Lapangan A



Lapangan B

Lapangan C

Sabtu, 31 Juli 2010

Tip 'n trik penjodohan murai batu ala Black Bird Keeping







Berikut ini adalah artikel kedua kiriman Om Tony Alamsyah alias Om Bajak Laut, majikan Black Bird Keeping Cilacap. Kalau sebelumnya dia bertutur tentang ciblek clebok, sekarang dia membeber tips dan triknya menjodohkan dua murai batu dengan tipe sama-sama "sulit jodoh". Nah simak tips berikut ini...
Oke. Untuk sahabat semua yang berkenan menulis apapun seputar dunia burung, silakan kirim ke email OmKicau. Salam.






BONAR VS ALPACINO ….. KORBAN KEDASYATAN BIRD MATURE


Pada dasarnya kunci keberhasilan seorang breeder adalah “SABAR”. Tanpa 5 huruf tersebut saya berani menjamin bahwa proses breeding semua hal jenis hewan akan gagal. Selama 6 bulan terkahir saya berusaha untuk menjodohkan beberapa Murai Batu di rumah dengan berbagai metode yang berbeda.


Sebenarnya tidak ada patokan waktu yang khusus dalam proses penjodohan murai batu. Di berbagai media masa ada yang mengatakan kurang lebih 2 (dua) minggu, tapi dalam kenyataan mungkin waktu 2 (dua) minggu tersebut belum cukup.


Saya sendiri pernah “sangat amat teramat sangat” beruntung, hanya dalam waktu 30 menit saya berhasil menjodohkan murai batu, tetapi selebihnya butuh waktu yang relatif lama untuk menjodohkan pasangan pasangan murai tersebut.


Sepanjang yang saya amati, bahwa untuk menjadikan pasangan tersebut “klik” sehingga si betina tidak takut ketika di dekati oleh si jantan adalah proses tersulit dalam teknik penjodohan murai batu.


Tidak ada trik khusus sebenarnya, kuncinya adalah dengan kontrol pakan selama proses penjodohan tersebut.





[caption id="attachment_12387" align="alignright" width="100" caption="Majikan Black Bird Keeping Cilacap..."] [/caption]

Murai jantan cenderung lebih agresif daripada si betina, maka yang harus dilakukan adalah memberikan porsi makan yang berbeda kepada kedua murai tersebut. Apabila si jantan diberi 1 sendok makan kroto, maka berilah si betina 2 sendok makan. Apabila si jantan diberikan 2 jangkrik (pemberian max dalam proses penjodohan), maka berilah si betina minimal 4 jangkrik dalam tiap sesi makannya. TETAPI TETAP SAJA METODE INI MEMBUTUHKAN WAKTU YANG LAMA.

Saya sendiri adalah salah korban pertama begitu manisnya mulut seorang “DUTO SRI CAHYONO” pada saat launching Bird Mature kekekekekekekekeke. Atas promo yang begitu menggebu-gebu akhirnya saya mencoba 1 botol “BIRD MATURE”.


Penjodohan murai batu Bonar-anakan Alpacino


Bonar sendiri adalah tipe murai yang tenang tapi begitu ganas jika melihat betina. Mungkin sudah ada 3 betina yang menjadi keganasan bonar. Sedangkan betina anakan Al Pacino (AP) sendiri adalah betina dari tempat Pak Samino. Tipe dari AP sendiri adalah betina patah hati. Betina patah hati adalah betina yang dicabut paksa dari pejantannya atau pada saat proses breeding (pada posisi betina sudah meloloh anakannya dengan dibantu soulmatenya) si jantan mati. Betina yang seperti ini sangat sulit untuk dijodohkan kembali, kecuali dengan meningkatkan metabolisme birahi di tubuhnya secara ekstrim.


Pada saat menjodohkan BONAR x AP, tiap kali saya satukan di kandang jodoh, si AP tidak pernah mau tenang, sehingga membuat BONAR emosi dan justru cenderung menghajarnya.


Akhirnya, selama 7 (tujuh) hari berturut-turut, saya tetesi AP dengan Bird Mature sebanyak 5 tetes pada jam 19.00 WIB. Dengan asumsi bahwa pada waktu malah hari murai cenderung istirahat sehingga proses reaksi Bird Mature lebih reaktif dalam meningkatkan metabolism tubuhnya.


Selama tiga hari kemudian saya mendengar si AP mulai berbunyi dan memanggil si Bonar (tanda betina birahi adalah dengan mengeluarkan suara suara atau berbunyi). Hingga akhirnya saya tingkatkan pemberian Bird Mature menjadi 3 tetes pagi dan 7 tetes sore hari selama 4 hari berturut turut.


Ternyata yang terjadi lebih dasyat…. Si AP semakin agresif dan berbunyi sangat sering. Akhirnya sekat kandang jodoh pun saya buka dan melihat AP begitu agresif dan sudah memainkan ekornya ketika dirayu BONAR alias SUDAH JODOH dan siap dimasukan ke kandang breeding dan siap membuat Dapur BLACK BK “ngebul” huehuehue…..


Salam breeding!!!






Jumat, 30 Juli 2010

Ciblek clebok, speed rapat suara berdengung

Berikut ini adalah artikel kiriman Om Tony Alamsyah alias Om Bajak Laut, majikan Black Bird Keeping Cilacap. Dia bertutur tentang jenis ciblek yang disebut ciblek clebok. Apa itu? Simak saja tulisannya.
Oke. Untuk sahabat semua yang berkenan menulis apapun seputar dunia burung, silakan kirim ke email OmKicau. Salam.

CIBLEK CLEBOK

[caption id="attachment_12387" align="alignright" width="154" caption="Majikan ciblek clebok..."][/caption]

CLEBOK….? Sebuah kata yang aneh, apalagi ketika didepan kata tersebut ada kata “ciblek”. Memang aneh, apalagi untuk penggemar burung yang selama ini hanya mengenal ciblek sawah dan ciblek gunung.
CLEBOK adalah daratan di sepanjang laguna Segara Anakan dan sekelilingnya merupakan wilayah perairan di Kabupaten Cilacap. Letaknya dapat dikatakan terisolasi dari daratan. Untuk mencapai daratan tersebut dapat menggunakan kapal compreng atau kapal mesin menyusuri hutan mangrove dan Pulau Nusakambangan.

Berawal dari keinginan untuk memelihara ciblek istimewa, segera saja saya mengajak Om Duto dan Om Dwi Love Bird menuju ke rumah Om “WARTIM KATHINK” (Facebook id), salah satu spesialis ciblek di Kabupaten Cilacap.

Awalnya kami sendiri sebenarnya belum tahu jenis dari ciblek tersebut. Yang ada di otak kami, bahwa ciblek tersebut paling jenis ciblek sawah atau ciblek gunung. Setelah mendapat penjelasan dari Om Wartim bahwa ciblek tersebut dari CLEBOK, terbersit sebuah pertanyaan, “Apa mungkin ada habitat ciblek di daerah tersebut?”

Pertanyaan tersebut terbersit mengingat daerah tersebut (dan juga airnya) sangat payau, panas dan dengan kondisi angin yang kencang.

Apa dan bagaimana ciblek clebok?
Ciblek clebok mempunyai ciri bulu yang lebih legam daripada ciblek kebanyakan. Hal ini mungkin disebabkan kondisi habitatnya yang ekstrim.

Ciri istimewa dari clebok adalah memiliki kerapatan (speed) suara yang tinggi (sekitar 150% lebih rapat dari ciblek daratan pada umumnya). Selain itu, ada suara tembakan yang berdengung.

Pada saat Om Dwi Love Bird membeli ciblek tersebut dan mendengar suara tembakannya, saya mempunyai niatan untuk membeli satu lagi di waktu yang berbeda. Hal ini saya lakukan untuk membuktikan, apakah ada perbedaan dari kualitas suara antara ciblek dalam satu habitat. Akhirnya Minggu lalu saya diberitahu Om Wartim, bahwa dia sudah mendapatkan ciblek clebok lagi. Tanpa pikir panjang saya segera meluncur dan membeli ciblek clebok tersebut.

Sesampai di rumah, ciblek yang masih muda tersebut ternyata memang tidak berbeda dengan yang Om Dwi bawa ke Jogja.

Speed tinggi dan tembakan berdengung, berulangkali dia bawakan.

Asyeek!!!

Catatan Om Kicau:


Berikut ini beberapa gambar jenis-jenis ciblek dan prenjak (keluarga prinia, sumber: Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan, terbitan LIPI dan Burung Indonesia):

Senin, 26 Juli 2010

PRODUK KESEHATAN BURUNG (STICKY POST)

BERIKUT INI PRODUK-PRODUK OM KICAU UNTUK KESEHATAN BURUNG:





















NEW RELEASE












STAMINA BURUNG





A. BirdPower


Untuk burung loyo, penyiapan lomba dll


BirdPower adalah produk Om Kicau yang ditujukan untuk menambah power dan kegacoran pada burung. Apa komposisinya? BirdPower adalah kombinasi ATP dan multivitamin lengkap.

Cara pakai: Masukkan 1-2 tetes langsung ke paruh, atau masukkan 5 tetes BirdPower ke dalam 30-50 cc/ml air matang suhu normal. Minumkan selama 4-5 hari sebelum lomba sampai hari ketika ikut lomba.

Harga Rp. 75.000 per 5 ml. Pesan sekarang.


B. BirdFuma


Untuk burung penangkaran dan lomba


Saat ini Om Kicau tidak memproduksi BirdFuma karena fungsinya sudah tergantikan dengan lebih baik oleh BirdMature untuk penangkaran dan BirdPower untuk burung lomba.

Kembali ke DAFTAR PRODUK








PENGOBATAN





A. BirdCream


Untuk kaki berkerak, berjamur, bengkak, luka lama dan baru.


BirdCream adalah krim yang mengandung zat anti parasit dan bakteri khusus untuk menghilangkan kerak pada kaki burung akibat cascado dan scabies, mencegah infeksi pada luka baru, menyembuhkan luka lama, dan mengempiskan bengkak akibat terjadinya infeksi pada kaki, paruh atau bagian lain anggota tubuh burung.

Cara Pakai: Oleskan pada kaki atau bagian lain tubuh burung yang luka atau bengkak dan kaki yang berkerak, sehari sekali selama 3-4 hari atau sesuai kebutuhan.

Harga Rp. 50.000 per botol 5 gram. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK


B. BirdBlown


Anti mata berair, diare dan gangguan pencernaan lain.


BirdBlown adalah anti parasit dalam bentuk powder untuk dijadikan larutan oral dengan fungsi menghilangkan sesak nafas pada burung, gejala snot (mata bengkak) dan gangguan pencernaan akibat airsac mite (kutu kantung udara) dan parasit lain serta bakteri yang menyerang saluran pernafasan dan/atau alat pencernaan burung.

Cara Pakai: Masukkan 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes langsung ke paruh burung. Berikan ke burung selama 3-4 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung.

Harga Rp. 75.000 per botol isi dalam bentuk powder untuk dilarutkan dalam aquades atau air matang dan bersih sebanyak 8-10 ml. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK


C. BirdSlim


Anti-gemuk, mengembalikan kondisi loyo pasca mabung, pasca sakit, drop pasca lomba, kurang ngotot berkicau.


BirdSlim adalah larutan oral yang mengandung Carnitine HCL, Sorbitol, Magnesium Sulfat dan Extract Vegetable untuk memecah lemak pada burung yang kegemukan tetapi menjagi nafsu makan tetap terjaga, memperbaiki efisiensi pakan, mengatasi stress karena temperature panas dan penyakit, penyedia energy, meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi, memperbaiki fungsi hati dan ginjal serta menjaga kondisi fit pada burung.

Cara Pakai: Masukkan 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes langsung ke paruh burung. Beriikan ke burung selama 3-4 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung.

Harga Rp. 75.000 per botol isi 7,5 ml. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK


D. BirdTwitter


Serak, seak nafas dan macet bunyi karena gangguan pernafasan.


Larutan oral yang mengandung zat antiparasit baik ekstro maupun endo penyebab burung serak, sesak nafas dan macet bunyi.

Cara Pakai: Masukkan 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes langsung ke paruh burung. Berikan ke burung selama 3-4 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung.

Harga Rp. 75.000 per botol isi 5 ml. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK


E. StopSnot


Atasi snot, mata berair, CRD, berak kapur.


StopSnot adalah kombinasi antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri pada burung. Infeksi bakteri yang menyebabkan snot atau coryza, berak kapur atau Pullorum (akibat dari serangan bakteri Salmonella pullorum) dan Chronic Respiratory Disease (CRD) atau ngorok atau infeksi air sac atau sinusitis akibat bakteri Mycoplasma galisepticum.

Karena penyakit akibat serangan bakteri dan memerlukan penanganan cepat, Anda perlu selalu menyimpan StopSnot di perlengkapan obat burung Anda. Sedia payung sebelum hujan, begitulah kira-kira yang perlu Anda lakukan.

Cara Pakai: Masukkan 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes ke paruh burung. Beriikan ke burung selama 7 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung dengan burung dirawat di dalam sangkar karantina dengan dipasangi lampu sebagai penghangat.

Harga Rp. 75.000 per botol isi 8 ml. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK









BURUNG BERMASALAH





A. BirdMolt (BMT)


Untuk membantu proses mabung sehingga bisa tuntas dan burung segera fit.


Penggunaan utama/ hilangkan indikasi:

Burung botak di kepala, leher dan bagian tubuh lain, bulu sulit tumbuh, bulu sulit rontok karena tidak muncul tunas bulu baru, mabung terlalu lama, bulu tidak tumbuh sempurna, bulu mudah patah, mudah rontok dan lain-lain.

Kandungan:

BirdMolt/BMT terdiri dari multi vitamin dan multi mineral cair yang dilengkapi dengan suplemen lain yang lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang diracik khusus untuk mendorong pelepasan bulu lama dengan cara menumbuhkan bulu baru, mencegah bulu baru pecah-pecah, kusam dan tumbuh tidak rata.

Cara Pakai:

BirdMolt/BMT diteteskan langsung ke paruh burung yang bandel rontok bulu. Untuk burung kecil (kenari dan jenis finch lainnya) sebanyak 2-4 tetes selama 3-5 hari atau sampai hari kedua setelah bulu mulai terlihat berjatuhan. Untuk burung besar (murai batu, kacer, cucakrowo, cucak hijau dan yang seukuran) sebanyak 4-6 tetes selama 3-5 hari atau sampai hari kedua setelah bulu mulai terlihat berjatuhan.

Harga BirdMolt/BMT Rp 75.000/per botol isi 8 ml. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK


B. BirdShout (BST)


Untuk membangkitkan vitalitas burung sehingga rajin berkicau.


Penggunaan utama/ hilangkan indikasi:

Burung macet bunyi sehabis mabung, macet bunyi karena kalah mental, tidak gacor, suka turun tangkringan jika ditrek, ngeriwik terus, mudah mbagong/ nguda laut/ ngebatman.

Kandungan:

BirdShout/BST terdiri dari multi vitamin dan multi mineral cair yang dilengkapi dengan suplemen lain yang lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang diracik khusus untuk membuat burung fit dan mau berkicau serta menstabilkan performa burung.

Cara Pakai:

BirdShout/BST diteteskan langsung ke paruh burung yang macet bunyi atau bunyi tidak stabil, dan bisa juga dioleskan atau dispetkan ke dalam jangkrik kemudian diberikan kepada burung yang biasa diberi pakan serangga.

.Untuk burung kecil (kenari dan jenis finch lainnya) sebanyak 1-2 tetes selama 5-10 hari. Untuk burung ukuran sedang sebanyak 2-3 tetes selama 5-10 hari. Jika pemberian belum memberikan hasil memuaskan, bisa diulang sepekan kemudian dengan penggunaan dan pemberian yang sama dengan pada pemberian periode pertama.

Harga BirdShout/BST Rp. 75.000/per botol isi 2,5 ml. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK


C. BirdFresh


Penghilang air sac mite pengganggu saluran pernafasan, penghilang serak dan gangguan pernafasan lain.


Penggunaan utama/ hilangkan indikasi:

Burung macet bunyi karena infeksi saluran pernafasan, mudah serak, tidak nagen/ suka turun tangkringan, tiba-tiba berhenti teler, mudah ngebagong/ nguda laut/ ngebatman dengan penyebab adanya gangguan di kantung udara dan atau saluran pernafasan.

Kandungan:

BirdFresh (BFR) terdiri dari bahan aktif anti parasit yang bersarang di dalam tubuh burung maupun di luar tubuh burung, yang mengganggu fungsi pernafasan maupun fungsi pencernaan.

Deskripsi kegunaan:

Fungsi utama BirdFresh (BFR) adalah memberikan kestabilan performa maupun kicau burung, sehingga burung tidak gampang mletik atau oncling atau istilah lain yang menggambarkan burung tidak bisa tuntas membawakan kicauan dalam arena Latihan Bersama (Latber) maupun lomba.

Cara Pakai:

BirdFresh/BFR dioleskan dengan tangan di bagian leher belakang burung (tengkuk) kanan dan kiri. Untuk burung ukuran kecil cukup sekali oles di tengkuk kanan dan sekali oles di tengkuk sebelah kiri. Untuk burung ukuran sedang, dua kali oles kanan dan dua kali oles sebelah kiri.

Harga BirdFresh/BFR dalam kemasan botol 2 ml Rp. 75.000. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK



D. BirdMineral


Atasi dan cegah problem penyakit burung akibat kekurangan mineral.


Penggunaan utama/ hilangkan indikasi:

Rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal), paralysa (lumpuh), perosis (tumit bengkak), anak burung menetas cacat, urat keting (tendo), terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran tidak segera bertelur, telur tidak berisi, produktivitas rendah, daya tetas rendah, serta banyak terjadi kematian embrio.

Kandungan:

BirdMineral (BMN) berisi multi mineral dalam bentuk serbuk/ tepung, antara lain Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin, Kalium, Vit B12, Vit D3.

Deskrispi Fungsi:

BirdMineral/BMN juga berfungsi menjaga pertumbuhan bulu yang bagus ketika burung mengalami mabung/molting sehingga bulu tumvuh kuat, sehat dan bercahaya. BirdMineral/BMN sangat direkomendasikan untuk diberikan ke burung baik burung kicauan, burung yang ditangkarkan dan juga merpati (balap sprint maupun tinggian).

Cara Pakai:

BirdMineral dicampurkan ke pakan ataupun extra fooding, dengan takaran disesuaikan dengan berat tubuh burung. Untuk pemakaian Bird Mineral, pembeli akan diberi petunjuk khusus melalui telepun atau SMS dari Om Kicau sesuai dengan burung yang mengalami masalah kekurangan mineral.

Harga BirdMineral/BMN Rp. 75.000 / botol 75 gram. PESAN? KLIK DI SINI.


E. BirdFine


Atasi burung yang tidak pernah bisa fit, kurus karena anemia, kekurangan gizi atau sehabis mabung dalam kondisi kurus, sehabis sakit.


Penggunaan utama /hilangkan indikasi:

Burung kurus, pucat, tidak gacor, sakit-sakitan, bermasalah dengan kondisi bulu pasca mabung, tidak ada nafsu makan, terlihat selalu mengantuk atau bulu mengembang.

Kandungan utama: Vitamin B12, multivitamin, multi mineral, asam amino.

Cara Pakai: Masukkan BirdFine 2-3 tetes ke dalam 30 cc/ml air (setengah wadah air minum burung ukuran tanggung). Lakukan selama sepekan atau sampai burung pulih kondisinya.

Harga BirdFine Rp. 75.000/per botol isi 7,5 ml. PESAN? KLIK DI SINI.
Kembali ke DAFTAR PRODUK

E. BirdMolt-Post


Membantu tumbuh bulu selama masa mabung, bulu bersih dan mengkilap.


Penggunaan utama/ hilangkan indikasi:

Burung sulit tumbuh bulu, botak; merapikan pertumbuhan bulu.

Kandungan: Mineral dan multivitamin untuk pertumbuhan dan memperkuat bulu muda.

Cara Pakai:

Masukkan BirdMolt-Post 2-3 tetes langsung ke paruh burung atau masukkan 5 tetes BirdMolt-Pre ke dalam 30 cc/ml air (setengah wadah air minum burung ukuran tanggung). Lakukan selama sepekan ketika bulu-bulu kecil mulai tumbuh meski sebagian bulu masih rontok.

Harga BirdMolt-Post Rp. 75.000/per botol isi 8 ml. PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK









PERAWATAN HARIAN





A. BirdVit


Multivitamin lengkap dan beberapa mineral untuk rawatan harian/ mingguan.


Penggunaan utama/ hilangkan indikasi:

Burung bakalan, burung pucat, nyekukruk, bulu mekar, tidak gacor, sakit-sakitan, kurang power, mental lemah, turun tangkringan ketika ditrek, tidak segera produksi/infertil, anakan mati muda, kaki pengkor, kaki lemah, bulu mudah rontok.

Deskripsi:

BirdVit adalah multivitamin dan multimineral dalam bentuk powder/ tepung khusus untuk burung. Selain untuk pengobatan berbagai penyakit karena disefisiensi fungsi organ, juga MENJAGA KESEHATAN BURUNG AGAR SELALU PRIMA.

Kandungan:

Vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3; Zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate; Mineral utama seperti potasium chlorida, sodium chlorida, magnesium sulfate, mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate, copper sulfate dan cobalt sulfate.

Cara Pakai:
Pemberian BirdVit dengan cara dilarutkan dalam air minum burung. Untuk burung sakit, diberikan dengan dosis 1 gram untuk setiap 1 liter air, sementara untuk penggunaan harian (tanpa efek samping) 1 gram untuk 1,5 s/d 2 liter air. Untuk ukuran seekor burung, masukkan sekepala (pentol) koreki api tepung BirdVit ke dalam 30-50 cc air (wadah air minum ukuran normal).

Pemberian BirdVit bisa juga dilakukan berbarengan dengan pakan. Untuk seekor burung, camputkan setengah kepala (pentol) koreki api tepung BirdVit dengan sesendok teh kroto, atau taburkan ke atas buah, dan berikan ke burung.

Larutan BirdVit tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

Harga BirdVit 50 gram sebesar Rp. 50.000. PESAN? KLIK DI SINI.
Kembali ke DAFTAR PRODUK


B. FreshAves


Anti kutu baik flea maupun air sac mite yang berkembang di luar tubuh, anti semut, anti jamur dan parasit lainnya.


Penggunaan utama/ hilangkan indikasi:

Bulu kusam dan burung suka mematuk bulu karena kutuan, gurem, caplak, jamur dan/atau parasit lain.

Deskripsi:

FreshAves adalah serbuk antikutu dan parasit lainnya yang aman untuk burung tetapi manjur untuk membasmi berbagai jenis serangga (artropoda).

Sesuai namanya, FreshAves ditujukan untuk membuat burung fresh atau segar karena terbebas dari semua jenis serangga pengganggu seperti kutu burung, caplak, tungau, gurem, semut dan parasit pengganggu lainnya.

Kandungan:

FreshAves mengandung permethrine dan piperonyl butoxide. Permethrine dikenal sebagai pestisida aman yang sudah diujikan untuk penyemprotan nyamuk demam berdarah di berbagai wilayah di Indonesia. Berdasar ujicoba tersebut, permethrine terbukti mempunyai aktivitas insektisidal yang sangat tinggi baik untuk lalat, nyamuk, kutu dan insekta pengganggu yang lain, juga terhadap kecepatan kerja maupun efek residualnya. Dan yang lebih penting lagi, aman untuk hewan peliharaan dan manusia.

Sedangkan piperonyl butoxide merupakan sinergis dari permethrine, yakni berfungsi meningkatkan daya racun. Perlu diketahui, (zat) sinergis dalam insektisida bisa jadi tidak beracun tetapi bisa meningkatkan daya bunuh terhadap obyek. Contoh sinergis ini, selain piperonyl butoxide adalah sesamin (minyak yang berasal dari biji wijen).

Dengan kandungan seperti itu, FreshAves sangat tepat untuk digunakan sebagai pembasmi kutu dan segala parasit pengganggu burung Anda.

FreshAves BEBAS dari zat peluruh bulu yang biasa digunakan agar air cepat menempel di bulu. Sebab peluruh bulu, apalagi remover, merusak bulu dan MENIMBULKAN MASALAH ketika burung memasuki masa mabung.

Cara Pakai:
FreshAves dilarutkan dalam air (setiap 5 gram dicampur dengan 1 liter air) dan disemprotkan ke seluruh bagian tubuh burung, dasar dan sela-sela kandang, serta semua tempat yang dicurigai sebagai tempat persembunyian kutu dan serangga serta tempat berkumpulnya parasit lainnya.

Untuk mengusir/membunuh semut, bisa langsung disemprotkan ke kawanan semut di lingkungan sangkar atau kandang penangkaran. Untuk mengusir dan/atau mematikan kutu burung atau gurem pada sarang pengeraman, serbuk FreshAves bisa langsung ditaburkan di bawah sarang pengeraman ketika burung turun sarang.

Harga FreshAves Rp. 75.000/ botol isi 67,5 gram. PESAN? KLIK DI SINI.
Kembali ke DAFTAR PRODUK



C. AscariStop


Obat cacing untuk berbagai jenis cacing penyebab burung macet bunyi, kurus, mudah terserang penyakit lain.


Penggunaan utama/hilangkan indikasi:

Burung lemah, nyekukruk, bulu mekar, pucat, mata terus berair, gelisah, tidak gacor karena adanya berbagai jenis cacing di dalam tubuh burung.

Deskrispi:

AscariStop adalah obat anti-cacing (worming) powder yang mengandung zat aktif piperazin citrate dan dibuat khusus untuk burung peliharaan.

Kandungan: Piperazin citrate

Deskripsi kandungan dalam AscariStop:

Banyak zat aktif yang bisa membunuh atau melumpuhkan cacing utama pengganggu burung (Ascaridia galli) seperti higromisin B dan kumafos, namun untuk kedua zat ini digunakan secara khusus jika cacingan dalam kondisi akut karena keduanya mengandung antibiotika yang pemberiannya memerlukan nasihat dokter hewan. Sementara piperazin citrate memiliki efek narkotika sehingga cacing dapat dikeluarkan dalam keadaan hidup oleh adanya peristaltic usus burung.

Cara Pakai:

Masukkan sebanyak 1 sendok AscariStop (sendok ukur disertakan dalam kemasan) ke dalam air 50 ml (seperempat gelas minum ukuran normal). Berikan ke burung ketika tidak dijemur. Burung yang akan diberi obat ini dijemur dulu tanpa air minum, setelah itu berikan larutan obat di tempat teduh.

AscariStop bisa digunakan secara rutin (sebulan sekali) karena setiap saat bisa saja ada telur cacing masuk bersama pakan atau air yang dikonsumsi burung kesayangan kita.

Harga AscariStop Rp. 25.000/botol 10 gram. PESAN? KLIK DI SINI.

Saran untuk mencapai hasil yang memuaskan dalam penggunaan produk rawatan harian:

Untuk perawatan harian yang terbaik, sebaiknya Anda menggunakan ketiga produk Om Kicau di atas dalam satu paket. Sebab, problema burung biasanya bersifat kompleks. Jadi, dengan memiliki ketiganya, Anda bisa pertama-tama menyemprot semua burung, kandang dan/ atau sangkarnya, dengan FreshAves, selanjutnya dilakukan pemberian obat cacing dengan AscariStop. Setelah itu, pada hari berikutnya Anda berikan BirdVit untuk semua burung.

Jika burung Anda dalam kondisi drop karena kekurangan multivitamin dan multimineral, bisa Anda berikan terlebih dahulu BirdVit dan pada hari berikutnya dilakukan penyemprotan kandang dan pemberian obat cacing.

Kembali ke DAFTAR PRODUK







REPRODUKSI (PENJODOHAN, PENANGKARAN)





A. BirdMature atau BirdHormon


Hormon dan multivitamin dosis tinggi untuk memacu fertilitas/ kesuburan burung di penangkaran.


Penggunaan utama/ hilangkan indikasi:

Burung infertil, tidak subur, kurang birahi, sulit jodoh, piyikan mudah mati, mudah sakit.

Kandungan:

BirdMature (BMR) adalah multivitamin dan multi mineral cair yang dilengkapi dengan suplemen lain yang lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan burung indukan dan burung-burung anakan/piyikan, yakni untuk meningkatkan kesuburan/ fertilitas untuk kepentingan penjodohan dan macet produksi.

Deskripsi produk:

Fungsi utama BirdMature/BMR adalah meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung, meningkatkan daya tahan tubuh piyikan (burung-burung muda), menormalkan sistem kekebalan tubuh piyikan serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung.

BirdMature/BMR sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh para penangkar sehingga mencapai produksi burung yang optimal, menjaga kesehatan indukan dan menstabilkan fungsi reproduksi burung.

Cara Pakai:

BirdMature ada tiga bentuk, yakni cair, serbuk di dalam kapsul dan pasta di dalam kapsul jelly. Dengan kandungan yang sama, digunakan secara berbeda sesuai kebiaasaan makan burung.

1. BirdMature cair: Diteteskan langsung ke paruh burung-burung indukan atau calon indukan (khususnya untuk burung-burung pemakan biji), dan bisa juga dioleskan atau dispetkan ke dalam jangkrik kemudian diberikan kepada burung yang biasa diberi pakan serangga.

Untuk burung indukan atau calon indukan jenis kecil (kenari dan finch lain) digunakan antara 2-3 tetes, dan diberikan sehari sekali selama 5-10 hari. Untuk burung indukan atau calon indukan jenis sedang (murai batu, kacer, cucakrowo, cucak hijau dan yang seukuran) digunakan antara 3-5 tetes, dan diberikan sehari sekali selama 5-10 hari. Untuk burung anakan jenis kecil diberikan 1 tetes dalam sehari selama sepekan dan 1-2 tetes pada sepekan berikutnya. Untuk burung anakan jenis sedang diberikan 2 tetes dalam sehari selama sepekan dan 2-3 tetes pada sepekan berikutnya.

2. BirdMature kapsul: Kapsul dibuka dan serbuk dilarutkan dalam 50 cc air minum (wadah minuman burung ukuran normal) dan berikan untuk burung jantan maupun betina.

Berikan selama 4 hari berturut-turut untuk burung kedua burung yang sedang dijodohkan; atau setelah anakan diambil untuk indukan yang sudah beranak.

BirdMarute yang sudah dilarutkan jangan digunakan lewat hari.

3. BirdMature pasta: Selongsong dibuka dan pasta dioleskan ke permukaan buah untuk burung-burung pemakan buah. Diberikan selama 3-4 hari untuk burung jantan dan betina.

Harga BirdMature/BMR Rp. 75.000 per botol berisi 2,5 ml (sekitar 60 tetes).

Harga BirdMature kapsul/sachet Rp. 75.000 per botol isi 15 kapsul atau sachet.
Harga BirdMature dalam kapsul jelly Rp. 75.000 per botol isi 5 kapsul jelly.

PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK


B. TestoBird dan EstroBird


Hormon perangsang produksi testosteron dan estrogen pada burung-buirung penangkaran, khusus untuk burung lovebird dan kenari atau jenis finches lainnya.


TestoBird adalah penambah (dan perangsang produksi) hormon testosteron pada burung jantan.

EstroBird adalah penambah (dan perangsang produksi) hormon estrogen pada burung betina.

TestoBird dan EstroBird ditujukan untuk perangsang kesuburan pada burung-burung penangkaran, khususnya LoveBird dan kenari serta burung lain yang jantan dan betina bisa dipisah sehingga jantan bisa khusus mengonsumsi TestoBird sedangkan betina mengonsumsi EstroBird.

Cara Pakai: Masukkan 3 tetes langsung ke paruh burung atau campurkan 5-6 tetes ke air sebanyak 50 cc (wadah air minum burung ukuran normal).

Harga: TestoBird dan EstroBird dijual dengan harga paket Rp. 100.00 berisi dua botol @ 8 ml. Bisa digunakan untuk lebih dari 10 kali pemakaian.

PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK









F. PAKAN KHUSUS





+B. BirdFood, harga Rp. 75.000/botol untuk 3-4 kali pemakaian persiapan lomba atau sekali treatmen burung drop sampai pulih kembali.

Untuk penjelasan tentang BirdFood bisa dibaca di artikel ini.

*) Catatan/Perhatian: Kandungan dalam ramuan BirdFood sangat merangsang kedatangan semut. Oleh karena itu pastikan sangkar dengan pakan BirdFood di dalamnya bebas dari jangkauan semut.

PESAN? KLIK DI SINI.







G. PERLENGKAPAN P3 K PLUS




Om Kicau juga menyediakan isi kotak perlengkapan P3K untuk burung. Untuk biaya penggantian, tergantung isi dan jumlahnya. Hal ini bisa dibicarakan melalui telepun 085 7273 91224 atau email.

Isi kotak P3K yang saya sarankan:

1. Antibiotik antara lain sulfaquinoxaline atau kombinasi sulfaquinoxaline dengan diaveridin, yang dijual di pasaran bebas dengan berbagai nama merk dagang.

Antibiotik spektrum luas berguna untuk tindakan darurat kalau burung sakit tetapi kita jauh dari dokter hewan atau jauh dari lab untuk penelitian sampel darah bagi penentuan jenis penyakit dan sebagainya.

2. Jodium tincture atau bisa juga povidone-iodine (juga dijual dengan berbagai merk dagang), baik dalam bentuk cair maupun salep .

Jodium tincture atau bisa juga povidone-iodine untuk penyembuhan luka baru. Dalam bentuk cair untuk penggunaan luka yang agak dalam, sedangkan yang salep untuk luka luar sekaligus menutup luka. Jodium tincture atau bisa juga povidone-iodine juga bisa digunakan untuk campuran antiseptic.

3. Obat anti parasit (obat cacing dan obat kutu serta jamur)

Obat anti parasit bermanfaat untuk membasmi parasit seperti cacing (misalnya menggunakan AscariStop), kutu permukaan kulit ataupun yang berada di dalam permukaan kulit (FreshAves dan BirdFresh).

4. Obat mata

Burung mudah terserang konjungtiva. Untuk itu perlu disiapkan obat mata (yang biasa digunakan manusia) baik yang tetes maupun salep atau ointment seperti salep mata tetracyclin, chloramphenicol, neomycin dan sebagainya.

5. Alat suntik (alat injeksi)

Bisa digunakan untuk melakukan vaksinasi misalnya, ataupun melakukan injeksi lainnya. Alat suntik juga berguna untuk menyuntikkan obat cair ke tubuh jangkrik yang akan diberikan ke burung

6. Peralatan penunjang: plester, gunting, gunting kuku, silet/cutter dan sebagainya.

Jika rumah Anda jauh dari petshop, poultryshop atau kios pakan burung atau malas mencarinya keluar, Anda bisa memesan perlengkapan P3K untuk burung ke Om Kicau.

Harga akan diesuaikan degan perlengkapan yang dibutuhkan.

PESAN? KLIK DI SINI.

Kembali ke DAFTAR PRODUK







CARA PEMESANAN:




  1. Sampaikan pesan melalui "kotak pemesanan" di bawah ini dengan nama dan alamat email Anda.

  2. Tuliskan di dalam form nama produk yang dipesan serta nama dan alamat lengkap penerima barang.

  3. Jika sudah dilakukan pembayaran (lihat cara pembayaran, di sini), sebutkan pembayaran melalui rekening apa (BCA atau Mandiri atau cara pembayaran yang lain) dari rekening atas nama siapa, dan jumlah uang yang dikirim/transfer.

  4. Untuk mempercepat response dari Om Kicau, usahakan kirim pesan yang sama melalui SMS ke nomer HP 085 7273 91224.


[contact-form to="dutosricahyono@yahoo.com,dutosricahyono@gmail.com"]

CARA PEMBAYARAN:

Transfer uang sejumlah harga produk/ produk-produk yang dipesan plus ongkos kirim (paket pos kilat khusus) sebesar Rp. 20.000 (Jawa) atau Rp. 25.000 (luar Jawa) untuk sekali pengiriman (berapapun jumlah dan jenis obat yang dipesan) ke:

logo-bca

BCA KCP Kartasura atas nama ARDIASTUTY

No. Rekening: 393 0266 174

atau

logo-mandiri

Bank Mandiri Kantor Kas Kartasura atas nama ARDIASTUTY

No. Rekening: 138 000 7057 065



Setelah mengirim uang, isi formulir pembelian di atas dan/atau sampaikan pemberitahuan melalui telepon/SMS ke 085 7273 91224. Isi pemberitahuan adalah "dikirim dari rekening siapa ke rekening mana (BCA atau Mandiri), jumlah uang, barang yang dipesan, nama dan alamat lengkap penerima barang."

Setelah melalui pengecekan internet banking transferan sudah masuk. Barang dikirim.

Lama pengiriman antara 2-4 hari kerja tergantung kondisi jasa pengiriman.

Catatan: Jika persediaan produk tertentu di Om Kicau sedang kosong, pengiriman dilakukan segera setelah barang tersedia dan akan diberitahukan melalui email atau SMS/telepun.

Kembali ke form pembelian. Atau kembali ke DAFTAR PRODUK









RINGKASAN PRODUK DAN BIAYA PENGGANTIAN PRODUKSI



(BOLEH PESAN SATU BARANG, DAN ADA DISKON UNTUK PERMINTAAN BARANG DALAM JUMLAH PAKETAN):

  1. BirdPower (8 ml) Rp. 75.000

  2. BirdCream (5 gram) Rp, 50.000

  3. BirdBlown (8 ml) Rp, 75.000

  4. BirdSlim (10 ml) Rp, 75.000

  5. BirdTwitter (10 ml) Rp, 75.000

  6. StopSnot (8 ml) Rp, 75.000

  7. BirdVit (50 gram) Rp. 50.000

  8. FreshAves (72,5 gram) Rp. 75.000

  9. AscariStop (10 gram) Rp. 25.000

  10. BirdMature/BMR (2,5 ml atau 5 kapsul jelly, atau 15 kapsul isi powder) Rp. 75.000

  11. TestoBird (TSB) dan EstroBird (ESB) (isi botol @ 8 ml) Rp. 100.000

  12. BirdMolt /BMT (2,5 ml) Rp. 75.000

  13. BirdShout/BST (2,5 ml) Rp. 75.000

  14. BirdFresh/BFR (2 ml) Rp. 75.000

  15. BirdMineral (100 gram) Rp. 75.000

  16. BirdMolt-Pre (8 ml) Rp, 75.000

  17. BirdMolt-Post (8 ml) Rp, 75.000

  18. BirdFood harga per botol Rp. 75.000

  19. PERLENGKAPAN P3 K PLUS tergantung isi paket


Biaya pengiriman untuk sekali pembelian -- berapapun item barang yang dipesan-- Rp. 20.000 untuk wilayah Jawa dan Rp. 25.000 luar Jawa.

Kembali ke DAFTAR PRODUK