Hasil Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Inilah hasilnya.

Perlu catatan harian penangkaran

Penjodohannya pun tidak mudah, sebab membedakan jantan betina pun tidak gampang. Butuh pengalaman dan kepekaan untuk memastikan jenis kelamin. Banyak sekali kasus breeder pemula gagal.

Kendala selalu ada, tetapi bisa diatasi

Penelurusan ke sejumlah breeder cucakrawa, disebutkan bahwa kendala yang harus dihadapi sesungguhnya cukup banyak. Namun kendala-kendala ini ternyata tidak pernah menyurutkan para breeder, karena biasa diatasi.

Cucakrowo perlu ketenangan dan multivitamin

Meski ada pemodal kelimpungan ketika ikut-ikutan mencoba beternak cucakrowo namun ada saja breeder yang tersenyum lantaran modal yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya berlipat-lipat.

Harga burung saat ini

Harga burung di wilayah Solo dan sekitarnya (Soloraya) pada pertengahan Maret 2012 menunjukkan beberapa kenaikan yang signifikan. Seperti apa?

Selasa, 15 Juni 2010

Teknik menyuntik dan terapi cairan pada burung

Terus terang saya bukan ahli menyuntik burung. Kalau tulisan ini saya turunkan, hal itu karena ada pertanyaan dari Om Fadil dan saya berjanji mencarikan referensi.


Untuk diketahui Om Fadil adalah seorang dokter hewan muda tetapi saat ini berkecipung di dunia agrobisnis terutama perikanan. Di halaman Penyakit Burung, dia antara lain bertanya seperti ini:

Saya ingin sekali banyak belajar dari blog ini khususnya tentang burung. Kalau menangani kucing atau anjing, biasa saya lakukan. Hanya untuk burung, tampaknya saya tidak berpengalaman. Pernah saya menyuntik burung, dua kali dan kedua2nya mati.
Om Kicau, ada gak bocoran dari teman2 dokter hewan yang mungkin pernah Om temui tentang menginjeksi burung atau melakukan terapi cairan? Saya sungkan dan tidak enak untuk bertanya ke para dokter hewan senior yang sering menangani burung. Padahal menurut saya, mengingat banyaknya penghobi burung saat ini, perlu makin banyak dokter hewan yang bergerak mengkhususkan diri untuk kesehatan burung.



Untuk pertanyaan ini, saya ada referensi dari Drh Dharmojono di buku Aneka Permasalahan Burung dan Ayam Hias. Ada pertanyaan dokter hewan  baru saja  lulus dari FKH Syah Kuala Aceh yang   ingin spesialisasi dalam  hewan kesayangan  burung (pet birds). Untuk itu, dia menyadari perlunya keterampilan dalam melakukan penyuntikan atau melakukan  infus cairan (fluit therapy).  Dia menanyakan bagaimana teknik yang aman  untuk melakukannya mengingat burung adalah  hewan sangat  kecil dan sangat sensitif.


Drh Dharmojono menyebutkan, dokter hewan spesialis burung (pet birds) memang sangat dibutuhkan dan mempunyai peluang bagus di kemudian hari mengingat Indonesia adalah salah satu negara kaya akan jenis dan bangsa burung.


Sebagai dokter hewan praktek, ada tiga komponen dasar yang harus dikuasai, yakni ilmu pengetahuan yang mcndasari (kognitif, knowledge), keterampilan (psikomotor, skill), dan perilaku (afektif, behaviour, attitude).


Khusus untuk parenteral therapy atau pengobatan sistemik lewat suntikan, hal sebagai berikut perlu diingat dan perlu latihan yang cukup.


1. Obat-obatan atau substansi untuk terapi sistemik lewat suntikan benar-benar menggunakan obat yang memang dibuat untuk aplikasi pada burung.


2.  Untuk suntikan intramuskuler (di dalam otot), Anda pilih otot dada (breast muscles) atau otot paha (leg muscles), menggunakan jarum suntik ukuran 25 ga atau 27 ga. Apabila obat yang akan disuntikan adalah bersifat nephrotoksis (nephrotoxic drugs) seperti amynoglucocides atau preparat turunannya jangan lewat otot paha, karena bangsa burung (demikian pula reptil), mempunyai sistem portal ginjal (renal portal system) sedemikian rupa sehingga aliran dari dalam tubuh belakang (jadi tcrmasuk dari otot paha) akan langsung masuk ke sistem ginjal sebelum masuk ke dalam sirkulasi umum.


3. Untuk melakukan terapi cairan lewat parenteral (parenteral fluid therapy), Anda dapat berlatih dengan cara intravena dan intraosseous.


a.    Intravena


Cara ini dapat dilakukan melalui vena jugularis kanan atau kiri. Dapat pula melalui vena metatarsal medialis kanan atau kiri. Jarum yang dipergunakan berukuran 25 ga atau 27 ga. Apabila terjadi haematoma (pembengkakan pembuluh darah) lebih baik tidak diteruskan dan jangan mencoba dari vena sebelah sisi yang lain karena akan mengganggu peredaran darah secara keseluruhan.


b.    Intraosseous


Cara ini dilakukan melalui tulang pipa yang agak besar, yaitu tulang ulna (os ulnaris)  atau tulang humerus  (os humerus) atau tulang paha (os f emolaris) dengan menggunakan jarum ukuran 25—27 ga. Os humerus dan os femoralis adalah pneumatic (bersifat menggelembung dan berhubungan dengan kantong-kantong udara). Jadi, cairan yang dimasukkan lewat tulang-tulang ini akan dialirkan ke dalam kantong-kantong udara.


Mengambil sampel darah


Ya, itulah referensi  yang bisa kita dapatkan dari Drh Dharmojono. Namun selain itu ada satu hal teknis juga yang menarik untuk saya sampaikan, yakni masalah teknik  mengambil sampel darah.


Saya, Om Kicau, kurang paham apakah ada perbedaan besar dalam pengambilan sampel darah antara burung dan ayam misalnya. Yang jelas, dokter hewan asal Solo itu mengatakan untuk keperluan venipunktur dan in/use theropy ada tiga vena yang memungkinkan dilakukan, yaitu vena-jugularis (yang sebelah kanan lebih besar daripada yang sebelah kiri), vena-metatarsal medialis, atau vena cutaneus uluaris (disayap sebelah medial dekat siku).


Teknik pengambilan sampel dari vena jugularis adalah sebagai berikut.


1. Posisikan burung bagian leher, punggung, dan k'epala horisontal di meja kerja.


2.  Siapkan spuit dengan jarum ukuran 25 ga atau 27  ga.


3. Tiup bulu-bulu di leher, ulas dengan alkohol 70%, dan cari vena jugularis di bagian ventrolateral. Isap darah dengan spuit tersebut sebanyak yang telah diperhitungkan sebelumnya, jarum terarah ke bagian tubuh.


Apabila yang dibutuhkan hanya preparat ulas darah langsung beberapa tetes, dapat dilakukan punktur (puncture) di kuku yang bagian vegetatif (hidup) dengan jarum steril setelah kuku dibersihkan dan di sterilisir. Siapkan juga silver nitrate atau ferric subsulfate yang dioleskan kepada kuku setelah selesai punktur.


Demikian tulisan ini saya akhiri dan memang saya tujukan untuk para doketr hewan (muda) yang selama ini memang lebih banyak bergaul dengan kucing, anjing, sapi, domba, ayam dan lain-lain dan "melupakan" burung, hehehe.


Salam sehat burung Indonesia.

Senin, 14 Juni 2010

Peserta kelas anis merah Lomba Papburi 13 Juni membeludak

Lomba burung gaya lesehan Papburi  Solo di Ndalem Ngabean, Baluwarti di lingkungan Kraton  Surakarta, lagi-lagi kebanjiran peserta untuk kelas anis merah. Akibatnya, pada lomba Minggu 13 Juni 2010, banyak  pendaftar yang terpaksa ditolak panitia mengingat keterbatasan waktu.


Kondisi ini memunculkan usulan untuk penambahan gantangan untuk sesi Q-maxs (non-kenari). "Ya, mudah-mudahan pada lomba berikutnya, kita sudah bisa merealisasikan hal tersebut," kata Ketua Papburi Solo, Puguh Laropstar, kepada Om Kicau via email tadi malam.


Kelas cucak hijau


Om Puguh mengakui tambahan kelas untuk  lomba kemarin sesuai bahwa hasil polling sebelumnya, yakni kelas ciblek, belum memenuhi target yang diharapkan. Namun hal itu tidak  menyurutkan semangat panitia untuk selalu merealisasikan hasil polling usulan tambahan kelas  di sesi Q-maxs.


Sementara hasil hasil polling kemarin menunjukkan animo besar para peserta agar panitia menambah kelas cucak hijau.


Hampir sama dengan lomba-lomba Paburi Solo sebelumnya, suasana lomba terasa menyejukkan karena digelar di pendopo bangunan lama di lingkungan keraton  Kasunanan Solo. Di tempat ini, kata Om Puguh, tersedia tempat parkir yang luas demi kenyamanan mobilitas peserta dan  panitia.


Tidak lupa pula Om Puguh mengingatkan bahwa di sana juga ada kantin Bu Anton yang selalu menyajikan menu khas pecel dan gado-gado. "Selalu laris manis," kata dia sembari menambahkan bahwa pada lomba kemarin, panitia  memberikian piagam bentuk baru untuk para pemenang.


Berikut ini gambar-gambar suasana lomba lesehan non-teriak ala Papburi yang berlangsung di Baluwarti:


[slideshow]

Berikut ini hasil lomba selengkapnya:

















































































































































































































































































































































































JUARA KONTES BURUNG  PAPBURI DAN Q-MAXS SOLO
MINGGU, 13 JUNI  2010
KACER CAMP. IMPORT
JUARANAMA BURUNGPEMILIKJUARANAMA BURUNGPEMILIK
1BEJOBEJO1PANJULP  WENAS
2PUTRA SOLOMIL-MIL2ANTITEROR 1BURWANTO
3METEORSARMIN3ANTITEROR 2BURWANTO
4X 3IWAN4NINJASUKAMTO
5SASASASA5WWWAWAN
6RAJA MANTRAEDO WS6Juara sampai 5BEJO
7SUPERMENFAJAR7KAYUN
8KACERAGUS8KRISANTO
9BANDUNG TORAJATOPA9KRISANTO
10RAJA TEGANANANG10ANAN
ANIS MERAHKENARI REGULER
JUARANAMA BURUNGPEMILIKJUARANAMA BURUNGPEMILIK
1BIRUL WALIDAINRAIHAN M1SUPERMAN2 DEWI
2HARIMURTIANDRI2LOH JINAWIAGUS
3SANTANAZAZA3SARI KUSUMANUR
4FABREGASDITAC JONBRIK4SARI KUSUMANUR
5ANGGODOGANDEN BRITAMA5MR BONP WENAS
6FLASDION6AVATARDR AGUS
7WALADUN SHOLEHRAIHAN M7RAJA IBLISMENDEM
8GARULANGITSAMSUDIN8MP 3AGUNG
9BAIDYRUDY9SARI KUSUMANUR
10PUMIGASIKRISWANTO1000
CIBLEKKENARI KALITAN
JUARANAMA BURUNGPEMILIKJUARANAMA BURUNGPEMILIK
1SIRKUITSENO1SUPERMAN2 DEWI
2DENSUS 88DONNY SLB2AROFAHSUSILO
3NINGRATWARTONO3YAKUZAJEFFRI
4BHS T D4BADUTIDHO
5LEBAYANTOK5SASTRORORY
6TOP SPEEDJEFFRY6CEBRETDANAR
7RONGGO LAWESUPARDI7JUNIORAGUS
8AGAGUNG8PETIRGEDS
9RAMBOARI9BABU ATIK
10HUNGHUNG210AMANAHSUSILO

Minggu, 13 Juni 2010

Cacing pun bisa sebabkan burung batuk, bersin, beringus, mata berair

Sering kali kita menemui  burung batuk-batuk, bersin, beringus dan matanya berair. Hal itu dikarenakan adanya gangguan pada saluran pernafasan.  Apa penyebabnya? Cacing, ternyata bisa menjadi penyebab gejala tersebut.


Okelah, mari kita kenali sejumlah jenis cacing yang biasa mengganggu kesehatan burung. Yang paling banyak dijumpai adalah cacing tenggorokan (Syngamus trachea), cacing rambut (Capillaria sp.), cacing gelang (Ascaridia sp.), dan cacing pita (Cestoda).


1) Cacing tenggorokan


Gejala: Burung tampak batuk-batuk, bersin, dan menggoyang-goyangkan kepala sambil menghilangkan lendir yang keluar dari lubang hidungnya.


Penyebab: Penyakit ini disebabkan parasit cacing tenggorokan. Cacing ini hidup di daerah tenggorokan yang dapat menyumbat saluran pernapasan sehingga dapat menyebabkan kematian.


2) Cacing rambut


Gejala: Tidak ada gejala yang khas. Gejala yang tampak hanyalah burung menderita diare. Namun, jika seekor burung terkena maka akan menjalar dengan cepat kepada seluruh penghuni sangkar tersebut sampai akhir-nya dapat mematikan seluruh isi sangkar tersebut.


Penyebab: Penyakit ini disebabkan oleh serangan cacing rambut. Infeksi cacing dapat melalui pakan, minuman, dan tanah yang tercemar oleh telur cacing. Di dalam tubuh inang, cacing hidup pada selaput mukosa usus yang menyerap sari makan melalui darah burung yang dihisapnya.


3) Cacing gelang


Gejala: Serangan cacing ini tidak menimbulkan gejala yang khas. Akibat serangan cacing ini dapat menimbulkan penyakit kurang darah (anemia) dan keracunannya pada burung inang oleh ekskresi buangan dari parasit. Demikian juga kebiasaan cacing ini menggerombol pada satu tempat dapat menyebabkan tersumbatnya usus sehingga berakibat burung inang mati.


Penyebab: Cacing gelang menjadi penyebab sakitnya burung-burung dari suku paruh bengkok, merpati, dan unggas.


Tanah yang terinfeksi cacing dapat dikeduk bagian atasnya kemudian diberikan kapur pertanian serta disemprot dengan larutan desinfektan, seperti FreshAves.


4) Cacing pita


Gejala: Cestodiosis dapat disebabkan oleh berbagai jenis cacing pita, se-perti Davainea proglottina, Raillietina sp., Amoebotaenia sphenoides, dan Choanotaenia infundibulum. Gejala umum yang tampak pada burung yang terserang cestodiosis adalah lesu, pucat, kurus, anoreksia (tidak mau makan), sedikit diare. Cestodiosis davainea dapat menye-babkan burung tampak selalu membuka paruhnya seperti kehausan, sedangkan cestodiosis raillietina dapat menyebabkan bulu burung men-jadi kasar.


Penyebab penyakit ini adalah cacing pita. Cacing pita yang terpendek adalah Davainea proglottina (0,5 mm—3 mm) dan yang terpanjang adalah Raillietina tetragona dan R. echinobothrida (25 cm).


Selain pengobatan terhadap cacing, upaya pencegahan juga perlu dilakukan. Hewan perantaranya yaitu lalat dan siput darat perlu dibasmi. Hewan ini dapat menularkan telur-telur cacing yang dimakan pada inangnya, yaitu unggas dan burung.


Bagaimana seharusnya Anda mengatasi cacing tersebut? Dan bagaimana pula hubungannya dengan penyakit lain?


Oke.... Om Kicau sudah melakukan update terhadap halaman PETA PENYAKIT BURUNG, secara lebih lengkap dan detail tentang penyakit burung.


Materi utama di halaman tersebut adalah:




  • CIRI-CIRI BURUNG SAKIT

  • PENGENALAN PENYAKIT MELALUI FACES, URINE DAN URET

  • PERTOLONGAN PERTAMA PADA BURUNG SAKIT

  • BAHAN DAN ALAT DALAM TINDAKAN PERTOLONGAN BESERTA FUNGSINYA

  • PENYAKIT BURUNG

  • JENIS-JENIS CACING PENGGANGGU BURUNG

  • PENCEGAHAN


Silakan meluncur ke halaman yang telah diupdate tersebut. Klik di sini.

Sabtu, 12 Juni 2010

Serba-serbi pakan burung

Pakan merupakan hal yang sangat vital untuk burung kita. Hal yang perlu diperhatikan adalah kecocokan antara pakan dengan jenis burung yang kita rawat. Berikut ini referensi tentang pakan burung yang semoga bisa menjadi acuan untuk penghobi burung.


Hal utama yang perlu diperhatikan dalam masalah pakan adalah bahwa pakan tersebut memenuhi kriteria "empat sehat lima sempurna". Pakan harus mengandung unsur-unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Jika semua unsur terpenuhi dan jumlahnya mencukupi maka kesehatan burung peliharaan itu dapat tetap terjaga. Selanjutnya dampak yang diharapkan yaitu burung mempunyai kicau yang merdu, bulu yang indah, dan perilaku yang lincah.


Berkaitan dengan hal itu, Om Kicau menyajikan halaman terbaru, yakni halaman tentang PAKAN BURUNG.


Menu utama di halaman tersebut antara lain adalah:


A. Unsur-unsur penting dalam pakan burung
B. Jumlah pakan yang tepat
C. Berbagai Jenis Pakan Burung
D. Tips-tips tentang pakan burung:
(1). Jenis-jenis cacing untuk pakan burung
(2) Agar rajin berkicau, stop pakan sebelum kenyang
(3) Melatih burung makan voer dan atau buah
(4) Memastikan burung kecukupan vitamin dan mineral
(5) Jenis pakan dan minuman agar merpati giring keket.



Silakan meluncur ke halaman tersebut. Klik saja ini: 
HALAMAN PAKAN BURUNG.


Salam, Om Kicau.


Menangkar murai batu "anti-teori" gaya Anton Madiun




[caption id="attachment_16452" align="alignleft" width="139" caption="Anton (Foto: Repro BnR)"][/caption]

Penangkaran murai batu milik Anton Rochasli dari Madiun, Jatim, tergolong anti-teori. Berdasar teori harus di tempat sepi, ini di tempat lalu-lalang manusia. Teorinya kandang harus lega (ukuran rata-rata 1,2X1,5meter tinggi 2 meter) ini sempit (80 X 90 cm tinggi 2 meter). Teorinya dalam kandang harus kena sinar matahari, ini gelap.


"Tapi anehnya, justru burung-burung ini sangat produktif sekali. Padahal anda tahu kalau suasananya bisa dikatakan tidak memenuhi syarat, sangat sempit dan terlalu bising. Bahkan hampir semua kandang tidak mendapat sinar matahari secara langsung," katanya sambil memperlihatkan kandang-kandang penangkaran yang ada di halaman depan rumahnya.


Seperti ditulis Tabloid BnR, dengan lokasi kandang seperti itu, setiap saat suasana kandang selalu ramai. Sebab, langsung berhadapan dengan jalan raya. Jika ada tamu, pasti melewati kandang. Bahkan, penghuni rumah setiap saat keluar-masuk rumah melewati halaman depan yang langsung berdekatan dengan kandang.


Bermodal ketekunan dan sedikit keberuntungan, penangkaran yang berawal dari sepasang indukan ini semakin lama semakin berkembang hingga akhirnya menjadi sepuluh pasang indukan. "Yang utama adalah mau bertanya kepada para ahlinya dan orang-orang yang berpengalaman. Dari bertanya tersebut semakin lama saya mulai memahami karakter penjodohan murai batu. Tentu saya gabungkan juga dengan pengalaman saya sendiri," ungkapnya.


Penangkaran yang dimulainya sejak tahun 2005 tersebut kini bisa dikatakan menjadi pionir dalam penangkaran murai batu di Madiun. "Padahal awal mulanya saya hanya iseng mengisi waktu luang saat masa persiapan pensiun.


'Saat itu saya berpikir, kalau saat pensiun tiba tentu hidup terasa menjemukan. Tidak ada kegiatan dan hanya mengandalkan gaji sebagai pensiunan. Dibayang-bayangi rasa seperti itu akhirnya saya mencoba menangkar murai batu peliharaan saya. Nggak tahunya sekarang malah seperti ini," katanya menceritakan saat pertama kali ; menangkar mufai batu.





[caption id="attachment_16453" align="alignleft" width="561" caption="Kandang penangkaran Rochasli (Foto: BnR)"][/caption]

Fungsi ngasin


Kakek bercucu empat ini membangun kandang penangkarannya hanya berukuran 80 cm x 90 cm dengan tinggi 2 meter. Bahan kandang terbuat dari kawat ram ukuran 1 cm dan besi siku. Antar kandang diberi sekat penutup terbuat dari karet talang yang berfungsi agar burung yang diletakkan dalam kandang berjejer tersebut tidak saling melihat. Alas kandang masih berupa tanah yang diberi pasir.


"Pemberian pasir dimaksudkan agar ngasin atau makan batu-batu kecil. Dan kadang burung bisa kipu di pasir-pasir tersebut," katanya beralasan.


Pemasaran lancar




[caption id="attachment_15904" align="alignleft" width="200" caption="BirdMineral, kunci sukses penangkaran bagi yang tidak sempat memberikan asinan untuk burung penangkaran..."][/caption]

Pakan dari burung-burung di penangkarannya adalah jangkrik, kroto dan ulat kandang. Voer tidak diberikan selain karena tidak pernah dimakan juga disebabkan kepercayaan bahwa burung dengan pakan alami dengan komposisi yang sesuai akan menghasilkan anakan yang lebih banyak dan lebih sehat.


"Pemberian pakan harus disesuaikan dengan kondisi burung, tidak bisa disamaratakan. Burung yang bertelor berbeda menu pakannya dengan burung saat belum bertelor," paparnya.


Pakan burung yang belum bertelor adalah kroto dua sendok, jangkrik 30 ekor pagi dan 10 ekor sore, ulat kandang dua sendok makan. Sedangkan saat bertelor kroto dihilangkan, jangkrik dikurangi menjadi 25 ekor dan ulat kandang tetap diberikan.


"Pengurangan pakan saat burung bertelor bertujuan untuk mengurangi birahi, karena jika burung birahi biasanya telor dibuang. Nah, saat burung menetas pakan ditambah menjadi dua kali lipatnya. Misalnya jangkrik menjadi 60 ekor, kroto full dan ulat kandang masih dikonsumsikan," terangnya.


Burung biasanya akan menetas setelah dierami selama dua minggu, kemudian akan dipanen setelah piyikan menginjak usia seminggu dan piyik sudah bisa diberi ring. Setelah pemanenan sang induk diberi pakan biasa, yaitu kroto dua sendok, jangkrik 30 ekor pagi dan 10 ekor sore serta ulat kandang dua sendok. Begitu seterusnya hingga saat indukan bertelor lagi. "Biasanya seminggu kemudian si betina sudah bertelor lagi dan tentu pakannya disesuaikan lagi," katanya.


Menurut Anton masa paling rawan adatah saat penyapihan piyikan dari sang induk hingga piyikan berumur sebulan, karena pada masa-masa itu sering terjadi kematian piyik. "Memang masa paling sulit adalah saat piyikan diambil dari induknya, apalagi jika cuaca dingin saat musim penghujan. Tapi setelah piyikan kita beri vitamin bayi dan diberi penghangat tingkat kematian sudah bisa dltekan," terangnya.


Cucakrowo cerah


Pada saat usia seperti ini makanan yang diberikan hanya berupa kroto segar. Pemberian jangkrik dilakukan setelah piyikan berumur sekitar duapuluh hari.


Dalam hal pemasaran, murai batu yang mengenakan ring Kiara tersebut tidak pernah mengalami kendala yang berarti. "Pemasarannya cukup bagus, bahkan saya sangat kewalahan melayani pesanan. Tapi berhubung jumlah kandang saya terbatas maka mampunya hanya seperti ini saja, karena hampir semua kandang sudah diinden," jelas Anton.


Kini setelah sukses menekuni penangkaran murai batu dia mencoba merambah cucakrowo. Menurutnya menangkar cucakrowo dari sisi bisnis memiliki prospek yang cukup bagus.


"Saya mencoba dua kandang dulu karena tempatnya memansj terbatas. Luas tanah rumah saya hanya berukuran 13 x 6 m2 rasanya kalau diisi burung terlalu banyak tidak bagus. Murai batunya saja sudah sepuluha pasang. Bagi saya yang terpenting .adalah di saat pensiun ini tidak dilanda kejenuhan. Dan lagi rejeki mengalir tambah lancar," ujarnya sambil tersenyum.


Gunakan ulat kandang


Kematian indukan bagi penangkar burung adalah momok yang ksangat menakutkan. Jika disuruh memilih antara kematian piyik dan kematian indukan mereka hampir sepakat memilih kematian piyikan. Hal ini merupakan pilihan yang wajar karena kematian indukan berarti pula adalah berhentinya proses produksi.


Hal demikian pernah dialami Anton saat dua tahun pertama menang-kar murai batu. Beberapa indukannya tiba-tiba terlihat kurang sehat, selang beberapa hari kemudian mati.


"Saya sempat kebingungan mengantisipasinya, padahal saya sudah menerapkan anjuran teman-teman penghobi dan penangkar. Mulai kebersihan dan kesegaran pakan, kebersihan kandang hingga pemberian vitamin. Tapi kematian indukan selalu saja terjadi. Kalau terjangkit virus kenapa piyikannya justru sehat dan tidak tertular dan indukan yang lain juga tidak tertular," katanya dengan penuh tanda tanya.


la kemudian menduga-duga, apakah karena faktor lingkungan yang mempengaruhinya? Dugaan tersebut muncul karena seluruh kandang yang dibangunnya tidak pernah terkena sinar matahari secara langsung. "Karena keterbatasan lahan mengakibatkan kandang penangkaran saya tidak bisa terkena sinar matahari langsung. Apa karena itu yang men-gakibatkan indukan-indukan tersebut cepat mati," sambungnya.


Hingga suatu saat Anton mendapat nasehat dari sesama penghobi yang menyarankan agar seluruh indukan diberi ulat kandang atau ada juga yang menyebut ulat balap karena jalannya yang cepat. Ternyata setelah saran tersebut diterapkan, terjadi perubahan yang cukup positif di penangkarannya.


"Jarang terjadi ada indukan yang sakit, kalau toh ada, indukan tersebut diberi antibiotik yang diteteskan di mulutnya. Selang sehari sang induk pasti sembuh. Bahkan hasil produksinyapun semakin meningkat," terang:nya mengenai khasiat ulat kandang.


Anton mengakui jika secara ilmiah dirinya belum mengetahui kaitan antara ulat kandang dan kesehatan indukan burung yang ditangkarkannya. Tapi dia sudah merasakan manfaat memberi pakan indukan murai batu-nya dengan ulat kandang.


"Semua indukan dalam setahun bisa berproduksi hingga sepuluh kali setelah saya beri konsumsi ulat kandang. Bahkan bila betina tidak ngurak dan pejantan ngurak, produksi tetap bisa berjalan. Tapi biasanya kalau ada salah satu yang ngurak, pasangannya akan saya gantikan dengan yang lain, karena saya selalu mempersiapkan pasangan pengganti untuk berjaga-jaga jika ada salah satu induk yang berhalangan," paparnya.


Salam sukses penangkaran burung Indonesia, Om Kicau.

Ragam penyakit burung dan pengobatannya - update terbaru

Berikut ini saya sajikan berbagai penyakit burung (versi lebih baru ketimbang yang tersaji di Peta Penyakit Burung).  Dari paparan berikut ini, akan sangat bijaksana bagi Anda untuk melakukan pencegahan daripada pengobatan.


Salam.








































































































































































































Penyakit burung dan pengobatannya
NoGejalaNama dan penyebabPencegahan dan Pengobatan
Penyakit karena kekurangan asupan pakan yang seimbang
1Pertumbuhan terhambat, rabun senja, mata menjadi sakit (xeropthalmia), kulit dan bulu menjadi kasar, gangguan reproduksi, persendian membengkak dan kaku. Jika kondisi parah akan timbul kebutaanAvitaminosis A/ Kekurangan vitamin APencegahan dan pengobatan: BirdVit
2Nafsu makan hilang; tubuh kurus, otot lemah, terjadi degenerative syarat tubuh, dan kelumpuhanPolyneuritis/

Kekurangan tiamin (Vitamin B1)
Pencegahan dan pengobatan: BirdVit

Burung terkena polyneuritis jangan diberi pakan mengandung thiaminase, seperti ikan mentah)
3Tumbuh lambat, terjadi sindrome curled toe paralysis (anak burung berjalan pada persendian tarsonuta tarsus dan jari-jarinya melekuk ke dalam), kelumpuhan kaki dan daya tetas telur menurun. Paralysis/

Kekurangan riboflavin (vitamin B2)
Pencegahan, pengobatan, pengendalian: 

= BirdVit

= Terapi BirdMineral
4Bulu rontok, pertumbuhan lambat, kulit bersisik dan daya tetas telur turun. Avitaminosis B5/

Kekurangan vitamin B5 (asam pantotenat).
Pencegahan, pengobatan, pemulihan: BirdVit dan terapi BirdSlim
5Pertumbuhan lambat, ada kutil di jari-jari dan kaki, gemetaran, gerakan badan tak terkoordinasi. Dermatitis/

Kekurangan B6 atau piridoksin.
Pencegahan,pengobatan, pemulihan: BirdVit dan terapi BirdSlim atau BirdMineral
6Gejala: Pertumbuhan lambat, pertumbuhan bulu jelek, daya tetas telur rendah.Avitaminosis B12/ Kekurangan vitamin B12Pencegahan, pengobatan pemulihan: BirdVit, BirdMineral dan BirdSlim
7Selaput lender mulut membengkak, berdarah dan luka-luka; tulang lemah; kapiler darah mudah pecah

Avitaminosis C/

Kekurangan Vit C
Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdSlim dan terapi BirdMIneral
8Tumbuh lambat; tulang kaki dan dada membengkak; paruh lunak dan kulit telur tipis. Rachitis/ Kekurangan vitamin D dan kalsiumPencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdSlim dan terapi BirdMIneral
9Tumbuh lambat; kegagalan reproduksi; gangguan jantung; tidak bias berjalan atau berdiri secara normal; lumpuh; alami enchephalomalica: penyakit dari otak yang menyebabkan burung berputar-putar ke belakang atau lari ke belakang, ke samping, atau berjungkir balik Perosis (Avitaminosis E)/

Kekurangan Tokoferol (Vitamin E)
Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdSlim dan terapi BirdMIneral
10Mudah terluka, alami pendarahan; pembuluh kapiler mudfah rusak dan/ atau pecah Hemorraghi/

Kurang vitamin K
Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdSlim dan terapi BirdMIneral
Penyakit karena defisiensi mineral
1Kelainan tulang; pembesaran persendian; kelumpuhan dan pelunakan tulang tuaDemineralisasi tulang/

Kekurangan Ca (Kalsium)
Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdSlim dan terapi BirdMIneral
2Timbul rachitis dan osteomalacia; pica atau kelainan nafsu makan, suka makan tanah, tulang atau kayu; kelemahan otot dan kekuan persendianKekurangan P/

Kekurangan P (phosphor)
Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdSlim dan terapi BirdMIneral
3Kejang-kejang; sempoyongan Tetany (Kekurangan Mg) / Kekurangan Mg (Magnesium)Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdSlim dan terapi BirdMIneral
4Tumbuh terganggu; lemah; mudah kena tetanus yang diikuti kematianDefisiensi K (Kalium)/

Kekurangan Kalium
Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdSlim dan terapi BirdMIneral
5Kekurangan NaCl (garam dapur)Penurunan berat badan akibat penurunan konsumsi makanan/

Kekurangan garam dapur
Memberikan garam dapur dalam bentuk batangan merupakan langkah tepat. Pemberian NaCl tidak lebih dari 2% dari total pakan.
Penyakit karena protozoa
Kotoran warna merah; diare berdarah yang berlanjut ke kematianKoksidiosis/ berak darah/

Disebabkan serangan Eimeria sp
Pencegahan: FreshAves

Pengobatan: BirdBlown
Penyakit karena bakteri
Kotoran putih seperti kapur. burung lesuPullorum/ berak kapur/

Bakteri Salmonella pullorum
Pengobatan: BirdBlown

Jaga kebersihan kandang dan peralatan dengan penyemprotan rutin tiap bulan dengan FreshAves
Kotoran encer tidak wajar; burung lesu, nyekukrukEnteritis/

Bakteri Salmonella pullorum dan Escherichia
Pengobatan: BirdBlown

Jaga kebersihan kandang dan peralatan dengan penyemprotan rutin tiap bulan dengan FreshAves
Penyakit karena virus
-Suhu naik; demam; nafsu makan turun;-lesu lemah; muncul gejala kena flu, ingus keluar dan bersin-bersinPsittacosis/ Virus Miyagawanella psittaciPencegahan:

= Penyemprotan rutin tiap bulan dengan FreshAves

= Tingkatkan daya tahan burung dengan BirdVit

=Pengobatan: BirdBlown, BirdPro (masih dalam penyiapan Om Kicau)
Nafsu makan turun;-lesu; juga muncul gejala kena flu, ingus keluar dan bersin-bersinSinusitis atau coryza/ Virus mycoplasma dan chlamydiaPencegahan:

= Penyemprotan rutin tiap bulan dengan FreshAves

= Tingkatkan daya tahan burung dengan BirdVit

=Pengobatan: BirdBlown dan BirdPro (masih dalam penyiapan Om Kicau)
Penyakit karena jamur
-Sulit bernafas; serak, suara bahkan sampai hilang, paruh membuka,- lemah, lesu

-nafsu makan turun;

-menjulurkan leher
Aspergilosis/Makanan dan tempat yang ditumbuhi aspergillus fumigatusPengobatan:  BirdBlown, BirdFresh, BirdTwitter

Pencegahan: Semprot bulanan dengan FreshAves.
-Lesu, bulu kusam, bagian mulut yang terinfeksi jika dibuka terdapat selaput berwarna putih kekuningan; sesak nafas.

-nafsu makan turun.
Makanan tercemar jamur Candida albicans. Jamur bisa menyebar sampai ke air sac (kantung udara).Pengobatan:  BirdBlown, BirdFresh, BirdTwitter

Pencegahan: Semprot bulanan dengan FreshAves.
Penyakit karena parasit
1- Bulu rusak;- Burung gelisah- Suka mematuki bulu sendiri- Kanibal sesamanya;

- Macet berkicau; -Berkicau tidak los suaranya
Ektoparasit (parasit yang menyerang dari luar)/

Bermacam jenis kutu dan tungau
Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

BirdBlown, BirdTwitter/

Pemulihan: BirdSlim dan terapi BirdMIneral
2.Lesu, nafsu makan turun, berat badan turun; bulu kusam’ bulu rontok belum waktunya Endoparasit (serangan dari dalam)/

Sejumlah jenis cacing
Pencegahan, Pengobatan dan pemulihan:

= AscariStop, BirdBlown, BirdTwitter

Pemulihan: BirdSlim dan terapi BirdMIneral
Penyakit karena stres
Stres sebenarnya bukan penyakit tetapi burung terlihat ketakutan, atau diam tak bergerak, tidak mau makan dsb Stes bisa disebabkan karena perkelahian, pengangkutan, penangkapan dll.Pengobatan dan pemulihan:

BirdVit, BirdTwitter, BirdMIneral

Jumat, 11 Juni 2010

New Release: Obat anti kerak kaki, kegemukan, sesak nafas, snot, diare, stress dan burung macet bunyi

Dengan senang hati Om Kicau mengabarkan, saat ini telah tersedia produk Om Kicau yang direkomendasikan oleh dokter hewan dengan nama, komposisi dan indikasi sebagai berikut:



1.     BirdCream (Anti Kerak dan Bengkak)



BirdCream adalah krim yang mengandung zat anti parasit dan bakteri khusus untuk menghilangkan kerak pada kaki burung akibat cascado dan scabies, mencegah infeksi pada luka baru, menyembuhkan luka lama, dan mengempiskan bengkak akibat terjadinya infeksi pada kaki, paruh atau bagian lain anggota tubuh burung.


Cara penggunaan: Oleskan pada kaki atau bagian lain tubuh burung yang luka atau bengkak dan kaki yang berkerak, sehari sekali selama 3-4 hari atau sesuai kebutuhan.


Harga Rp. 50.000 per tube 6 gram. Cara pemesanan lihat di sini.



2.     BirdBlown (Anti Snot dan Diare)


BirdBlown adalah anti parasit dalam bentuk powder untuk dijadikan larutan oral dengan fungsi menghilangkan sesak nafas pada burung, gejala snot (mata bengkak) dan gangguan pencernaan akibat airsac mite (kutu kantung udara) dan parasit lain serta bakteri yang menyerang saluran pernafasan dan/atau alat pencernaan burung.


Cara penggunaan: Masukkan 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes langsung ke paruh burung. Beriikan ke burung selama 3-4 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung.


Harga Rp. 75.000 per botol isi dalam bentuk powder untuk dilarutkan dalam aquades atau air matang dan bersih sebanyak 10 ml. Cara pemesanan lihat di sini.



3.     BirdSlim (Anti Kegemukan)



BirdSlim adalah larutan oral yang mengandung Carnitine HCL, Sorbitol, Magnesium Sulfat dan Extract Vegetable untuk memecah lemak pada burung yang kegemukan tetapi menjagi nafsu makan tetap terjaga, memperbaiki efisiensi pakan,  mengatasi stress karena temperature panas dan penyakit, penyedia energy, meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi, memperbaiki fungsi hati dan ginjal serta menjaga kondisi fit pada burung.


Cara penggunaan: Masukkan 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes langsung ke paruh burung. Beriikan ke burung selama 3-4 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung.


Harga Rp. 75.000 per botol isi 7,5 ml. Cara pemesanan lihat di sini.



4.     BirdTwitter


Larutan oral yang mengandung zat antiparasit baik ekstro maupun endo penyebab burung serak, sesak nafas dan macet bunyi.


Cara penggunaan: Masukkan 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes langsung ke paruh burung. Beriikan ke burung selama 3-4 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung.


Harga Rp. 75.000 per botol isi 10 ml. Cara pemesanan lihat di sini.



CARA PENGGUNAAN SECARA LEBIH JELAS AKAN DIBERIKAN DALAM BROSUR YANG DISERTAKAN DALAM PENGIRIMAN BARANG.DAN MELALUI SMS/TELEPUN JIKA DIPERLUKAN.

Selasa, 08 Juni 2010

Masa depan anis merah Bali


Oleh Ige.Kristianto dan Budi Prawoto 



Pengantar:


Informasi yang dirangkum dalam artikel ini merupakan hasil penelitian “Assessing the sustainability of harvesting of Orange-headed thrush chick on Bali” yang dilakukan penulis selama delapan bulan di Bali. Penelitian ini didanai oleh  RSGF (www.ruffordsmallgrants.org).



Dua dari tiga orang yang biasa membeli anakan anis merah langsung dari para petani di Bali mengaku bahwa jumlah anakan anis merah yang dipanen setiap tahun terus menurun!


Kemungkinan, salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat regenerasi indukan. Hanya sekitar tujuh sarang (6,67%) yang tidak terpanen dari setiap 100 sarang anakan anis merah yang dipanen. Sarang-sarang yang tidak terpanen inilah yang berpotensi menjadi indukan baru tahun berikutnya. Artinya, jika setiap tahun seharusnya ada 150 pasang indukan baru yang beranak-pinak, saat ini hanya ada 11 pasang indukan baru. Jika ini yang terjadi, wajar jika setiap tahun jumlah panen terus menurun dan harga bakalan anis merah terus naik.


Setiap tahun angka regenerasi indukan inipun masih dapat terus menurun, terutama akibat terus meningkatnya permintaan bakalan anis merah seiring dengan semakin maraknya lomba anis merah, terlebih dengan hadiah-hadian yang menggiurkan. Jika ini terjadi, maka tidak salah jika kita menunjukkan jari kepada para penyelenggara lomba sebagai penyebab kepunahan anis merah dari Bali!


Sebaliknya, para penghobi lomba burung juga tidak dapat serta-merta menyalahkan para penyelenggara lomba jika tiba-tiba muncul larangan lomba untuk anis merah, seperti yang pernah terjadi pada Decu, Anis kembang dan Branjangan.


Satu-satunya cara agar lomba anis merah dapat terus marak dan jumlah bakalan yang dapat kita beli juga terus meningkat adalah dengan pengembangan praktek penangkaran. Sayangnya, penangkaran juga dapat menyebabkan turunnya pendapatan para petani di Bali yang saat ini menggantungkan pendapatannya dari panen anis merah. Solusi bagi kontradiksi ini adalah pengembangan praktek penangkaran anis merah di alam.


Beberapa petani kopi di Bali saat ini telah mempraktekkan kegiatan penangkaran anis merah di alam. Hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan penyediaan materi sarang, penyediaan makanan, dan penjagaan sarang anis merah dari serangan pemangsa. Selain itu, kegiatan penangkaran di alam ini juga mendapatkan dukungan dari organisasi masyarakat adat yang cukup dipatuhi oleh masyarakat di Bali. Dukungan tersebut berupa penerapan denda yang cukup besar bagi para pencuri anakan anis merah.


Di Subak Abian Gunung Amerte misalnya, jika ada pencuri yang tertangkap basah mengambil satu sarang anis merah, maka ia akan dikenakan denda sebesar Rp.10.000,00 dikalikan total jumlah kepala keluarga anggota Subak Abian Gunung Amerte, yaitu sebanyak 166 KK, sehingga total dendanya adalah Rp 1.660.000,00.


Selain itu, si pencuri juga harus mengembalikan anakan anis merah yang ia curi dan meminta maaf dalam pertemuan yang dihadiri oleh seluruh anggota subak abian.


Kebiasaan anis merah di Bali


Praktek pemanenan anis merah yang mulai marak sejak sekitar sepuluh tahun yang lalu, telah mendorong masyarakat untuk terus mempelajari perilaku dan kebiasaan burung yang bersarang di kebun-kebun yang mereka kelola.


Beberapa petani tahu persis lokasi-lokasi yang disukai oleh anis merah untuk bersarang, makanan utamanya, dan hama-hama pemangsa anakan anis merah. Pengetahun inilah yang kemudian dikelola untuk mengembangkan praktek penangkaran di alam. Para petani akan mencangkul daerah disekitar sarang, dan menaburinya dengan kotoran kambing atau sapi untuk mengundang cacing sehingga induk anis merah dapat terus menghasilkan sarang antara dua sampai empat sarang selama musim penghujan.


Bahkan saat ini beberapa petani sudah menghentikan penggunaan pupuk buatan dan menggantinya dengan kotoran ayam, kambing, dan sapi untuk memupuk kebun kopi mereka. Pupuk kandang ini akan menjamin ketersediaan cacing yang lebih banyak, sehingga anis merah lebih betah tinggal di kebun kopi yang mereka kelola. Konsekuensinya, para petani harus bekerja lebih keras karena diperlukan tenaga lebih banyak untuk memupuk dengan pupuk kandang ketimbang dengan pupuk buatan.


Para petani juga akan memangkas perindang tanaman kopi menjelang musim penghujan sehingga pada saat hujan turun, tunas-tunas baru perindang tersebut dapat menjadi pelindung yang sesuai untuk sarang anis merah dari serangan predator.


Jika di areal kebun tidak terdapat bahan-bahan yang sering digunakan untuk bersarang oleh anis merah, maka mereka akan membuat sarang buatan bagi anis merah.


Dukungan penghobi


Meski demikian, para petani di Bali masih membutuhkan dukungan dan peran serta kita, terutama para penghobi pemelihara anis merah dan para penyelenggara lomba.  Kita tidak dapat memaksa mereka untuk menyisakan sebagaian sarang agar tidak dipanen karena itu berarti akan mengurangi pendapatan mereka.


Mestinya, kita juga harus membeli sarang-sarang yang tidak dipanen itu sehingga jumlah indukan anis merah tidak akan menurun setiap tahun. Di titik inilah diperlukan kerjasama yang baik antara kita sebagai penghobi pemelihara anis merah dan para penyelenggara lomba. Kita harus bekerjasama dengan baik untuk mendukung para petani penghasil anakan anis merah yang telah bekerja keras menghasilkan bakalan-bakalan yang saat ini kita pelihara dan kita lombakan !


Para penyelenggara lomba dapat mulai membatasi burung-burung yang dapat dilombakan hanyalah burung-burung yang diperoleh dari para petani yang bersedia menyisakan sebagian sarang di kebon mereka untuk menciptakan indukan baru.


Para pemelihara juga dapat mulai dengan hanya memelihara anis merah dari para petani yang tidak memanen semua sarang anis merah yang ada di kebun mereka. Tugas monitoring dan kontrol dapat kita percayakan pada salah satu lembaga yang dapat dipercaya oleh semua pelomba dan pemelihara burung;  semacam MUI yang kita percaya untuk memberi label halal pada setiap produk makanan yang kita konsumsi.


Jika langkah-langkah ini tidak segera kita ambil, maka beberapa tahun kedepan nasib anis merah akan sama dengan Decu, anis kembang, dan branjangan. Kita mesti ingat bahwa jika ini terjadi, bukan hanya kita yang merugi namun juga masyarakat para penangkar anis merah di alam pulau Dewata!


Penulis :


= Ige.Kristianto (Yayasan Kutilang Indonesia – www.kutilang.or.id)


= Budi Prawoto (GBB –www.galeriburungberkicau.blogspot.com)



LIHAT FOTO-FOTO PENANGKARAN HUTAN ANIS MERAH DI BALI, SILAKAN KLIK DI SINI..

Senin, 07 Juni 2010

Sepasang cucakrowo dengan jantan ropel itu mau dijual

Cerita berawal ketika  Om Arif Darma, Surabaya, sering kontak-kontak saya dan bertanya tentang anakan-anakan murai batu Hercules product-nya Lintang Songo BF dan juga anakan-anakan murai batu Alpacino.  Karena burung-burung produk Lintang Songo sudah tidak ada, akhirnya Om Arif memutuskan untuk mengambil burung-burung murai batu anakan dari penangkarannya Om Ghozze KM Solo, yakni anakan Sapu Jagat, dan anakan murai batu dari penangkarannya Om Danar (Pak Sutanto) Delanggu, Klaten, serta sepasang indukan dari penangkaran Bentang BF Sragen.





[caption id="attachment_16287" align="alignnone" width="263" caption="Pasangan cucakrowo Om Arif Darma"][/caption]

Untuk mengambil burung-burung itu Om Arif bilang bagaimana kalau sebagian uang pembelian dilakukan secara barter dengan sepasang cucakrowo yang dia beli dari penangkar Surabaya. "Suaranya ada yang bagus, sepertinya ropel. Dan sudah mengangkuti bakal sarang. Cuma saya pengin menangkar murai batu, jadinya mau saya lepas sepasang cucakrowo tersebut," katanya.


Setelah saya melihat videonya, saya mengatakan "Oke Om, begini saja. Nanti kalau ada yang berminat ambil cucakrowo, atau kalau saya ada dana sendiri, bolehlah cucakrowonya untuk tambahan barter dengan burung-burung murai tersebut."


Jadilah sepasang cucakrowo itu diangkut Om Arif ke Solo sembari mengambil murai batu.


Di rumah, cucakrowo tersebut selalu bunyi bersahut-sahutan seperti diperlihatkan dalam video Om Arif kepada saya. Namun saya tidak begitu jelas sebenarnya mana cucakrowo yang bersuara ropel, apakah jantannya atau betinanya. Saya kemudian mencoba  memisahkannya. Setelah sempat saya pisah, burung-burung itu sama-sama saling mencari pasangannya dan kurang rajin bunyi panjang.


Akhirnya keduanya saya campurkan lagi di kandang gantung. Setelah mapan, keduanya selalu rajin  bersahut-sahutan. Dan ternyata.... setelah saya perhatikan, yang bersuara ropel adalah yang jantan. Hanya saja karena yang betina selalu menyambar suara awal jantan dengan suara keras, suara si jantan yang ropel tertutup suara ikutan si betina yang memang panjang-panjang lagunya. Inilahnyang membuat saya pada awalnya menduga bahwa betinanya yang bersuara ropel.


Saya sangat berminat membayar pasangan cucakrowo ini, tetapi karena kondisi tidak memungkinkan dan pada satu sisi Om Arif tidak mau kepikiran terus selama CRnya belum laku, akhirnya Om Arif berpesan, "Jual saja lewat Omkicau.Com ya." Saya pun mengiyakannya.


Jadilah artikel ini saya tulis. Dan karena saya mengakui sebenarnya sepasang CR ini sudah di atas rata-rata ditilik dari "sisi penjodohan", yakni sudah saling bersahut dengan serasi ketika berbunyi, saya merasa sayang juga tidak bisa memilikinya.


Tetapi begitulah, maka CR ini memang akhirnya harus dilepas dengan penawaran melalui blog ini.


Untuk yang berminat melihat videonya, silakan dilihat  di sini: http://s57.photobucket.com/albums/g226/duto_foto/burung/Cucakrowo/?action=view&current=Cucak_rowo1.flv


Seperti kita dengar, ada suara tekukan ropel yang si jantan, tetapi selalu disambar suara betina yang terdengar sangat dominan. Dan selama ini, suara ropelan si jantan sudah terdengar semakin nyata di rumah saya, terutama ketika si jantan angkat suara tetapi si betina sedang makan pisang atau pepaya.


Sepasang CR ini ditawarkan ke Om Arif senilai harga belinya, yakni Rp 12,5 juta. Suatu harga yang relatif murah ditilik dari sisi suara dan "tingkat kejodohan" pasangan ini. Untuk Anda yang berminat, silakan kontak langsung Om Arif Darma, yang beralamat di Kertajaya VI/26 Surabaya. Atau bisa via telepun 03172797366 atau 0811336437 atau via akunnya di facebook yakni http://www.facebook.com/profile.php?id=1359764258.


Salam penangkaran burung Indonesia.

Beternak burung paruh bengkok lokalan ternyata mudah...




Beternak burung jenis paruh bengkok seperti kakatua, bayan atau nuri, ternyata tidak sesusah dibilang orang. Asalkan peternak memahami betul karakter burung tersebut, maka segalanya akan menjadi mudah. Seperti yang dilakukan PT Anak Burung Bali Tropikana (ABBT) yang beralamat d Jalan Dangin Puri Banjar Apuan Singapadu Gianyar Bali, ratusan jenis burung paruh bengkok dengan mudah dikembangbiakkan.

Seperti diberitakan Agrobis Burung edisi Minggu 1 Juni 2010, PT Bali Tropikana yang berdiri tahun 90-an telah berhasil menangkarkan berbagai jenis burung kakatua seperti kakatua hitam, alba, medium, molukan, laser, citron, sanguinea, dan govin, bayan sekitar 6 jenis dan nuri sekitar 60 jenis. Awalnya sasarannya pasar internasional, tetapi kini lebih memfokuskan ke pasar nasional.

Menurut Dewa Astawa, penanggung jawab penangkaran, beternak jenis paruh bengkok cukup sederhana asalkan memahami betul karakter burung tersebut. Seluruh binatang, kata Dewa Astawa punya naluri yang kuat untuk berbiak ketika sudah memasuki umur dewasa. Persoalannya adalah bagaimana membangkitkan naluri berbiaknya tersebut di dalam kandang?

Untuk itu, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi. Baik eksternal dan internal. Dari luar mesti dipersiapkan kandang yang ideal untuk indukan. Jenis kakatua biasanya menyukai kandang yang berukuran luas. Ukuran kandang kakatua raja diusahakan tidak lebih kecil dari luas 2x3x1,5 meter. Nuri bisa lebih kecil sedikit akan tetapi burung tidak boleh merasa tertekan.

Jenis paruh bengkok biasanya menyukai sarang yang gelap dan agak dalam. Untuk ilu diperlukan bahan dari kayu kelapa atau enau. "Diusahakan burung benar-benar nyaman di kandang." tambah Dewa yang meyakinkan kalau sudah nyaman ia akan terangsang untuk kawin. Kebersihan kandang juga penting agar terhiondar dari penyakit seperti penyemprotan desinfektan secara periodik.

Faktor makanan, katanya, juga berperan penting. Kecukupan pakan akan mendorong burung untuk berbiak. Jika burung tidak sehat maka otomatis naluri berbiaknya akan terhenti.

Untuk penangkaran juga perlu dipilih indukan yang sehat dan cukup umur. Misalnya dewasa mulai birahi umur 2,5 tahun sampai 3 tahun. Namun khusus kakatua raja, bisa mencapai 4 tahunan. Lebih baik kakatua mencari pasangan sendiri kemudian dipisahkan dari kumpulan indukan di sangkar kecil. Namun ketika dipasangkan di dalam sangkar, burung tersebut mesti diperhatikan beberapa jam karena ada kemungkinan bertengkar.

Cara lain untuk mempercepat penjodohan dengan jalan menyuntikkan obat anti stres agar burung lebih tenang. Jika sudah benar-benar jodoh, ditandai dengan bercumbu, barulah dipindahkan ke kandang penangkaran.

Pakan, tentukan produktivitas

Jenis paruh bengkok, kata Dewa Astawa, umumnya mengkonsumsi kacang-kacangan dan buah-bua-an. Makanan ini diberikan ada yang dalam bentuk yang sudah direbus dan masih kering (biji matahari, kenari seed dan millet). Pakan basah dan kering sebaiknya diberikan secara berdampingan.

Jenis kakatua doyan menyantap makanan basah dan kering. Sedangkan semua jenis nuri di Bali Tropikana yang terdapat 60 jenis di antaranya nuri kepala hitam yang laris diminati penghohi burung, justru hanya mengkonsumsi makanan yang dalam kondisi cair. Makanan nuri yakni berbagai jenis sayur yang berwarna hijau seperti bayam dan kangkung dan berbagai buah seperti pisang, pepaya, apel dan jeruk. Ada yang dipotong-potong kecil namun di Bali Tropikana lebih memilih diblender menyerupai jouce ditambah dengan gula jawa.

Semua burung yang ada di Bali Tropikana tidak mengonsumsi voer. Karena jika memberikan voer mesti agak hati-hati, tidak boleh berlebihan apalagi tersisa. Voor basah yang masih sisa di tempat atau di sekitar mulut sampai esok hari akan mudah dihinggapi bakteri yanii membuat burung menjadi sakit.

Halaman burung paruh bengkok

Sejalan dengan visi misi dari blog omkicau.com, dalam blog ini Om Kicau mencoba memaparkan aneka jenis burung paruh bengkok yang ada di Indonesia, khususnya burung paruh bengkok yang dilindungi.

Paparan itu bisa dilihat di halaman  terbaru OmKicau.Com yakni HALAMAN PARUH BENGKOK LANGKA.  Selamat menyimak.

Salam sukses penangkaran burung Indonesia.



Blacktroath itu datang juga akhirnya

Kamis (3 Juni 2010)  lalu saya di SMS oleh Om Ari Radja bahwa blacktroath (BT) yang selama ini ditunggu-tunggu kedatangannya dari Afrika dipastikan akan datang. Saat itu saya mengatakan "OK" nanti saya tunggu kepastiannya kalau sudah sampai di Solo.Jumat (4 Mei) sebenarnya saya mau main ke rumah Om Ari di Colomadu Karanganyar, sekitar 1 km dari rumah saya di Ngabeyan Kartasura, karena diberitahu kalau BT sudah ada di rumahnya. Namun rencana itu batal karena kebetulan ada teman datang.


Baru Minggu (6 Mei) saya sempat kontak lagi dengan Mas Ari yang pada siang harinya sudah sempat upload berita tentang BT itu di kicaumania.org.


Di forum finch dia menulis begini:


Para pecinta BT yang tercinta....,
Blackthroat asal Afrika yang sempat menjadi polemik dan diragukan keberadaannya, akhirnya tidak jadi membuat bete. Burung-burung mungil itu akhirnya mendarat juga di bumi nusantara setelah melalui proses perjalanan yang berliku. Kali ini, berita tentang kedatangan BT bukan lagi berdasar KATANYA, karena burung-burung sejak Sabtu lalu sudah berada di rumah saya, di sangkar-sangkar kecil yang memang saya persiapkan untuk itu.


Perjalanan BT memang panjang. Ketika mulai banyak yang meragukan keberadaannya, ternyata BT-BT itu ditampung penyalur di sebuah kebun binatang di Singapura. Sempat terhenti di sana karena istrinya meninggal dunia dan harus melalui masa berkabung selama 1 bulan. Masa berkabung usai, masalah lain muncul lagi: izin pengiriman dari Singapura ke Indo agak sulit. Akhirnya dicari jalan lain dengan mengirim terlebih dulu ke Taiwan baru ke Indo.


Mungkin perjalanan yang panjang itulah yang membuat para BT menjadi bete. Sampai di Solo, Sabtu siang, burung-burung nggak juga bunyi, mereka asyik makan dan minum, loncat sana loncat sini. Sorenya sudah ada pecinta BT yang datang ke rumah, lah saat itulah 10 ekor BT bunyi. Langsung 10 ekor itu diboyong ke rumahnya. Pagi tadi, datang lagi 2 pembeli yang mengambil 3 ekor. Praktis di rumah sekarang tinggal 27 ekor BT dan mulai bunyi. Itu sekadar kabar dari saya supaya pertanyaan seputar BT impor terjawab. Terima kasih.


Nah begitulah teman cerita tentang BT-BT Afrika yang sempat simpang siur.


Salam, Om Kicau.

Minggu, 06 Juni 2010

Burung betetku hehehehe...


Jumat (4/6) lalu iseng main ke pasar Depok Solo. Ngobrol sampai lama dengan Mas Rochmad penjaga  salah satu kios Karunia Sangkar yang ada di Solo, mulai dari soal trotolan anis kembang, anis merah, harga anakan murai batu trotolan sampai rencana kedatangan sekitar 10 ekor murai batu ekor panjang dari Sumatera Utara di kiosnya.

Ketika mau pulang, saya mampir di kiosnya Pak Panca. Cari-cari poster burung, ternyata tidak ada. Setelah puas ngobrol saya melangkah mau pulang, eh terlihat ada beberapa anakan burung betet di kiosnya Mbak Ika. Burung betet adalah burung paruh bengkok yang sudah lama saya pesan-pesan dari seeorang teman di Jogja tetapi belum ketemu juga.

Saya hampiri, dan kenalah 4 ekor anakan betet itu seharga Rp. 420.000. Saya bawa pulang dan saya beri nasi, makanan yang selama ini diberikan Mbak Ika untuk menyuapi betet. Lahap sekali mereka makan. Lalu pada giliran berikutnya, nasi saya beri BirdVit dan sedikit BirdMineral, ya pastilah agar sehat.

Kepada anak-anak di rumah, saya cerita. "Ketika kecil,  Bapak paling suka pelihara burung betet. Burung ini pengganggu tanama jagung para petani. Kalau datang berombongan, kadang sampai setengah petak jagung ludes digerogoti ujung batang buahnya."

"Bapak pernah pelihara anakan sampai bisa bersiul-siul. Kalau Bapak siul, dia akan terbang mendekat ke Bapak. Biasanya di tangan Bapak sudah pegang kacang godok. Betet Bapak paling suka dengan kacang godog hehehe..."

Ya, burung betet adalah hama tanaman jagung. Tetapi, ketika kini populasinya menipis, saya merasa kehilangan juga dengan burung yang sangat lucu dan suka sekali berakrab ria dengan manusia ini.

Betet yang saya beli dari Pasar Depok, menurut Mbak Ika penjualnya, dibeli dari petani di wilayah Pacitan. Memang, berbeda dengan betet yang biasa berkeliaran di ladang jagung ketika saya kecil dulu, betet lokal Pacitan ini lebih besar dibanding betet lokal di daerah Temanggung, tempat orang tua saya.

Tetapi tetap saja sama... sama-sama menyenangkan dan sama-sama bisa jinak dan menjadi teman bermain.

Saya suka dengan burung betet saya, hehehe....

Sabtu, 05 Juni 2010

Produsen sangkar menggeliat keras di tengah maraknya hobi kicauan

Maraknya kembali komunitas penghobi burung menjadi mata rantai menggeliatnya sektor industri pengrajin sangkar. Booming sangkar terutama sangkar-sangkar kelas menengah ke bawah semakin terasa sepanjang 6 bulan terakhir. Setidaknya ini yang dirasakan Mr Ebod produsen Ebod Jaya sangkar lokal dari Bandung kepada Agbrobis Burung.


Sementara menurut produsen sangkar yang mematen produknya dengan "kualitas berkelas", Moh Bashori Karunia Sangkar Jogja, konsumennya tidak dibedakan dalam kelas menengah atau kelas apapun. Sebab, pembelian sangkar burung akan ditentukan oleh kebutuhan burung itu sendiri yang sangat dipahami oleh penghobi.


Mr Ebod mengatakan permintaan pasar jauh lebih besar ketimbang suplai dari para pengrajin. “Permintaan pasar setiap bulan misal-nya hingga 750 unit sangkar, tapi suplai yang tersedia dari para pengrajin cuma 500 unit,” jelas pria yang menerima suplai sangkar mentahan dari industri pengrajin sangkar dari kawasan Limbangan Garut ini.


Ebod sendiri lebih fokus membidik pasar menengah ke bawah. Menurutnya dia lebih banyak diserap Jateng, Jatim, Bali, Kaltim, Bengkulu, Palembang, Pekan Baru.Pontianak, Pangkal Pinang dan Batam. “Jabodetabek sendiri hanya menyerap 10%,” ucap Ebod.


Manisnya bisnis sangkar juga dirasakan Sangkar Cibubur milik Arief, industry sangkar di kawasan BulakRantai Kramat Jati. Menurut dia tingginya permintaan akan sangkar seiring maraknya lomba dan mulai banyaknya penghobi pemula. Itu sebabnya, sama seperti Ebod Jaya pro-duk Sangkar Cibubur juga menyasar ke segmen menengah bawah.


Alasannya, pemain maupun penghobi burung justru lebih banyak di kelas tersebut. Dengan harga yang terjangkau, semua kalangan bisa menikmati hobinya. Lazimnya industri sangkar menengah ke bawah, harga yang dipatok mereka cukup beragam. Mulai dari yang termurah Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah. Bahan bakunya juga cukup beragam, mulai dari kayu hingga fiber.





[caption id="attachment_16088" align="alignleft" width="300" caption="Detail, salah satu perhatian produsen sangkar Karunia Sangkar Jogja."][/caption]

Sementara itu untuk Karunia Sangkar, Om Bashori mengatakan tidak hanya membuat sangkar berkualitas untuk tujuan lomba burung, tetapi juga menyediakan sangkar atau kandang harian, sekaligus kandang umbaran dan juga kandang untuk mandi burung yang biasa disebut karamba burung.


"Semua dibuat untuk penghobi yang memiliki cita rasa tinggi pada hobi burung, hobi kicauan," kata bos Karunia Sangkar yang beralamat website di sangkarburung.com ini.


Impor


Berbeda dengan dua produsen sangkar lokal yang ada.di Jabodetabek, lain halnya dengan ASRI Sangkar milik Hery IP dari Jakarta yang justru membidik kalangan menengah atas. Tengok saja harga-harga per unitnya bisa puluhan juta rupiah setiap bijinya.


Maklumlah, sangkar yang diimpor mentahan ini didatangkannya langsung dari cungkok atau China. Produk yang ditawarkannya juga memang berkelas dari hasil sentuhan para pengrajin ukir dari negeri tirai bambu tersebut. Mahalnya sangkar impor yang didatangkannya ini tak lain karena pengerjaannya yang memagn rumit.





[caption id="attachment_16089" align="alignleft" width="300" caption="Karunia Sangkar, kata empunya, selalu berusaha menjadi trend setter dan bukan follower"][/caption]

Seiring maraknya hobi burung, sangkar yang banyak beredar juga beragam motif dengan trend terkini. Yang lagi musim saat ini, untuk sangkar impor menurut Hery adalah model crown atau mahkota ukuran gede dengan motif ukiran tiga dimensi. Gambar yang dipesannya biasanya beripa binatang. Ini juga kerap disesuaikan dengan nama burung atau karakter jenis binatang yang diukirkan. Misalnya sangkar burung kuda lumping milik Deny Halim, dia memesan sangsar berukir motif gambar 8 kuda di bagian mahkota dan bawahnya. "Itupun harus pesan berbulan-bulan ke cungkok," terangnya.


Bahkan ada salah satu sangkar yang istimewa bermotif 250 ekor anjing milik tokoh penghobi burung lama di Jakarta. Untuk yang harganya tentu lebih mahal. Di kisaran Rp 17,5 juta per unitnya.


Untuk jenis warna yang masih trend sampai saat ini warna natural masih tetap digemari. Meskipuin sudah banyak juga pengguna sangkar impor dengan warna cat airbrush dengan motif ngejreng.


Kotak tanpa tiang cocok untuk anis
Jenis dan ukuran model sangkar memang disesuaikan dengan karakter maupun sifat burungnya. Untuk jenis anis merah misalnya, yang lazim saat ini banyak digunakan adalah jenis sangkar bulat baik lokal maupun impor. Alasannya lebih praktis dan sim-ple juga tampak manis untuk anis.


Namun, menurut Hery sangkar kotak juga sebenarnya bagus buat anis merah terutama sangkar kotak model t'anpa tiang. Jadi, modelnya kotak den-gan ukiran tetap di bawah maupun mahkotanya. Tapi sudut-sudutnya tidak menggunakan tiang. "Jenis model seperti ini banyak yang minat," ungkap Hery yang selain im'por sangkar dari cungko juga memproduksi sangkar lokal.


Untuk jenis sangkar seperti ini Hery membanderolnya lumayan mahal, bisa dikisaran Rp 4,5 juta per unitnya. Maklumlah, ukiran yang dibuatnya juga terbilang rumit dengan segala macam motif sesuai pesanan pemilik. "Sangkar kotak tanpa tiang enak dilihat buat anis, dalamnya lebih lapang disaat kerja di lapangan akan tampak jelas disaat burung sedang teller," ucapnya.


Model sesuai karakter burung


Model sangkar bulat atau kotak menjadi primadona bagi masing-mas-ing jenis burung. Khusus dikelas anis merah misalnya, dikuasai model-sangkar bulat. Selain secara fisik iebih ringan, sangkar bulat memiliki kelebi-han tersendiri, khususnya bagi kinerja burung di arena lomba. Yakni, dengan areal sekitar sangkar yang mel-ingkar, kerja burung jadi lebih leluasa dalam beraktifitas. Sehingga burung pun bisa lebih maksimal dalam berkreasi menunjukkan kualitas suaranya.


Bahkan, dibeberapa daerah kini sangkar bulat sudah mulai merambah kejenis lain, seperti cucak hijau, pen-tet dan kacer. Khusus untuk ketiga jenis burung ini, biasanya sang pemili-ki menyesuaikan dengan karakter burung. Makanya, penghobi yang menggunakan jenis sangkar bulat untuk cucak hijau dan kacer masih minim.


Di samping sesuai kebutuhan, penggunaan model sangkar bulat juga tergantung selera pemilik burung. Karena pada kenyataannya.
Untuk jenis burung cucak hijau, pen-tet dan kacer, model sangkar kotak ternyata masih mendominasi.


Bagi penggemar sangkar kotak, meski memiliki kekurangan yai'tu bobotnya lebih berat dari sangkar bulat, tapi memiliki kelebihan lebih praktis dalam penggunaannya. Yakni, pemilik burung tidak usah membuka jepitan untuk membersihkan kotoran.


"Makanya, tegantung selera. Sangkar bulat lebih ringan, karena . meski model hiasannya sama, tapi hanya terdapat dibadan saja. Sedangkan sangkar kotak, hiasannya selain dibawah juga didekat pintu dan atas, sehingga bobotnya lebih berat. Hanya ribetnya, pemilik burung harus membuka jepitan jika ingin member-sihkan tenpat kotoran," jelas Ebod.


Dalam segi manfaat, sangkar kotak lebih multiguna, karena bisa digunakan untuk banyak jenis burung. Di antaranya, cucak hijau, pentet, kacer dan kenari. Sedangkan sangkar bulat, sementara ini lebih didominasi jenis anis merah. Sehingga, khususnya bagi penghobi pemula yang kemampuatinya ter-batas, jika memiliki beberapa burung andalan dikelas cucak hijau, pentet, kacer atau kenari, cukup menggunakan satu atau dua sangkar kotak berkualitas


Trend sangkar


Bagi beberapa pemilik anis merah yang menggunakan sangkar bulat, untuk membuat penampilan berbeda dari lawan-lawannya, biasanya bagian hiasannya di-air bruss dengan warna-warna ngejreng. Selain lebih menon-jol dan menjadi perhatian, secara psikologis juga akan membuat lebih percaaya diri. Akibatnya, langkah ini pun mulai diikuti pemain-pemain pemula yang tak ingin ketinggalan trend, selain untuk mengimbangi fac-tor penampilan di arena lomba.


Untuk jenis kenari yang menggu-nakan sangkar kotak, corak air bruss sudah umum digunakan sejak bebera-• pa tahun lalu. Hanya saja, hingga saat ini belum ada inovasi dari pemain kenari yang mnggunakan sangkar bulat.


Sementara, untuk posisi tangkringan, saat ini sedang ngtrend model tangkringan tiang gawang, terutama untuk jenis anis merah dan muray batu. Penggunaan model tangkringan gawang ini diyakini bisa berpengaruh pada kinerja burung. Dengan dibatasinya ruang tangkringan burung, sehingga burung tidak akan banyak bergerak kesana kemari dan lebih banyak diam (nancep) mengeluarkan kualitas suaranya. (Om Kicau, sumber untuk Karunia Sangkar liputan sendiri. Sumber lain dari Agrobis Burung)


SEKILAS LAYANAN KARUNIA SANGKAR


1.PEMBUATAN SANGKAR:
- Ukir - Acrylic - Harian - Pengecatan air brush, natural, batik tulis
2. MENYEDIAKAN BERBAGAI MACAM OBAT & MAKANAN BURUNG IMPORT :
- Tonic - Marvel - Vitasol - Top Condition - Vitakraf - Cede - Song Plus - Power Canary - Proel Perontok Bulu Burung.
3. MENYEDIAKAN BERBAGAI MACAM ACCESORIES :
- Kunci Pintu Sangkar - Berbagai Jenis Gantangan - Berbagai Jenis Kerodong - Klem Sangkar - Guci - Cd Master Untuk Burung - Sonic Master - Macam-macam tangkringan
4. MELAYANI PEMBIATAN SANGKAR DENGAN DESAIN, UKURAN DAN MODEL SESUAI KEINGINAN PEMESAN :
- desain tidak berbau pornografi dan kurang sopan - lama pemesanan kurang lebih 1 sampai 2 bulan, tergantung tingkat kesulitan
5. LAIN - LAIN :
- melayani tukar tambah sangkar - melayani service atau renovasi sangkar (lama proses tergantung tingkat kesulitan) - melayani segala macam jasa yang berkaitan dengan hobby burung.


Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi sangkarburung.com.

Kamis, 03 Juni 2010

Tenggeran beramplas untuk merapikan kuku dan paruh burung

Beberapa pemula hobi burung kicauan sering mengeluhkan adanya kuku dan paruh burung yang terlalu cepat tumbuh namun tidak rapi bahkan runcing dengan risiko melukai burung itu sendiri.


Untuk burung yang relatif  cepat pertumbuhan kuku dan paruhnya, secara berkala kita harus memotongnya. Namun untuk mengurangi beban pekerjaan kita, bisa kita pasang tenggeran beramplas yang berfungsi memotong dan merapikan (juga menumpulkan) kuku kaki dan juga merapikan paruh. Berikut ini gambaran umum tenggeran beramplas:



Tenggeran seperti ini bisa dibeli di pasar burung atau di kios pakan/perlengkapan burung.


Semoga bermanfaat.

Salam sehat burung Indonesia, Om Kicau.

Rabu, 02 Juni 2010

Umbaran dan doping untuk burung lomba

Ada thread di kicaumania.org yang menggelitik saya untuk menulis lagi soal umbaran untuk burung lomba. Thread tersebut adalah tentang bagaimana membuat burung bisa bernyanyi 35 menit non-stop. Dan satu lagi, yang meski tidak berhubungan secara langsung adalah soal bagaimana membuat burung menjadi jawara.


Thread pertama ditulis oleh Om Cj (Yogi Suprayogi) dan satunya oleh Om ATM.


Pada thread tentang bagaimana burung bisa  bernyanyi non-stop 35 menit itu saya menulis perlunya stop umbaran dan stop kerodong-maniak sebagai berikut. (Sebaiknya baca dulu tulisan "8 dari 10 jawara tidak kenal umbaran" dan "Mengapa saya anti umbaran untuk burung lomba").


Percaya silakan tidak percaya ya mangga saja, namanya juga pendapat:


1. Jangan suka main umbaran. Nafas jadi kuat? Iya betul kali, tetapi Anda melombakan burung adalah melombakan suaranya. Bukan melombakan burung untuk berjumpalitan di sangkar karena terbiasa gerudak-geruduk di umbaran.




  • Burung yang diumbar (apalagi ekstrim) tidak rajin bunyi tetapi rajin "lari pagi".

  • Burung yang diumbar tidak pernah berlatih bunyi dalam waktu lama, tetapi mahir terbang dalam waktu lama.

  • Burung yang suka diumbar, sangat sensitif degan lambaian tangan. Ada tangan gerak sedikit saja, dia akan segera nabrak jeruji karena dia ingat sekali bahwa gerakan tangan majikan selama ini adalah pertanda agar dirinya terbang dari satu sisi sangkar umbaran ke sisi lainnya.

  • Burung umbaran tidak konsisten untuk mau nagen di satu tempat dan bernyanyi senyaring-nyaringnya.

  • Burung uimbaran = burung jelek; tidak akan pernah stabil dalam waktu lama (ya itu lagi-lagi menurut saya).


Contoh kasus: MB Alpacino Jr 1 dan Jr 6 yang terbiasa diumbar gerudak-geruduk oleh majikan lama (Mas Samino) terlalu banyak ulah kalau di arena lomba. Menjengkelkan. Alpacino Jr 5 yang sejak kecil di tempat saya kemudian ketika dioper ke Om Arief Sidoarjo tetap tanpa umbaran ("Saya manut Om Duto saja sejak dulu, bahkan kandang umbaran saya tidak punya," kata Om Arief) kalau di lapangan nyaris tidak pernah ngeruji. Nagen sepanjang waktu lomba/ latber, sampai para juri (khususnya di Latberan terakhir) bergerombol persis di bawah Alpacino Jr 5 mengagumi tembakan-tembakan dan tarian-di-tempat si Alpacino Siodarjo tersebut.


Itu adalah contoh kasus pada MB dari indukan yang sama, kualitas suara sama dan mental yang sama pula, tetapi dengan perlakuan yang berbeda. Karena itulah saya sudah berpesan dengan sangat kepada para majikan baru Alpacino 1 dan 6 untuk "STOP UMBARAN" dan memulai MB untuk berlatih bernyanyi dalam waktu lama dan bukan berlari-lari dalam waktu lama.


Contoh burung MB non-umbaran yang namanya sudah melejit dan selalu stabil di arena (kecuali masa mau masuk mabung atau baru saja mabung dan rekondisi belum full) adalah Suara Sakti. Tanya yang empunya, apakah Suara Sakti main umbaran?....


Nah ini memang khusus MB. Tetapi bagaimana burung lain? Hampir sama... Saya belum pernah mendengar jawara-jawara anis merah yang bisa turun di 4 sampai 5 kelas pada satu kali lomba tetap fit adalah hasil umbaran.


MB atau AM yang tahan banting bisa bernyanyi lama di arena adalah mereka yang biasa bernyanyi lama di rumah, bukan beterbangan lama di umbaran.


Kita melatih burung untuk bernyanyi, sebagai penyanyi, bukan sebagai petinju yang harus tajam jab-nya dan cepat langkahnya. Kalau petinju dilatih bernyanyi juga pasti fatal akibatnya. Pas bertinju dia membuka mulut untuk bernyanyi, pasti langsung rontok semua giginya ketika diterjang upper-cut lawan. Nggak percaya? Coba tanya Chris Jhon, hehehe...


2. Jangan kerodong-maniak.


Jika tidak ada keperluan untuk mengistirahatkan burung agar fit pada masa-masa menjelang lomba, atau melindungi dari terpaan angin malam hari, atau serangan rombongan nyamuk, burung tidak perlu main kerodong.


Kerodong cenderung membuat burung membisu dan karenanya tidak berlatih untuk selalu bernyanyi sepanjang hari. Para kerodong-maniak adalah pelatih burung untuk suka tidur.... Logikanya sama dengan main umbaran... bedanya, yang satu melatih burung jadi petinju, satunya melatih burung jadi pemalas.


DOPING UNTUK BURUNG


Pada thread ini saya menulis tentang "doping" begini:


Kalau ada yang penasaran, saya ada saran yang rada-rada menjerumuskan nih...  pakai doping saja agar burung jadi jawara. Nama tabletnya ******, produk dari ****farm Australia yang biasa untuk kuda, sapi dan merpati balap serta ayam aduan. Isinya, antara lain adalah steroid anabolik. (Titik-titik memang sengaja tidak saya tulis di sana).


Apa itu steroid anabolik?
Secara alamiah, steroid anabolik di dalam hewan atau juga manusia adalah apa yang biasa kita sebut testosteron (jantan dan betina sama-sama memproduksi ini, tetapi untuk jantan 20 kali lebih besar ketimbang betina).
Secara alamiah (mirip pada manusia) testosteron:




  • - menyebabkan "pecahnya" suara burung dan menyebabkan suara burung jantan menjadi dalam sekaligus melengking dan nyaring. Testosteron ini biasnya lebih banyak diproduksi ketika burung sudah beranjak dewasa (akil balik pada manusia).

  • - bertanggungjawab terhadap pembentukan warna jelas pada bulu, memaksimalkan pertumbuhan bulu, atau juga taji pada ayam dsb.

  • - membentuk dan memelihara struktur tulang

  • - membantu pembentukan sel-sel darah merah

  • - membentuk dan memelihara otot-otot

  • - mempertahankan daya juang, konsentrasi, keseimbangan mental, dan secara psikologis mempengaruhi mood (suasana hati) burung

  • - penentu bentuk sempurna tubuh/body burung.

  • - pemain utama pengatur hasrat dan fungsi seksual burung.


Testis sebagai penghasil testosteron pada burung jantan tidak selalu bisa memproduksi testosteron secara maksimal. Nah, oleh karena itulah agar burung bisa kerja maksimal pada waktu yang kita inginkan, kita beri dia steroid anabolik dari luar. Maka disuapilah si burung mak cup... cup.. cup atau disuntik mak juss... dengan steroid anabolik.


Nah karena pekerjaan pemberian testosteron pada hewan adalah tugas dokter hewan, maka untuk mengetahui rahasia yang tepat pemberian testosteron pada burung ya tanya saja ke dokter hewan. Kalau saya memberi resep di sini, pastilah saya akan disebut dokter hewan gadungan.


Yang jelas, kesalahan pada pemberian steroid anabolik akan berakibat fatal pada burung. Ya burung bisa tewas seketika ataupun perlahan-lahan setelah melalui masa ketergantungan yang panjang. Oleh karena itu saran saya pacu saja produksi testosteron alamiah di dalam tubuh burung dengan nutrisi dan sejumlah vitamin serta mnieral yang terukur secara tepat.


Untuk pemberian vitamin, mineral dan sebagainya itupun ada rahasia yang perlu Anda ketahui. Salah satu contoh misal adalah bahwa segala jenis vitamin D tidak akan pernah bisa diserap/diproses oleh metabolisme burung kecuali vitamin D3.


Sebenarnya masih ada tahasia lainnya soal memacu produktivitas testosteron melalui asupan makanan, tetapi ya mohon maaf, karena saya adalah bakul obat, tentunya itu merupakan rahasia dagang. Kalau dibuka semuanya, kan obat saya nggak laku... hwakakaka....


Nah itu teman-teman sedikit sharing atas pendapat saya pada forum kicaumania.org. Kalau belum gabung, silakan gabung.


Salam, Om Kicau