Hasil Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Inilah hasilnya.

Perlu catatan harian penangkaran

Penjodohannya pun tidak mudah, sebab membedakan jantan betina pun tidak gampang. Butuh pengalaman dan kepekaan untuk memastikan jenis kelamin. Banyak sekali kasus breeder pemula gagal.

Kendala selalu ada, tetapi bisa diatasi

Penelurusan ke sejumlah breeder cucakrawa, disebutkan bahwa kendala yang harus dihadapi sesungguhnya cukup banyak. Namun kendala-kendala ini ternyata tidak pernah menyurutkan para breeder, karena biasa diatasi.

Cucakrowo perlu ketenangan dan multivitamin

Meski ada pemodal kelimpungan ketika ikut-ikutan mencoba beternak cucakrowo namun ada saja breeder yang tersenyum lantaran modal yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya berlipat-lipat.

Harga burung saat ini

Harga burung di wilayah Solo dan sekitarnya (Soloraya) pada pertengahan Maret 2012 menunjukkan beberapa kenaikan yang signifikan. Seperti apa?

Jumat, 28 Mei 2010

Alat reproduksi burung

Sekadar ajakan bareng-bareng untuk belajar mengenai alat dan proses reproduksi burung, tidak ada salahnya kalau saya sharing link yang sangat menarik dan menurut saya sangat lengkap untuk pembelajaran mengenai reproduksi burung.


Kalau Anda tertarik, file lengkap yang saya ambil dari link  Avian Reproduction, bisa dilihat di Halaman ALAT REPRODUKSI Burung. Hanya saja, karena file tersebut merupakan terjemahan bebas ala Google (yang banyak membingungkan), saya sarankan Anda untuk membaca versi Inggrisnya di bagian bawah file tersebut. Atau bisa dilihat versi aselinya di Avian Reproduction.

Peran testosteron dalam proses belajar menyanyi pada burung

[caption id="attachment_15795" align="alignleft" width="300" caption="Ilustrasi pengaruh pemberian testosterone pada burung"][/caption]

Ini sekadar sharing mengenai berbagai hasil penelitian tentang peranan testosterone dalam proses belajar menyanyi pada burung, sebagaimana ditulis Peter Marler (Department of Neurobiology, Physiology and Behavior University of California, USA) dalam buku Nature’s Music The Science of Bird Song yang dia susun bersama Hans Slabbekoorn (Institute of Biology, Leiden University, Leiden, Netherlands).


Secara garis besar disebutkan bahwa kicau burung jantan umumnya dianggap sebagai karakteristik seksual sekunder yang khas, dan berada di bawah kendali hormon steroid dari gonad. Hal ini terkait dengan pertumbuhan dan regresi testis.


Nyanyian burung jantan biasanya bertambah dan berkurang sesuai dengan fluktuasi testosteron di dalam darah. Ada reseptor testosteron di dalam syrinx (salah satu organ yang berfungsi sebagai penopang utama bagi bangsa burung untuk berkicau).


Dalam penelitian diketahui:




  1. Tingkat kegacoran akan menurun ketika burung dikebiri, dan pengobatan dengan testosteron terbukti mengembalikan kegacorannya.

  2. Testosteron sangat diperlukan untuk membuat burung menyuarakan lagu secara maksimal.

  3. Testosteron tidak/ kurang berperan dalam proses pemasteran burung.


Untuk memberikan gambaran secara lengkap kepada Anda, di bagian bawah nanti saya sajikan tulisan lengkap Peter Marler di buku Nature’s Music The Science of Bird Song yang khusus membahas peran testosterone dalam proses pembelajaran burung kicauan.


Cara meningkatkan testosteron


Tulisan ini saya sharing untuk memberikan pemahaman mengenai perlunya meningkatkan jumlah testosterone pada burung jantan jika kita menginginkan burung bisa menampilkan performa suara yang maksimal, baik di rumah maupun di arena lomba.


Peningkatan jumlah testosterone bisa dilakukan dengan:




  1. Pemberian pakan dan atau asupan lain dengan kandungan nutrisi yang seimbang, vitamin dan mineral serta sejumlah asam amino lain. (Sekadar catatan, ini adalah salah satu dasar yang Om Kicau pakai dalam peracikan produk-produk untuk burung seperti BirdVit, BirdShout, BirdMature dan lain-lainnya).

  2. Penyuntikan hormon testosterone secara langsung kepada burung. Hanya saja, pemberian testosterone yang kelewat dosis dengan cara penyuntikan bisa membuat burung “kepanasan” dan menyebabkan rontok bulu.


Peter Marler: The Role of Testosterone in Song Learning


Male birdsong is generally regarded as a typical secondary sexual characteristic, under the control of steroid hormones from the gonads. It is associated with testis growth and regression. Male song usually waxes and wanes seasonally with the fluctuation in testosterone levels in the blood. There are testosterone receptors in the syrinx. Song decreases after adult castration, and testosterone treatment reinstates it.


The administration of testosterone induces song in females, and augments it in intact males. In the field, the testosterone profiles of males in spring correlates well with seasonal song development, although when they peak there seems to be a reduction in vocal plasticity (Nottebohm 1993). Testosterone has long been viewed as a major factor in song acquisition as well as production, presumed to act either directly on the brain, or after aromatization into estrogen within the brain.


The dogma was so well entrenched that when the first report was published of young male zebra finches (9 males) learning to sing normally after castration, it was greeted with skepticism. Despite his careful precautions, suspicions lingered that Arnold (1975) might have left fragments of the testis behind. Then Kroodsma (1986) reported a similar result with marsh wrens (3 males) that was again met with a degree of skepticism.


Only when ethologists and endocrinologists joined forces, and confirmed that testosterone was absent from the blood of male castrates, were critics finally convinced (Marler et al. 1988). Their subjects were song and swamp sparrows, castrated at 3–4 weeks of age (17 males) and then tutored with a changing program of tape-recorded songs. Almost all birds learned from the tutor tapes. They came into song about a month later than normal, passing through subsong, then plastic song. They progressed far enough to tell that learning had taken place, and had occurred at the normal time. Rather than crystallizing song, however, they persisted with plastic song, and then regressed, much as reported earlier by Arnold and Kroodsma for castrated zebra finches and marsh wrens. Five castrated swamp sparrows were then treated with testosterone. Within 3 weeks they all produced normal crystallized song.


It seems that testosterone is not required for song memorization and the early stages of production, but is needed for song crystallization. Hormone assays confirmed that all but three of the castrations were complete. Unexpectedly, estradiol was found in the blood of both castrated and intact male sparrows, suggesting that it might have a role in song learning. The source of the estradiol is not known, but there are indications that it may originate within the brain itself (Schlinger & Arnold 1991).


Salam, Om Kicau.

Jumat, 21 Mei 2010

Sangkar burung, bagian penting dalam perawatan burung

Sangkar burung yang tidak tepat bisa menimbulkan problem tersendiri dalam perawatan burung. Oleh karena menyadari hal demikian, Om Kicau menyajikan halaman tersendiri untuk membahas masalah sangkar burung dan segala pernak-pernik perlengkapan pemeliharaan burung.


Halaman Sangkar Burung dan Perlengkapannya merupakan halaman terbaru blog ini.


Menu artikel di halaman tersebut antara lain adalah:


A. Sangkar: Umum




  1. Bahan rangka sangkar

  2. Ukuran sangkar

  3. Jarak antar jeruji

  4. Bentuk dan ukuran pintu

  5. Tangkringan/ tenggeran
    ==Beberapa bentuk sangkar dan posisi tenggeran

  6. Wadah pakan dan air

  7. Tempat mandi

  8. Gantungan sangkar

  9. Alas sangkar

  10. Kandang umbaran

  11. Tips penggunaan kerodong

  12. Sangkar karantina


B. Menjaga kebersihan sangkar
C. Menjaga kebersihan wadah pakan dan minum
D. Pembuatan sangkar dan tangkringan khusus untuk terapi khusus
E. Tips agar burung tidak lepas


Silakan disimak dan kalau ada kekurangannya (pasti banyak deh) kasih catatan ya...


Salam.

Rabu, 19 Mei 2010

Gambar-gambar burung kenari varietas lama dan baru

Melengkapi Halaman Kenari yang sudah bisa diakses (selalu akan ada update), saat ini sudah diupload beberapa gambar dan foto burung kenari dari 21 varietas lama dan baru sebagaimana ditulis dalam artikel terdahulu.Bersumber dari animal-world.com, kenariku.tripod.com, wikipedia.com dan beberapa koleksi lama yang tidak terlacak lagi sumbernya (mohon diberi catatan jika ada gambar yang bersumber dari web lain tetapi belum saya sebut), berikut ini gambar-gambarnya atau Anda bisa langsung meluncur ke Halaman Kenari.


Klik saja gambar di bawah ini untuk melihat tampilan lebih besar.


[gallery link="file" order="DESC" columns="5" orderby="ID"]

Selasa, 18 Mei 2010

Mengenal varietas baru dan lama kenari

Pengantar: Ini adalah tulisan awal untuk halaman khusus kenari. Dengan demikian, gambar dan detail lain, tunggu saja halaman khusus kenari yang saat ini sedang dalam pengerjaan. Oke, kita mulai saja Om dan Tante:


Nenek moyang dari semua kenari yang ada sekarang (serinus canaria) merupakan generasi anak cucu kenari liar (serinus serinus) yang dapat ditemukan berkembang biak dengan bebas di Kepulauan Canary dan di daratan bagian timur laut Afrika. Kenari bukanlah burung aseli Kepulauan Canary, tetapi sengaja diperkenalkan sebagai burung kepulauan tersebut.Awalnya, ada sebuah kapal dengan sejumlah kandang sarat kenari karam di dekat pulau dan seorang pelaut melepaskan burung-burung itu dengan maksud agar tidak mati tenggelam. Banyak di antara burung tersebut mendarat ke pulau terdekat dan di sana mereka menemukan banyak makanan dan iklim yang cocok untuk berkembang biak.


Ketika bangsa Spanyol tahu mengenai burung kenari, mereka mulai menangkapi burung kenari dan menangarkannya.


Kenari menjadi burung peliharaan yang bernilai dan segera menjadi populer, terutama ketika varietas kanari kuning, cokelat dan merah diciptakan.


Varietas


Ada lima “varietas” burung kenari dewasa ini.


Varietas pertama adalah varietas lagu (song variety) yakni hasil pengembangan kenari untuk menghasilkan kenari dengan kemampuan bernyanyi yang bagus dan sedikit banyak mengabaikan masalah warna burung tersebut.


Varietas kedua adalah varietas kenari warna (color bred variety) yang merupakan hasil pengembangbiakan yang mengejar kualitas warna dengan sedikit banyak mengabaikan keindahan nyanyian si kenari.


Varietas ketiga adalah kenari postur (canary of posture) yakni kenari yang dikembangkan dengan sedikit memperhatikan warna bulu dan sama sekali mengabaikan masalah lagu.


Varietas keempat adalah kenari bagal atau hybrid (the mule and hybrid canaries) yakni kenari hasil persilangan antara kenari dengan burung jenis finch lainnya untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat tertentu yang menonjol, apakah itu di masalah warna, lagu, postur, atau kombinasi di antara tiga varietas yang disebut sebelumnya (ini contohnya adalah persilangan lizard dengan yorkshire, atau yorkshire dengan blacktrouth dan sebagainya).


Varietas kelima adalah varietas hasil persilangan dari semua ragam varietas di atas yang direkayasa bukan untuk tujuan khusus karena yang penting “bisa memuaskan” hasrat orang yang menangkar untuk bisa meghasilkan burung, apapun jenisnya.


Dengan kata lain, lima varietas kenari di atas adalah jenis kenari yang bisa disebut atau dikaitkan sebagai hasil mutan dan blasteran.


Varietas yang dikembangkan dan yang “punah”: Varietas kenari ini bisa dibagi dalam varietas yang relatif masih ada dan terus dikembangkan dan varietas langka atau saat ini hampir tidak ada bentuk aselinya.


Varietas yang dikembangkan:




  • American Singer Canary

  • Belgian Fancy Canary

  • Border Fancy Canary

  • Color Bred Canary

  • Crested Canary

  • Fife Fancy Canary

  • Gloster Fancy Canary

  • Lizard Canary

  • Northern Dutch Frilled Canary

  • Norwich Canary

  • Parisian Frilled Canary

  • Red Factor Canary

  • Roller Canary

  • Spanish Timbrado Canary

  • Stafford Canary

  • Waterslager Canary

  • Yorkshire Canary

  • Scotch Fancy Canary


Varietas langka:




  • Lancashire Canary

  • Cinnamon Canary

  • London Fancy Canary


1. American Singer Canary


American Singer Canary merupakan kenari yang secara fisik indah sekaligus memiliki suara merdu di telinga. American Singer Canary merupakan hasil persilangan antara Kenari Border yang dikenal berpenampilan indah dan Kenari Roller yang memiliki suara merdu. Kenari ini sering disebut sebagai kenari terbaik, baik dari sisi postur maupun dari sisi suara. Menjadi kenari kecil yang hidup aktif, Amerika Singer Canary adalah pilihan yang baik bagi pemula dan penjaga berpengalaman. Hal ini kuat, kuat, dan mudah dirawat.


Meski demikian, American Singer Canary digolongkan sebagai salah satu dari "song canary", yakni diternak untuk menghasilkan kenari dengan suara yang merdu dan bukan pada penampilan fisik atau warna. Pada dasarnya, setiap "song kenari" harus memiliki tipe lagu yang khas, dengan standar lagu yang jelas dan berbeda dari varietas ":song canary" lainnya. Jenis kenari yang digolongkan ke dalam "song canary" lainnya adalah Roller Canary, Spanish Timbrado, Rusian Singer Canary dan Waterslager Canary.


Sebaran: American Singer Canary dikembangkan pada tahun 1930-an olehj sekelompok wanita yang kemudian dikenal sebagai "The Eight Boston House Wives". Awalnya mereka melontarkan gagasan untuk mengembangkan kenari yang selain indah juga memiliki lagu indah. American Singer Canary awalnya disebut "North American canary" dan dihasilkan dari silangan Roller Canary Jerman (30%) dan Border Canary (70%). Burung ini paling banyak menyebar di Amerika.


American Singer Canary berbodi sepanjang sekitar 5 3/4 inci (14,6 cm) dan muncul dengan berbagai warna termasuk kuning, penggemar putih, hijau, biru, oranye, warna perunggu, coklat, coklat kekuningan, dan aneka warna lainnya.


2. Belgian Fancy Canary


Belgian Fancy Canary adalah salah varietas kenari yang memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan kenari karena menurunkan sejumlah varietas kenari yang paling populer saat ini. Pengaruh utamanya adalah pada pengembangan kenari "frill" dan kenari "postur. Sebagai burung kenari "postur", maka varietas kenari ini lebih diotekankan pada pengembangan penampilan fisik daripada warna atau lagu. Mereka dikategorikan sebagai kenari "postur" dengan postur tubuh membentuk punuk bagai separuh bulan yang terbalik. Burung "posture canary" lainnya yang terkenal adalah Scotch Fancy Canary dan Italian Gibber Italicus.


Belgian Fancy Canary mengesankan atau berpenampilan seperti burung cacat, kepalanya kecil seperti kepala ular. Kenari ini sulit diternakkan dan umuninya telurnya ditetaskan dengan memakai burung kenari lain.. Burung ini relatif lebih sulit diternakkan ketimbang kenari warna. Lagian, burung ini tidak pandai  mengasuh anakan.


3. Border Fancy Canary


Border Fancy Canary termasuk "type canary" yang dikembangkan untuk menghasilkan kenari dengan fisik yang bagus dan bukan pada lagu. Dijuluki sebagai "Wee Gem", burung ini menunjukkan postur yang kecil, cantik, bodi kompak dan kokoh. Memiliki tubuh bulat dengan bulu sangat mengkilap. Kenari ini paling banyak menampilkan warna kuning, meski juga ditemukan dalam berbagai warna lain.


Kali pertama dikembangkan di perbatasan (border) antara lnggris dan Skotlandia, burung ini kadang sering dikacaukan dengan kenari gloster, meski bisa dibedakan dari bentuk kepalanya. Di dalam lomba di luar negeri, bentuk bulat dari burung itu sangat menentukan hasil penilaian. Burung kenari border ini mencapai panjang 14 cm.


4. Color Bred Canary


Salah satu varietas paling populer dari semua burung kenari adalah Color Bred Canary. Burung ini dipelihara orang di hampir seluruh pelosok dunia. Color Bred Canary adalah burung kecil yang indah bagi mereka yang mengutamakan burung dengan penampilan warna yang khusus. Burung Color Bred Canary tidak tidak hanya harus cantik, tetapi juga aktif dan sangat menghibur. Burung yang menyenangkan ini cukup mudah dipelihara namun rekatif tidak mudah untuk berkembang biak, sehingga memerlukan perhatian khusus jika kita ingin menangkar kenari warna agar tetap menghasilkan keturunan kenari yang juga berwarna-warni.


Color Bred Canary termasuk varietas burung kenari yang relatif baru, dikembangkan mulai pertengahan-1900. Hari ini ada beberapa ratus versi burung Color Bred Canary.


5. Crested Canary


Termasuk "canary type", kenari Crest atau Crested Canary tergolong jenis yang tua dan burung kenari dan sudah ada sekitar tahun 1950-an. Mula-mula di kenal dengan nama Turn crown dan pada permulaan abad ini dikenal sebagai King of the fancy (Raja Fantasi). Mahkota burung.ini haruslah besar dan mengembang dari tengah-tengah kepala dan mengembang ke depan sampai ke paruhnya hampir sejajar dengan matanya sehingga mata hampir tertutup. Mahkota ini juga mengembang ke arah belakang kepala.


Mahkota Crested Canary yang baik harus memiliki bentuk yang baik, luas dan tebal dengan bulu-bulu yang lebat dan lembut. Kenari mahkota adalah burung yang besar dan harus memiliki kepala yang besar, leher yang besar pendek dan badan bidang, sama seperti kenari norwich. Jenis crest ada yang mempunyai mahkota, tetapi ada pula yang memiliki kepala yang polos tanpa mahkota.


Jenis lain yang populer sebagai "type canary" crested (bermahkota. berjumbai) jadalah Gloster Canary, Crested Stafford Canary, Crested Norwich Canary, dan Crested Lancashire Canary.


6. Fife Fancy Canary


Fife Fancy Canary merupakan "type canary", diternakkan untuk mendapatkan karakteristik fisik tertentu ketimbang untuk menghasilkan warna atau suara nyanyiannya. Kenari ini barui dikembangkan pada 1950-an oleh penangkar Skotlandia dan penangkar lain di kawasan yang disebut Fife. Burung fife fancy sebenarnya merupakan burung border tetapi ukuran badannya lebih kecil.


Disebut demikian karena bentuk secara keseluruhan praktis sama, kecuali perbedaan ukurannya. Ukuran burung ini harus tidak lebih dan 11 cm. Burung ini sangat mudah diternakkan dan dapat memberikan variasi bulu yang sangat luas.


7. Gloster Fancy Canary


Gloster Canary memiliki dua versi. Burung yang berjambul dikenal sebagai 'Corona' sedangkan yang polos di kepalanya tanpa mahkota disebut Consort..Termasuk "type canary", Gloster Fancy Canary tergolong jenis burung kenari baru. Kenari gloster tergolong kecil, dengan panjang badan tak lebih dan 11 cm. Kenari gloster sengaja diternakkan ke arah jenis yang kecil dan diusahakan agar selalu kecil, sehingga binatang ini tidak boleh lebih dan ± 11 cm saat memasuki lomba di luar negeri.


Di dalam gambar-gambar yang dapat dijumpai di buku-buku mengenai burung kenari kita akan dapat melihat bahwa kenari ini memiliki warna kuning dengan bagian sayap putih atau kehijau hijauan, sama seperti bagian ekornya. Pada kepala burung kenari gloster terdapat jambul, tetapi ada juga yang tidak.


8. Lizard Canary


Burung kecil yang cantik ini adalah salah satu jenis tertua dari kenari yang telah memiliki sejarah lama. Termasuk "type canary", Lizard hampir punah pada awal 1900-an. Akibat adanya dua perang dunia dan wabah penyakit, populasi Lizard Canary berkurang hingga hanya menjadi hanya beberapa pasang ketika mulai dikembangkan lagi pada pertengahan 1940-an. Berkat Lizard Canary Association di Inggris Raya, hari ini kenari Lizard bisa berkembang lagi dengan subur dan merupakan salah satu burung kenari..


Lizard Canary (kenari kadal) yang panjangnya sekitar 14 cm ini sangat identik dengan warna bulunya yang menyerupai sisik kadal. Bulu lizard didominasi warna kuning dan warna putih.Lizard Canary dikembangkan di Prancis pada 1700-an. Pada 1945, asosiasi penggemar Lizard dibentuk di Inggris dengan tujuan mengembangbiakkan lagi burung ini dan hari ini Lizard Canary merupakan salah satu jenis burung kenari yang cukup populer.


9. Northern Dutch Frilled Canary


Dikembangkan sebagai "type canary" pada abad ke-18, Northern Dutch Frilled Canary diawali dari kenari frill. Kenari Frill ini kemudian muncul dengan berbagai jenis yang menyebar ke berbagai negara. Dewasa ini dikenal Frill dan Belanda, Italia, Paris. Sesuai namanya, Northern Dutch Frilled Canary dikembangkan di Belanda bagian utara, Sedang pihak Jepang telah menghasilkan jenis frill yang kecil.


Umumnya jenis frill ini tergolong sebagai burung yang besar, sebab panjangnya dapat lebih dan 20 cm.


Ada tiga bagian yang disebut mantle, jabot, dan fin. Mantle (las) adalah bulu-bulu bagian punggung yang membelah di punggung dan jatuh secara sinietnis. Jabot adalah bulu di dada yang berombak dan menggulung ke dalam. Jabot ini harus datang dan tiap sisi dada untuk membentuk suatu ke rutan yang bertemu di bagian tengah bagaikan suatu bentuk kerang yang menutup. Sedang fin adalah bulu-bulu yang panjang, benar-benar berjumbai yang datang dan paha dan bergerak ke atas sekeliling sayap. Kenari frill yang indah dapat menjadi burung yang sangat indah, tetapi kenari yang buruk akan menjadi burung yang memberi kesan ganjil dan aneh karena bentuknya itu. Burung-burung mi tergolong sebagai burung ternak yang baik.


10. Norwich Canary


Dikembangkan sebagai "type canary", burung ini mempunyai sejarah sendiri. Penenun-penenun bangsa Flam yang memelihara burung ini pernah melarikan diri ke Inggris, untuk menghindani pembantaian bangsa Spanyol. Mereka tinggal di wilayah Norwich di Norflok (Inggris). Mereka inilah yang menjaga kelestanian burung ini. Burung kenari norwich dewasa ini merupakan burung kenari yang menanik.


Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek dan ekor pendek, serta paruh juga pendek. Banyak dan burung ini yang memiliki warna hijau yang menanik. Burung ini jarang yang berwarna putih. Panjangnya antara 15—16 cm.


11. Parisian Frilled Canary


Burung kenari yang berjumbai ini juga dikenal sebagai kenari Paris. Parisian Frilled Canary adalah salah satu yang terbesar dari semua varietas frill yang dikenal saat ini. Parisian Frilled Canary adalah burung yang menggairahkan dan indah. Bulu ekor pada burung ini berjumbai, dan ada juga helm di kepalanya, ada sebuah tutup di dahi, mempunyai efek sideburn di pipi, dan juga ada bulu kerahnya.


Sebagai "type canar", Parisian Frilled Canary diternakkan untuk mencapai penampilan fisik burung, bukan pada suara atau warna. Meskipun demikian, Parisian Frilled Canary merupakan penyanyi yang baik, mirip dengan kenari lain pada umumnya.


Ada banyak varietas yang berbeda dari burung kenari berjumbai ini. Misalnya French Frill, Fiorina Frill, Colored (Milanese) Frill, Gibber Italicus, Giboso Espanol, Japanese Frill, Northern Dutch Frill, Southern Dutch Frill, Munich Frill, Scotch Fancy Frill, Swiss Frill, Roebekian Frill, Hunchback Frill, Brazilian Frill, dan bahkan varietas crested seperti Padovan Frill dan Florin Frill.


12. Red Factor Canary


Kenari ini kali pertama dikembangkan pada 1930-an oleh Dr Hans Duncker (Jerman) dengan menyilangkan siskin merah (jantan) dengan kenari kuning (betina). Beberapa orang mengatakan leluhur dari kenari kuning yang digunakan Hans adalah Roller Jerman, sementara yang lainnya menyakini sebagai kanari Border.


Red Factor Canary merupakan salah satu jenis kenari yang sangat populer. Burungnya sangatactif dan bergairah. Burung ini relatif mudah dipelihara namun perlu usaha yang lumayan keras untuk menernakkannya sehingga menghasilkan keturunan yang bagus.


Red Factor Canary termasuk "color canary" dan sebenarnya juga merupakan Color Bred Canary tetapi memiliki "red factor" sebagai bagian dari struktur genetiknya.


13. Roller Canary


Kenari roller yang dikembangkan sebagai "song canary" karena keindahan suaranya ini juga disebut German Roller Canary atau Hartz Mountain Roller Canary. Roller Canary diternakkan secara besar-besaran di wilayah Pegunungan Hartz. Di pegunungan ini ada ratusa keluarga yang berkecimpung mengembangbiakkan kenari dan melatihnya.


Cara lama yang dipakai untuk melatih burung ini adalah dengan memasukkan burung ke dalam sangkar kecil dan membiarkan burung ini mendengarkan suara burung yang dikenal indah suaranya (yang telah menang pertandingan, misalnya). Tetapi dewasa ini orang menggunakan suara piringan hitam atau pita kaset sebagai pemaster.


Termasuk sebagai "song canary" sebagaimana halnya Roller adalah Waterslager Canary, Russian Singer Canary, American Singer Canary, dan Spanish Timbrado.


14. Spanish Timbrado Canary


Spanish Timbrado Canary adalah varetas terbaru dari "song canary", dikembangkan di Spanyol pada 1940-an dan 1950-an. Bentuk fisik burung ini menyerupai bentuk aseli burung kenari alam karena memang merupakan persilangan antara kenari liar dengan burung finch kicauan Spanyol. Kombinasi dari mereka menghasilkan burung yang memiliki nyanyian yang sangat unik. Nama burung ini, seperti halnya suaranya, mengingatkan kita pada ketukan castanyet Spanyol. Meskipun keras, suara burung ini tidak berisik atau memekakkan telinga.


Meski dikenal dengan lagunya yang bagus, burung ini bisa dinikmati pula pada tampilan fisiknya yang cantik. Mereka dikembangbiakkan dari indukan dengan berbagai variasi warna dan memiliki nyanyian yang kristal. Kenari Spanish Timbrado yang baik harus memiliki keseimbangan antara kualitas suara dan variasi lagu. Burung ini memiliki standar suara yang berbeda dengan "song canary" lainnya seperti kenari Roller, American Singer, Russian Singer, maupun Waterslager.


15. Stafford Canary


Kenari Stafford Canary memiliki sejarah pengembangan yang unik. Standar dari pengembangan kenari Stafford sudah ditentukan sebelum burung ini mulai dicoba-ternak.Alkisah, pada tahun tahun 1970-an, ada sebuah kelompok penangkar kenari yang saat itu mengembangkan kenari warna yang ada di daratan Eropa. Kelompok yang bernama Deutche Koife ini tertarik untuk menciptakan varietas "type canary" warna (terutama red dan rose) tetapi juga berjambul. Akhirnya mereka menentukan sendiri standar untuk burung yang disebut Stafford Canary, yakni persilangan antara Gloster dan kenari Red Factor.


Stafford Canary kemudian muncul dengan branding tersendiri, ada yang berjambul dan ada pula yang polos tetapi berwarna dasar merah dan rose. Stafford Canary yang tercipta kemudian memang indah dan sangat digemari para peternak kenari di Eropa.


16. Waterslager Canary


Popularitas kenari Waterslager sudah merebak sejak sepanjang sejarah dan terus berkembang dengan sifat seperti yang diharapkan sejak burung ini "dicipta". Burung ini terkenal dengan lagunya yang menyerupai riak dan tetes air, denting bel dan siulan seruling. Meskipun suaranya tidak sekeras beberapa jenis kenari lain, Waterslager mampu menyuarakan lagu lembut (ke arah medium), dan lagunya nyaris menenggelamkan popularitas lagu semua jenis kenari nyanyian atau "song canary".


Pada dasarnya Waterslager dikembangkan dan dipelihara untuk mendapatkan anak atau keturunan yang juga memiliki keseimbangan antara kualitas suara dan lagu khas Waterslager. Beberapa burung lain yang dikembangkan sebagai "song canary" adalah kenari Roller, American Singer, Rusian Singer, dan Spanish Timbrado.


17. Yorkshire Canary


Kenari Yorkshire dikembangkan sebagai "type canary" dan merupakan hasil persilangan burung kenari lancashire dan burung kenari belgia. Bentuk Yorkshire terkadang digambarkan seperti wortel yang terbalik. Burung ini selalu berdiri tegak, dengan kaki panjang. Burung yang oleh orang Eropa sering disebut "The Guardsman" atau "Gentleman of the Fancy" ini memiliki panjang kira-kira 16 cm.


18. Scotch Fancy Canary


nndcaDi kalangan penggemar burung di inggris, burung ini di kenal dengan sebutan Bird O Circle, karena formasi dan kepala sampai ke ujung ekor pada waktu dipertandingkan berbentuk setengah lingkaran. Dalam pertandingan ada posisi, gerak, atau bunyi yang harus dipertontonkan oleh burung kenari. Keadaan yang tidak umum ini


ditemukan Secara menonjol di wilayah Skotlandia dan Inggris Utara, Sedang di wilayah selatan burung ini tidak populer. Burung Scotch harus memiliki kepala kecil, lebih bulat sedikit dan kepala burung kenari belgia. Lehernya ramping dan pan jang, bahunya terisi penuh namun sempit dan bulat, sayap nya panjang dan menempel kuat ke badan, dan kaki yang panjang kuat terpentang dengan baik.


19. Lancashire Canary


Kenari ini adalah jenis kenari yang terbesar di Inggris. Jenis ini sekarang sudah jarang ditemu kan dalam bentuk aslinya. Burung ini lebih banyak disilangkan dengan jenis lain untuk mendapatkan badan yang besar. Jenis ini ada yang memiliki mahkota atau jambul yang di sebut lancashire coppy, dan ada pula yang kepalanya polos dan disebut lancashire plain head.


20. Cinnamon Canary


Burung Cinnamon dewasa ini mempunyai kesamaan dengan kenari Norwich dan tergolong burung yang menarik. Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek dan ekor pendek, serta paruh juga pendek. Banyak dari burung Cinnamon ini yang memiliki warna hijau yang menanik. Kenari Cinnamon jarang yang berwarna putih. Panjangnya antara 15—16 cm.


21. London Fancy Canary


London Fancy Canary disebutkan telah punah, dan burung kenari ini susah ditelusuri asalnya. Burung ini benar-benar sangat cantik. Bulunya berwarna keemasan yang cemerlang dengan sayap dan ekornya berwarna hitam, yang menaggalkan kontras yang sangat mengesankan. London Fancy Canary tergolong jenis kenari Inggris yang sudah tua sekali, dan aslinya memiliki bintik-bintik hitam.


Untuk gambar dan rincian lain tentang kenari, tunggu saja di halaman khusus kenari yang saat ini sedang dalam pengerjaan. Salam.


Sumber: animal-world.com dan kenariku.tripod.com

Minggu, 09 Mei 2010

100 Blackthroat dan 25 pasang lovebird masih tertahan di Singapura

Sebanyak 100 ekor burung blackthroat (serinus atrogilaris) dari Afrika tertahan di Bandara Changi Singapura sebelum masuk Indonesia. Bersama 100 blackthroat tersebut, tertahan pula sebanyak 25 pasang lovebird yang didatangkan dari Belanda.


Padahal, beberapa orang peminat sudah menunggu-nunggu kedatangan blackthroat tersebut dengan menginden ke pengimpornya. Hal itu disampaikan Om Ariono Lestari, yang bersama seorang temannya di Jogja, mengimpor burung-burung tersebut.


"Rencana kedatangan blackthroat tertunda dan tidak sesuai rencana karena harus melalui pemeriksaan karantina hewan oleh pihak terkait di Singapura," kata Om Ari yang bos koran Radar Jogja kepada Om Kicau, Sabtu (8 Mei 2010) sore, melalui telepun.


Om Ari Radja (Radar Jogja) menegaskan, kemungkinan besar pada 15 Mei 2010 burung-burung tersebut sudah sampai di Jakarta dan langsung dibawa ke Jogja dan sebagian lainnya ke rumah Om Ari di sebelah selatan kompleks Lanud Adisumarmo, Colomadu, Karanganyar, Surakarta.


Harga jual yang dipatok untuk blackthroat jantan adalah Rp. 1,5 juta dan betina Rp. 1 juta. Untuk penghobi di wilayah Jogja yang berminat membelinya, bisa menginden dulu atau bisa menghubungi Om Endri di 0274 6995008. Untuk wilayah Solo dan Jateng pada umumnya bisa menghubugi Om Lilik di nomor 081393258118.


Bertutur tentang burung lovebird yang dia beli dari Belanda, Om Ari mengatakan ada 25 pasang terdiri dari 15 pasang lovebird kepala hijau dan 10 pasang lovebird pastel.


"Harga jual sepasang lovebird kepala hijau Rp. 1,5 juta dan yang warna pastel Rp. 1,75 juta," kata Om Ari yang sebelumnya pernah mendatangkan beberapa pasang lovebird lutino dan albino, juga dari Belanda.


Salam sehat burung Indonesia... (meski asalnya dari imporan hehehe...).


Berita terkait:


Blackthroat impor segera datang, harga sudah menantang.

Sabtu, 08 Mei 2010

Anis kembang, burung favorit untuk kicauan




[caption id="attachment_12830" align="alignleft" width="300" caption="Anis kembang koleksi Om Indrawan Eko"][/caption]

Salah satu burung favorit saya adalah anis kembang (Zoothera interpres). Meski saat ini burung anis kembang tidak sepopuler anis merah, anis kembang pernah mencapai puncak kejayaan jauh melambung di atas semua burung kicauan.


Sekitar akhir 1990 atau awal 2000, harga pasaran anis kembang bakalan yang baru bisa ngriwik,  pernah mencapi rata-rata Rp. 3,5 juta. Begitu mulai ngeplong-ngeplong atau ngeriwik kasar mendekati ngerol, harganya sudah di atas Rp. 5 juta. Sedangkan yang sudah mau bunyi di arena lomba, di atas Rp. 10 juta. Suatu rekor harga burung yang belum pernah dicapai burung lainnya.


Meski tak lagi sepopuler jaman dulu, sebagai burung kicauan untuk hobi, burung ini tetap memiliki beberapa kelebihan dibanding burung lain. Ketimbang anis merah (Zoothera citrina) misalnya, anis kembang secara umum lebih gampang bunyi, lebih tahan stres, suaranya lebih merdu, dan kalau sama-sama "jadi", anis kembang nyaris tidak pernah berhenti bunyi selama tidak dikerodong atau diletakkan di tempat gelap.


Tipe suara anis kembang yang ngerol, cenderung mendominasi suara ocehan burung lainnya jika kita gantang di dalam rumah bersama-sama. Dibanding burung lain, anis kembang yang bisa memiliki lagu variatif (tergantung pola pemasterannya) ini, memiliki warna suara yang merdu. Meski bisa sangat keras, tetapi tidak memekakkan telinga. Beda dengan warna suara burung-burung kicauan lainnya.


Sebagai kicauan di rumah pula, dibandingkan dengan murai batu (Copychus malabaricus) misalnya, anis kembang jarang sekali memperdengarkan suara-suara ngeban (berulang yang membosankan). Dengan demikian, secara umum anis kembang sebagai burung kicauan rumahan mempunyai banyak keunggulan dibanding burung lainnya. Sementara untuk perawatan harian, anis kembang tidak terlalu manja.


Habitat dan penangkaran

Anis kembang tersebar di daerah Nusa Tenggara, Sunda Besar, Malaysia dan Filipina. Jumlahnya di alam pada daerah-daerah tersebut sudah menyusut. Menurut catatan BirdLife Indonesia, anis kembang masih mudah dijumpai di daerah Flores dan Kalimantan. Di Indonesia, ada 12 jenis anis yang dapat ditemui di alam. Angka tadi sudah termasuk anis kembang ini. Di wilayah Nusa Tenggara, perburuan anis kembang sudah dimulai dari awal 1995. Saat Pulau Sumbawa telah kehabisan ”stok”, para pemburu itu melebarkan sayap ke Flores.


Anis kembang hidup pada hutan primer, hutan sekunder yang tinggi dan hutan yang rusak dan lahan yang pohonnya banyak, juga petak-petak hutan yang terisolasi. Burung ini ditemukan pada ketinggian, 200-1300 m (Lombok), 200-1000 m (Sumbawa). Sedang di Flores dijumpai pada dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1000 m. Selain itu, BirdLife Indonesia juga mencatat sebaran burung ini di Sumba dan Timor. Pastinya, anis kembang merupakan burung yang sebaran berbiaknya terbatas hanya di Nusa Tenggara saja.


Secara nasional maupun internasional, burung ini belum dilindungi undang-undang. Sementara pada kenyataan di lapangan, perdagangan anis kembang telah sampai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Sejak tahun 1994, menurut catatan BirdLife, Gubernur NTB (waktu itu Warsito) telah mengeluarkan larangan terhadap perdagangan burung di wilayah tersebut. Namun, hingga kini perdagangan punglor di Provinsi NTB makin marak saja. Kalau begini, kisah biduanita bersayap di alam bebas itu hanya tinggal menghitung waktu saja.


Dalam kaitan ini, perlu kiranya saat ini digalakkan lagi penangkaran anis kembang. Burung ini relatif mudah ditangkarkan karena tidak se-njelimet penangkarean cucakrowo, murai batu atau bahkan dibandingkan kenari. Hanya saja, masalah harga jual yang tidak stabil, membuat banyak penangkar yang tidak lagi menangkarkan burung ini.


Ciri berdasar daerah asal


Secara umum, tidak ada ciri yang signifikan untuk membedakan anis kembang berdasar daerah asal. Sama dengan anis merah atau murai batu misalnya, tidak ada perbedaan volume, mental dan gaya tarung yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Seperti pernah saya tulis, anis kembang semua wilayah Indonesia ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang ngerol mendongak ada yang cuma ngeriwik-ngeriwik. Kalau memilih anis kembang, pilih saja dari penangkaran yang sudah dikenal memproduksi burung-burung jawara karena indukan-indukannya juga pilihan.


Meski tidak ada ciri-ciri khas anis kembang berdasar daerah asal, ada sedikit referensi yang mungkin berguna yang pernah ditulis di sebuah tabloid. Disebutkan misalnya, anis kembang tasikmalaya (Jawa Barat) memiliki warna trotol pada bagian dada yang tidak ngeblok atau cenderung beraturan (bercorak), sementara bulu putih pada sayapnya terputus2 seperti sisir.Biasanya anis kembang asal Jawa Barat cenderung doyan betina.


Anis Kembang Sumbawa (Nusa Tenggara) warna trotol pada bagian dadanya terlihat ngeblok dan cenderung tidak beraturan, sementara bulu putih pada sayap tertata rapi membentuk bulatan2 seperti mega. Bodi anis kembang Sumba lebih bongsor dibanding dengan Jawa Barat dan Borneo.


Sementara itu ciri anis kembang Kalimantan (Borneo) adalah warna trotol pada bagian dada terlihat ngeblok atau cenderung tidak beraturan, terdapat warna bulu kuning kecoklatan berbaur warna trotol hitam pada bulu dada hingga sisi kiri dan kanan di bawah bulu sayap mirip spt anis kembang remaja. Sementara warna putih pada sayap memebentuk bulatan2 spt mega dan terputus oleh bulu hitam dibagian bawah. Bodi anis kembang Kalimantan relatif lebih kecil dari dan ramping ketimbang Jawa Barat dan Nusa Tenggara.


Ciri jantan dan betina


Burung anis kembang sebenarnya termasuk burung monomorfik, yakni jantan dan betina berpanampilan sama. Namun ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk memilih anis kembang jantan dan betina. Hanya saja perlu dicatat bahwa perbedaan ini hanya bisa dilihat jika dilakukan perbandingan pada beberapa anis kembang. Kalua hanya ada satu burung anis kembang, kadang orang yang belum berpengalaman akan kesulitan menentukan atau memperkirakan jenis kelamin anis kembang.


Ciri secara umum yangf sering digunakan orang antara lain adalah pada bentuk dan struktur mata dan kelopaknya, kontras pada bulu, cara berdiri dan cara ngeriwiknya. Untuk anis jantan, secara umum bermata menonjol. Yang jantan, datar. Jika warna bulu lebih tegas kontrasnya, lebih mengkilap, diyakini sebagai jantan.


Pada pantat anis kembang jantan, juga terlihat ada bulu hitam atau abu-abu yang berlekuk-lekuk menyerupai pola gambar awan. Sementara anis kembang, warna bulu pantat hanya sewarna, yakni putih (bisa terang, bisa keruh). Namun membedakan warna bulu semacam ini tidak bisa diterapkan untuk memilih anis kembang yang masih trotolan. Untuk anis kembang trotolan, maka jika ngeriwiknya dengan membuka paruh, diyakini sebagai jantan. Jika hanya menggelembung-gelembungkan leher, meski terdengar keras, diyakini sebagai betina.


Sementara kalau dilihat dari cara atau gaya berdirinya, anis kembang jantan cenderung merapatkan kaki dan betina sedikit merenggang dan agak menunduk. Untuk burung jantan yang sudah birahi, jika didekatkan betina dia akan menanduk-nanduk, dengan gaya body menyenduk-nyenduk seperti ular kobra. Sedangkan betina yang sudah birahi, jika didekatkan atau mendengar jantan berkicau, akan menggetar-getarkan atau membuk-tutup sayap terus-menerus.


Cara perawatan dan pakan


Perawatan anis kembang, seperti saya sebutkan pada awal tulisan, relatif lebih mudah dibanding anis merah misalnya. Seperti burung lain, dia perlu dimandikan dan dijemur. Sementara untuk pola pakan dan sebagainya, secara umum bisa dibaca pada artikel tentang hal itu, antara lain adalah:




Atau bisa dibuka lagi artikel-artikel tentang anis kembang di sini.


Ok, sukses selalu untuk burung Indonesia. Salam, Om Kicau.

Senin, 03 Mei 2010

Penangkaran murai batu sistem poligami RRBF, 2 jantan 10 betina, 25 anakan tiap bulan

[caption id="attachment_14179" align="alignright" width="161" caption="Om Didik RRBF Gresik"][/caption]

Selama ini penangkaran burung dengan sistem poligami, yakni satu jantan untuk beberapa betina sebagai pasangan, banyak diterapkan pada beberapa burung jenis finch seperti kenari atau blacktroath. Namun penangkaran murai batu dengan sistem poligami, yang tergolong sukses luar biasa menurut catatan Om Kicau, barulah punya Om Didik Supriyanto dengan penangkaran RR BF-nya di Gresik Jawa Timur.


Ketika saya berkunjung untuk kedua kalinya ke penangkaran Om Didik, Minggu 2 Mei 2010, bertepatan dengan event lomba burung Phonska Cup di GOR Tri Darma Petrokimia, kandang breedingnya sudah bertambah banyak dan besar. Kali pertama saya ke sana setahun lalu, kandang penangkarannya baru 4 petak. Sekarang sudah ada 10 petak.


Dan yang luar biasa adalah sistem poligami dalam breeding murai batu yang diterapkannya. Kandang penangkaran 10 petak itu, dia isi dengan 10 murai batu betina dan dua pejantan. Untuk pejantan murai batu ekor panjang yang dia namai  Mr A (pada tulisan terdahulu tertulis LT, kemudian ada ralat disampaikan Om Didik) tersedia enam ekor murai batu betina. Sedangkan untuk murai batu yang bernama NS (Night Shadow) tersedia 4 betina. Hasil breeding dari dua pejantan dan 10 betina itu, per bulan sekitar 25 ekor anakan murai batu karena rata-rata anakan per sekali penetasan satu indukan betina berisi dua atau tiga ekor anakan. Sangat-sangat menggiurkan....


Namun sebagaimana kemudian disampaikan Om Didik, tujuan breeding dengan sistem poligami ini memang tidak semata-mata mengejar keuntungan. Dia melakukan hal itu untuk mencari "betina seperti apa" yang bisa menurunkan "anakan dengan karakter seperti apa". Tentunya hal itu bertujuan memahami lagi pewarisan karakter atau sifat  dan  pewarisan struktur tubuh pada murai batu.


Dengan mengetahui pola pewarisan karakter atau sifat  dan  pewarisan struktur tubuh murai batu, diharapkan pada akhirnya nanti bisa dihasilkan anakan-anakan murai batu dengan body, volume suara, karakter dan gaya tarung yang diinginkan.


Bagaimana hal itu bisa dilakukan? Sebentar ceritanya...


Berangkat dari Solo pada Sabtu 1 Mei 2010, saya memang berniat "menengok" breeding Om Didik. Namun karena keberangkatan saya ke Gresik juga atas ajakan Om Arif Darma yang juga penghobi burung, maka Sabtu malam pun ikut numpang tidur dulu di rumah Om Arif di Gubeng Kertajaya, Surabaya. Bahkan pada Sabtu sore, sempat nonton Latber di Dewa 99. Sore hari itu juga sempat kencan untuk ketemuan dengan Om Bobo KM (Darwan Tanujaya) dan pertemuan dengan Om Bobo berlangsung di rumah Om Arif pada Minggu sore sepulang dari Gresik. Ya biasa, ketemuan dengan sesama penghobi burung ya ngobrol soal burung. (Terima kasih untuk Om Arif dan Mbak Devi atas kesediaan menerima saya dan juga terima kasih kepada Om Bobo yang menyempatkan diri untuk ramai ngobrol bersama saya).


Sistem poligami





[caption id="attachment_14180" align="aligncenter" width="500" caption="Deretan kandang penangkaran RR BF."][/caption]

Hal yang utama yang ingin saya lihat di penangkaran Om Didik adalah anakan-anakan Night Shadow (NS) karena murai batu ini kebetulan berasal dari seeorang teman di Solo yang kemudian ditransfer Om Didik. Meski relatif masih muda, sebelum berpindah tangan, NS ini sudah beberapa kali mendapat predikat jawara di event lomba di Solo. Hanya karena terforsir, burung ini jadi drop. Bukan hanya menjadi "bisu", burung ini juga ciak bulu (suka makan bulu sayap dan pinggul). Baru setelah sekitar dua kali masa mabung dengan perawatan ekstra, burung ini kembali menampilkan peforma jawaranya. Setelah terbukti mampu menunjukkan tajinya di event lomba, NS segera dikandangkan sebagai pejantan breeding RRBF. Dan sekarang sudah beranak pinak dengan 4 betina sekaligus...





[caption id="attachment_14181" align="aligncenter" width="500" caption="Salah satu "kamar" penangkaran RRBF."][/caption]

Penangkaran murai batu RRBF ini secara umum sama dengan penangkaran murai batu lainnya (untuk perbandingan lihat artikel berujudul Yuk menangkar murai batu. Yang membedakan adalah sistem poligami yang diterapkannya. Dengan sistem poligami ini, antar kandang penangkaran diberi pintu yang bisa dibuka dan tutup sebagai "jalan tembus" si jantan menuju "kamar-kamar" para betina.





[caption id="attachment_14182" align="aligncenter" width="500" caption="Wadah pakan dan air minum rancangan ala RRBF.Rancangan ini menurut Om Kicau cukup ideal karena selain wadah untuk jangkrik, kroto, voer dan air minum menyatu dalam satu lokasi, juga wadah ini anti-semut karena di pangkal besi penyangga bisa diolesi oli atau vaselin. Hal yang unik lagi adalah khusus untuk wadah jangkriknya. Di wadah ini, jangkrik hidup diletakkan. Selain bisa tahan hidup lama karena jangkrik dibiarkan dalam kondisi utuh, juga jangkrik tidak bisa pergi ke mana-mana."][/caption]

Teknisnya, pejantan pilihan dalam kondisi birahi yang ditandai dengan suaranya yang gacor setiap saat, dimasukkan ke satu kandang betina yang juga sedang birahi. Tanda betina birahi adalah selalu bersiul-siul ngeplong dan untuk betina tertentu malah juga ngerol. Dalam kondisi sama-sama birahi, keduanya akan segera kawin. Setelah dicampur selama dua tiga hari dengan melakukan perkawinan 2-3 kali sehari, si betina akan segera bertelor (selama masa perkawinan, si betina sudah menyusun sarang). Ketika betina sudah mulai bertelor dan mengeram, si jantan dipindah ke "kamar lain" melalui jalan tembus yang memang sudah disiapkan (lihat gambar "jalan tembus" tersebut).





[caption id="attachment_14183" align="aligncenter" width="500" caption="Sisi satu dan dua jendela antar ruangan. Melalui jendela ini, si jantan diberi akses langsung ke "kamar" betina lain. Jendela dibuat sedemikian rupa sehingga ketika mau memindah jantan, hanya tinggal mengangkat penutup dengan model sliding. Si jantan akan segera pindah kamar begitu jendela ini diangkat."][/caption]

Setelah si jantan masuk ke kemar betina lain, tak lama kemudian akan terjadi perkawinan lagi. Dan penyampuran itu berlangsung selama 2-3 hari. Begitu si betina mulai bertelor dan mengeram, di jantan dipindah kamar lagi ke ruangan "isteri" lainnya begitu seterusnya cerita berulang. Bagaimana jika ada betina yang sedang masuk masa mabung. "Ya kita ganti dengan betina lain yang siap, kan kita punya stok betina yang sudah siap kawin juga," kata Om Didik.





[caption id="attachment_14184" align="alignleft" width="225" caption="Si betina menyiapkan pakan untuk anak-anaknya sementara suami pergi ke "kamar" madunya hehehe"][/caption]

Lantas, kalau si jantan yang mabung, apakah para betinanya berhenti berproduksi? "Hahaha, yang kita ganti ya si jantannya," jawab Om Didik mantap. Oho ho ho hooo... makanya tidak mengherankan kalau di RRBF selain ada murai batu pejantan dan betina yang sedang ditangkarkan, ada juga beberapa murai batu jantan dan betina yang "nganggur" dari menjalankan tugas di kandang penangkaran. Ternyata inilah pejantan-pejantan dan para betina yang siap "melaksanakan tugas" ketika pejantan atau betina di kandang penangkaran memasuki masa mabung.


Kalau Anda belum melihat sendiri penangkaran RRBF, barangkali Anda tidak akan percaya dengan apa yang Om Kicau tulis. Tetapi itulah faktanya, bahwa penangkaran murai batu dengan sistem poligami bisa dijalankan di sana. Dari 10 kandang penangkaran itu, dihasilkan antara 20 sampai 30 ekor anakan setiap bulannya. Tetapi sebentar... meski produksinya tergolong tinggi, kita jangan berharap bisa membeli anakan MB dari sana setiap saat. Kenapa? Kita harus indent dulu karena semua anakan yang bahkan belum menetas, sudah dipesan orang. Om Kicau saja yang cukup beruntung karena sepulang dari RRBF bisa menggondol seekor anakan murai batu jantan yang sebenarnya simpanan tuan rumah dan empat ekor anakan betina, hehehe....





[caption id="attachment_14300" align="aligncenter" width="477" caption="Beberapa koleksi anakan dan indukan RRBF."][/caption]

Oke temans, karena ketika menulis ini Om Kicau sedang dalam kondisi liyer-liyer mengantuk sepulang dari Gresik via Surabaya dengan KA Taksaka, maka tulisan ini dicukupkan sampai di sini dulu.

Catatan: Untuk member Om KIcau Hotline yang ingin mengetahui masalah detil penangkaran murai batu sistem poligami, silakan kirim email dan beritahukan ke Om Kicau melalui SMS jika email sudah dikirim, atau langsung telepun Om Kicau.


Kalau Anda ingin melihat koleksi lama dan baru murai batu pejantan, betina dan anakan di penangkaran RRBF. Silakan klik ini: Koleksi Murai Batu Didik Supriyanto. Kalau Anda pengin tahu dan ingin kenal dengan Om Didik, silakan klik saja link ini.


Sukses selalu penangkaran burung Indonesia. Salam, Om Kicau.

Tulisan terkait penangkaran: