Hasil Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Inilah hasilnya.

Perlu catatan harian penangkaran

Penjodohannya pun tidak mudah, sebab membedakan jantan betina pun tidak gampang. Butuh pengalaman dan kepekaan untuk memastikan jenis kelamin. Banyak sekali kasus breeder pemula gagal.

Kendala selalu ada, tetapi bisa diatasi

Penelurusan ke sejumlah breeder cucakrawa, disebutkan bahwa kendala yang harus dihadapi sesungguhnya cukup banyak. Namun kendala-kendala ini ternyata tidak pernah menyurutkan para breeder, karena biasa diatasi.

Cucakrowo perlu ketenangan dan multivitamin

Meski ada pemodal kelimpungan ketika ikut-ikutan mencoba beternak cucakrowo namun ada saja breeder yang tersenyum lantaran modal yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya berlipat-lipat.

Harga burung saat ini

Harga burung di wilayah Solo dan sekitarnya (Soloraya) pada pertengahan Maret 2012 menunjukkan beberapa kenaikan yang signifikan. Seperti apa?

Rabu, 28 April 2010

Anis merah macet pasca mabung dan perubahan gaya teler...

Adalah Om Hendro Malang yang mengaku sangat pusing dengan kondisi anis merah momongannya. Meski sudah diterapi dengan banyak cara, tidak juga mau teler. Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Om Ujang Mashur,  member Om Kicau Hotline. Padahal, anis merah  (sering disebut juga punglor merah, anis cacing, punglor cacing, anis bata atau punglor bata) dahulunya teler habis, tetapi sehabis mabung, hanya ngeplong-ngeplong meski kenceng, bahkan juga terlihat ngotot.


"Kepusingan" yang sama dialami banyak teman penghobi anis merah karena anis merahnya tidak lagi mau bergaya dlosor setelah masa mabung. "Teler sih teler Om, tetapi tidak seperti dulu. Sekarang bergaya klasik saja," kata Om Marwan melalui telepun.


Keluhan-keluhan seperti itu sebenarnya merupakan keluhan "klasik" para penggemar anis merah. Karena hal itu merupakan masalah lama, jadi sebenarnya semuanya pernah saya jawab pada berbagai kesempatan.


Oke, sekarang kita mulai saja dulu dengan anis merah yang macet bunyi atau juga "macet teler", baru kemudian kita bahas tentang adanya perubahan gaya teler pada anis merah tertentu. Tetapi perlu saya tekankan kagi, sebenarnya hal-hal itu pernah saya kupas di web ini. Jadi maaf saja kalau mungkin seperti ada double posting.


Anis merah macet


Anis merah (AM) macet banyak penyebabnya. Bisa jadi karena sakit (termasuk masa ngurak-mabung) dan tidak birahi. Semua burung kicauan pada dasarnya bisa bunyi, hanya saja untuk betina, tidak seperti bunyi jantannya, agak sepi, meski untuk burung-burung tertentu (misalnya cucakrowo, lovebird dsb) ada yang lebih bagus betinanya dalam berkicau.


Oke, kalau Anda sudah pasti dan yakin anis merah Anda bebas dari kekurangan nutrisi dan juga bebas parasit (tungau, kutu dsb), maka cobalah beri extra fooding berupa buah sawo atau salak yang benar-benar matang atau malah cenderung sudah gembur tetapi tidak busuk. Sawo atau salak yang demikian bisa diberikan sebagai menu tambahan harian selama masa treatmen. Selain itu anis merah juga diembun-embunkan. Pagi-pagi sekali, saat embun masih turun, keluarkan anis merah Anda.


Kalau burung masih bandel tidak mau bunyi, Anda bisa memberikan BirdShout produk Om Kicau (lihat penjelasan tentang produk itu). Kalau masih bandel juga bawa saja ke dokter hewan Djatmiko Jogja. Pak dokter ini bisa beri suntik “anu” (rahasia dagang tentunya, hehehe) yang bisa menjadikan anis merah macet jadi bunyi. Anda bisa menitipkan di sana barang 3-7 hari untuk merawat anis merah Anda.


Tambahan catatan, anis merah (juga anis kembang) juga suka ngangkat suara kalau ada suara rangsangan lain. Coba untuk anis merah macet, sering-sering distelkan kaset suara burung isian seperti LB, ciblek, cucak jenggot atau cililin. Untuk membuat dia lebih berani bunyi, gantungkan di tempat dekat orang lalu lalang, misalnya dekat pintu dapur, atau dekat dengan suara gemercik air.


Pengaruh sangkar, warna dan bau


Perlu pula diperhatikan bahwa strukutur, bahan, cat dan sebagainya dari komponen sangkar sangat berpengaruh pada anis merah. Ada anis merah yang tidak mau bunyi atau bunyi tidak maksimal di sangkar kotak, maunya di sangkar bulat dan sebaliknya. Ada yang tidak mau dengan tangkringan berdiameter besar, harus kecil atau sebaliknya.
Bahkan belum lama ini saya menulis di forum kicaumania.org tentang pengaruh bau-bau tertentu pada anis merah. Saya mengatakan dalam banyak kasus, ada sangkar yang secara struktur, warna atau bahkan bau, yang mudah membuat burung gacor dan sebaliknya membuat burung macet bunyi. Hanya saja, masalah "apa*-nya, itu yang sulit untuk dipastikan karena banyak sekali variabelnya.


Tanpa berbicara sisi mistik, percaya tidak percaya, burung anis merah yang lahir dan menetas di kawasan hutan yang ada kayu cendana-nya, akan mudah sekali bunyi dan teler jika di dasar sangkar kita beri cuilan kayu cendana. Secara logika asal-asalan, hal ini mungkin disebabkan bau kayu cendana membangkitkan memori anis merah akan daerah asalnya.


Selain kayu cendana, juga harumnya bunga kopi, ternyata bisa membuat burung anis merah mudah bunyi atau teler, khususnya anis merah dari tlatah Bali. Kemungkinan juga hal ini disebabkan rata-rata anis merah Bali berhabitat pepohonan kopi. Apakah demikian hubungannya ataukah tidak, wallahu'alam.


Singkat kata pengaruh sangkar dan segala yang melekat padanya mempunyai pengaruh pada gampang-tidaknya burung bunyi.


Hal lain yang perlu diperhatikan adalah benda-benda lain yang ada di sekitar burung. Ada burung tertentu yang kelabakan bila didekatkan dengan benda berwarna merah, topi atau payung. Kalau burung kelabakan, kita tentu gampang mendeteksinya. Masalahnya, kalau burung hanya diam karena stres, tentu kita yang kebingungan. Selama benda dengan warna atau bentuk tertentu masih berada di sekitar burung, dipastikan burung tetap stres tidak mau bunyi.


Burung yang membisu karena faktor lingkungan, akan mau bunyi lagi meski bertahap jika lingkungan kita ubah, atau burung berpindah tangn/rumah. Oleh karena itu tidak mengherankan ada burung yang berbulan-bulan membisu, tetapi begitu dibeli orang lain dan berpindah rumah, langsung bunyi bahkan gacor.


Termasuk lingkungan ini adalah burung-burung lain di rumah. Ada burung-burung tertentu yang secara karakter memiliki "perbawa" terhadap burung lain. Saya pernah punya anis kembang yang terlihat biasa saja. Tetapi beberapa kacer milik teman yang dikenal tidak pernah mbagong atau nguda laut, langsung mbagong begitu melihat anis kembang tersebut meski si anis kembang tikda bunyi dan hanya bersiul "shiiittt...". Ada juga burung ciblek punya teman. Begitu ciblek ini bunyi, burung-burung di sekitarnya yang semula ribut bersiul, segera terdiam membisu.


Hal itu secara logika memang tidak bisa saya jelaskan. Namun itulah faktanya. Jadi masalah burung macet bunyi atau membisu, banyak penyebabnya yang tidak bisa serta merta bisa kita ketahui. Teliti lagi... teliti lagi, itulah seninya bermain burung...


Anis tidak mau teler


Nah, kalau masalah anis merah tidak teler meski sudah lama ngemplongnya, volume juga tembus, variasi bagus, dan juga sudah didekatkan dengan anis merah teler, maka perlu diketahui bahwa memang ada anis merah tertentu yang "sulit" teler kalau di rumah. Hanya saja tiba-tiba dia bisa langsung "leeerrr" teler begitu ditandingkan dengan banyak anis merah.


Lebih dari itu, sebenarnya ada juga gaya teler anis merah bukan dalam pengertian "teler" yang kita pahami saat ini, yakni menundukkan kepala atau mengoyangkan badan kanan-kiri. Ada anis merah yang meski teler hanya sedikit menggoyang-goyangkan kepala atau juga hanya buka-buka ekor. Untuk membedakan apakah anis merah itu teler atau tidak, coba saja dengarkan lagunya. Kalau awalnya hanya ngeplong-ngeplong dengan jarak antar ngeplongan relatif lama, tetapi menjadi relatif cepat dengan lagu yang lebih variatif, maka sebenarnya anis merah itu dalam kondisi teler.


Ya, perlu ditegaskan lagi, ada anis merah yang memang "tidak bisa teler" kalau pengertian teler adalah bunyi dengan speed rapat sambil mendengklukkan kepala, goyang, buka ekor dan sebagainya. Ini memang anis merah yang "langka". Kalau anis merah Anda memang demikian, sayang sekali bahwa hal itu bukan terjadi pada pertengahan dekade 90. Sebab pada masa itu, anis merah seperti ini diburu para penghobi dengan harga yang selangit. Sebab, pada masa awal-awal kepopuleran anis merah di pertengahan dekade 90, AM yang gacor tetapi tidak teler-lah yang dianggap sebagai burung bagus. Sedangkan kalau ada anis merah belum-belum sudah teler, maka akan segera terdengar "huuuu" mencemooh.

Perubahan gaya teler anis merah


Demikianlah seperti saya sebutkan di atas, bahwa masalah mabung, penyakit, kondisi mental dan lingkungan sangat berpengaruh pada suara kicauan burung. Namun ternyata, dari banyak pengalaman para pemain burung, pengaruh tersebut tidak hanya pada suara (macet-tidak macet, teler-tidak teler), tetapi juga pada perubahan gaya teler.
Seeorang teman ada yang punya anis merah yang telernya bergaya klasik. Namun seusai mabung, anis merah tersebut punya gaya teler ndlosor mbebek, bahkan main buka-tutup ekor.


Sebaliknya, ada yang punya anis merah yang dulunya punya gaya teler ndlosor mbebek, tetapi jadi bergaya klasik seusai mabung. Pada cerita lain, ada anis merah yang telernya klasik biasa saja, tetapi begitu ketemu lawan dia mau main ngotot, teler mengibas kanan-kiri dan bahkan buka-buka ekor. Atau juga  sebaliknya, ada yang bergaya habis-habisan kalau sendirian, tetapi malah cuma tampil biasa saja ketika ketemua banyak lawan.


Jadi demikianlah kalau Anda punya anis merah. Jika ada perubahan performa, baik performa suara maupun perilaku (termasuk gaya teler), Anda harus meneliti semua faktor, baik kesehatan, sangkar maupun lingkungan sekitarnya. Artinya, tidak pernah ada jawaban cespleng atas persoalan burung yang bisa diterapkan secara umum dan pasti cespleng juga untuk semuanya.


Sekali lagi... teliti... teliti... Itulah pusingnya (eh maaf, asyiknya...) memelihara burung, hehehehe.


Salam sehat burung Indonesia. Om Kicau.
(Jangan biarkan pusing Anda, gabung bersama Om Kicau Hotline)

Senin, 26 April 2010

Ketika BnR disorot

Saya kadang tidak bisa mendefinisikan secara jernih apa itu BnR. Apakah ini sekadar nama tabloid tentang burung, sekadar nama yayasan, ataukah sekadar event organizer (EO) lomba burung. Tetapi apapun definisi BnR di sini, nama itu sudah terbranding sebagai "pemain baru" di dunia perburungan yang namanya cepat sekali meroket.


Seringkali teman-teman meminta saya untuk menulis tentang BnR ini, namun saya menolaknya. Mengapa? Saya takut terjebak menjadi tidak obyektif. Apalagi saya pernah kirim pesan ke Om Boy, salah satu bos BnR, agar BnR menyeponsori  web Om Kicau ketika saya masih memfokuskan pada penggarapan website agroburung.com. Dan saat itu, saya diminta menghubungi sesorang di BnR tetapi tidak saya lakukan karena saya rasakan tanggapan Om Boy kurang antusias. Nah, dalam konteks itulah saya takut menjadi tidak obyektif.


Namun mau tidak mau, saya akhirnya menulis mengenai BnR, saat ini. Tetapi sekali lagi, untuk menjaga obyektivitas, saya sengaja hanya membatasi diri membahas apa yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan kicaumania.


Forum terbesar untuk kicaumania Indonesia saat ini, tentu saja kicaumania.org (siapa belum daftar ke KM? ayo daftar dong...).  Nah dari sanalah saya  memulai tulisan berjudul "Ketika BnR menjadi sorotan" ini. Saya tidak akan menginterprestasikannya dan juga tidak akan memberikan penilaian karena saya kebetulan juga ikut ngobrol di forum itu.


Silakan Anda mengikuti sendiri obrolan di bawah ini. Harapan saya pribadi, hendaknya hal ini menjadi perhatian petinggi BnR untuk kembali menengok perjalanannya selama bergaul di dunia perburungan. Tetapi kalaupun tidak sempta menanggapinya, ya tidak apa-apa karena setiap orang mempunyai kesibukan sendiri-sendiri dan juga kepentingan sendiri=sendiri.


Obrolan di forum kicaumania.org itu dimulai dengan thread oleh:


Om FREDY TJA: Barusan baca Koran BnR ,hal 40, Diberitakan Bahwa mulai sekarang sangkar BnR harus pakai yg Logo nya PLAT BESI, berarti yg model lama kita beli sudah tdk bisa terpakai lagi untuk even-even wajib kandang BnR! Belum 1 thn sudah harus ganti kandang baru lagi,!!! *Dulu kan misi BnR pakai sangkar BnR supaya juri tidak pandang dari sangkar nya , walaupun ada palsu kan mirip2 juga ! Mereka tidak bilang ; kalau ada yg palsu in sangkar nya kita akan ganti lagi" musti nya pas mau masuk lomba ada beberapa orang petugas untuk mantau sangkar yg asli yg boleh masuk! Jadi kita tdk usah beli2 sangkar lagi ! tanya Mengapa!!! cappee Deehhh.


Tanggapan berikutnya yang relevan dengan tretment awal itu adalah sebegai berikut:


Ndoro Agung: Nanti berikutnye yg logonye pake Besi ga kepake ganti pake Tembaga... terus Timah..terus... seng.. serusssssssssss... EMAS kale yeeeeeeeee... walahhhhhhhhhhhh... .niat Jualan kandang kale yeeeeeeeeeee.. eh eh eh eh eh eh eh ..ane jg ikutan Mumet ..Ya sdh lah Latberan aje ahhhh..ga Lomba2 dari pada Lomba jadi mumet??..ta iyeeeeeeeeee


Boss Babbe: wah....kalau terus begini ...bisa runyam juga ya.... setiap tahun harus ganti.. sebaiknya si BNR memberikan tukar aja logonya yang fiber menjadi yang besi.... tetapi harus membawa kandangnya kali ya...... prediksi sih supaya tidak ada yang meniru... atau mungkin kini sudah banyak bnr bajakan kali ya....


Sasha: Kadang saya jadi bingung sendiri, sebetulnya mau lomba burung atau pamer kandang. Untuk mencari burung yang layak dilombakan saja sudah susah, sekarang ditambah lagi ada kewajiban memakai kandang tertentu. besok-besok akan muncul lagi harus memakai kerodong merk tertentu. lama-lama lomba burung menjadi monopoli semata. Betul kata Om Fredy TJA, saya juga ikut capeeek deeehhhh ........


Fredy Tja menanggapi Sasha: benar, dulu waktu beli kandang ,ber cita2 supaya tdk beli kandang lomba lagi, jadi pakai kandang BnR saja bisa universal di bawa2 ke lomba mana pun, eh ternyata sekarang sudah tdk ber laku lagi, jadi lah kandang harian dengan harga di atas rata2, maaf hanya share dan curhat, tdk lebih.


Kindef_united: walah ada2 aja..... sabar om..... resiko lomba dikelas kakap...


zrf: Kecurigaan saya dari awal terbukti. UUD - Ujung-Ujungnye Duit.


iray06': ada2 aja peraturanya... blom lagi penyusuain burung dengan kandang baru...


Kc: Sbnrnya, pakai kandang apapun gk mslh wkt perlombaan, yg penting layak dan enak dilihat... Ada-ada aja peraturan skr ini...


DC: hehe..ane dah nebak bakal kayak gini...ada2 aja...


Subianto: Memang yg suruh ikut lomba BnR itu siapa?


bay arena: dr awal motifnya udah keliatan kok om..


oni andoko: yah mending suruh beli plat besi BNR saja donk.. Bijimana seh nih orang BnR? Cara-cara begini ini yang bakal bikin pamor BNR surut dgn perlahan sendirinya dan lomba2nya sepi peminat, walau...hadiahnya lomba BnR memang paling menggiurkan semua orang. Lets wait & see lah, waktu yang akan membuktikan.


jenggotah: sama sama om..... ane berpikir bak "mono poli tapi tidak berusaha dari mulai biji, akar sampai tumbuh tinggi pohonnya" yang ada berusaha diatas "pepohonan" orang lain.....yang mana pepohonannya udah pada tinggi janganlah begitu......jalankan usaha yang biasa-biasa aja , ntar lama-lama tumbuh dan berkembang dengan sendirinya.


Subianto menanggapi Oni Andoko: Awal BnR mulai bikin lomba , orang2 jg bilang wait & see lah, kenyataannya sekarang yg pada lemes yg mana ? Batas waktu nunggunya mau sampai kapan. Ane gak pro Bnr tp pro KM.


FREDY TJA: *Dulu kan misi BnR pakai sangkar BnR supaya juri tidak pandang dari sangkar nya , walaupun ada palsu kan mirip2 juga ! Mereka tidak bilang ; kalau ada yg palsu in sangkar nya kita akan ganti lagi" musti nya pas mau masuk lomba ada beberapa orang petugas untuk mantau sangkar yg asli yg boleh masuk! Jadi kita tdk usah beli2 sangkar lagi ! kalau setiap 4 bulan ganti sangkar RP 450 X 3 ( 1 tahun ) = 1.2 jt lebih, mending beli kandang ukir yg murah meriah.


arkum2x: ngapain jadi susah... dari pada susah.. wesh gak usah ikut lomba.. breeding aja deh...hik...hik...hik


ione_bagja: Kontes burung sekarang mah jadi ajang lomba sangkar,..dgn dalih agar lbh objektive dalam penilaian he he, Ujung2 EO membuat ketergantungan thd pelomba utk mdnggunakan produk tertentu. Ekonomi kapitalis berlaku juga di dunia burung ,he he Kalo ane cenderung tdk menggunakan sangkar dgn brand tertentu,toh ..masih banyak EO bergengsi yg membebaskan pake sangkar tanpa label produk


Um Pe: ..Dilema .. Kontes Burung apa kontes sangkar ?


ping62: wah saya mendengarnya aja udah bingung nih pdhl setahu saya pihak bnr berniat supaya orang tidak bingung...


harry: Biar aja bro, bukannya untung nanti mereka malah buntungko.


sabian_08: yap..... setuju ma semuanya... itulah sistem perdagangan yg baru... kan dri awal emang mo dagang...


gus git: yap..... setuju ma semuanya... itulah sistem perdagangan yg baru... kan dri awal emang mo dagang... setuju juga om, ane jd binun kl mau lomba beli tiket tunjukan bekas bungkus pakan dari BnR,kandang BnR, lama2 burung jg harus dari BnR nih...heheheee..


CJ: Tujuan BNR mungkin untuk mengantisipasi Sangkar PALSU kali....... Pada hal saya beli sangkar BNR harus nabung nih ....


jhony Cries: Yaaaa klw gitu ngak usah ikut lomba BnR aza knp pusing hehehe


]ione_bagja: Rumors nya lagi,sebagian besar AM asal bali di borong oleh BnR.


firman haz: yang saya dengar malah sdh dari 2 musim yang lalu sdh diborong om


FREDY TJA: Tadi sy telp Herry ip, sy tanya ,menurut dia si kata nya,masih boleh, dan plat nya bisa di ganti, tapi belum tau kepastian tepat nya si,


Kc: Msh bnyk lomba2 dan latber2 yg bkn BNR om... Np musti hrs ikut lombanya BNR... Udah cpk bnyk peraturan lg... Mungkn sklgus promosi sangkar dia x yg gk bgt laku, wkwkwkwk.................


kindef_united: wah..bisa2 ntar muncul lomba AM khusus ring BnR....


ndoro agung: Entu jg dah Diwacanakan Om..ane pernah Baca di tabloidnye malah nanti dng Hadiah Guede spesial Ring die aje...


firman haz: dengar2 isunya memang demikian om, nasib oh... nasib....


gatot sutanto: ya ..., mungkin kalau diganti platkan bisa dicek pake metal detector, mana yang asli/palsu, sejujurnya ini adalah tantangan para juri apapun sangkarnya kalau nilai dengan tulus hasilnya akan terbaik, emangnya yang punya duit yang mampu beli sangkar bagus? kasihan pengrajin kecil hanya dijadikan kambing hitam, kreativitas karya sangkar harusnya dihargai bukannnya hanya dijadikan kambing hitam!! saya buat sangkar sudah 10 tahun tidak ada bos gede yang beli sangkar kok, jadi jangan terkecoh dengn trik2 dari bos besar yg seolah-olah bantu pengrajin kecil yach ujung-ujungnya rekan kicau mania tau sendiri kan????? Saya usul yang jadi juri sebaiknya para bos2 besar aja, bisa fair atau tidak ??


dody_jb: wah.. wah..wah.. kok jadi libet gitu yak..?


dian_76: yach begitulah ..katanya buat bikin inovasi tapi apa ...???? bilang ja klao mau jualan ....!! he3x


Andysurya: Ujung2nya pecinta burung kicau dengan kantong cekak seperti ane kayanya ga bakal bisa ikut lomba dah!!!


Rudi Jambi: wkwkwkkkkk... iya nih...seperti saya.... ngk ikut lomba lg... mending breeding aja... kadang kalo lagi kepengen....ikut latberan lokalan aja... kalo masuk sukur... kalo ngk ya... kondangan... he he he he he ..... santai aja...lagee...dont worry be happy.... wkwkwkwkkkk....


indra: bila hobi udah dicampur kepentingan sendiri jadi mls2an buat hobi burung lg he3


ivanparis: ONO ONO BAEK yaaa..."opo maneh iki jiiiahhh"..... Seharusnya yang diberantas yang palsu yakk... bukannya yang asli diganti sama yang "baru akan dipalsu"... lah... kepribeeen.. to kiye...KEMREMYESSS


pambakau: Ya namanya bisnis, ya gitulah


myxomatosis menanggapi zrf: Yang ini TOP Markotob bangat saya suka deh om.


tjia.lionghay: begitulah kalo tujuannya bisnis.......... dari awal saya udah baca tujuannnya kemana, sempat saya beli tabloidnya 2 edisi..... abis itu saya putusin ngga akan pake produk tsb..... karena adanya wajib inilah.... wajib itulah...... beda khan dengan KM yang tujuannya untuk hobbies....... ngga ada suatu keharusan..... semua didasarkan solidaritas dan persaudaraan..... mudah2an KM ngga terkontaminasi ama hal-hal begituan..... CMIIW.


dedy_utomo: Yang malas hobi piara burung apa hobi lomba burung nih om...he he he


pitagoras: semoga saja aspirasi dari kawan2 semua dapat tanggapan positif dari pihak terkait. jadikan hobi utk sebatas kesenangan saja, jika merasa terbeban jangan dilakukan....enjoy saja.


zrf: Lucu bnr warningnya. Hik hiks.. Emang nya klo sangkarnya Palsu knp. Ga jadi untung krn duitnya masuk ke penjual sangkar yg laen yah. Apalagi klo baca isi tabloidnya Bhsnya penuh intimidasi & pamer.


IJHOEL_YULIANT: asal jangan nantinya burung yg ikut lomba harus ada tatonya BnR..capeeeeee dehhhh.


Arda Pandawa: Gak usah dibikin mummet om.... Kalau kita mau ikut even dia ya.... ikuti aja aturannya dan just enjoy.... Kalau ribet.... ya leave it.... Sekali lagi kita dari kalangan penghobi om, jangan bikin tersiksa oleh keadaan....


Bustomi: Tambahan info mungkin sudah terlupakan. Sebenarnya ganti kandang made in bnr ini sudah yang ke 2 kali dan kalau rencana baru ini berjalan berarti yang ke 3. Ingat tidak waktu pertama kali lomba besar bnr yang mewajibkan pakai kandang harian mereka yang tanpa logo (polos) ?? Kalau tidak salah di Taman Bunga Wiladika - Cibubur dan event ini mendapat penghargaan rekor MURI dari Om Jaya S. Tapi benar seperti yang dikatakan Om AP, buat apa di pusingin khan lomba masih banyak yang diadain oleh EO lainnya. Contohnya minggu ini ada lomba besar di Jakarta di 3 titik. Mau pilih PBI, silahkan ke Deptan. Mau pilih BNR, silahkan ke Kemayoran. Dan mau pilih yg lain, ada di Kelapa Gading. Nah yang terakhir ini altenatif terbaik karena disponsori beberapa anggota KM loh. Uppss malah promosi...


ayiebatam: gak usah pusing,kalo diikutin malah kita yang mumet... lah wong yang lomba burung, bukan sangkarnya... kalo saya gak bisa ikut lomba bnr gak apa2... biar ikut lomba yang lain nya masih banyak.... kalo boleh ikut ya ikut kalo gak boleh yo weeessss....


CJ: Ya santai saja bro ... Yang kita harapkan sih semoga BNR ada Team Pengecek Sangkar Palsu, sehingga kalau ketahuan langsung di blacklist dari Lomba BNR, atau tidak boleh pada saat mengikuti lomba. Atau kalau itu kewajiban BNR (karena emang Hak nya BNR), maka yang mau mengikuti Lomba nya BNR kita juga Harus mengikuti Peraturannya BNR. Kalau tidak mau mengikuti lomba ya tdk perlu beli lag sangkar BNR ...


cak_silo: Lomba Manuk tha dodolan kurungan.....


bhonie: tik tak tik tak tik tak tik taktik tiktak,, , menerima kandang bekas pakai tanpa di pungut biaya hanya di do'a kan masuk surga aja,, , siap terima jemput ke rumah 1 x 24 jam,7 hari seminggu,, , maaf tidak terima marahan atau makian,, ,100% guyuu,, ,he he he


FREDY TJA menanggapi CJ: untuk lomba di bali, kayak nya musti beli, karna hadiah nya besar ,menang kan kepulangan uang sangak nya (ngarep menang) he he he.


CJ: Gini aja om semua .. Bang Boy selaku big bos BNR kan baik hati .... siapa tahu salah satu pengurus BNR membaca thread ini sehingga ada kebijakan buat warga KM misal begini: "KHUSUS WARGA KM maka KANDANG LAMA TIDAK MASALAH" asal tidak palsu ya ...


Aragorn: 1. BnR versi-1 (Cibubur) : Polos, made in Solo. 2. BnR versi-2 (Presiden Cup) : Logo plastik, made in Bandung. 3. BnR versi-3 (.........) : Plat, made in ?? ~ Harga dinaikin + Kualitas diturunin = Untung Gede (Udah Gue Pikirin). ~ Model baru keluar, model lama ga berlaku lagi = Pemain Bingung (Emang Gue Pikirin). Belom lagi iuran anggota ... kemana tuh nasibnya?


henry kenari: untung sy selalu pake kdg lovebird utk kenari saya.. KUAT TAHAN BONCENG TAHAN PATAH. TAHAN DIRI gak IKUT LOMBA BNR tapi gak tahan liat kicaumania dipermainkan... plat BNR....??? apa sih susahnya dipalsukan??? sy yakin bentar lg ada kdg BnR dgn plat yg palsu beredar kalo sdh beredar mk kandang BnR harus pake yg dipahat lgsg di kayu nya...tanpa tempelan plat lg.. itu sdh diperkirakan.


Subianto: Kalo memang niat malsu biar dipahat tetep aja bisa .
suwarno71: Efek dari kapitalisme global, monopoli pasar (lewat kontes), atau marketing strategy yang brillian? wallahu alam.


bhonie: wadoooohh klo begitu kaya'a mending beli kandang BnR yg ada pelat'a aja,, ,itu juga klo harga'a sebanding dgn kwlitas'a,, ,klo ngak mending beli yg ....... aj


Dende: jelek Kandang BNR !!! Harga mahal... kwalitas RENDAHAN... jual paksa logo BNR... Punya burung bagus... Ga perlu pusing ngikut lomba BNR.... Kandang harus BNR... Pakan harus BNR... Pemenang orang orang BNR..


liverpooldian: sama dari awal saya juga begitu curiganya .. akhirnya terbukti, Kalo di sby BNR banyak kisruhnya kalo ada event, mudah2an kedepannya sih gak.. selain kurangnya sosialisasi proses penjurian BNR. apa lagi dengan adanya wajib pake sangkar BNR sekarang malah ganti pake sangkar yang bener2"wajib" (plat besi), makin terlihat kalo UUD. lama lama nanti di sangkarnya ada foto jabat tangan pembeli sama pemilik bnr, biar bener2 valid tu keaslian sangkar.. karena kalo plat besi aja, masih bisa di palsu oknum tertentu (kalou pun itu di palsukan??!, karena beda asli ama palsu sebelum plat besi ini. saya blom denger dan lihat sendiiri,) kalo yang plastik atau viber aja bisa di palsukan apa lagi plat besi??!!. Keris aja bisa di bikin mirip kok heheheheh.


Duto Sri Cahyono (Om Kicau) menanggapi Dende:
Untuk poin kandang, pakan, bahkan burung "merk BnR" dan sebagainya memang itu hak BnR untuk menerapkan aturan main, tinggal kita mau ikut atau tidak.


Tetapi kalau "pemenangnya orang-orang BnR" itu memang baru sebatas kecurigaan. Hendaknya tidak dibesar-besarkan karena bisa menimbulkan ketidaksenangan orang.


Ini sekadar cerita, tentang cara main "LOMBA BESAR, HADIAH BESAR" pada lomba mancing di berbagai kolam ikan jaman "dahulu kala" (sekarang sudah fair kaleeee....):


Alkisah, ada lomba besar mancing ikan tombro di sebuah kolam negeri antah berantah...


Pada kolam dengan 150 lapak, tiket yang dijual sebanyak 125 lapak. Sisanya yang 25 lapak, digunakan oleh orang-orangnya panitia lomba mancing. Siapa 25 orang yang diberi tiket gratis itu? Ya para maniak mancing yang bisa membawa ikan hasil pancingan secara gratis, tetapi jika dapat hadiah, maka hadiah dikembalikan ke panitia dengan ya.. sedikit potongan sebagai uang gula-gula... (Saya dulu suka banget jadi "pemancing" model beginian...).


Nah pada sepekan sebelumnya, ikan2 besar nominasi (yang kalau kena orang dapat hadiah), sudah ditebar di kolam itu. Ikan2 ini juga sudah dipelajari dulu kebiasaan makanannya, jenis pakannya dan sebagainya. Ketika dia ditebar, pemilik kolam mempelajari juga di sisi mana saja ikan2 besar itu suka bergerombol. Ketika diketahui temoat ikan bergerombol, di situ pula pakan ikan selalu ditebar.


Jadi selama sepekan itu, ikan juga mempelajari bahwa dia tidak perlu pergi kemana-mana untuk mencari pakan dan kalaupun dia diangkat lagi sebelum waktu lomba kemudian ditebar lagi ketika lomba berlangsung, dia hapal untuk kembali lagi ke tempat dimana dia merasa nyaman sekaligus mudah mendapatkan pakan.


Nah di titik-titik ikan suka bergerombol inilah lapak yang disediakan untuk 25 orang "pemancing bayaran" pihak panitia. Bahkan di titik-titik itu pula air dari luar dirembeskan masuk ke kolam sehingga terjadi gelembung2 udara ketika lomba berlangsung. Tentu saja ikan paling suka dengan tempat seperti itu. Alhasil, siapakah yang mendapat peluang besar mendapatkan ikan nominasi? Ya bisa dipastikan orang-orang panitia.


Nah itu cerita tentang LOMBA BESAR HADIAH BESAR di kolam pemancingan yang secara teknis lebih rumit ketimbang lomba burung karena untuk makan atau tidak makan, ikan besar atau ikan kecil, bukan juri yang menetukan tetapi ikan itu sendiri dan kepiawaian para "pemancing bayaran". Toh demikian, semua bisa disetting yang penting jangan sampai hadiah mobil atau uang jutaan rupiah melayang ke peserta luar (di lomba mancing besar, uang pendaftaran bisa sampai 2 jutaan, dengan hadiah mobil dan uang jutaan juga).
Kalau di Lomba Besar Hadiah Besar di dunia burung, saya kok nggak yakin kalau ada setting kecurangan seperti itu. Enggak tahulah bagaimana pendapat teman-teman semua.


Apalagi kalau panitianya sekelas BnR, apa ya mungkin mereka melakukan usaha dengan cara seperti itu? Semoga tidak dan tidak akan....


===


Demkiianlah sekelumit sorotan terhadap BnR yang tentu saja sorotan tersebut bersifat pribadi member kicaumania.org dan bukan mencerminkan sikap kicaumania.org sebagai sebuah komunitas kicaumania.


Salam, Om Kicau.

Minggu, 25 April 2010

Pengaruh hormon seksual pada kicauan dan perilaku "over birahi" burung

Selama ini, saya memendam sebuah pertanyaan yang selalu saya coba cari jawabnya, yakni apa hubungan antara tingkat birahi pada burung dengan tingkat "kegacoran" (frekuensi kicauan). Bentuk pertanyaan itu antara lain adalah, pertama, apakah semakin burung birahi, dia semakin gacor (rajin berkicau)? Pertanyaan kedua, apakah burung yang rajin berkicau berarti dia sedang birahi? Ketiga, apakah burung yang sama sekali tidak birahi berarti dia juga tidak mungkin berkicau sama sekali?


Pertanyaan-pertanyaan itu selalu mengganggu benak saya, sebab jika tingkat birahi berbanding lurus dengan tingkat kegacoran, maka burung yang tidak birahi tentulah tidak mungkin bisa gacor. Faktanya, banyak burung muda atau bahkan masih trotolan (yang secara biologis tidak mungkin dia sudah memasuki masa birahi) yang sangat gacor, tidak henti-hentinya berkicau, baik pagi, siang maupun sore hari.


Pertanyaan ini baru terjawab setelah saya membaca sebuah artikel di www.junglewalk.com. Dalam artikel berjudul A Concert of Bird, disebutkan bahwa kicau burung dapat dibagi menjadi 3 tipe, yakni nyanyian, siulan atau jeritan dan peniruan suara (singing, crying and voice imitating).


Ketika burung berkicau dalam artian "bernyanyi", burung mengeluarkan suara bersuku kata banyak, melodius dan disuarakan secara terus-menerus. Bedanya "nyanyian" dengan tipe suara lainnya adalah bahwa nyanyian ini berada di bawah kontrol hormon seksual. Hal ini berbeda dengan suara siulan. Meski disuarakan secara terus-menerus dan juga melodius, siulan tidak berada di bawah kontrol hormon seksual. Kicauan dalam artian "bernyanyi" juga berbeda dengan apa yang disebut "peniruan suara" atau voice imitating.


Perbedaan lain antara "nyanyian" dan "siulan" adalah bahwa nyanyian disuarakan oleh burung berjenis kelamin jantan, sedangkan siulan disuarakan oleh burung baik jantan maupun betina.


Fungsi dari nyanyian burung jantan adalah sebagai suatu cara bagi burung untuk merayu pasangan, menandai dan mempertahankan wilayah mereka serta memperingatkan burung lain agar tidak masuk kawasan tersebut. Sedangkan fungsi siulan adalah alat berkomunikasi burung satu dengan lainnya, misalnya sebagai sebuah panggilan, pemberi peringatan akan datangnya bahaya, ekspresi keterkejutan, kesakitan dan juga ekspresi senang.


Kadang-kadang sangat sulit untuk membedakan antara siulan dan nyanyian. Namun secara umum bisa disebutkan bahwa siulan tidak dipengaruhi oleh perubahan musim dan perubahan kondisi hormonal, serta bisa disuarakan oleh semua burung, baik jantan maupun betina, tua ataupun muda.


Bagaimana halnya dengan apa yang disebut sebagai voice imitating? Dalam artikel A Concert of Bird itu tidak ada perincian tentang "peniruan suara" tersebut. Bahkan di sana hanya disebut bahwa "makna biologis dari peniruan suara hingga kini belum diketahui secara pasti".


Meski demikian, dari poin-poin yang disebutkan dalam artikel tersebut, saya sendiri kemudian menyimpulkan bahwa:


1. Semakin birahi seekor burung, maka dia akan semakin sering bernyanyi (gacor atau rajin berkicau).


2. Meski tidak birahi, semakin senang burung pada situasi atau kondisi tertentu, maka dia akan semakin rajin berkicau (dalam konteks bersiul secara terus-menerus dan juga melodius).


Antara over birahi dan galak


Namun pertanyaan lainnya segera menyusul, yakni benarkah burung-burung yang selalu menabrak sangkar dan seakan mau melabrak ketika melihat burung lain disebut over birahi? Menurut saya, burung yang berpeilaku demikian itu tidak bisa disebut over birahi. Burung ini hanyalah ingin menunjukkan bahwa dia tidak mau ada burung lain berada di sekitarnya yang tentunya dia anggap sebagai wilayah teritorinya.


Dengan demikian, usaha mengurangi ekstra fooding dan makanan lainnya untuk mengurangi "over birahi" yang seperti itu tidak akan pernah membawa hasil. Kalau dipaksakan, burung akan terlihat sakit, lemah tak bertenaga. Lantas, apa yang harus dilakukan jikia burung kita terlihat ganas dan garang atau galak terhadap burung lain? Menurut saya, hal yang perlu dilakukan adalah "menanamkan sikap toleran" pada burung itu atas keberadaan burung lain di sekitarnya.


Bagaimana caranya? Yah, caranya dengan mempertemukan burung tersebut dengan burung lain dalam jangka waktu tertentu. Dengan cara ini diharapkan masing-masing burung tidak akan memperlihatkan sikap ganas atau galaknya kepada burung lain yang ada di sekitarnya. Jika sikap toleran sudah terbentuk, barulah bisa diharapkan mereka hanya bersaing memperdengarkan suara atau nyanyian untuk menunjukkan siapa yang paling berkuasa di wilayah tersebut.


Dalam konteks apa yang saya sebutkan di atas itulah kita bisa memahami perlunya cas (charge) pada sesama anis merah (AM) sebelum digantangkan di arena lomba. Tanpa adanya upaya pemaksaan agar burung kita bertelorenasi dengan burung lainnya di arena lomba dengan cara cas sebelumnya, tidak mengherankan kalau anis merah kita hanya naik-turun tangkringan ingin mengejar musuh ketika digantang bersama anis merah lainnya.


Apakah penanaman sikap toleran itu hanya berlalu ketika burung akan digantang di arena lomba? Tentu saja tidak. Penanaman sikap toleran perlu dilakukan juga di rumah, khususnya untuk burung-burung yang terlalu sering bersikap galak dan ganas jika melihat burung lain. Latihlah untuk sering bertemu dengan burung lain, maka dia akan belajar untuk bertoleransi.


Meski demikian harus disadari, ada burung-burung tertentu yang pembawaannya sangat galak atau ganas dan tidak pernah mau bertoleransi meski sudah berkali-kali kita sandingkan dengan burung lain. Jika segala upaya sudah dilakukan namun tidak membawa hasil, maka kita harus menyadari pula bahwa sebagaimana halnya manusia, ada burung dengan sifat dan karakter tertentu yang tidak bisa diubah atau sulit diubah dengan cara apapun.


Cerita tentang burung ganas dan galak serta bagaimana pengendaliannya, bisa kita lihat misalnya pada artikel Prospek MB ganas… dan juga Sangkar delapan tangkring untuk kenari ganas.


Salam sehat burung Indonesia. Om Kicau.



Tulisan terkait:


Jumat, 23 April 2010

Yuk menangkar murai batu




[caption id="attachment_13682" align="alignleft" width="300" caption="Murai batu di penangkaran Om Amiex's (Amirul Mukminin, Malang) (Foto: kicaumania.org)"][/caption]

Meski saat ini semakin banyak saja orang yang menangkarkan murai batu, tetapi prospek ke depannya tetap bagus. Hal ini disebabkan stok pasokan murai batu dari hutan mulai menipis karena terus dikuras, sementara peminat burung kicauan semakin hari semakin banyak saja. Pada saat yang sama, banyak penghobi yang tidak sabar untuk merawat murai hasil tangkapan hutan karena lama jinaknya, dan karenanya harus menunggu setahun dua tahun untuk menikmati burungnya secara maksimal, apalagi untuk dibawa ke arena lomba.


Sementara anakan murai batu hasil penangkaran, selain kita bisa memilih anakan dari indukan-indukan tertentu yang kita sukai, entah karena suaranya atau karena postur tubuhnya, juga cepat bunyi. Bahkan ketika masih trotolpun sudah mulai bisa dinikmati ngriwikannya. Selepas mabung, biasanya murai batu hasil tangkaran dengan indukan yang bagus sudah mulai ngerol dan bahkan ada yang sudah siap masuk arena lomba.


Untuk penangkar, kondisi ini memang menguntungkan. Dan sejauh ini, tidak pernah ada cerita anakan murai batu harganya jatuh. Minimal bertahan tetapi kecenderungannya naik terus. Apakah dengan banyaknya penangkaran nanti tidak akan membuat harga burung murai batu jatuh di pasaran? Saya yakin tidak. Sebab, semakin hari semakin banyak orang yang mencari anakan-anakan murai batu dari indukan bagus, dan para penangkarpun akan harus berlomba untuk mencari indukan bagus. Artinya, kalau kita sudah bisa menangkar dengan indukan yang kualitasnya "biasa saja", tentu akan terpacu untuk mencari indukan dengan kualitas bagus. Artinya, pemburu murai batu hasil tangkaran tidak hanya penghobi tetapi juga penangkar yang sudah mapan atau para penangkar pemula.


Tentu saja, agar kita bisa bertahan menjadi penangkar murai batu yang produksinya selalu diburu oleh penghobi, haruslah selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas produk. Selain diupayakan melalui pencarian indukan di arena lomba, juga bisa dilakukan cross antar jenis murai batu. Misalnya, murai batu ekor panjang untuk betina dan murai batu nias untuk pejantannya. Murai batu nias terkenal punya tembakan-tembakan yang melengking dan kristal, tetapi kurang disukai juri di arena lomba karena ekornya hitam semua. Nah dengan mencoba menyilangkannya dengan murai batu jenis lain, diharapkan akan menghasilkan anakan dengan suara kualitas nias tetapi dengan ada warna putih di ekornya.


Untuk memulai penangkaran, tentunya kita sudah harus menyiapkan kandang penangkaran. Kandang penangkaran murai batu bisa dilihat contohnya pada gambar di bawah ini:





[caption id="attachment_13684" align="aligncenter" width="328" caption="Penampang dalam kandang murai batu."]Penampang dalam kandang murai batu Om Kicau dot com[/caption]



Keterangan:

A + B = lokasi untuk penempatan sarang; dalam satu kandang bisa diberi dua atau tiga tempat biar burung memilih sendiri mau bersarang di mana.

C = Atap tertutup

D= Atap terbuka (digunakan kawat strimin)

E= Wadah air (untuk mandi)

F= Lokasi/wadah pakan/air untuk minum

G=Tangkringan

Panjang x lebar x tinggi: Untuk murai batu dan burung ukuran sedang, disesuaikan dengan lebar kawat strimin di pasaran sehingga tidak repot mengerjakannya ==> panjang  dan lebar = 90 cm; tinggi 180 atau 200 cm.

Bahan: bisa dari apa saja asal kuat.

Batas samping kanan-kiri dan belakang  =  dinding/ tembok  atau papan yang tahan lama dsb.

Atas = bagian yang tertutup bisa langsung di atasnya adalah genting  dengan semua bagian kandang sudah tertutup kawat strimin.

Tangkringan = kayu asem, kayu jati serutan dll yang penting keras, dengan diameter sekitar 2 – 3 cm.

Papan tempat pakan (F) kayu yang kuat.




[caption id="attachment_13685" align="aligncenter" width="313" caption="Penampang luar kandang penangkaran murai batu."][/caption]

Keterangan:

A. Kawat strimin sehingga burung bisa terlihat dari luar untuk pengecekan.

B. Jendela untuk keluar masuk tangan mengganti air minum dan pakan.

C. Papan/tembok tertutup

D. Pintu untuk keluar masuk  orang.

KOTAK SARANG

Berikut ini adalah kotak sarang, khususnya untuk burung MB. Bahan dari kayu yang kuat:

[caption id="attachment_13687" align="aligncenter" width="300" caption="Kotak sarang murai batu"][/caption]




[caption id="attachment_13688" align="aligncenter" width="300" caption="Wadah sarang untuk murai batu"][/caption]

[caption id="attachment_13689" align="aligncenter" width="162" caption="Wadah sarang dari bambu"][/caption]

KERANGKA SARANG DAN PAKAN ANTI-SEMUT

Untuk tempat sarang dan juga tempat pakan anti-semut, bisa dibuatkan kerangka tersendiri seperti di bawah ini:

rangka-wadah-pakan


BAHAN PENYUSUN SARANG:

Di dalam kandang juga perlu disiapkan bahan penyusun sarang berupa merang atau daun cemara/pinus. Sebagian dimasukkan ke kotak wadah sarang untuk merangsang burung membikin sarang dan sebagian besar lainnya diletakkan di lanyai kandang di tempat yang kering.


Pemilihan indukan dan penjodohan





[caption id="attachment_13690" align="aligncenter" width="445" caption="Murai batu di penangkaran Om Amiex. (Foto: kicaumania.org)"][/caption]

Sebagaimana pemilihan indukan untuk burung penangkaran pada umumnya, maka untuk memilih indukan jantan, pilih saja murai batu yang sehat, tidak cacat fisik dan gacor dengan perkiraan usia di atas 2 tahun. Sedangkan betinanya, bisa dipilih yang usia di atas 1 tahun, mulus dan sudah mau bunyi kalau didekatkan dengan murai batu jantan. Pilihlah jantan dan betina yang jinak, dalam arti tidak takut lagi dengan manusia. Soal asal murai batu, pilih sesuai keinginan Anda. Bisa asal Lampung, Aceh atau dari manapun.


Untuk penjodohan, sama dengan proses penjodohan cucak ijo pada artikel saya sebelumnya. Tetapi, oke, saya tulis ulang saja di sini. Intinya, proses penjodohan bisa dilakukan dengan kandang penjodohan, yakni sangkar bersekat yang sekatnya bisa kita ambil sewaktu-waktu. Jika tidak punya sangkar sekat, bisa gunakan sangkar harian biasa. Penjodohan dilakukan dengan selalu menempelkan sangkar si jantan dan betina berdempetan. Dengan posisi ini, maka jantan yang sudah birahi pada tahap awal akan selalu berkicau mengarah si betina. Si betina juga akan menanggapi dengan siulan-siulan khas betina. Jika belum mau berjodoh, betina akan menghindar dengan cara menjauh dan bersikap cuek. Proses penjodohan ini bisa berlangsung lama atau sebentar tergantung dari kondisi birahi masing-masing. Yang jelas, murai batu betina yang sudah birahi, tanda-tandanya suka menggetar-getarkan sayap dan selalu berusaha mendekat ke murai batu jantan.


Untuk membuat burung cepat jodoh, dia biasanya melakukan hal sebagai berikut (lihat juga hal yang sama dilakukan untuk penjodohan cucak ijo) :


1. Hari pertama diberi EF yang lebih dari biasa, misal jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengan tujuan agar keduanya terpacu birahinya.


2. Hari kedua, jatah jantan tetap dan jatah betina dikurangi, misal 10 : 5, hal ini ditujukan untuk tetap menjaga birahinya.


3, Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan. Tujuannya pada saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, dan pada saat yang bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan, sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.


Proses ini bisa dilanjutkan untuk beberapa hari ke depan. Lamanya tergantung burung itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulan belum jodoh.


Proses penjodohan seperti itu pula yang biasa dilakukan para penangkar. Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampai jantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.


Kadang, ada juga penangkar yang langsung memasukkan murai batu jantan dan betina dalam satu kandang penangkaran tanpa proses penjodohan terlalu lama. Namun hal ini biasa dilakukan ketika murai batu jantan dan betina sama-sama mabung sehingga tidak agresif terhadap pasangan.


Berkaitan dengan penjodohan murai batu ini, ada tips yang disampaikan Om Rudi Jambi yang sudah sukses menangkar murai batu. Dalam tulisannya di forum KM, Om Rudi menulis seperti di bawah ini.


1. Agar proses penjodohan lebih mudah, iapkan betina lebih dari 1 ekor, dekatkan dengan pejantan yang telah diseleksi, baik dari kualitas suara, katuranggan maupun prestasinya. Bila sudah ada yang tampak rajin bunyi, ngeleper-ngeleper sayapnya sambil ngeriwik, itu pertanda si betina sudah birahi, pilih betina tersebut, dekatkan dengan pejantan ditempat terpisah selama kurang lebih 3 hari.


2. Masukan ke dalam sangkar bersekat, atau biasanya disebut kandang jodoh, atau bila tidak ada sangkar bersekat boleh juga mengunakan sangkar biasa yang diletakan berhimpitan.


3. Harus dilakukan pengamatan secara rutin, untuk memastikan jodoh tidaknya indukan pilihan tersebut.bila sudah terlihat akrab, yakni sering terlihat berhimpitan meski masih dibatasi sekat, baru masukan ke kandang penagkaran.


4. Amati perilaku indukan, amati terus apakah si pejantan sudah benar-benar mau menerima pasangannya. Tanda-tanda penjodohan yang sukses, apabila sepasang indukan sering berduaan, sering kejar-kejaran, tapi bukan saling serang.sebaliknya bila sang jantan mengejar dan menghajar betina, maka segera pisahkan kembali pasangan tersebut, karna bila dibiarkan bisa berakubat fatal...yakni.... kematian pada sang betina...


5. Lakukan penjodohan alternatif, ulangi kembali penjodohan dari tahap pertama selama 1 minggu, kemudian masukan betina kedalam sangkar kecil dan masukan kedalam kandang besar, sementara itu biarkan sang pejantan bebas didalam kandang penangkaran dan merasa lebih berkuasa, langkah ini juga bertujuan mengurangi birahi pejantan.


6. Ganti pasangan bila tidak mau jodoh, ini merupakan alternatif terakhir dan mutlak dilakukan, yakni bila pasangan tersebut tetap tidak bisa jodoh, ganti betina dengan betina baru. Lakukan langkah-langkah penjodohan mulai dari awal sambil diamati perkembangannya.


Nah, lagi-lagi tips saya tetap sama di artikel penangkaran yang sudah saya tulis, yakni jika burung kita sulit atau lama berjodoh, maka kita bisa menggunakan BirdMature. BirdMature adalah produk untuk meningkatkan birahi burung secara cepat, terutama untuk burung-burung penangkaran.


Menurut pengalaman penangkar murai batu, salah satunya adalah Om Didik di Gresik (RR BF), murai batu betina usia muda sudah bisa dijodohkan dan bisa berproduksi dan malah relatif produktif ketimbang yang tua. Murai batu betina usia sekitar 8 bulan, sudah bisa dijodohkan dan ditangkarkan. Sedangkan jantannya, tetap menggunakan pejantan yang usianya lebih tua, minimal usia satu setengah tahun.


Manajemen pakan pada penangkaran murai batu
Untuk masalah pakan, burung murai batu bisa saja diberikan dengan pola standar berupa voer, serangga, kroto dan juga cacing. Namun demikian pemberian pakan untuk burung penangkaran harus lebih banyak porsinya ketimbang burung untuk peliharaan harian.


Perlu diingat, pemberian asupan yang tidak seimbang justru akan memperlama proses produksi. Penggunaan voer untuk ayam broiler misalnya, memang meningkatkan jumlah protein, tetapi pada saat yang sama jumlah lemaknya pun banyak. Padahal, burung penangkaran yang kegemukan, akan sulit bereproduksi dengan baik. Begitu juga dengan voer yang biasa digunakan untuk burung kicau harian, secara umum sudah baik, namun kandungan mineralnya seringkali tidak bisa kita pastikan karena banyak voer yang dijual tanpa disertai keterangan komposisi isi yang memadai. Dalam kaitan inilah saya menyarankan ke beberapa penangkar untuk memberikan multi vitamin dengan komposisi yang pas untuk burung.


Multivitamin yang bagus setidaknya mengandung vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3; zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate. Untuk referensi ini, silakan baca tentang produk BirdVit.


Pada saat yang sama, burung di penangkaran membutuhkan mineral yang komplit dan seimbang. Unsur Ca dan K misalnya, harus benar-benar tercukupi sehingga proses pembuatan cangkang telur bisa berlangsung dengan baik. Lebih dari itu, kekurangan mineral pada burung akan menyebabkan beberapa kendala dalam penangkaran, antara lain bulu lemah, tidak mulus, kusam; terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); paralysa (lumpuh); perosis (tumit bengkak); anak burung mati setelah menetas; mengalami urat keting (tendo); terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; tidak juga segera bertelur, telur kosong, produktivitas rendah, dan daya tetas rendah, serta kematian embrio tinggi. Untuk menghindari hal itu, ada baiknya Anda mengetahui masalah mineral burung.


Masa mengeram


Seperti halnya penangkaran burung pada umumnya, murai batu membutuhkan lingkungan yang tenang. Paling tidak, harus terbebas dari gangguan predator (kucing, tikus dll). Sementara untuk menghindarkan burung dari serangan penyakit yang berasal dari parasit, maka kita harus memastikan kandang yang relatif bebas parsit dan serangga pengganggu seperti semut dan kecoak.


Parasit pengganggu burung di penangkaran ada macam-macam. Jika tidak ditangani secara serius, maka akan menyebabkan betina tidak nyaman dalam mengeram. Akibatnya, burung tidak tenang dan selalu turun dari sarang. Jika ini berulang terjadi, maka dipastikan telur tidak bisa menetas karena tidak mendapatkan suhu pengeraman yang stabil. Kadang-kadang, gangguan parasit juga menyebabkan indukan berlaku agresif dan bisa mengobrak-abrik sarang, makan telur sendiri, dan lain-lain.


Selama masa mengeram, ekstra fooding perlu dikurangi dengan tujuan agar kedua burung tidak naik birahinya yang juga sering menyebabkan mereka berlaku agresif baik terhadap pasangan amupun terhadap telur yang sedang dierami.
Setelah usia pengeraman 14 hari, maka telur burung murai batu akan menetas. Untuk mengantisipasi masa menetas, maka mulai hari ke-12 pengeraman, Anda perlu meningkatkan jumlah ekstra fooding dan menyediakan kroto sebagai pakan pertama yang akan diberikan indukan kepada anakannya.


Manajemen anakan




[caption id="attachment_13691" align="alignleft" width="300" caption="Minta makan. Murai batu anakan di penangkaran Om Amiex's."][/caption]

Jika telur telah sukses menetas, maka anakan murai batu bisa Anda petik antara usia 5-10 hari. Kalau kurang dari 5 hari, kondisi burung terlalu lemah dan kadang menyulitkan kita untuk menyuapkan pakan. Sementara jika lebih dari 10 hari, burung sudah takut dengan manusia. Akibatnya, mereka takut disuapi dan pada saat yang sama mereka belum bisa makan sendiri. Selanjutnya, ya bisa mati-lah anak-anak murai batu.


Anak-anak murai batu bisa Anda letakkan di wadah apa saja yang penting ada landasan dengan bahan yang sama dengan yang dibuat untuk membuat sarang di kandang penangkaran. Untuk landasan teratas bisa kita beri kapas agar lembut dan tidak melukai anakan burung. Anakan di wadah khusus itu kemudian bisa Anda letakkan di dalam kotak kayu atau kotak apa saja, dengan diberi lampu penghangat.


Sedangkan untuk pakan anakan murai batu yang diambil pada usia 5-10 hari, Anda bisa menyiapkan kroto yang benar-benar bersih dari kotoran dan bangkai semut. Suapkan perlan-pelan dengan alat suap yang bisa Anda buat seperti penjepit yang terbuat dari bambu. Atau Anda bisa membuat dengan bentuk apapun yang penting bisa untuk menyuapkan kroto ke paruh burung anakan. Kroto yang akan Anda berikan, perlu ditetes air sedikit sehingga memudahkan burung anakan untuk menelannya.


Untuk burung-burung di atas usia 7 hari, Anda juga bisa memberikan kroto yang dicampur dengan adonan voer. Untuk memastikan kecukupan vitamin dan mineral anakan burung, Anda perlu menambahkan BirdVit ke dalamnya.


Anakan burung pada usia 15 hari ke atas, Anda sudah bisa mulai memberikan jangkrik kecil yang dibersihkan kaki-kakiinya, dan dipencet kepalanya. Atau kalau untuk pemberian di masa-masa awal, jangan disertakan kaki dan kepalanya. Lebih baik lagi kalau Anda bisa memberikan jangkrik yang sedang mabung, yakni masih lembut dan berwarna putih.


Ketika anakan burung sudah mulai meloncat-loncat kuat di dalam boks sarang, Anda bisa memindahkannya ke dalam sangkar gantung. Hanya saja perlu diingat, dasar sangkar gantung tetap diberi landasan bahan yang sama dengan bahan pembuat sarang. Tujuannya adalah mencegah kaki burung anakan cedera. Sementara untuk tangkringan harus dibuat bertingkat agar burung juga belajar meloncat antar tangkringan.


Sementara itu untuk manajemen indukan pasca anakan diambil, Anda bisa menyetting pakan untuk indukan seperti pada masa pasca penjodohan. Setelah anakan diambil, biasanya 7-10 hari setelahnya, betina mulai bertelur lagi. Hal ini berulang terus dan akan mengalami perubahan ketika burung mengalami masa mabung.




Breaking News:


Info dari member Om Kicau Hotline: Jika Anda membutuhkan murai batu jodohan dengan kualitas bagus tetapi harga melawan, silakan kontak Yayan Solo di nomer telepun 08121503782 atau 02712076918 (Fleksi).



Tips dan info lain:

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).


Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.


2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).


Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.


3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, bergabung saja dengan Om Kicau Hotline yang memberi layanan premium konsultasi perawatan dan penangkaran burung. Bagaimana?


Salam sehat burung Indonesia…. Om Kicau.



Tulisan terkait penangkaran:


Blackthroat impor segera datang, harga sudah "menantang"


Anda penggemar burung pemakan biji khususnya famili Fringilidae atau bangsa kenari? Khususnya lagi yang bernama blackthroat? Ya, Anda perlu siap-siap amunisi saja karena tidak lama lagi akan segera datang burung blackthroat imporan asal Afrika. Oke, sebelum melanjutkan tentang rencana kedatangan blackthroat, kita cerita dulu deh secara sekilas tentang blackthroat ini.

Saat ini di Indonesia dikenal ada dua jenis blackthroat, yakni yang berwarna cokelat dan blackthroat yang berwarna putih keabuan (putih kelabu). Sama-sama bersuara keras dan nyaring, blackthroat cokelat berpostur lebih besar namun kurang disuka karena orang cenderung memilih blackthroat putih keabuan yang memang terlihat lebih bersih dan indah.

Blackthroat yang biasa disingkat BT ini hidup dan tersebar di Jawa, Kalimantan, Bali, Cina dan Afrika. Blackthroat yanga ada di Indonesia diperkenalkan dan dibawa oleh bangsa Belanda ketika menjajah Indonesia.

Burung ini bersifat poligami sehingga blackthroat jantan bisa dikawinkan dengan betina lebih dari satu. Bukan hanya dengan sesama blackthroat, pejantan blackthroat bisa dikawinkan dengan kenari, herda sanger, mozambik dan juga gelatik. Contoh penangkaran blackthroat yang dilakukan dengan sistem poligami adalah penangkaran milik Mas Kuwat di Klewer Sukoharjo.
Blackthroat memiliki postur tubuh hampir sama dengan herda sanger. Karenanya, banyak orang yang keliru mengenalinya. Yang paling utama yang membedakan blackthroat dengan sanger adalah warna hitam pekat pada leher/kerongkongan blackthroat (yang karena itulah dia disebut "blackthroat") jantan dewasa dan bulu warna kuning di ekor blackthroat.

Beda blackthroat jantan dan blackthroat betina

Secara umum perbedaan blackthroat jantan dan betina seperti ditulis di buku "Merawat dan Melatih Burung Kicauan" adalah sebagai berikut:

1. Blackthroat jantan tegap, dengan panjang sekitar 12 cm. Betina hampir sama tetapi cenderung berpostur bulat.
2. Blackthroat jantan dewasa memiliki warna hitam pekat di tenggorokannya sedangkan betina agak samar.
3. Blackthroat jantan berkepala besar, cenderung lonjong, betina berkepala kecil dan bulat.
4. Blackthroat jantan memiliki pen (kloaka) yang menonjol keluar dan ada tonjolan sebesar biji kacang hijau dengan bulu rawis. Blackthroat betina berkloaka datar dan hanya ada lubang untuk keluar kotoran.
5. Blackthroat jantan berparuh tebal, blackthroat betina berparuh tipis.
6. Blackthroat jantan bersuara nyaring, ngerol dan lagu variatif. Blackthroat betina bersuara kecil, lagu monoton.
7. Blackthroat jantan berleher jenjang, blackthroat betina berleher pendek.

Nah setelah kita paham serba sedikit tentang blackthroat, maka siap-siap saja bagi yang berminat memeliharanya. Diperkirakan pada awal Mei nanti burung sudah tiba di Jogja. Harga blackthroat jantan imporan dari Afrika itu, menurut sang importir, akan dilepas di pasaran dengan kisaran harga Rp. 1,5 juta. Kemana harus memesan? Sabar ya Om dan Tante semua, untuk nomer telepun dan nama contact person-nya tunggu artikel berikutnya karena kalau saya beri nama dan nomernya sekarang, nanti malah merepotkan yang bersangkutan.

Ikuti saja informasi yang akan segera saya sampaikan di artikel berikutnya.
Salam sehat burung Indonesia.

Rabu, 21 April 2010

Hewan-hewan aneh jamannya nenek moyang burung




Archaeopteryx, benarkah burung pertama?
Archaeopteryx, benarkah burung pertama?


Kalau dalam artikel sebelumnya saya pernah menurunkan tulisan tentang burung-burung dan hewan aneh yang saat ini masih ada, maka sekarang saya ingin menurunkan tulisan tentang binatang-binatang aneh jaman baheula. Jaman ketika belum ada kehidupan seramai saat ini, jaman ketika belum ada apa yang disebut kicaumania, hehehe.


Anda pasti pernah mendengar dan membaca tentang dinosaurus. Kita tahu teori tentang kepunahan mereka, dan Anda mungkin mempunyai teori tersendiri. Namun selain dinosaurus, ternyata banyak sekali hewan-hewan aneh jaman purbakala yang hidup di antara dinosaurus tersebut. Beberapa hewan tersebut terlihat seperti hewan yang bisa kita temui di kebun binatang atau akuarium saat ini, tetapi yang lainnya sangat aneh dan barangkali menakutkan. Untungnya, eh... kok untung ya, binatang-binatang itu hidup jutaan tahun yang lalu dan sekarang sudah punah.



Di bawah ini adalah daftar dari sepuluh hewan prasejarah aneh: ada yang mirip dinosaurus, ada yang kecil, dan beberapa lainnya lebih besar ketimbang rata-rata manusia jaman sekarang. Melalui kecanggihan peralatan dan pengetahuan arkeolog, akan semakin banyak hewan prasejarah yang ditemukan di masa-masa mendatang.


10. Dunkleosteus




Dunkleosteus, ikan jaman pra sejarah
Dunkleosteus, ikan jaman pra sejarah


Dunkleosteus adalah ikan prasejarah yang bisa memberi kita mimpi buruk. Ini adalah salah satu placoderms arthrodire terbesar; seekor ikan bersenjata dan berahang baja, yang pernah menghuni perairan Bumi. Panjang ikan ini sekitar 33 meter dengan berat hampir 4 ton. Makhluk ini dianggap sebagai hiper-karnivora juga sebagai predator puncak. Artinya Dunkleosteus memangsa semua jenis hewan lainnya dengan daging sebagai menu utama makannya. Meskipun pemakan daging, makhluk ini senyatanya tidak memiliki gigi, juga bukan mulut tetapi memiliki muka dengan struktur paruh di moncongnya. Dengan menggunakan pelat itu, Dunkleosteus memiliki daya gigit mirip buaya, atau bahkan T-Rex, dan mampu memberi tekanan 8.000 £ per inci persegi pada korban. Untunglah makhluk ini punah selama periode akhir jaman Devonr, sehingga tidak menyebabkan kita ketakutan untuk berenang di laut.


9. Archaeopteryx




Archaeopteryx, benarkah burung pertama?
Archaeopteryx, benarkah burung pertama?


Archaeopteryx, yang sering disebut sebagai burung pertama, adalah burung paling primitif yang pernah diketahui keberadaannya. Makhluk ini hidup pada akhir periode Jurassic di kawasan selatan wilayah Jerman saat ini, pada saat Eropa sekadar berupa kumpulan pulau. Hewan prasejarah ini panjangnya sekitar 1,6 meter. Archaeopteryx memang bertubuh mungil, penuh bulu, dan sepertinya tidak berbahaya, namun dia benar-benar memiliki sayap yang lebar dan gigi yang setajam pisau cukur. Ia juga memiliki cakar pada kedua kakinya. Cakar kaki yang bisa mulur mengkeret ini disebut juga sebagai 'cakar pembunuh'.


8. Elasmosaur




Elasmosaur, makhluk raksasa dengan gigi-gigi tajam
Elasmosaur, makhluk raksasa dengan gigi-gigi tajam


Elasmosaur hidup pada akhir periode Cretaceous. Diperkirakan makhluk ini panjangnya 46 meter dan berat lebih dari 2,2 ton. Setengah dari panjang tubuhnya adalah leher, yang memiliki lebih dari 70 ruas tulang belakang. Leher panjang itu sangat penting karena merupakan satu-satunya bagian tubuhnya yang dapat diangkat keluar dari air. Kita mengira makhluk itu siripnya besar, tetapi menurut fosil yang ditemukan di Kansas oleh Dr Theophilus Turner, dia memiliki empat sirip berukuran tidak terlalu besar. Tubuhnya didampingi kepala kecil yang dihiasi gigi-gigi yang sangat tajam.


7. Deinotherium




Deinotherium, gajah bergading cangkul
Deinotherium, gajah bergading cangkul


Saat ini dikenal sebagai 'gajah bergading cangkul', Deinotherium adalah makhluk yang hidup pada pertengahan jaman Miosen dan musnah sekitar tahun era Pleistosen Awal. Dikenal sebagai hewan darat terbesar ketiga yang pernah ada, kalau berdiri Deinotherium setinggi 15 meter dan berbobot lebih dari 15,4 ton. Makhluk ini hampir mirip seperti gajah saat ini, dengan satu perbedaan nyata adalah bahwa gajah purba memiliki batang hidung yang pendek dan taring yang masih menempel pada rahang bawah, sementara rahang atas hampir bukan seperti gajah hari ini. Fosil Deinotherium ditemukan di seluruh dunia, terutama di Eropa, Asia, dan Afrika.


6. Opabinia




Opabinia, hewan aneh berekor kipas
Opabinia, hewan aneh berekor kipas


Opabinia adalah salah satu fosil paling langka yang pernah ditemukan di dunia saat ini. Ada kurang dari dua puluh spesimen makhluk ini, dan arkeolog berharap untuk menemukan lebih banyak dalam waktu mendatang. Fosil opabinia diketahui kebanyakan ditemukan di Burgess Shale di British Columbia. Opabinia bukanlah apa yang Anda bayangkan ketika Anda berpikir tentang jaman prasejarah. Spesies yang dikenal hidup di dasar laut ini memiliki tubuh yang lembut dengan panjang sekitar 7 cm. Mereka memiliki kepala dengan lima mata dan bibir bagian bawah yang menjorok masuk. Makhluk ini juga memiliki tubuh yang tersegmentasi yang berakhir pada ekor berbentuk kipas.


5. Helicoprion




Helicoprion, bergigi bagai gergaji
Helicoprion, bergigi bagai gergaji


Dikenal sebagai Spiral Saw, Helicoprion hidup selama periode Karbon dan merupakan salah satu dari beberapa makhluk mampu hidup bertahan selama masa kepunuahan hewan purba Permian-Trias ('The Great Dying'). Namuin akhirnya Helicoprion punah selama periode Trias. Meskipun tidak banyak fosil yang telah ditemukan, para arkeolog menemukan lingkar-gigi serta tulang rahang. Dengan sisa peninggalan itu, peneliti telah mereka-reka potongan dalam sebuah bentuk tertentu dari Helicoprion. Satu hal yang kita tahu pasti, makhluk ini memiliki gigi yang sangat banyak seperti gergaji bulat, yang menancap pada rahang bawah. Giginya begitu banyak karena begitu ada gigi baru tumbuh, gigi yang lebih tua dipaksa masuk ke tengah sehingga membentuk spiral. Panjang makhluk itu diperkirakan sekitar 10-15 kaki.


4. Quetzalcoatlus




Quetzalcoatlus, makhluk terbesar yang pernah ada
Quetzalcoatlus, makhluk terbesar yang pernah ada


Quetzalcoatlus disebut sebagai salah satu dari makhluk besar, bahkan kemungkinan adalah yang terbesar yang pernah berkeliaran di atas bumi. Namanya berasal dari referensi tentang Dewa Aztec, Quetzalcoatl, yang dikenal sebagai ular berbulu. Diketahui hidup pada periode akhir jaman Kapur, pterosaur pterodactyloid adalah Raja Langit, dengan sayapnya bisa direntang sepanjang 36 meter dan tinggi hampir 32 kaki. Makhluk ini memiliki paruh yang sangat runcing, yang digunakan untuk mengumpulkan makanan, meskipun dia tidak bergigi. Fosil makhluk ini ditemukan dan dikumpulkan di Big Bend Park di Texas pada tahun 1971. Disebutkan, ketika berada di tanah, binatang itu adalah binatang berkaki empat, namun bisa terbang.


3. Dimorphodon




Dimorphodon, "reptil" bergigi di rahang
Dimorphodon, "reptil" bergigi di rahang


Dimorphodon adalah ukuran menengah dari pterosaur selama periode Jurassic awal. Fosilnya ditemukan di Lyme Regis, Dorset Inggris, pada 1828. Nama pterosaur berasal dari kata Yunani yang berarti "gigi dua bentuk". Richard Owen-lah yang memberi nama untuk makhluk itu. Dimorphodon memiliki dua jenis gigi di rahang, yang jarang ada pada reptil. Jika dimophodon berdiri, tingginya sekitar 3,3 meter, dengan leher kecil tapi kepala besar, dan memiliki rentang sayap selebar 4,6 meter.


2. Jaekelopterus




Jaekelopterus, bercakar di depan kepala
Jaekelopterus, bercakar di depan kepala


Fosil Jaekelopterus kali pertama ditemukan di Formasi Klerf Lagerstätte dari Willwerath dekat Prüm, Jerman. Jaekelopterus adalah salah satu arthropoda terbesar yang telah ditemukan sejauh ini. Panjang Jaekelopterus 8,2 meter dan tinggal di danau air tawar serta sungai-sungai..Meskipun pengukuran yang tepat tidak ditemukan, ilmuwan telah melakukan pengukuran pada chelicera, yang berupa cakar di depan kepala dengan fungsi untuk memegangi makanan, dan dari chelicera itulah kemudian muncul perkiraan ukuran sesungguhnya makhluk itu. The chelicera sendiri sepanjang 18 inci.


1. Hallucigenia Hallucigenia





Hallucigenia, makhluk aneh dengan tentakel
Hallucigenia, makhluk aneh dengan tentakel


Fosil Hallucigenia pertama kali ditemukan di British Columbia, Kanada, dan baru-baru ini di Cina. Nama Hallucigenia berasal dari Simon Conway Morris, orang pertama yang mempelajari lagi spesimen yang sudah ditemukan oleh Charles Walcott. Nama itu muncul dari gambaran makhluk ini yang sangat aneh. Hallucigenia memiliki tujuh tentakel pada setiap sisi tubuhnya, dan tiga pasang tentakel di bagian belakang. (Sumber: http://www.weirdworm.com/)

Selasa, 20 April 2010

Binatang-binatang albino yang eksotik



Klik gambar di bawah ini untuk memperbesar tampilan



[gallery columns="4" orderby="rand"]

PENGERTIAN ALBINO

Albino (dari bahasa Latin albus yang berarti putih), disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, adalah salah satu bentuk dari hypopigmentary congenital disorder. Ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). Albino timbul dari perpaduan gen resesif.


Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih susu atau putih pucat dan memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah.


ETIOLOGI


Albino adalah kelainan genetik, bukan penyakit infeksi dan tidak dapat ditransmisi melalui kontak, tranfusi darah, dsb. Gen albino menyebabkan tubuh tidak dapat membuat pigmen melanin. Sebagian besar bentuk albino adalah hasil dari kelainan biologi dari gen-gen resesif yang diturunkan dari orang tua, walaupun dalam kasus-kasus yang jarang dapat diturunkan dari ayah/ibu saja. Ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan albino, tetapi semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.


Albino dikategorikan dengan tirosinase -positif atau -negatif. Dalam kasus dari albino tirosinase-positif, enzim tirosinase ada, namun melanosit (sel pigmen) tidak mampu untuk memproduksi melanin karena alasan tertentu yang secara tidak langsung melibatkan enzim tirosinase. Dalam kasus tirosinase negatif, enzim tirosinase tidak diproduksi atau versi nonfungsional diproduksi.


Seseorang dapat menjadi karier dari gen albino tanpa menunjukkan fenotif tertentu, sehingga seorang anak albino dapat muncul dari orang tua yang tidak albino. Albino tidak terpengaruh gender, kecuali ocular albino (terkait dengan kromosom X), sehingga pria lebih sering terkena ocular albino.


Karena penderita albino tidak mempunyai pigmen melanin (berfungsi melindungi kulit dari radiasi ultraviolet yang datang dari matahari), mereka menderita karena sengatan sinar matahari, yang bukan merupakan masalah bagi orang biasa.


TIPE-TIPE ALBINO


Sekitar satu dari tujuh belas ribu orang menjadi albino, walaupun 1-70 orang adalah pembawa, bukan penderita.


Ada dua kategori utama dari albino pada manusia :
1. Oculocutaneous albinism (berarti albino pada mata dan kulit), kehilangan pigmen pada mata, kulit, dan rambut.
2. Ocular albinism, hanya kehilangan pigmen pada mata. Orang-orang dengan oculocutaneous albinism bisa tidak mempunyai pigmen dimana saja sampai ke tingkat hampir normal. Orang-orang dengan ocular albinism mempunyai warna rambut dan kulit yang normal, dan banyak dari mereka mempunyai penampilan mata yang normal.


Tipe lain, yakni :
- Recessive total albinism with congenital deafness
- Albinism black-lock cell-migration disorder syndrome (ABCD)
- Albinism-deafness syndrome (ADFN) (yang sebenarnya lebih berhubungan dengan vitiligo).


Hanya tes genetik satu-satunya cara untuk mengetahui seorang albino menderita kategori yang mana, walaupun beberapa dapat diketahui dari penampilannya.


SIMPTOM DAN KONDISI DIHUBUNGKAN DENGAN ALBINO


Dengan test genetik, dapat diketahui apa seseorang itu albino berikut variasinya, tetapi tidak ada keuntungan medis kecuali pada kasus non-OCA disorders yang dapat menyebabkan albino disertai dengan masalah medis lain yang dapat diobati. Gejala-gejala dari albino dapat diobati dengan berbagai macam metode.


Umumnya kelainan mata pada penderita albino adalah sebagai berikut :
• Nystagmus, pergerakan bola mata yang irregular dan rapid dalam pola melingkar
• Strabismus ("crossed eyes" or "lazy eye").
• Kesalahan dalam refraksi seperti miopi, hipertropi, dan astigmatisma.
• Fotofobia, hipersensitivitas terhadap cahaya
• Hipoplasi foveal - kurang berkembangnya fovea (bagian tengah dari retina)
• Hipoplasi nervus optikus – kurang berkembangnya nervus optikus.
• Abnormal decussation (crossing) dari fiber nervus optikus pada chiasma optikus.
• Ambliopia, penurunan akuisitas dari satu atau kedua mata karena buruknya transmisi ke otak, sering karena kondisi lain seperti strabismus.


Hilangnya pigmen juga membuat kulit menjadi terlalu sensitif pada cahaya matahari, sehingga mudah terbakar, sehingga penderita albino sebaiknya menghindari cahaya matahari atau melindungi kulit mereka.


CARA MENGOBATI SIMPTOM


Albino adalah suatu kondisi yang tidak dapat diobati atau disembuhkan, tetapi ada beberapa hal kecil yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup. Yang terpenting adalah memperbaiki daya lihat, melindungi mata dari sinar terang, dan menghindari kerusakan kulit dari cahaya matahari. Kesuksesan dalam terapi tergantung pada tipe albino dan seberapa parahnya gejala. Biasanya, orang dengan ocular albinism lebih mempunyai pigmen kulit normal, sehingga mereka tidak memerlukan perlakuan khusus pada kulit.


Pembedahan
Biasanya, pengobatan untuk kondisi mata terdiri dari rehabilitasi visual. Pembedahan mungkin untuk otot mata untuk menurunkan nystagmus, strabismus, dan kesalahan refraksi seperti astigmatisma. Pembedahan strabismus mungkin mengubahan penampilan dari mata. Pembedahan untuk nistagmus mungkin dapat mengurangi perputaran bola mata yang berlebihan.
Efektifitas dari semua prosedur ini bervariasi, tergantung dari keadaan masing-masing individu. Namun harus diketahui, pembedahan tidak akan mengembalikan fovea ke kondisi normal dan tidak memperbaiki daya lihat binocular. Dalam kasus esotropia (bentuk "crossed eyes" dari strabismus), pembedahan mungkin membantu daya lihat dengan memperbesar lapang pandang (area yang tertangkap oleh mata ketika mata melihat hanya pada satu titik).


Bantuan Daya Lihat
Kacamata dan 'bantuan daya lihat' lain dapat membantu orang albino, walaupun daya lihat mereka tidak dapat dikoreksi secara lengkap. Beberapa penderita albino cocok menggunakan bifocals (dengan lensa yang kuat untuk membaca), sementara yang lain lebih cocok menggunakan kacamata baca.
Penderita pun dapat memakai lensa kontak berwarna untuk menghalangi tranmisi cahaya melalui iris. Beberapa menggunakan bioptik, kacamata yang mempunyai teleskop kecil di atas atau belakang lensa biasa, sehingga mereka lebih dapat melihat sekeliling dibandingkan menggunakan lensa biasa atau teleskop.
Walaupun masih menjadi kontroversi, banyak ophthalmologist menyarankan penggunaan kacamata dari masa kecil sehingga mata dapat berkembang optimal.


Perlindungan terhadap Sinar Matahari


Penderita albino diharuskan menggunakan sunscreen ketika terkena cahaya matahari untuk melindungi kulit prematur atau kanker kulit. Baju penahan sinar matahari dan pakaian renang juga merupakan alternatif lain untuk melindungi kulit dari cahaya matahari yang berlebihan.
Penggunaan kacamata dan topi dapat membantu pula. Barang lain yang dapat membantu orang-orang dengan albino adalah menghindari perubahan tiba-tiba dari situasi cahaya dan menambahkan kaca penahan sinar matahari. Cahaya lebih baik tidak langsung mengenai posisi biasa dari penderita albino (seperti tempat duduk mereka pada meja makan). Jika mungkin, penderita albino lebih memilih untuk terkena cahaya di bagian punggung daripada di bagian muka.


MITOS-MITOS SALAH DALAM ALBINO


1. Orang albino itu steril, padahal tidak demikian. Fungsi reproduksi mereka tidak mengalami gangguan apapun.
2. Orang albino mempunyai umur pendek. Ini tidak benar secara umum, tetapi lebih disebabkan karena orang albino mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk menderita kanker kulit jika tidak memakai pelindung dari sinar matahari.
3. Hubungan seksual dengan orang albino dapat membuat pasangannya terkena penyakit. Jelas tidak benar!!!


Sumber gambar: koleksi sendiri dan dari www.odde.com serta sumber lain. Sumber tulisan arsip www.kaskus.us.

Senin, 19 April 2010

Gaya tarung ternyata bukan karakter, murai batu pun bisa dimaster agarteler ala anis merah

Selama ini pembicaraan tentang pemasteran burung berkisar pada lagu/irama. Belum pernah ada pembicaraan tentang pemasteran gaya tarung burung atau tarian burung.

Mulanya saya juga percaya bahwa gaya tarung  adalah karakter bawaan masing-masing burung. Namun ternyata, dari beberapa pengalaman teman, gaya tarung atau gaya burung ketika berkicau bisa ditularkan. Hal yang tampak sekali adalah gaya burung kenari yang persis dengan gaya tarung burung blacktrouth.

Ceritanya seorang kawan yang tinggal di Ngawi pernah tanya ke saya tentang pemasteran. Ya biasalah, untuk pemasteran suara, saya menyarankan menggunakan suara dari CD player atau MP3 player. Dia pun mengikuti saran saya. Di rumahnya, kebetulan tidak ada burung masteran lain selain blacktrouth (BT), maka selain menggunakan suara dari CD player, teman ini "menempel" kenarinya dengan BT.

Dua kenari dari indukan yang berbeda, dia master dengan cara itu selama sekitar 3 bulan sejak kenari berusia 2 bulan. Ketika kenari itu berusia 6 bulanan dan mulai ngangkat bunyi panjang, tarian yang diperlihatkan adalah tarian khas blacktrouth. Buka sayap, tubuh bergetar-getar dan berlenggak-lenggok persis blacktrouth.

Bonar, si murai batu teler

Pada kasus lain adalah murai batu yang bisa teler karena selama mabung secara tidak sengaja didekatkan terus dengan anis merah (AM) teler. Murai batu bergaya teler ini sekarang sedang dojodohkan oleh Om Tony Alamsyah di Black Bird Keeping di Cilacap.

Meski masih suka ngeplay seperti murai batu pada umumnya, namun murai batu yang satu ini senang sekali berteler ria.

Saat murai batu teler, sikapnya juga seperti anis merah ketika teler. Tetap berkicau sambil teler meski digoda-goda. "Ndableg (bandel) banget itu Om. Meski digeblek-geblek tetap saja teler. Suaranya juga tetap keras, bukan model ngeriwik."

Menurut Om Tony, si murai batu bernama Bonar (pernah merajai lomba di Kota Binjai dan sekitarnya) secara tidak sengaja selalu didekatkan dengan anis merah ketika di majikan lamanya, Om Dwi Lovebird Jogja. "Begitu cerita Om Dwi, tetapi Om Dwi sendiri barangkali belum tahu kalau si Bonar sekarang bisa teler persis anis merah," kata Om Tony.

Ketika saya minta foto Bonar yang sedang teler, Om Tony bilang, "OK, ini sedang mabung. Sehabis mabung dan ekor sudah kembali panjang, saya ambil fotonya. Semoga gayanya tidak hilang."

Nah, dari pengalaman pemasteran burung tersebut, ada hal yang bisa kita tarik kesimpulan dari sana. Bahwa selain memaster dengan CD smarmastering, Anda bisa mencari burung-burung tertentu yang punya gaya tertentu agar ditiru burung yang sedang dimaster. Anakan anis merah misalnya, bisa saja dimaster untuk teler dengan gaya anis merah tertentu yang Anda sukai atau gaya teler yang sedang trend.

Kalau Anda punya anis merah punya gaya mbebek, ndlosor atau doyong, buka ekor dan sebagainya, bisa Anda masterkan gaya itu ke anakan anis merah. Atau bahkan kalau Anda punya cucak ijo anakan yang sedang dimaster, maka agar dia suka njegrak ataupun ngentrok, bisa dimaster dengan jalak suren.

Oke sebelum Anda menerapkan "pemasteran gaya", perlu saya sampaikan catatan bahwa untuk gaya tarung yang menyita banyak gerak, bisa mengurangi performa suara.

Kenari yang mainnya berjoget dan buka sayap seperti blacktrouth misalnya, dia bisa saja kekurangan power untuk suara atau sering terdengar putus-putus lagunya atau malah berhenti di tengah jalan. Atau bisa juga lagu blacktrouth yang banyak nada "tekukan", tidak bisa maksimal diserap oleh kenari.

Tetapi karena yang dimasterkan di sini adalah "gaya", maka Anda tidak perlu memusingkan dulu soal lagu. Yang penting "gaya"nya bisa diikuti burung yang kita master. Keduanya bisa saling melengkapi untuk kesempurnaan gaya dan performa suara burung kicauan kita.

Tips:Ketika Anda memaster burung muda dengan burung lain yang punya gaya bagus untuk dimasterkan, pastikan burung muda Anda dikerodong tipis sehingga burung muda tidak malah stres disemprot kicauan burung lain. Yang penting, burung Anda bisa melihat dari kain yang transparan ke burung lain sebagai pemaster gaya.

Sebenarnya artikel ini terinspirasi oleh pertanyaan dari Om Agus Indrawan,  member Om Kicau Hotline, bahwa anis merah anakannya tidak juga mau teler  meski sudah rajin ngeplong. Oleh karena itu saya menyarankan Om Agus  untuk menempel anis merah anakannya dengan anis merah yang sudah teler dengan gaya yang OK sehingga anakan bisa menirunya dan segera mahir teler, hehehe.

Sebagi penutup, tentunya dalam memasterkan gaya tarung, ada keterbatasan-keterbatasan yang Anda pasti bisa mencari logikanya. Misalnya, cucakrowo dengan irama dan pembawaan lagu yang demikian, pastilah akan menjadi "lelucon" jika dimaster dengan anis merah. Selain pertanyaannya adalah "apa bisa", maka kalau jadi pun saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya. Sekali lagi tertawa ah... hahahaha...

Oke. Semoga bermanfaat.
Salam sehat burung Indonesia. Om Kicau.