Hasil Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Inilah hasilnya.

Perlu catatan harian penangkaran

Penjodohannya pun tidak mudah, sebab membedakan jantan betina pun tidak gampang. Butuh pengalaman dan kepekaan untuk memastikan jenis kelamin. Banyak sekali kasus breeder pemula gagal.

Kendala selalu ada, tetapi bisa diatasi

Penelurusan ke sejumlah breeder cucakrawa, disebutkan bahwa kendala yang harus dihadapi sesungguhnya cukup banyak. Namun kendala-kendala ini ternyata tidak pernah menyurutkan para breeder, karena biasa diatasi.

Cucakrowo perlu ketenangan dan multivitamin

Meski ada pemodal kelimpungan ketika ikut-ikutan mencoba beternak cucakrowo namun ada saja breeder yang tersenyum lantaran modal yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya berlipat-lipat.

Harga burung saat ini

Harga burung di wilayah Solo dan sekitarnya (Soloraya) pada pertengahan Maret 2012 menunjukkan beberapa kenaikan yang signifikan. Seperti apa?

Selasa, 08 Juni 2010

Masa depan anis merah Bali


Oleh Ige.Kristianto dan Budi Prawoto 



Pengantar:


Informasi yang dirangkum dalam artikel ini merupakan hasil penelitian “Assessing the sustainability of harvesting of Orange-headed thrush chick on Bali” yang dilakukan penulis selama delapan bulan di Bali. Penelitian ini didanai oleh  RSGF (www.ruffordsmallgrants.org).



Dua dari tiga orang yang biasa membeli anakan anis merah langsung dari para petani di Bali mengaku bahwa jumlah anakan anis merah yang dipanen setiap tahun terus menurun!


Kemungkinan, salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat regenerasi indukan. Hanya sekitar tujuh sarang (6,67%) yang tidak terpanen dari setiap 100 sarang anakan anis merah yang dipanen. Sarang-sarang yang tidak terpanen inilah yang berpotensi menjadi indukan baru tahun berikutnya. Artinya, jika setiap tahun seharusnya ada 150 pasang indukan baru yang beranak-pinak, saat ini hanya ada 11 pasang indukan baru. Jika ini yang terjadi, wajar jika setiap tahun jumlah panen terus menurun dan harga bakalan anis merah terus naik.


Setiap tahun angka regenerasi indukan inipun masih dapat terus menurun, terutama akibat terus meningkatnya permintaan bakalan anis merah seiring dengan semakin maraknya lomba anis merah, terlebih dengan hadiah-hadian yang menggiurkan. Jika ini terjadi, maka tidak salah jika kita menunjukkan jari kepada para penyelenggara lomba sebagai penyebab kepunahan anis merah dari Bali!


Sebaliknya, para penghobi lomba burung juga tidak dapat serta-merta menyalahkan para penyelenggara lomba jika tiba-tiba muncul larangan lomba untuk anis merah, seperti yang pernah terjadi pada Decu, Anis kembang dan Branjangan.


Satu-satunya cara agar lomba anis merah dapat terus marak dan jumlah bakalan yang dapat kita beli juga terus meningkat adalah dengan pengembangan praktek penangkaran. Sayangnya, penangkaran juga dapat menyebabkan turunnya pendapatan para petani di Bali yang saat ini menggantungkan pendapatannya dari panen anis merah. Solusi bagi kontradiksi ini adalah pengembangan praktek penangkaran anis merah di alam.


Beberapa petani kopi di Bali saat ini telah mempraktekkan kegiatan penangkaran anis merah di alam. Hal ini dapat dilihat dari adanya kegiatan penyediaan materi sarang, penyediaan makanan, dan penjagaan sarang anis merah dari serangan pemangsa. Selain itu, kegiatan penangkaran di alam ini juga mendapatkan dukungan dari organisasi masyarakat adat yang cukup dipatuhi oleh masyarakat di Bali. Dukungan tersebut berupa penerapan denda yang cukup besar bagi para pencuri anakan anis merah.


Di Subak Abian Gunung Amerte misalnya, jika ada pencuri yang tertangkap basah mengambil satu sarang anis merah, maka ia akan dikenakan denda sebesar Rp.10.000,00 dikalikan total jumlah kepala keluarga anggota Subak Abian Gunung Amerte, yaitu sebanyak 166 KK, sehingga total dendanya adalah Rp 1.660.000,00.


Selain itu, si pencuri juga harus mengembalikan anakan anis merah yang ia curi dan meminta maaf dalam pertemuan yang dihadiri oleh seluruh anggota subak abian.


Kebiasaan anis merah di Bali


Praktek pemanenan anis merah yang mulai marak sejak sekitar sepuluh tahun yang lalu, telah mendorong masyarakat untuk terus mempelajari perilaku dan kebiasaan burung yang bersarang di kebun-kebun yang mereka kelola.


Beberapa petani tahu persis lokasi-lokasi yang disukai oleh anis merah untuk bersarang, makanan utamanya, dan hama-hama pemangsa anakan anis merah. Pengetahun inilah yang kemudian dikelola untuk mengembangkan praktek penangkaran di alam. Para petani akan mencangkul daerah disekitar sarang, dan menaburinya dengan kotoran kambing atau sapi untuk mengundang cacing sehingga induk anis merah dapat terus menghasilkan sarang antara dua sampai empat sarang selama musim penghujan.


Bahkan saat ini beberapa petani sudah menghentikan penggunaan pupuk buatan dan menggantinya dengan kotoran ayam, kambing, dan sapi untuk memupuk kebun kopi mereka. Pupuk kandang ini akan menjamin ketersediaan cacing yang lebih banyak, sehingga anis merah lebih betah tinggal di kebun kopi yang mereka kelola. Konsekuensinya, para petani harus bekerja lebih keras karena diperlukan tenaga lebih banyak untuk memupuk dengan pupuk kandang ketimbang dengan pupuk buatan.


Para petani juga akan memangkas perindang tanaman kopi menjelang musim penghujan sehingga pada saat hujan turun, tunas-tunas baru perindang tersebut dapat menjadi pelindung yang sesuai untuk sarang anis merah dari serangan predator.


Jika di areal kebun tidak terdapat bahan-bahan yang sering digunakan untuk bersarang oleh anis merah, maka mereka akan membuat sarang buatan bagi anis merah.


Dukungan penghobi


Meski demikian, para petani di Bali masih membutuhkan dukungan dan peran serta kita, terutama para penghobi pemelihara anis merah dan para penyelenggara lomba.  Kita tidak dapat memaksa mereka untuk menyisakan sebagaian sarang agar tidak dipanen karena itu berarti akan mengurangi pendapatan mereka.


Mestinya, kita juga harus membeli sarang-sarang yang tidak dipanen itu sehingga jumlah indukan anis merah tidak akan menurun setiap tahun. Di titik inilah diperlukan kerjasama yang baik antara kita sebagai penghobi pemelihara anis merah dan para penyelenggara lomba. Kita harus bekerjasama dengan baik untuk mendukung para petani penghasil anakan anis merah yang telah bekerja keras menghasilkan bakalan-bakalan yang saat ini kita pelihara dan kita lombakan !


Para penyelenggara lomba dapat mulai membatasi burung-burung yang dapat dilombakan hanyalah burung-burung yang diperoleh dari para petani yang bersedia menyisakan sebagian sarang di kebon mereka untuk menciptakan indukan baru.


Para pemelihara juga dapat mulai dengan hanya memelihara anis merah dari para petani yang tidak memanen semua sarang anis merah yang ada di kebun mereka. Tugas monitoring dan kontrol dapat kita percayakan pada salah satu lembaga yang dapat dipercaya oleh semua pelomba dan pemelihara burung;  semacam MUI yang kita percaya untuk memberi label halal pada setiap produk makanan yang kita konsumsi.


Jika langkah-langkah ini tidak segera kita ambil, maka beberapa tahun kedepan nasib anis merah akan sama dengan Decu, anis kembang, dan branjangan. Kita mesti ingat bahwa jika ini terjadi, bukan hanya kita yang merugi namun juga masyarakat para penangkar anis merah di alam pulau Dewata!


Penulis :


= Ige.Kristianto (Yayasan Kutilang Indonesia – www.kutilang.or.id)


= Budi Prawoto (GBB –www.galeriburungberkicau.blogspot.com)



LIHAT FOTO-FOTO PENANGKARAN HUTAN ANIS MERAH DI BALI, SILAKAN KLIK DI SINI..

Senin, 07 Juni 2010

Sepasang cucakrowo dengan jantan ropel itu mau dijual

Cerita berawal ketika  Om Arif Darma, Surabaya, sering kontak-kontak saya dan bertanya tentang anakan-anakan murai batu Hercules product-nya Lintang Songo BF dan juga anakan-anakan murai batu Alpacino.  Karena burung-burung produk Lintang Songo sudah tidak ada, akhirnya Om Arif memutuskan untuk mengambil burung-burung murai batu anakan dari penangkarannya Om Ghozze KM Solo, yakni anakan Sapu Jagat, dan anakan murai batu dari penangkarannya Om Danar (Pak Sutanto) Delanggu, Klaten, serta sepasang indukan dari penangkaran Bentang BF Sragen.





[caption id="attachment_16287" align="alignnone" width="263" caption="Pasangan cucakrowo Om Arif Darma"][/caption]

Untuk mengambil burung-burung itu Om Arif bilang bagaimana kalau sebagian uang pembelian dilakukan secara barter dengan sepasang cucakrowo yang dia beli dari penangkar Surabaya. "Suaranya ada yang bagus, sepertinya ropel. Dan sudah mengangkuti bakal sarang. Cuma saya pengin menangkar murai batu, jadinya mau saya lepas sepasang cucakrowo tersebut," katanya.


Setelah saya melihat videonya, saya mengatakan "Oke Om, begini saja. Nanti kalau ada yang berminat ambil cucakrowo, atau kalau saya ada dana sendiri, bolehlah cucakrowonya untuk tambahan barter dengan burung-burung murai tersebut."


Jadilah sepasang cucakrowo itu diangkut Om Arif ke Solo sembari mengambil murai batu.


Di rumah, cucakrowo tersebut selalu bunyi bersahut-sahutan seperti diperlihatkan dalam video Om Arif kepada saya. Namun saya tidak begitu jelas sebenarnya mana cucakrowo yang bersuara ropel, apakah jantannya atau betinanya. Saya kemudian mencoba  memisahkannya. Setelah sempat saya pisah, burung-burung itu sama-sama saling mencari pasangannya dan kurang rajin bunyi panjang.


Akhirnya keduanya saya campurkan lagi di kandang gantung. Setelah mapan, keduanya selalu rajin  bersahut-sahutan. Dan ternyata.... setelah saya perhatikan, yang bersuara ropel adalah yang jantan. Hanya saja karena yang betina selalu menyambar suara awal jantan dengan suara keras, suara si jantan yang ropel tertutup suara ikutan si betina yang memang panjang-panjang lagunya. Inilahnyang membuat saya pada awalnya menduga bahwa betinanya yang bersuara ropel.


Saya sangat berminat membayar pasangan cucakrowo ini, tetapi karena kondisi tidak memungkinkan dan pada satu sisi Om Arif tidak mau kepikiran terus selama CRnya belum laku, akhirnya Om Arif berpesan, "Jual saja lewat Omkicau.Com ya." Saya pun mengiyakannya.


Jadilah artikel ini saya tulis. Dan karena saya mengakui sebenarnya sepasang CR ini sudah di atas rata-rata ditilik dari "sisi penjodohan", yakni sudah saling bersahut dengan serasi ketika berbunyi, saya merasa sayang juga tidak bisa memilikinya.


Tetapi begitulah, maka CR ini memang akhirnya harus dilepas dengan penawaran melalui blog ini.


Untuk yang berminat melihat videonya, silakan dilihat  di sini: http://s57.photobucket.com/albums/g226/duto_foto/burung/Cucakrowo/?action=view&current=Cucak_rowo1.flv


Seperti kita dengar, ada suara tekukan ropel yang si jantan, tetapi selalu disambar suara betina yang terdengar sangat dominan. Dan selama ini, suara ropelan si jantan sudah terdengar semakin nyata di rumah saya, terutama ketika si jantan angkat suara tetapi si betina sedang makan pisang atau pepaya.


Sepasang CR ini ditawarkan ke Om Arif senilai harga belinya, yakni Rp 12,5 juta. Suatu harga yang relatif murah ditilik dari sisi suara dan "tingkat kejodohan" pasangan ini. Untuk Anda yang berminat, silakan kontak langsung Om Arif Darma, yang beralamat di Kertajaya VI/26 Surabaya. Atau bisa via telepun 03172797366 atau 0811336437 atau via akunnya di facebook yakni http://www.facebook.com/profile.php?id=1359764258.


Salam penangkaran burung Indonesia.

Beternak burung paruh bengkok lokalan ternyata mudah...




Beternak burung jenis paruh bengkok seperti kakatua, bayan atau nuri, ternyata tidak sesusah dibilang orang. Asalkan peternak memahami betul karakter burung tersebut, maka segalanya akan menjadi mudah. Seperti yang dilakukan PT Anak Burung Bali Tropikana (ABBT) yang beralamat d Jalan Dangin Puri Banjar Apuan Singapadu Gianyar Bali, ratusan jenis burung paruh bengkok dengan mudah dikembangbiakkan.

Seperti diberitakan Agrobis Burung edisi Minggu 1 Juni 2010, PT Bali Tropikana yang berdiri tahun 90-an telah berhasil menangkarkan berbagai jenis burung kakatua seperti kakatua hitam, alba, medium, molukan, laser, citron, sanguinea, dan govin, bayan sekitar 6 jenis dan nuri sekitar 60 jenis. Awalnya sasarannya pasar internasional, tetapi kini lebih memfokuskan ke pasar nasional.

Menurut Dewa Astawa, penanggung jawab penangkaran, beternak jenis paruh bengkok cukup sederhana asalkan memahami betul karakter burung tersebut. Seluruh binatang, kata Dewa Astawa punya naluri yang kuat untuk berbiak ketika sudah memasuki umur dewasa. Persoalannya adalah bagaimana membangkitkan naluri berbiaknya tersebut di dalam kandang?

Untuk itu, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi. Baik eksternal dan internal. Dari luar mesti dipersiapkan kandang yang ideal untuk indukan. Jenis kakatua biasanya menyukai kandang yang berukuran luas. Ukuran kandang kakatua raja diusahakan tidak lebih kecil dari luas 2x3x1,5 meter. Nuri bisa lebih kecil sedikit akan tetapi burung tidak boleh merasa tertekan.

Jenis paruh bengkok biasanya menyukai sarang yang gelap dan agak dalam. Untuk ilu diperlukan bahan dari kayu kelapa atau enau. "Diusahakan burung benar-benar nyaman di kandang." tambah Dewa yang meyakinkan kalau sudah nyaman ia akan terangsang untuk kawin. Kebersihan kandang juga penting agar terhiondar dari penyakit seperti penyemprotan desinfektan secara periodik.

Faktor makanan, katanya, juga berperan penting. Kecukupan pakan akan mendorong burung untuk berbiak. Jika burung tidak sehat maka otomatis naluri berbiaknya akan terhenti.

Untuk penangkaran juga perlu dipilih indukan yang sehat dan cukup umur. Misalnya dewasa mulai birahi umur 2,5 tahun sampai 3 tahun. Namun khusus kakatua raja, bisa mencapai 4 tahunan. Lebih baik kakatua mencari pasangan sendiri kemudian dipisahkan dari kumpulan indukan di sangkar kecil. Namun ketika dipasangkan di dalam sangkar, burung tersebut mesti diperhatikan beberapa jam karena ada kemungkinan bertengkar.

Cara lain untuk mempercepat penjodohan dengan jalan menyuntikkan obat anti stres agar burung lebih tenang. Jika sudah benar-benar jodoh, ditandai dengan bercumbu, barulah dipindahkan ke kandang penangkaran.

Pakan, tentukan produktivitas

Jenis paruh bengkok, kata Dewa Astawa, umumnya mengkonsumsi kacang-kacangan dan buah-bua-an. Makanan ini diberikan ada yang dalam bentuk yang sudah direbus dan masih kering (biji matahari, kenari seed dan millet). Pakan basah dan kering sebaiknya diberikan secara berdampingan.

Jenis kakatua doyan menyantap makanan basah dan kering. Sedangkan semua jenis nuri di Bali Tropikana yang terdapat 60 jenis di antaranya nuri kepala hitam yang laris diminati penghohi burung, justru hanya mengkonsumsi makanan yang dalam kondisi cair. Makanan nuri yakni berbagai jenis sayur yang berwarna hijau seperti bayam dan kangkung dan berbagai buah seperti pisang, pepaya, apel dan jeruk. Ada yang dipotong-potong kecil namun di Bali Tropikana lebih memilih diblender menyerupai jouce ditambah dengan gula jawa.

Semua burung yang ada di Bali Tropikana tidak mengonsumsi voer. Karena jika memberikan voer mesti agak hati-hati, tidak boleh berlebihan apalagi tersisa. Voor basah yang masih sisa di tempat atau di sekitar mulut sampai esok hari akan mudah dihinggapi bakteri yanii membuat burung menjadi sakit.

Halaman burung paruh bengkok

Sejalan dengan visi misi dari blog omkicau.com, dalam blog ini Om Kicau mencoba memaparkan aneka jenis burung paruh bengkok yang ada di Indonesia, khususnya burung paruh bengkok yang dilindungi.

Paparan itu bisa dilihat di halaman  terbaru OmKicau.Com yakni HALAMAN PARUH BENGKOK LANGKA.  Selamat menyimak.

Salam sukses penangkaran burung Indonesia.



Blacktroath itu datang juga akhirnya

Kamis (3 Juni 2010)  lalu saya di SMS oleh Om Ari Radja bahwa blacktroath (BT) yang selama ini ditunggu-tunggu kedatangannya dari Afrika dipastikan akan datang. Saat itu saya mengatakan "OK" nanti saya tunggu kepastiannya kalau sudah sampai di Solo.Jumat (4 Mei) sebenarnya saya mau main ke rumah Om Ari di Colomadu Karanganyar, sekitar 1 km dari rumah saya di Ngabeyan Kartasura, karena diberitahu kalau BT sudah ada di rumahnya. Namun rencana itu batal karena kebetulan ada teman datang.


Baru Minggu (6 Mei) saya sempat kontak lagi dengan Mas Ari yang pada siang harinya sudah sempat upload berita tentang BT itu di kicaumania.org.


Di forum finch dia menulis begini:


Para pecinta BT yang tercinta....,
Blackthroat asal Afrika yang sempat menjadi polemik dan diragukan keberadaannya, akhirnya tidak jadi membuat bete. Burung-burung mungil itu akhirnya mendarat juga di bumi nusantara setelah melalui proses perjalanan yang berliku. Kali ini, berita tentang kedatangan BT bukan lagi berdasar KATANYA, karena burung-burung sejak Sabtu lalu sudah berada di rumah saya, di sangkar-sangkar kecil yang memang saya persiapkan untuk itu.


Perjalanan BT memang panjang. Ketika mulai banyak yang meragukan keberadaannya, ternyata BT-BT itu ditampung penyalur di sebuah kebun binatang di Singapura. Sempat terhenti di sana karena istrinya meninggal dunia dan harus melalui masa berkabung selama 1 bulan. Masa berkabung usai, masalah lain muncul lagi: izin pengiriman dari Singapura ke Indo agak sulit. Akhirnya dicari jalan lain dengan mengirim terlebih dulu ke Taiwan baru ke Indo.


Mungkin perjalanan yang panjang itulah yang membuat para BT menjadi bete. Sampai di Solo, Sabtu siang, burung-burung nggak juga bunyi, mereka asyik makan dan minum, loncat sana loncat sini. Sorenya sudah ada pecinta BT yang datang ke rumah, lah saat itulah 10 ekor BT bunyi. Langsung 10 ekor itu diboyong ke rumahnya. Pagi tadi, datang lagi 2 pembeli yang mengambil 3 ekor. Praktis di rumah sekarang tinggal 27 ekor BT dan mulai bunyi. Itu sekadar kabar dari saya supaya pertanyaan seputar BT impor terjawab. Terima kasih.


Nah begitulah teman cerita tentang BT-BT Afrika yang sempat simpang siur.


Salam, Om Kicau.

Minggu, 06 Juni 2010

Burung betetku hehehehe...


Jumat (4/6) lalu iseng main ke pasar Depok Solo. Ngobrol sampai lama dengan Mas Rochmad penjaga  salah satu kios Karunia Sangkar yang ada di Solo, mulai dari soal trotolan anis kembang, anis merah, harga anakan murai batu trotolan sampai rencana kedatangan sekitar 10 ekor murai batu ekor panjang dari Sumatera Utara di kiosnya.

Ketika mau pulang, saya mampir di kiosnya Pak Panca. Cari-cari poster burung, ternyata tidak ada. Setelah puas ngobrol saya melangkah mau pulang, eh terlihat ada beberapa anakan burung betet di kiosnya Mbak Ika. Burung betet adalah burung paruh bengkok yang sudah lama saya pesan-pesan dari seeorang teman di Jogja tetapi belum ketemu juga.

Saya hampiri, dan kenalah 4 ekor anakan betet itu seharga Rp. 420.000. Saya bawa pulang dan saya beri nasi, makanan yang selama ini diberikan Mbak Ika untuk menyuapi betet. Lahap sekali mereka makan. Lalu pada giliran berikutnya, nasi saya beri BirdVit dan sedikit BirdMineral, ya pastilah agar sehat.

Kepada anak-anak di rumah, saya cerita. "Ketika kecil,  Bapak paling suka pelihara burung betet. Burung ini pengganggu tanama jagung para petani. Kalau datang berombongan, kadang sampai setengah petak jagung ludes digerogoti ujung batang buahnya."

"Bapak pernah pelihara anakan sampai bisa bersiul-siul. Kalau Bapak siul, dia akan terbang mendekat ke Bapak. Biasanya di tangan Bapak sudah pegang kacang godok. Betet Bapak paling suka dengan kacang godog hehehe..."

Ya, burung betet adalah hama tanaman jagung. Tetapi, ketika kini populasinya menipis, saya merasa kehilangan juga dengan burung yang sangat lucu dan suka sekali berakrab ria dengan manusia ini.

Betet yang saya beli dari Pasar Depok, menurut Mbak Ika penjualnya, dibeli dari petani di wilayah Pacitan. Memang, berbeda dengan betet yang biasa berkeliaran di ladang jagung ketika saya kecil dulu, betet lokal Pacitan ini lebih besar dibanding betet lokal di daerah Temanggung, tempat orang tua saya.

Tetapi tetap saja sama... sama-sama menyenangkan dan sama-sama bisa jinak dan menjadi teman bermain.

Saya suka dengan burung betet saya, hehehe....

Sabtu, 05 Juni 2010

Produsen sangkar menggeliat keras di tengah maraknya hobi kicauan

Maraknya kembali komunitas penghobi burung menjadi mata rantai menggeliatnya sektor industri pengrajin sangkar. Booming sangkar terutama sangkar-sangkar kelas menengah ke bawah semakin terasa sepanjang 6 bulan terakhir. Setidaknya ini yang dirasakan Mr Ebod produsen Ebod Jaya sangkar lokal dari Bandung kepada Agbrobis Burung.


Sementara menurut produsen sangkar yang mematen produknya dengan "kualitas berkelas", Moh Bashori Karunia Sangkar Jogja, konsumennya tidak dibedakan dalam kelas menengah atau kelas apapun. Sebab, pembelian sangkar burung akan ditentukan oleh kebutuhan burung itu sendiri yang sangat dipahami oleh penghobi.


Mr Ebod mengatakan permintaan pasar jauh lebih besar ketimbang suplai dari para pengrajin. “Permintaan pasar setiap bulan misal-nya hingga 750 unit sangkar, tapi suplai yang tersedia dari para pengrajin cuma 500 unit,” jelas pria yang menerima suplai sangkar mentahan dari industri pengrajin sangkar dari kawasan Limbangan Garut ini.


Ebod sendiri lebih fokus membidik pasar menengah ke bawah. Menurutnya dia lebih banyak diserap Jateng, Jatim, Bali, Kaltim, Bengkulu, Palembang, Pekan Baru.Pontianak, Pangkal Pinang dan Batam. “Jabodetabek sendiri hanya menyerap 10%,” ucap Ebod.


Manisnya bisnis sangkar juga dirasakan Sangkar Cibubur milik Arief, industry sangkar di kawasan BulakRantai Kramat Jati. Menurut dia tingginya permintaan akan sangkar seiring maraknya lomba dan mulai banyaknya penghobi pemula. Itu sebabnya, sama seperti Ebod Jaya pro-duk Sangkar Cibubur juga menyasar ke segmen menengah bawah.


Alasannya, pemain maupun penghobi burung justru lebih banyak di kelas tersebut. Dengan harga yang terjangkau, semua kalangan bisa menikmati hobinya. Lazimnya industri sangkar menengah ke bawah, harga yang dipatok mereka cukup beragam. Mulai dari yang termurah Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah. Bahan bakunya juga cukup beragam, mulai dari kayu hingga fiber.





[caption id="attachment_16088" align="alignleft" width="300" caption="Detail, salah satu perhatian produsen sangkar Karunia Sangkar Jogja."][/caption]

Sementara itu untuk Karunia Sangkar, Om Bashori mengatakan tidak hanya membuat sangkar berkualitas untuk tujuan lomba burung, tetapi juga menyediakan sangkar atau kandang harian, sekaligus kandang umbaran dan juga kandang untuk mandi burung yang biasa disebut karamba burung.


"Semua dibuat untuk penghobi yang memiliki cita rasa tinggi pada hobi burung, hobi kicauan," kata bos Karunia Sangkar yang beralamat website di sangkarburung.com ini.


Impor


Berbeda dengan dua produsen sangkar lokal yang ada.di Jabodetabek, lain halnya dengan ASRI Sangkar milik Hery IP dari Jakarta yang justru membidik kalangan menengah atas. Tengok saja harga-harga per unitnya bisa puluhan juta rupiah setiap bijinya.


Maklumlah, sangkar yang diimpor mentahan ini didatangkannya langsung dari cungkok atau China. Produk yang ditawarkannya juga memang berkelas dari hasil sentuhan para pengrajin ukir dari negeri tirai bambu tersebut. Mahalnya sangkar impor yang didatangkannya ini tak lain karena pengerjaannya yang memagn rumit.





[caption id="attachment_16089" align="alignleft" width="300" caption="Karunia Sangkar, kata empunya, selalu berusaha menjadi trend setter dan bukan follower"][/caption]

Seiring maraknya hobi burung, sangkar yang banyak beredar juga beragam motif dengan trend terkini. Yang lagi musim saat ini, untuk sangkar impor menurut Hery adalah model crown atau mahkota ukuran gede dengan motif ukiran tiga dimensi. Gambar yang dipesannya biasanya beripa binatang. Ini juga kerap disesuaikan dengan nama burung atau karakter jenis binatang yang diukirkan. Misalnya sangkar burung kuda lumping milik Deny Halim, dia memesan sangsar berukir motif gambar 8 kuda di bagian mahkota dan bawahnya. "Itupun harus pesan berbulan-bulan ke cungkok," terangnya.


Bahkan ada salah satu sangkar yang istimewa bermotif 250 ekor anjing milik tokoh penghobi burung lama di Jakarta. Untuk yang harganya tentu lebih mahal. Di kisaran Rp 17,5 juta per unitnya.


Untuk jenis warna yang masih trend sampai saat ini warna natural masih tetap digemari. Meskipuin sudah banyak juga pengguna sangkar impor dengan warna cat airbrush dengan motif ngejreng.


Kotak tanpa tiang cocok untuk anis
Jenis dan ukuran model sangkar memang disesuaikan dengan karakter maupun sifat burungnya. Untuk jenis anis merah misalnya, yang lazim saat ini banyak digunakan adalah jenis sangkar bulat baik lokal maupun impor. Alasannya lebih praktis dan sim-ple juga tampak manis untuk anis.


Namun, menurut Hery sangkar kotak juga sebenarnya bagus buat anis merah terutama sangkar kotak model t'anpa tiang. Jadi, modelnya kotak den-gan ukiran tetap di bawah maupun mahkotanya. Tapi sudut-sudutnya tidak menggunakan tiang. "Jenis model seperti ini banyak yang minat," ungkap Hery yang selain im'por sangkar dari cungko juga memproduksi sangkar lokal.


Untuk jenis sangkar seperti ini Hery membanderolnya lumayan mahal, bisa dikisaran Rp 4,5 juta per unitnya. Maklumlah, ukiran yang dibuatnya juga terbilang rumit dengan segala macam motif sesuai pesanan pemilik. "Sangkar kotak tanpa tiang enak dilihat buat anis, dalamnya lebih lapang disaat kerja di lapangan akan tampak jelas disaat burung sedang teller," ucapnya.


Model sesuai karakter burung


Model sangkar bulat atau kotak menjadi primadona bagi masing-mas-ing jenis burung. Khusus dikelas anis merah misalnya, dikuasai model-sangkar bulat. Selain secara fisik iebih ringan, sangkar bulat memiliki kelebi-han tersendiri, khususnya bagi kinerja burung di arena lomba. Yakni, dengan areal sekitar sangkar yang mel-ingkar, kerja burung jadi lebih leluasa dalam beraktifitas. Sehingga burung pun bisa lebih maksimal dalam berkreasi menunjukkan kualitas suaranya.


Bahkan, dibeberapa daerah kini sangkar bulat sudah mulai merambah kejenis lain, seperti cucak hijau, pen-tet dan kacer. Khusus untuk ketiga jenis burung ini, biasanya sang pemili-ki menyesuaikan dengan karakter burung. Makanya, penghobi yang menggunakan jenis sangkar bulat untuk cucak hijau dan kacer masih minim.


Di samping sesuai kebutuhan, penggunaan model sangkar bulat juga tergantung selera pemilik burung. Karena pada kenyataannya.
Untuk jenis burung cucak hijau, pen-tet dan kacer, model sangkar kotak ternyata masih mendominasi.


Bagi penggemar sangkar kotak, meski memiliki kekurangan yai'tu bobotnya lebih berat dari sangkar bulat, tapi memiliki kelebihan lebih praktis dalam penggunaannya. Yakni, pemilik burung tidak usah membuka jepitan untuk membersihkan kotoran.


"Makanya, tegantung selera. Sangkar bulat lebih ringan, karena . meski model hiasannya sama, tapi hanya terdapat dibadan saja. Sedangkan sangkar kotak, hiasannya selain dibawah juga didekat pintu dan atas, sehingga bobotnya lebih berat. Hanya ribetnya, pemilik burung harus membuka jepitan jika ingin member-sihkan tenpat kotoran," jelas Ebod.


Dalam segi manfaat, sangkar kotak lebih multiguna, karena bisa digunakan untuk banyak jenis burung. Di antaranya, cucak hijau, pentet, kacer dan kenari. Sedangkan sangkar bulat, sementara ini lebih didominasi jenis anis merah. Sehingga, khususnya bagi penghobi pemula yang kemampuatinya ter-batas, jika memiliki beberapa burung andalan dikelas cucak hijau, pentet, kacer atau kenari, cukup menggunakan satu atau dua sangkar kotak berkualitas


Trend sangkar


Bagi beberapa pemilik anis merah yang menggunakan sangkar bulat, untuk membuat penampilan berbeda dari lawan-lawannya, biasanya bagian hiasannya di-air bruss dengan warna-warna ngejreng. Selain lebih menon-jol dan menjadi perhatian, secara psikologis juga akan membuat lebih percaaya diri. Akibatnya, langkah ini pun mulai diikuti pemain-pemain pemula yang tak ingin ketinggalan trend, selain untuk mengimbangi fac-tor penampilan di arena lomba.


Untuk jenis kenari yang menggu-nakan sangkar kotak, corak air bruss sudah umum digunakan sejak bebera-• pa tahun lalu. Hanya saja, hingga saat ini belum ada inovasi dari pemain kenari yang mnggunakan sangkar bulat.


Sementara, untuk posisi tangkringan, saat ini sedang ngtrend model tangkringan tiang gawang, terutama untuk jenis anis merah dan muray batu. Penggunaan model tangkringan gawang ini diyakini bisa berpengaruh pada kinerja burung. Dengan dibatasinya ruang tangkringan burung, sehingga burung tidak akan banyak bergerak kesana kemari dan lebih banyak diam (nancep) mengeluarkan kualitas suaranya. (Om Kicau, sumber untuk Karunia Sangkar liputan sendiri. Sumber lain dari Agrobis Burung)


SEKILAS LAYANAN KARUNIA SANGKAR


1.PEMBUATAN SANGKAR:
- Ukir - Acrylic - Harian - Pengecatan air brush, natural, batik tulis
2. MENYEDIAKAN BERBAGAI MACAM OBAT & MAKANAN BURUNG IMPORT :
- Tonic - Marvel - Vitasol - Top Condition - Vitakraf - Cede - Song Plus - Power Canary - Proel Perontok Bulu Burung.
3. MENYEDIAKAN BERBAGAI MACAM ACCESORIES :
- Kunci Pintu Sangkar - Berbagai Jenis Gantangan - Berbagai Jenis Kerodong - Klem Sangkar - Guci - Cd Master Untuk Burung - Sonic Master - Macam-macam tangkringan
4. MELAYANI PEMBIATAN SANGKAR DENGAN DESAIN, UKURAN DAN MODEL SESUAI KEINGINAN PEMESAN :
- desain tidak berbau pornografi dan kurang sopan - lama pemesanan kurang lebih 1 sampai 2 bulan, tergantung tingkat kesulitan
5. LAIN - LAIN :
- melayani tukar tambah sangkar - melayani service atau renovasi sangkar (lama proses tergantung tingkat kesulitan) - melayani segala macam jasa yang berkaitan dengan hobby burung.


Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi sangkarburung.com.

Kamis, 03 Juni 2010

Tenggeran beramplas untuk merapikan kuku dan paruh burung

Beberapa pemula hobi burung kicauan sering mengeluhkan adanya kuku dan paruh burung yang terlalu cepat tumbuh namun tidak rapi bahkan runcing dengan risiko melukai burung itu sendiri.


Untuk burung yang relatif  cepat pertumbuhan kuku dan paruhnya, secara berkala kita harus memotongnya. Namun untuk mengurangi beban pekerjaan kita, bisa kita pasang tenggeran beramplas yang berfungsi memotong dan merapikan (juga menumpulkan) kuku kaki dan juga merapikan paruh. Berikut ini gambaran umum tenggeran beramplas:



Tenggeran seperti ini bisa dibeli di pasar burung atau di kios pakan/perlengkapan burung.


Semoga bermanfaat.

Salam sehat burung Indonesia, Om Kicau.

Rabu, 02 Juni 2010

Umbaran dan doping untuk burung lomba

Ada thread di kicaumania.org yang menggelitik saya untuk menulis lagi soal umbaran untuk burung lomba. Thread tersebut adalah tentang bagaimana membuat burung bisa bernyanyi 35 menit non-stop. Dan satu lagi, yang meski tidak berhubungan secara langsung adalah soal bagaimana membuat burung menjadi jawara.


Thread pertama ditulis oleh Om Cj (Yogi Suprayogi) dan satunya oleh Om ATM.


Pada thread tentang bagaimana burung bisa  bernyanyi non-stop 35 menit itu saya menulis perlunya stop umbaran dan stop kerodong-maniak sebagai berikut. (Sebaiknya baca dulu tulisan "8 dari 10 jawara tidak kenal umbaran" dan "Mengapa saya anti umbaran untuk burung lomba").


Percaya silakan tidak percaya ya mangga saja, namanya juga pendapat:


1. Jangan suka main umbaran. Nafas jadi kuat? Iya betul kali, tetapi Anda melombakan burung adalah melombakan suaranya. Bukan melombakan burung untuk berjumpalitan di sangkar karena terbiasa gerudak-geruduk di umbaran.




  • Burung yang diumbar (apalagi ekstrim) tidak rajin bunyi tetapi rajin "lari pagi".

  • Burung yang diumbar tidak pernah berlatih bunyi dalam waktu lama, tetapi mahir terbang dalam waktu lama.

  • Burung yang suka diumbar, sangat sensitif degan lambaian tangan. Ada tangan gerak sedikit saja, dia akan segera nabrak jeruji karena dia ingat sekali bahwa gerakan tangan majikan selama ini adalah pertanda agar dirinya terbang dari satu sisi sangkar umbaran ke sisi lainnya.

  • Burung umbaran tidak konsisten untuk mau nagen di satu tempat dan bernyanyi senyaring-nyaringnya.

  • Burung uimbaran = burung jelek; tidak akan pernah stabil dalam waktu lama (ya itu lagi-lagi menurut saya).


Contoh kasus: MB Alpacino Jr 1 dan Jr 6 yang terbiasa diumbar gerudak-geruduk oleh majikan lama (Mas Samino) terlalu banyak ulah kalau di arena lomba. Menjengkelkan. Alpacino Jr 5 yang sejak kecil di tempat saya kemudian ketika dioper ke Om Arief Sidoarjo tetap tanpa umbaran ("Saya manut Om Duto saja sejak dulu, bahkan kandang umbaran saya tidak punya," kata Om Arief) kalau di lapangan nyaris tidak pernah ngeruji. Nagen sepanjang waktu lomba/ latber, sampai para juri (khususnya di Latberan terakhir) bergerombol persis di bawah Alpacino Jr 5 mengagumi tembakan-tembakan dan tarian-di-tempat si Alpacino Siodarjo tersebut.


Itu adalah contoh kasus pada MB dari indukan yang sama, kualitas suara sama dan mental yang sama pula, tetapi dengan perlakuan yang berbeda. Karena itulah saya sudah berpesan dengan sangat kepada para majikan baru Alpacino 1 dan 6 untuk "STOP UMBARAN" dan memulai MB untuk berlatih bernyanyi dalam waktu lama dan bukan berlari-lari dalam waktu lama.


Contoh burung MB non-umbaran yang namanya sudah melejit dan selalu stabil di arena (kecuali masa mau masuk mabung atau baru saja mabung dan rekondisi belum full) adalah Suara Sakti. Tanya yang empunya, apakah Suara Sakti main umbaran?....


Nah ini memang khusus MB. Tetapi bagaimana burung lain? Hampir sama... Saya belum pernah mendengar jawara-jawara anis merah yang bisa turun di 4 sampai 5 kelas pada satu kali lomba tetap fit adalah hasil umbaran.


MB atau AM yang tahan banting bisa bernyanyi lama di arena adalah mereka yang biasa bernyanyi lama di rumah, bukan beterbangan lama di umbaran.


Kita melatih burung untuk bernyanyi, sebagai penyanyi, bukan sebagai petinju yang harus tajam jab-nya dan cepat langkahnya. Kalau petinju dilatih bernyanyi juga pasti fatal akibatnya. Pas bertinju dia membuka mulut untuk bernyanyi, pasti langsung rontok semua giginya ketika diterjang upper-cut lawan. Nggak percaya? Coba tanya Chris Jhon, hehehe...


2. Jangan kerodong-maniak.


Jika tidak ada keperluan untuk mengistirahatkan burung agar fit pada masa-masa menjelang lomba, atau melindungi dari terpaan angin malam hari, atau serangan rombongan nyamuk, burung tidak perlu main kerodong.


Kerodong cenderung membuat burung membisu dan karenanya tidak berlatih untuk selalu bernyanyi sepanjang hari. Para kerodong-maniak adalah pelatih burung untuk suka tidur.... Logikanya sama dengan main umbaran... bedanya, yang satu melatih burung jadi petinju, satunya melatih burung jadi pemalas.


DOPING UNTUK BURUNG


Pada thread ini saya menulis tentang "doping" begini:


Kalau ada yang penasaran, saya ada saran yang rada-rada menjerumuskan nih...  pakai doping saja agar burung jadi jawara. Nama tabletnya ******, produk dari ****farm Australia yang biasa untuk kuda, sapi dan merpati balap serta ayam aduan. Isinya, antara lain adalah steroid anabolik. (Titik-titik memang sengaja tidak saya tulis di sana).


Apa itu steroid anabolik?
Secara alamiah, steroid anabolik di dalam hewan atau juga manusia adalah apa yang biasa kita sebut testosteron (jantan dan betina sama-sama memproduksi ini, tetapi untuk jantan 20 kali lebih besar ketimbang betina).
Secara alamiah (mirip pada manusia) testosteron:




  • - menyebabkan "pecahnya" suara burung dan menyebabkan suara burung jantan menjadi dalam sekaligus melengking dan nyaring. Testosteron ini biasnya lebih banyak diproduksi ketika burung sudah beranjak dewasa (akil balik pada manusia).

  • - bertanggungjawab terhadap pembentukan warna jelas pada bulu, memaksimalkan pertumbuhan bulu, atau juga taji pada ayam dsb.

  • - membentuk dan memelihara struktur tulang

  • - membantu pembentukan sel-sel darah merah

  • - membentuk dan memelihara otot-otot

  • - mempertahankan daya juang, konsentrasi, keseimbangan mental, dan secara psikologis mempengaruhi mood (suasana hati) burung

  • - penentu bentuk sempurna tubuh/body burung.

  • - pemain utama pengatur hasrat dan fungsi seksual burung.


Testis sebagai penghasil testosteron pada burung jantan tidak selalu bisa memproduksi testosteron secara maksimal. Nah, oleh karena itulah agar burung bisa kerja maksimal pada waktu yang kita inginkan, kita beri dia steroid anabolik dari luar. Maka disuapilah si burung mak cup... cup.. cup atau disuntik mak juss... dengan steroid anabolik.


Nah karena pekerjaan pemberian testosteron pada hewan adalah tugas dokter hewan, maka untuk mengetahui rahasia yang tepat pemberian testosteron pada burung ya tanya saja ke dokter hewan. Kalau saya memberi resep di sini, pastilah saya akan disebut dokter hewan gadungan.


Yang jelas, kesalahan pada pemberian steroid anabolik akan berakibat fatal pada burung. Ya burung bisa tewas seketika ataupun perlahan-lahan setelah melalui masa ketergantungan yang panjang. Oleh karena itu saran saya pacu saja produksi testosteron alamiah di dalam tubuh burung dengan nutrisi dan sejumlah vitamin serta mnieral yang terukur secara tepat.


Untuk pemberian vitamin, mineral dan sebagainya itupun ada rahasia yang perlu Anda ketahui. Salah satu contoh misal adalah bahwa segala jenis vitamin D tidak akan pernah bisa diserap/diproses oleh metabolisme burung kecuali vitamin D3.


Sebenarnya masih ada tahasia lainnya soal memacu produktivitas testosteron melalui asupan makanan, tetapi ya mohon maaf, karena saya adalah bakul obat, tentunya itu merupakan rahasia dagang. Kalau dibuka semuanya, kan obat saya nggak laku... hwakakaka....


Nah itu teman-teman sedikit sharing atas pendapat saya pada forum kicaumania.org. Kalau belum gabung, silakan gabung.


Salam, Om Kicau

Jumat, 28 Mei 2010

Alat reproduksi burung

Sekadar ajakan bareng-bareng untuk belajar mengenai alat dan proses reproduksi burung, tidak ada salahnya kalau saya sharing link yang sangat menarik dan menurut saya sangat lengkap untuk pembelajaran mengenai reproduksi burung.


Kalau Anda tertarik, file lengkap yang saya ambil dari link  Avian Reproduction, bisa dilihat di Halaman ALAT REPRODUKSI Burung. Hanya saja, karena file tersebut merupakan terjemahan bebas ala Google (yang banyak membingungkan), saya sarankan Anda untuk membaca versi Inggrisnya di bagian bawah file tersebut. Atau bisa dilihat versi aselinya di Avian Reproduction.

Peran testosteron dalam proses belajar menyanyi pada burung

[caption id="attachment_15795" align="alignleft" width="300" caption="Ilustrasi pengaruh pemberian testosterone pada burung"][/caption]

Ini sekadar sharing mengenai berbagai hasil penelitian tentang peranan testosterone dalam proses belajar menyanyi pada burung, sebagaimana ditulis Peter Marler (Department of Neurobiology, Physiology and Behavior University of California, USA) dalam buku Nature’s Music The Science of Bird Song yang dia susun bersama Hans Slabbekoorn (Institute of Biology, Leiden University, Leiden, Netherlands).


Secara garis besar disebutkan bahwa kicau burung jantan umumnya dianggap sebagai karakteristik seksual sekunder yang khas, dan berada di bawah kendali hormon steroid dari gonad. Hal ini terkait dengan pertumbuhan dan regresi testis.


Nyanyian burung jantan biasanya bertambah dan berkurang sesuai dengan fluktuasi testosteron di dalam darah. Ada reseptor testosteron di dalam syrinx (salah satu organ yang berfungsi sebagai penopang utama bagi bangsa burung untuk berkicau).


Dalam penelitian diketahui:




  1. Tingkat kegacoran akan menurun ketika burung dikebiri, dan pengobatan dengan testosteron terbukti mengembalikan kegacorannya.

  2. Testosteron sangat diperlukan untuk membuat burung menyuarakan lagu secara maksimal.

  3. Testosteron tidak/ kurang berperan dalam proses pemasteran burung.


Untuk memberikan gambaran secara lengkap kepada Anda, di bagian bawah nanti saya sajikan tulisan lengkap Peter Marler di buku Nature’s Music The Science of Bird Song yang khusus membahas peran testosterone dalam proses pembelajaran burung kicauan.


Cara meningkatkan testosteron


Tulisan ini saya sharing untuk memberikan pemahaman mengenai perlunya meningkatkan jumlah testosterone pada burung jantan jika kita menginginkan burung bisa menampilkan performa suara yang maksimal, baik di rumah maupun di arena lomba.


Peningkatan jumlah testosterone bisa dilakukan dengan:




  1. Pemberian pakan dan atau asupan lain dengan kandungan nutrisi yang seimbang, vitamin dan mineral serta sejumlah asam amino lain. (Sekadar catatan, ini adalah salah satu dasar yang Om Kicau pakai dalam peracikan produk-produk untuk burung seperti BirdVit, BirdShout, BirdMature dan lain-lainnya).

  2. Penyuntikan hormon testosterone secara langsung kepada burung. Hanya saja, pemberian testosterone yang kelewat dosis dengan cara penyuntikan bisa membuat burung “kepanasan” dan menyebabkan rontok bulu.


Peter Marler: The Role of Testosterone in Song Learning


Male birdsong is generally regarded as a typical secondary sexual characteristic, under the control of steroid hormones from the gonads. It is associated with testis growth and regression. Male song usually waxes and wanes seasonally with the fluctuation in testosterone levels in the blood. There are testosterone receptors in the syrinx. Song decreases after adult castration, and testosterone treatment reinstates it.


The administration of testosterone induces song in females, and augments it in intact males. In the field, the testosterone profiles of males in spring correlates well with seasonal song development, although when they peak there seems to be a reduction in vocal plasticity (Nottebohm 1993). Testosterone has long been viewed as a major factor in song acquisition as well as production, presumed to act either directly on the brain, or after aromatization into estrogen within the brain.


The dogma was so well entrenched that when the first report was published of young male zebra finches (9 males) learning to sing normally after castration, it was greeted with skepticism. Despite his careful precautions, suspicions lingered that Arnold (1975) might have left fragments of the testis behind. Then Kroodsma (1986) reported a similar result with marsh wrens (3 males) that was again met with a degree of skepticism.


Only when ethologists and endocrinologists joined forces, and confirmed that testosterone was absent from the blood of male castrates, were critics finally convinced (Marler et al. 1988). Their subjects were song and swamp sparrows, castrated at 3–4 weeks of age (17 males) and then tutored with a changing program of tape-recorded songs. Almost all birds learned from the tutor tapes. They came into song about a month later than normal, passing through subsong, then plastic song. They progressed far enough to tell that learning had taken place, and had occurred at the normal time. Rather than crystallizing song, however, they persisted with plastic song, and then regressed, much as reported earlier by Arnold and Kroodsma for castrated zebra finches and marsh wrens. Five castrated swamp sparrows were then treated with testosterone. Within 3 weeks they all produced normal crystallized song.


It seems that testosterone is not required for song memorization and the early stages of production, but is needed for song crystallization. Hormone assays confirmed that all but three of the castrations were complete. Unexpectedly, estradiol was found in the blood of both castrated and intact male sparrows, suggesting that it might have a role in song learning. The source of the estradiol is not known, but there are indications that it may originate within the brain itself (Schlinger & Arnold 1991).


Salam, Om Kicau.

Jumat, 21 Mei 2010

Sangkar burung, bagian penting dalam perawatan burung

Sangkar burung yang tidak tepat bisa menimbulkan problem tersendiri dalam perawatan burung. Oleh karena menyadari hal demikian, Om Kicau menyajikan halaman tersendiri untuk membahas masalah sangkar burung dan segala pernak-pernik perlengkapan pemeliharaan burung.


Halaman Sangkar Burung dan Perlengkapannya merupakan halaman terbaru blog ini.


Menu artikel di halaman tersebut antara lain adalah:


A. Sangkar: Umum




  1. Bahan rangka sangkar

  2. Ukuran sangkar

  3. Jarak antar jeruji

  4. Bentuk dan ukuran pintu

  5. Tangkringan/ tenggeran
    ==Beberapa bentuk sangkar dan posisi tenggeran

  6. Wadah pakan dan air

  7. Tempat mandi

  8. Gantungan sangkar

  9. Alas sangkar

  10. Kandang umbaran

  11. Tips penggunaan kerodong

  12. Sangkar karantina


B. Menjaga kebersihan sangkar
C. Menjaga kebersihan wadah pakan dan minum
D. Pembuatan sangkar dan tangkringan khusus untuk terapi khusus
E. Tips agar burung tidak lepas


Silakan disimak dan kalau ada kekurangannya (pasti banyak deh) kasih catatan ya...


Salam.

Rabu, 19 Mei 2010

Gambar-gambar burung kenari varietas lama dan baru

Melengkapi Halaman Kenari yang sudah bisa diakses (selalu akan ada update), saat ini sudah diupload beberapa gambar dan foto burung kenari dari 21 varietas lama dan baru sebagaimana ditulis dalam artikel terdahulu.Bersumber dari animal-world.com, kenariku.tripod.com, wikipedia.com dan beberapa koleksi lama yang tidak terlacak lagi sumbernya (mohon diberi catatan jika ada gambar yang bersumber dari web lain tetapi belum saya sebut), berikut ini gambar-gambarnya atau Anda bisa langsung meluncur ke Halaman Kenari.


Klik saja gambar di bawah ini untuk melihat tampilan lebih besar.


[gallery link="file" order="DESC" columns="5" orderby="ID"]

Selasa, 18 Mei 2010

Mengenal varietas baru dan lama kenari

Pengantar: Ini adalah tulisan awal untuk halaman khusus kenari. Dengan demikian, gambar dan detail lain, tunggu saja halaman khusus kenari yang saat ini sedang dalam pengerjaan. Oke, kita mulai saja Om dan Tante:


Nenek moyang dari semua kenari yang ada sekarang (serinus canaria) merupakan generasi anak cucu kenari liar (serinus serinus) yang dapat ditemukan berkembang biak dengan bebas di Kepulauan Canary dan di daratan bagian timur laut Afrika. Kenari bukanlah burung aseli Kepulauan Canary, tetapi sengaja diperkenalkan sebagai burung kepulauan tersebut.Awalnya, ada sebuah kapal dengan sejumlah kandang sarat kenari karam di dekat pulau dan seorang pelaut melepaskan burung-burung itu dengan maksud agar tidak mati tenggelam. Banyak di antara burung tersebut mendarat ke pulau terdekat dan di sana mereka menemukan banyak makanan dan iklim yang cocok untuk berkembang biak.


Ketika bangsa Spanyol tahu mengenai burung kenari, mereka mulai menangkapi burung kenari dan menangarkannya.


Kenari menjadi burung peliharaan yang bernilai dan segera menjadi populer, terutama ketika varietas kanari kuning, cokelat dan merah diciptakan.


Varietas


Ada lima “varietas” burung kenari dewasa ini.


Varietas pertama adalah varietas lagu (song variety) yakni hasil pengembangan kenari untuk menghasilkan kenari dengan kemampuan bernyanyi yang bagus dan sedikit banyak mengabaikan masalah warna burung tersebut.


Varietas kedua adalah varietas kenari warna (color bred variety) yang merupakan hasil pengembangbiakan yang mengejar kualitas warna dengan sedikit banyak mengabaikan keindahan nyanyian si kenari.


Varietas ketiga adalah kenari postur (canary of posture) yakni kenari yang dikembangkan dengan sedikit memperhatikan warna bulu dan sama sekali mengabaikan masalah lagu.


Varietas keempat adalah kenari bagal atau hybrid (the mule and hybrid canaries) yakni kenari hasil persilangan antara kenari dengan burung jenis finch lainnya untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat tertentu yang menonjol, apakah itu di masalah warna, lagu, postur, atau kombinasi di antara tiga varietas yang disebut sebelumnya (ini contohnya adalah persilangan lizard dengan yorkshire, atau yorkshire dengan blacktrouth dan sebagainya).


Varietas kelima adalah varietas hasil persilangan dari semua ragam varietas di atas yang direkayasa bukan untuk tujuan khusus karena yang penting “bisa memuaskan” hasrat orang yang menangkar untuk bisa meghasilkan burung, apapun jenisnya.


Dengan kata lain, lima varietas kenari di atas adalah jenis kenari yang bisa disebut atau dikaitkan sebagai hasil mutan dan blasteran.


Varietas yang dikembangkan dan yang “punah”: Varietas kenari ini bisa dibagi dalam varietas yang relatif masih ada dan terus dikembangkan dan varietas langka atau saat ini hampir tidak ada bentuk aselinya.


Varietas yang dikembangkan:




  • American Singer Canary

  • Belgian Fancy Canary

  • Border Fancy Canary

  • Color Bred Canary

  • Crested Canary

  • Fife Fancy Canary

  • Gloster Fancy Canary

  • Lizard Canary

  • Northern Dutch Frilled Canary

  • Norwich Canary

  • Parisian Frilled Canary

  • Red Factor Canary

  • Roller Canary

  • Spanish Timbrado Canary

  • Stafford Canary

  • Waterslager Canary

  • Yorkshire Canary

  • Scotch Fancy Canary


Varietas langka:




  • Lancashire Canary

  • Cinnamon Canary

  • London Fancy Canary


1. American Singer Canary


American Singer Canary merupakan kenari yang secara fisik indah sekaligus memiliki suara merdu di telinga. American Singer Canary merupakan hasil persilangan antara Kenari Border yang dikenal berpenampilan indah dan Kenari Roller yang memiliki suara merdu. Kenari ini sering disebut sebagai kenari terbaik, baik dari sisi postur maupun dari sisi suara. Menjadi kenari kecil yang hidup aktif, Amerika Singer Canary adalah pilihan yang baik bagi pemula dan penjaga berpengalaman. Hal ini kuat, kuat, dan mudah dirawat.


Meski demikian, American Singer Canary digolongkan sebagai salah satu dari "song canary", yakni diternak untuk menghasilkan kenari dengan suara yang merdu dan bukan pada penampilan fisik atau warna. Pada dasarnya, setiap "song kenari" harus memiliki tipe lagu yang khas, dengan standar lagu yang jelas dan berbeda dari varietas ":song canary" lainnya. Jenis kenari yang digolongkan ke dalam "song canary" lainnya adalah Roller Canary, Spanish Timbrado, Rusian Singer Canary dan Waterslager Canary.


Sebaran: American Singer Canary dikembangkan pada tahun 1930-an olehj sekelompok wanita yang kemudian dikenal sebagai "The Eight Boston House Wives". Awalnya mereka melontarkan gagasan untuk mengembangkan kenari yang selain indah juga memiliki lagu indah. American Singer Canary awalnya disebut "North American canary" dan dihasilkan dari silangan Roller Canary Jerman (30%) dan Border Canary (70%). Burung ini paling banyak menyebar di Amerika.


American Singer Canary berbodi sepanjang sekitar 5 3/4 inci (14,6 cm) dan muncul dengan berbagai warna termasuk kuning, penggemar putih, hijau, biru, oranye, warna perunggu, coklat, coklat kekuningan, dan aneka warna lainnya.


2. Belgian Fancy Canary


Belgian Fancy Canary adalah salah varietas kenari yang memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan kenari karena menurunkan sejumlah varietas kenari yang paling populer saat ini. Pengaruh utamanya adalah pada pengembangan kenari "frill" dan kenari "postur. Sebagai burung kenari "postur", maka varietas kenari ini lebih diotekankan pada pengembangan penampilan fisik daripada warna atau lagu. Mereka dikategorikan sebagai kenari "postur" dengan postur tubuh membentuk punuk bagai separuh bulan yang terbalik. Burung "posture canary" lainnya yang terkenal adalah Scotch Fancy Canary dan Italian Gibber Italicus.


Belgian Fancy Canary mengesankan atau berpenampilan seperti burung cacat, kepalanya kecil seperti kepala ular. Kenari ini sulit diternakkan dan umuninya telurnya ditetaskan dengan memakai burung kenari lain.. Burung ini relatif lebih sulit diternakkan ketimbang kenari warna. Lagian, burung ini tidak pandai  mengasuh anakan.


3. Border Fancy Canary


Border Fancy Canary termasuk "type canary" yang dikembangkan untuk menghasilkan kenari dengan fisik yang bagus dan bukan pada lagu. Dijuluki sebagai "Wee Gem", burung ini menunjukkan postur yang kecil, cantik, bodi kompak dan kokoh. Memiliki tubuh bulat dengan bulu sangat mengkilap. Kenari ini paling banyak menampilkan warna kuning, meski juga ditemukan dalam berbagai warna lain.


Kali pertama dikembangkan di perbatasan (border) antara lnggris dan Skotlandia, burung ini kadang sering dikacaukan dengan kenari gloster, meski bisa dibedakan dari bentuk kepalanya. Di dalam lomba di luar negeri, bentuk bulat dari burung itu sangat menentukan hasil penilaian. Burung kenari border ini mencapai panjang 14 cm.


4. Color Bred Canary


Salah satu varietas paling populer dari semua burung kenari adalah Color Bred Canary. Burung ini dipelihara orang di hampir seluruh pelosok dunia. Color Bred Canary adalah burung kecil yang indah bagi mereka yang mengutamakan burung dengan penampilan warna yang khusus. Burung Color Bred Canary tidak tidak hanya harus cantik, tetapi juga aktif dan sangat menghibur. Burung yang menyenangkan ini cukup mudah dipelihara namun rekatif tidak mudah untuk berkembang biak, sehingga memerlukan perhatian khusus jika kita ingin menangkar kenari warna agar tetap menghasilkan keturunan kenari yang juga berwarna-warni.


Color Bred Canary termasuk varietas burung kenari yang relatif baru, dikembangkan mulai pertengahan-1900. Hari ini ada beberapa ratus versi burung Color Bred Canary.


5. Crested Canary


Termasuk "canary type", kenari Crest atau Crested Canary tergolong jenis yang tua dan burung kenari dan sudah ada sekitar tahun 1950-an. Mula-mula di kenal dengan nama Turn crown dan pada permulaan abad ini dikenal sebagai King of the fancy (Raja Fantasi). Mahkota burung.ini haruslah besar dan mengembang dari tengah-tengah kepala dan mengembang ke depan sampai ke paruhnya hampir sejajar dengan matanya sehingga mata hampir tertutup. Mahkota ini juga mengembang ke arah belakang kepala.


Mahkota Crested Canary yang baik harus memiliki bentuk yang baik, luas dan tebal dengan bulu-bulu yang lebat dan lembut. Kenari mahkota adalah burung yang besar dan harus memiliki kepala yang besar, leher yang besar pendek dan badan bidang, sama seperti kenari norwich. Jenis crest ada yang mempunyai mahkota, tetapi ada pula yang memiliki kepala yang polos tanpa mahkota.


Jenis lain yang populer sebagai "type canary" crested (bermahkota. berjumbai) jadalah Gloster Canary, Crested Stafford Canary, Crested Norwich Canary, dan Crested Lancashire Canary.


6. Fife Fancy Canary


Fife Fancy Canary merupakan "type canary", diternakkan untuk mendapatkan karakteristik fisik tertentu ketimbang untuk menghasilkan warna atau suara nyanyiannya. Kenari ini barui dikembangkan pada 1950-an oleh penangkar Skotlandia dan penangkar lain di kawasan yang disebut Fife. Burung fife fancy sebenarnya merupakan burung border tetapi ukuran badannya lebih kecil.


Disebut demikian karena bentuk secara keseluruhan praktis sama, kecuali perbedaan ukurannya. Ukuran burung ini harus tidak lebih dan 11 cm. Burung ini sangat mudah diternakkan dan dapat memberikan variasi bulu yang sangat luas.


7. Gloster Fancy Canary


Gloster Canary memiliki dua versi. Burung yang berjambul dikenal sebagai 'Corona' sedangkan yang polos di kepalanya tanpa mahkota disebut Consort..Termasuk "type canary", Gloster Fancy Canary tergolong jenis burung kenari baru. Kenari gloster tergolong kecil, dengan panjang badan tak lebih dan 11 cm. Kenari gloster sengaja diternakkan ke arah jenis yang kecil dan diusahakan agar selalu kecil, sehingga binatang ini tidak boleh lebih dan ± 11 cm saat memasuki lomba di luar negeri.


Di dalam gambar-gambar yang dapat dijumpai di buku-buku mengenai burung kenari kita akan dapat melihat bahwa kenari ini memiliki warna kuning dengan bagian sayap putih atau kehijau hijauan, sama seperti bagian ekornya. Pada kepala burung kenari gloster terdapat jambul, tetapi ada juga yang tidak.


8. Lizard Canary


Burung kecil yang cantik ini adalah salah satu jenis tertua dari kenari yang telah memiliki sejarah lama. Termasuk "type canary", Lizard hampir punah pada awal 1900-an. Akibat adanya dua perang dunia dan wabah penyakit, populasi Lizard Canary berkurang hingga hanya menjadi hanya beberapa pasang ketika mulai dikembangkan lagi pada pertengahan 1940-an. Berkat Lizard Canary Association di Inggris Raya, hari ini kenari Lizard bisa berkembang lagi dengan subur dan merupakan salah satu burung kenari..


Lizard Canary (kenari kadal) yang panjangnya sekitar 14 cm ini sangat identik dengan warna bulunya yang menyerupai sisik kadal. Bulu lizard didominasi warna kuning dan warna putih.Lizard Canary dikembangkan di Prancis pada 1700-an. Pada 1945, asosiasi penggemar Lizard dibentuk di Inggris dengan tujuan mengembangbiakkan lagi burung ini dan hari ini Lizard Canary merupakan salah satu jenis burung kenari yang cukup populer.


9. Northern Dutch Frilled Canary


Dikembangkan sebagai "type canary" pada abad ke-18, Northern Dutch Frilled Canary diawali dari kenari frill. Kenari Frill ini kemudian muncul dengan berbagai jenis yang menyebar ke berbagai negara. Dewasa ini dikenal Frill dan Belanda, Italia, Paris. Sesuai namanya, Northern Dutch Frilled Canary dikembangkan di Belanda bagian utara, Sedang pihak Jepang telah menghasilkan jenis frill yang kecil.


Umumnya jenis frill ini tergolong sebagai burung yang besar, sebab panjangnya dapat lebih dan 20 cm.


Ada tiga bagian yang disebut mantle, jabot, dan fin. Mantle (las) adalah bulu-bulu bagian punggung yang membelah di punggung dan jatuh secara sinietnis. Jabot adalah bulu di dada yang berombak dan menggulung ke dalam. Jabot ini harus datang dan tiap sisi dada untuk membentuk suatu ke rutan yang bertemu di bagian tengah bagaikan suatu bentuk kerang yang menutup. Sedang fin adalah bulu-bulu yang panjang, benar-benar berjumbai yang datang dan paha dan bergerak ke atas sekeliling sayap. Kenari frill yang indah dapat menjadi burung yang sangat indah, tetapi kenari yang buruk akan menjadi burung yang memberi kesan ganjil dan aneh karena bentuknya itu. Burung-burung mi tergolong sebagai burung ternak yang baik.


10. Norwich Canary


Dikembangkan sebagai "type canary", burung ini mempunyai sejarah sendiri. Penenun-penenun bangsa Flam yang memelihara burung ini pernah melarikan diri ke Inggris, untuk menghindani pembantaian bangsa Spanyol. Mereka tinggal di wilayah Norwich di Norflok (Inggris). Mereka inilah yang menjaga kelestanian burung ini. Burung kenari norwich dewasa ini merupakan burung kenari yang menanik.


Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek dan ekor pendek, serta paruh juga pendek. Banyak dan burung ini yang memiliki warna hijau yang menanik. Burung ini jarang yang berwarna putih. Panjangnya antara 15—16 cm.


11. Parisian Frilled Canary


Burung kenari yang berjumbai ini juga dikenal sebagai kenari Paris. Parisian Frilled Canary adalah salah satu yang terbesar dari semua varietas frill yang dikenal saat ini. Parisian Frilled Canary adalah burung yang menggairahkan dan indah. Bulu ekor pada burung ini berjumbai, dan ada juga helm di kepalanya, ada sebuah tutup di dahi, mempunyai efek sideburn di pipi, dan juga ada bulu kerahnya.


Sebagai "type canar", Parisian Frilled Canary diternakkan untuk mencapai penampilan fisik burung, bukan pada suara atau warna. Meskipun demikian, Parisian Frilled Canary merupakan penyanyi yang baik, mirip dengan kenari lain pada umumnya.


Ada banyak varietas yang berbeda dari burung kenari berjumbai ini. Misalnya French Frill, Fiorina Frill, Colored (Milanese) Frill, Gibber Italicus, Giboso Espanol, Japanese Frill, Northern Dutch Frill, Southern Dutch Frill, Munich Frill, Scotch Fancy Frill, Swiss Frill, Roebekian Frill, Hunchback Frill, Brazilian Frill, dan bahkan varietas crested seperti Padovan Frill dan Florin Frill.


12. Red Factor Canary


Kenari ini kali pertama dikembangkan pada 1930-an oleh Dr Hans Duncker (Jerman) dengan menyilangkan siskin merah (jantan) dengan kenari kuning (betina). Beberapa orang mengatakan leluhur dari kenari kuning yang digunakan Hans adalah Roller Jerman, sementara yang lainnya menyakini sebagai kanari Border.


Red Factor Canary merupakan salah satu jenis kenari yang sangat populer. Burungnya sangatactif dan bergairah. Burung ini relatif mudah dipelihara namun perlu usaha yang lumayan keras untuk menernakkannya sehingga menghasilkan keturunan yang bagus.


Red Factor Canary termasuk "color canary" dan sebenarnya juga merupakan Color Bred Canary tetapi memiliki "red factor" sebagai bagian dari struktur genetiknya.


13. Roller Canary


Kenari roller yang dikembangkan sebagai "song canary" karena keindahan suaranya ini juga disebut German Roller Canary atau Hartz Mountain Roller Canary. Roller Canary diternakkan secara besar-besaran di wilayah Pegunungan Hartz. Di pegunungan ini ada ratusa keluarga yang berkecimpung mengembangbiakkan kenari dan melatihnya.


Cara lama yang dipakai untuk melatih burung ini adalah dengan memasukkan burung ke dalam sangkar kecil dan membiarkan burung ini mendengarkan suara burung yang dikenal indah suaranya (yang telah menang pertandingan, misalnya). Tetapi dewasa ini orang menggunakan suara piringan hitam atau pita kaset sebagai pemaster.


Termasuk sebagai "song canary" sebagaimana halnya Roller adalah Waterslager Canary, Russian Singer Canary, American Singer Canary, dan Spanish Timbrado.


14. Spanish Timbrado Canary


Spanish Timbrado Canary adalah varetas terbaru dari "song canary", dikembangkan di Spanyol pada 1940-an dan 1950-an. Bentuk fisik burung ini menyerupai bentuk aseli burung kenari alam karena memang merupakan persilangan antara kenari liar dengan burung finch kicauan Spanyol. Kombinasi dari mereka menghasilkan burung yang memiliki nyanyian yang sangat unik. Nama burung ini, seperti halnya suaranya, mengingatkan kita pada ketukan castanyet Spanyol. Meskipun keras, suara burung ini tidak berisik atau memekakkan telinga.


Meski dikenal dengan lagunya yang bagus, burung ini bisa dinikmati pula pada tampilan fisiknya yang cantik. Mereka dikembangbiakkan dari indukan dengan berbagai variasi warna dan memiliki nyanyian yang kristal. Kenari Spanish Timbrado yang baik harus memiliki keseimbangan antara kualitas suara dan variasi lagu. Burung ini memiliki standar suara yang berbeda dengan "song canary" lainnya seperti kenari Roller, American Singer, Russian Singer, maupun Waterslager.


15. Stafford Canary


Kenari Stafford Canary memiliki sejarah pengembangan yang unik. Standar dari pengembangan kenari Stafford sudah ditentukan sebelum burung ini mulai dicoba-ternak.Alkisah, pada tahun tahun 1970-an, ada sebuah kelompok penangkar kenari yang saat itu mengembangkan kenari warna yang ada di daratan Eropa. Kelompok yang bernama Deutche Koife ini tertarik untuk menciptakan varietas "type canary" warna (terutama red dan rose) tetapi juga berjambul. Akhirnya mereka menentukan sendiri standar untuk burung yang disebut Stafford Canary, yakni persilangan antara Gloster dan kenari Red Factor.


Stafford Canary kemudian muncul dengan branding tersendiri, ada yang berjambul dan ada pula yang polos tetapi berwarna dasar merah dan rose. Stafford Canary yang tercipta kemudian memang indah dan sangat digemari para peternak kenari di Eropa.


16. Waterslager Canary


Popularitas kenari Waterslager sudah merebak sejak sepanjang sejarah dan terus berkembang dengan sifat seperti yang diharapkan sejak burung ini "dicipta". Burung ini terkenal dengan lagunya yang menyerupai riak dan tetes air, denting bel dan siulan seruling. Meskipun suaranya tidak sekeras beberapa jenis kenari lain, Waterslager mampu menyuarakan lagu lembut (ke arah medium), dan lagunya nyaris menenggelamkan popularitas lagu semua jenis kenari nyanyian atau "song canary".


Pada dasarnya Waterslager dikembangkan dan dipelihara untuk mendapatkan anak atau keturunan yang juga memiliki keseimbangan antara kualitas suara dan lagu khas Waterslager. Beberapa burung lain yang dikembangkan sebagai "song canary" adalah kenari Roller, American Singer, Rusian Singer, dan Spanish Timbrado.


17. Yorkshire Canary


Kenari Yorkshire dikembangkan sebagai "type canary" dan merupakan hasil persilangan burung kenari lancashire dan burung kenari belgia. Bentuk Yorkshire terkadang digambarkan seperti wortel yang terbalik. Burung ini selalu berdiri tegak, dengan kaki panjang. Burung yang oleh orang Eropa sering disebut "The Guardsman" atau "Gentleman of the Fancy" ini memiliki panjang kira-kira 16 cm.


18. Scotch Fancy Canary


nndcaDi kalangan penggemar burung di inggris, burung ini di kenal dengan sebutan Bird O Circle, karena formasi dan kepala sampai ke ujung ekor pada waktu dipertandingkan berbentuk setengah lingkaran. Dalam pertandingan ada posisi, gerak, atau bunyi yang harus dipertontonkan oleh burung kenari. Keadaan yang tidak umum ini


ditemukan Secara menonjol di wilayah Skotlandia dan Inggris Utara, Sedang di wilayah selatan burung ini tidak populer. Burung Scotch harus memiliki kepala kecil, lebih bulat sedikit dan kepala burung kenari belgia. Lehernya ramping dan pan jang, bahunya terisi penuh namun sempit dan bulat, sayap nya panjang dan menempel kuat ke badan, dan kaki yang panjang kuat terpentang dengan baik.


19. Lancashire Canary


Kenari ini adalah jenis kenari yang terbesar di Inggris. Jenis ini sekarang sudah jarang ditemu kan dalam bentuk aslinya. Burung ini lebih banyak disilangkan dengan jenis lain untuk mendapatkan badan yang besar. Jenis ini ada yang memiliki mahkota atau jambul yang di sebut lancashire coppy, dan ada pula yang kepalanya polos dan disebut lancashire plain head.


20. Cinnamon Canary


Burung Cinnamon dewasa ini mempunyai kesamaan dengan kenari Norwich dan tergolong burung yang menarik. Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek dan ekor pendek, serta paruh juga pendek. Banyak dari burung Cinnamon ini yang memiliki warna hijau yang menanik. Kenari Cinnamon jarang yang berwarna putih. Panjangnya antara 15—16 cm.


21. London Fancy Canary


London Fancy Canary disebutkan telah punah, dan burung kenari ini susah ditelusuri asalnya. Burung ini benar-benar sangat cantik. Bulunya berwarna keemasan yang cemerlang dengan sayap dan ekornya berwarna hitam, yang menaggalkan kontras yang sangat mengesankan. London Fancy Canary tergolong jenis kenari Inggris yang sudah tua sekali, dan aslinya memiliki bintik-bintik hitam.


Untuk gambar dan rincian lain tentang kenari, tunggu saja di halaman khusus kenari yang saat ini sedang dalam pengerjaan. Salam.


Sumber: animal-world.com dan kenariku.tripod.com

Minggu, 09 Mei 2010

100 Blackthroat dan 25 pasang lovebird masih tertahan di Singapura

Sebanyak 100 ekor burung blackthroat (serinus atrogilaris) dari Afrika tertahan di Bandara Changi Singapura sebelum masuk Indonesia. Bersama 100 blackthroat tersebut, tertahan pula sebanyak 25 pasang lovebird yang didatangkan dari Belanda.


Padahal, beberapa orang peminat sudah menunggu-nunggu kedatangan blackthroat tersebut dengan menginden ke pengimpornya. Hal itu disampaikan Om Ariono Lestari, yang bersama seorang temannya di Jogja, mengimpor burung-burung tersebut.


"Rencana kedatangan blackthroat tertunda dan tidak sesuai rencana karena harus melalui pemeriksaan karantina hewan oleh pihak terkait di Singapura," kata Om Ari yang bos koran Radar Jogja kepada Om Kicau, Sabtu (8 Mei 2010) sore, melalui telepun.


Om Ari Radja (Radar Jogja) menegaskan, kemungkinan besar pada 15 Mei 2010 burung-burung tersebut sudah sampai di Jakarta dan langsung dibawa ke Jogja dan sebagian lainnya ke rumah Om Ari di sebelah selatan kompleks Lanud Adisumarmo, Colomadu, Karanganyar, Surakarta.


Harga jual yang dipatok untuk blackthroat jantan adalah Rp. 1,5 juta dan betina Rp. 1 juta. Untuk penghobi di wilayah Jogja yang berminat membelinya, bisa menginden dulu atau bisa menghubungi Om Endri di 0274 6995008. Untuk wilayah Solo dan Jateng pada umumnya bisa menghubugi Om Lilik di nomor 081393258118.


Bertutur tentang burung lovebird yang dia beli dari Belanda, Om Ari mengatakan ada 25 pasang terdiri dari 15 pasang lovebird kepala hijau dan 10 pasang lovebird pastel.


"Harga jual sepasang lovebird kepala hijau Rp. 1,5 juta dan yang warna pastel Rp. 1,75 juta," kata Om Ari yang sebelumnya pernah mendatangkan beberapa pasang lovebird lutino dan albino, juga dari Belanda.


Salam sehat burung Indonesia... (meski asalnya dari imporan hehehe...).


Berita terkait:


Blackthroat impor segera datang, harga sudah menantang.