Hasil Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Inilah hasilnya.

Perlu catatan harian penangkaran

Penjodohannya pun tidak mudah, sebab membedakan jantan betina pun tidak gampang. Butuh pengalaman dan kepekaan untuk memastikan jenis kelamin. Banyak sekali kasus breeder pemula gagal.

Kendala selalu ada, tetapi bisa diatasi

Penelurusan ke sejumlah breeder cucakrawa, disebutkan bahwa kendala yang harus dihadapi sesungguhnya cukup banyak. Namun kendala-kendala ini ternyata tidak pernah menyurutkan para breeder, karena biasa diatasi.

Cucakrowo perlu ketenangan dan multivitamin

Meski ada pemodal kelimpungan ketika ikut-ikutan mencoba beternak cucakrowo namun ada saja breeder yang tersenyum lantaran modal yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya berlipat-lipat.

Harga burung saat ini

Harga burung di wilayah Solo dan sekitarnya (Soloraya) pada pertengahan Maret 2012 menunjukkan beberapa kenaikan yang signifikan. Seperti apa?

Selasa, 13 April 2010

Papburi Solo siap bantu kembangkan lomba burung "gaya lesehan" di kota lain

[caption id="attachment_12801" align="alignleft" width="300" caption="Peserta dan Papburi Solo, senyum puas seusai lomba. (Foto: Puguh Widyatmoko)"][/caption]

Menyusul kesuksesan lomba burung non teriak lesehan gaya Solo dan Jogja yang diprakarsai Papburi (Paguyuban Penggemar Burung Kenari), Papburi Solo siap memberikan semua ilmunya kepada para kicau mania di kota lain yang berniat menjadi penyelenggara lomba non teriak ala Papburi - Q-max’s.
Hal itu disampaikan Ketua Papburi Solo, Puguh Laropstars, kepada Om Kicau melalui email, menanggapi banyaknya permintaan dari para kicau mania agar lomba lesehan ala Papburi bisa menyebar ke kota lain.


"Ada permintaan diadakan lomba di kota lain dengan Papburi Solo sebagai motivatornya. Saya pun menyambut respon ini dengan meminta mereka mempersiapkan personil agar nantinya lomba tanpa teriak dan sistem penjurian berdasarkan ranking ini juga dipunyai oleh mereka," kata Om Puguh.


Permintaan itu memang tidak lepas dari kesuksesan setiap lomba yang digelar oleh Papburi. Pada lomba terakhir 11 April 2010 itu misalnya, peminat mencapai 250 peserta. Jika tidak mengingat waktu dan jadwal,  begitu Om Puguh, tentu masih bisa bertambah terutama kelas anis merah dan kacer. Hanya saja untuk kelas cendet masih belum mewakili polling yang pernah kita adakan. Untungnya kita tidak mengganti kelas terdahulu yang diutamakan. Jadi kelas cendet hanya kelas tambahan saja. Kelas utamanya tetap anis merah, kacer, kenari reguler, kenari Kalitan dan campuran impor.





[caption id="attachment_12805" align="aligncenter" width="558" caption="Sebagian dari personel Papburi. (Foto: Puguh Widyatmoko)"][/caption]

Karena banyaknya peserta untuk anis merah dan kacer, kemudian ada usulan untuk menggelar Q-max’s secara full time sehari. "Ya seperti biasa,  peserta dan penonton memberikan dukungan penuh untuk lomba tanpa teriak dan gaya lesehannya," jelas Om Puguh.

Lomba tanggal 11 April 2010 menjadi lebih bermakna dengan datangnya dua orang juri dari Papburi Jogja dengan tujuan mengontrol kualitas penilain berkaitan dengan telah diadakannya workshop juri beberapa bulan lalu.


Menekankan kembali keinginan diadakannya lomba sejenis di kota lain, Om Puguh meminta para peminat untuk mempersiapkan personel dan nanti pihak Papburi yang akan menularkan ilmu bagaimana menggelar lomba dengan sistem yang sudah paten dikembangkan oleh Papburi.


Menutup emailnya kepada Om Kicau, Om Puguh menyampaikan kebanggan atas kekompakan anggota Papburi Solo. "Saya merasa adanya respons positif untuk kebersamaan kami di Papburi. Dengan perjuangan yang berat pada masa lalu, kini kami sudah mulai diperhitungkan," tegasnya.
Salam sukses kicau mania Indonesia.
Om Kicau.


Suasana lomba


Rabu, 07 April 2010

Dunia burung di mata karikaturis penghobi burung


Kali pertama kenal dengan karikaturis ini adalah ketika saya masih bekerja di Suara Merdeka, awal hingga pertengahan dekade 1990. Saat itu hingga kini, sang karikaturis tersebut, Koesnan Hoesie, bekerja sebagai karikaturis - kartunis di koran sore Wawasan. Belakangan, ketika saya sudah pindah kerja di Solo, saya baru tahu kalau kawan satu ini juga penghobi burung. Kami kemudian intens berkomunikasi di dinding facebook, dengan saling mengirim dan menerima catatan dan gambar.

Dari banyak karikatur yang dia kirim, sebagian besar berbicara mengenai kesalahan penyelenggaraan negara atau dalam istilah Andreas Pandiangan dari Unika Soegijapranoto Semarang sebagai "malpraktek".

Ketika saya pengin menghias website omkicau.com dengan gambar coret tentang burung, saya pun ingat dia. Maka saya pun kirim pesan via FB: Om, Mbok aku digambarke karikatur tentang dunia manuk. Temane (1) "wong edan manuk", (2) lomba manuk; (3) manuk online... Wis embuh kapan dadine, asal cepet hwakakakaka...

Menjawab permintaan itu, Om Hoesie menjawab "colour atau b/w". Tak berapa lama kemudian sudah ada pesan masuk "sudah dikirim". Nah, karikatur yang saya sajikan inilah karya-karya Koesnan Hoesie.

Karikatur pertama adalah tentang "gila burung" seperti terlihat di bawah ini:




[caption id="attachment_12621" align="aligncenter" width="524" caption="Ketika penghobi burung gila burung, tetap saja pilih burung... "Gila Burung" karikatur oleh Koesnan Hoesie, Semarang, khusus untuk omkicau.com."][/caption]
Karikatur kedua tentang "lomba burung" sebagai berikut:




[caption id="attachment_12622" align="aligncenter" width="524" caption=""Lomba Burung" karikatur oleh Koesnan Hoesie, Semarang, khusus untuk omkicau.com."][/caption]
Sedangkan karikatur ketiga ketiga adalah tentang  "Gila  Burung  Online" . Di bawah ini:




[/caption]

Tentang apa interprestasi dari gambar-gambar itu, silakan Anda mengartikannya sendiri.

Tentang Koesnan Hoesie

Mengenai siapa Koesnan Hoesie sendiri, pria kelahiran 25 Desember 1962 yang menyelesaikan pendidikan atas di SMA Karangturi '81 ini menulis tentang diri sendiri sebagai berikut:


Aktivitas: kartunis, gabung dengan SCS, sejak 1981, menjadikan kartun sebagai media alternatif berkomunikasi dan niaga. Tentang Saya: sebagai kartunis profesional sejak 1980: kontributor di nberbagai media di Indonesia, disain kartun untuk berbagai produk pakaian.

Informasi kontak dan sebagainya bisa Anda lihat di facebook.com/koesnanhoesie.

Sedangkan tentang karya karakatur dia, pernah ditulis rekan Saroni Asikin di Harian Suara Merdeka ketika ada pameran karya-karya Hoesie. Dalam berita berjudul Kartun Hoesie Masih ''Koran Banget"... itu ditulis begini:

MEDIA, termasuk di dalamnya kartun, sesederhana apa pun pasti terbebani oleh opini. Maka, mampukah opini itu memengaruhi masyarakat? Apakah kartun-kartun Koesnan Hoesie yang dipamerkan di laboratorium seni dan kebudayaan lengkong cilik, 3-6 April, mampu berperan seperti itu?
Pertanyaan itu dilontarkan Agus Maladi Irianto, pengelola sekaligus pemilik lengkong cilik.
''Tidak harus! Sebab kartun jika telah mampu menjadi katarsis, cukuplah! Kalau kartun mampu membuat yang melihat tersenyum dan senang, itu sudah cukup!'' kata Prof Dr Soedjarwo, dosen Fakultas Sastra Undip.
Pada Minggu (6/4) malam itu, saling lempar pemikiran memang tampak hidup dalam diskusi yang menjadi akhir Pameran Kartun ''Indonesia Setengah Tiang'' karya Koesnan Hoesie. Sebelumnya, pembicara Andreas Pandiangan dari Unika Soegijapranoto Semarang mengatakan, hampir seluruh dari 27 kartun Hoesie yang dipamerkan mengungkapkan satu aras tematik; kesalahan penyelenggara negara (diistilahkan malpraktek).
''Satu hal yang menonjol pada karya Hoesie dalam pandangan awam saya adalah visualisasi yang gampang dicerna orang awam mengenai potret bangsa kita yang tengah sakit,'' katanya.
Menurut Andreas, karya Hoesie diharapkan mampu membangkitkan sinergi di kalangan penyelenggara negara untuk segera menyadari betapa rakyat telah berada pada keadaan sangat terpuruk. Agung, moderator, mengatakan, kartun yang dipamerkan ini hampir-hampir tak akan dijumpai sebelum tahun 1998.''
''Saya tak bisa memunculkan gagasan di luar frame perusahaan tempat saya bekerja,'' ujar Hoesie. ''Secara personal saya ingin berbicara banyak, tapi frame perusahaan harus saya pertimbangkan dalam membuat kartun.''
Maka, jangan heran jika dengan semangat pameran seperti itu, karya-kaya Hoesie masih ''koran banget". Adjie Noegraha dari lengkong cilik mengatakan, pameran mestinya menjadi ajang bebas berekspresi bagi seniman, tanpa harus terbebani dengan ikatan lembaga tempatnya bekerja.

Itulah sekilas tentang kawan kita, Koesnan Hoesie, karikaturis yang penghobi  burung.

Di bawah ini salah satu karikatur Hoesie:


Salam sukses Hobi Burung Indonesia.. Om Kicau.


Tips lain hilangkan suara "setan", kacer mbagong dan pentet serta anis merah manja


Dalam beberapa artikel terdahulu pernah saya tulis mengenai burung bersuara "setan". Dalam salah satu artikel saya katakan suara "setan" adalah suara atau lagu tertentu dari burung yang tidak kita kehendaki. Dalam hal ini misalnya adalah murai batu bersuara perkutut, suara kucing, kokok ayam atau hanya sekadar ngeban berulang (sering disebut "cuma ngukluk") dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu persoalan yang seringkali menjengkelkan.


Hal lain yang menjengkelkan adalah burung pentet atau cendet atau toet yang suka turun tangkringan ketika kita dekati, berlagak manja dengan mengembangkan bulu, sambil bersuara crik-crik. Burung lain yang suka turun tangkringan ketika kita dekati dan berlagak mau negjar-ngejar seakan mau kita kasih pakan adalah anis merah.


Sedangkan perilaku lain yang tidak kita suka pada burung adalah kacer mbagong atau nguda laut atau uter atau mbalon/ngebalon.


Semua cara untuk menghilangkan perilaku-perilaku menjengkelkan beberapa jenis burung itu pernah saya tulis dalam artikel terdahulu. Namun dalam artikel kali ini akan saya sampaikan tips berdasar "percobaan" saya yang sedikit banyak sudah menampakkan hasil, yaitu tips menghilangkan suara setan murai, kacer mbagong, dan pentet serta anis merah yang manja. Namun perlu saya tegaskan juga, tips ini sebaiknya dilakukan berbarengan dengan tips terdahulu.


Untuk membuang "suara setan" murai batu misalnya, tetap dijauhkan dari sumber suara setan (ayam, perkutut, katak dan sebagainya) dan dilakukan "pemasteran ulang" terutama ketika masuk masa mabung (Baca: Kalau burung kita kemaster suara setan).  Untuk menghilangkan kacer bagong yang penyebabnya hingga saat ini masih misterius, penuh kontroversi dan menimbulkan diskusi berkepanjangan, tetap dijaga vitalitasnya dengan asupan pakan yang bagus, penjemuran yang cukup, dan bisa juga diterapi mandi pasir (Baca artikel: Mandi pasir untuk burung, fungsi dan tata caranya).


Sedangkan untuk cendet dan anis merah yang suka turun tangkringan, maka Anda atau siapa saja, jangan membiasakan memberi pakan burung-burung itu langsung dari tangan tetapi pakan dimasukkan ke wadahnya ketika burung dimandikan atau langsung kita taruh di wadah pakan.


Nah, sekarang, terapi apa yang harus dibarengkan dengan cara-cara di atas?


Semprotan air dingin


Kali ini yang ingin saya sampaikan adalah terapi semprot air dingin. Hal yang perlu Anda siapkan adalah semprotan air yang biasa kita gunakan untuk memandikan burung dengan cara semprot (sprayer). Siapkan semprotan dengan air bersih di dalamnya dan masukkan ke dalam almari es di bagian sayur (bukan di freezer-nya).  Singkat kata, selalu siapkan air dingin di dalam sprayer, apakah itu dari almari es atau kita buat seketika dengan mencampur air dengan es, tidak begitu penting.


Cara dan jangka waktu terapi untuk masing-masing burung:


1. Murai batu bersuara setan: Ketika Anda mendengar murai batu Anda mengeluarkan suara setan atau suara ngukluk berulang-ulang, segera hampiri semprotan air di dalam almari es. Begitu dia mengambil jeda suara atau ketika masih bersuara ngukluk, semprotkan air dingin ke arah dia. Biasanya, hanya dengan sekali semprot dia akan terkejut dan segera berhenti berbunyi. Oke, tunggu saja di ruang berbeda. Begitu dia mengeluarkan suara setan lagi, ya hampiri lagi dan semprot lagi untuk membuat dia kaget dan merasa tidak nyaman. Ulangi lagi dan ulangi lagi jika suatu ketika murai batu Anda bersuara setan lagi.


Terapi ini akan menyita waktu Anda barang 3-4 hari jika dilakukan secara maraton atau bisa sampai sepekan dua pekan jika dilakukan secara tidak konsisten karena kesibukan Anda atau alasan lainnya. Dasar pemikiran dari terapi ini adalah kita "menghukum" burung atas perilaku tertentu mereka. Dengan "hukuman semprot air dingin" yang mengejutkan dan membuat burung tidak nyaman, si burung akan belajar bahwa "jika aku melakukan ini, akibatnya begini". Nah, kalau Anda rajin mengawal "proses belajar" ini, maka murai batu Anda akan cepat belajar dan karenanya dia akan dengan terpaksa melupakan suara setannya dan tidak akan pernah menyuarakannya lagi.


2. Kacer mbagong: Kacer mbagong sering dikaitkan masalah mental, kondisi fisik dan sebagainya. Hanya saja, banyak terjadi bahwa kacer bagong disebabkan kacer tersebut ingin bermanja kepada perawatnya atau orang yang lewat di dekatnya. Jika kacer Anda bagong karena sebab yang demikian (terlalu jinak dan sebagainya), maka lakukan terapi semprot air dingin sebagaimana dilakukan terhadap murai batu. Dengan melakukan hal itu secara konsisten, maka kacer Anda tidak akan bagong lagi dalam konteks ingin bermanja. Untuk bagong karena sebab lain, silakan baca artikel ini: Lagi-lagi kacer mbagong.


3. CARA KHUSUS DAN SEDIKIT BEDA bisa Anda lakukan untuk pentet dan anis merah manja. Ya pada intinya sama dengan terapi atas murai batu bersuata setan dan kacer mbagong, maka mengatasi pentet dan anis merah manja adalah dengan terapi semprot air dingin. Hanya saja, terapi pentet dan anis merah bisa lebih intensif. Coba saja secara sengaja Anda selama 2-3 hari beberapa kali mondar-mandir di bawah pentet atau anis merah yang biasa bermanja dengan membawa air dingin dalam semprotan. Begitu pentet atau anis merah turun tangkringan ketika Anda mendekat, semprot saja dengan air dingin. Begitu mereka kaget karena disemprot air dingin, pentet atau anis merah akan segera mengempiskan bulu dan naik tangkringan, bersikap waspada. Lakukan terapi itu secara periodik kapanpun Anda punya waktu.


CATATAN: Jika murai batu suka "mencuri kesempatan" untuk bersuara setan, kacer juga "lupa" tetap bermanja dengan kebagongannya, pentet dan anis merah dengan senang sekali turun tangkringan berlagak mengejar Anda, maka Anda harus siap melakukan lagi terapi semprot air dingin. Jika "hukum" ditegakkan secara konsisten, burung-burung akan bisa belajar dan mematuhi "hukum" dari majikannya. Yang pintar memahami hukum tetapi sering mengingkarinya, justru adalah kita-kita... hehehehe.


Salam sukses Hobi Burung Indonesia.

Senin, 05 April 2010

Melalui Beluwuk dan Warok, Simon Perez merajai Lomba Bekisar Muntilan

Melalui dua bekisar jagoannya, Simon Perez menempatkan diri sebagai pemilik bekisar-bekisar jawara pada Lomba Bersama Seni Suara Bekisar di Lapangan Pemda Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Minggu 4 April 2010. Menurut pesan yang dikirim Om Matta Malaikat kepada member Bekisar on Facebook, Lomba Bersama Seni Suara Bekisar di Muntilan dihadiri oleh perserta dari berbagai daerah, termasuk di dalamnya Yogyakarta, Klaten, Solo bahkan Boyolali.


Lomba ini diadakan dalam rangka menyambut MUNAS KEMARRI tanggal 17 April 2010 sekaligus juga menjajagi jagoan ayam bekisar yang akan diikutsertakan dalam lomba Seni Suara Bekisar Tingkat Nasional di Taman Mini Indonesia Indah nanti.


Berikut adalah para pemenang dalam lomba tadi pagi yang dimulai pukul 09.00 sampai pukul 14.00 WIB:


Juara Lomba Bekisar Kelas Madya:


1. Beluwuk, dengan pemilik Simon Perez, asal ayam dari Sleman.
2. Rengganis, dengan pemilik Baried, asal ayam Kotagede.
3. Jambul, nama pemiliknya Nur Wakhid, asal Muntilan.
4. Gendis, pemiliknya Indra Faisal, dari Mungkid, Magelang.
5. Tahu Sumedang, pemilik Nana, dari Muntilan.


Juara Lomba Kelas Pratama:


1. Warok, pemilik Simon Perez, asal Sleman.
2. Galaxi, Koh Wik, asal Kotagede
3. Eyang Qiro, Agung Lalu, Sleman.
4. Manggala, Sunaryono, Jogja
5. Gaharu, Budiarjo, Cikampek Jabar.


Demikian hasil lomba bekisar di Muntilan. yang telah berlangsung dengan sukses. (Om Kicau)

Minggu, 04 April 2010

Menentukan jenis kelamin burung anakan, kampiun pun bisa meleset

[caption id="attachment_12518" align="aligncenter" width="600" caption="Gambar alat reproduksi luar kenari jantan dan kenari betina Yang jantan menonjol membentuk sudut seperti kopiah dibalik, sedangkan yang betina meski menonjol tetapi "mulus" yang kalau dilihat dari arah samping seperti kalau kita melihat Gunung Merapi dari kejauahan hehehe... (Foto: burungkenari.wordpress.com)"][/caption]

Banyak tips diberikan para pakar penangkaran untuk menentukan jenis kelamin burung, khususnya burung-burung anakan. Meski demikian, banyak juga kampiun penangkaran yang meleset dalam menandai burung, apakah jantan ataukah betina, khususnya burung anakan.


Hal umum yang dilakukan dalam memprediksi jenis kelamin burung anakan atau juga dewasa (khususnya yang monomorfik; soal monomorfik dan dimorfik baca di artikel Perbedaan burung jantan dan betina) adalah membandingkan khususnya burung-burung yang berasal dari satu indukan dan satu sarang.


Dengan cara ini, maka tips yang diberikan adalah "jika lebih begitu, maka jantan.. jika lebih begini... berarti betina" . Lihat misalnya artikel Lagi, beda anis merah jantan-betina dan foto-foto anis merah trotolan Om Jayanz, Beda Anis Kembang (AK) trotolan jantan-betina dan rawatannya, Kenali cucak ijo semiran dan beda jantan betina CI anakan, dan sebagainya.


Meski demikian, memprediksi jenis kelamin burung anakan dengan cara perbandingan atau dengan cara apapun, bisa juga meleset. Jangankan pemula, bahkan para pakar penangkaran pun seringkali harus sangat hati-hati. Untuk menentukan jenis kelamin anakan lovebird misalnya, salah satu pakar penangkaran lovebird Jogja, Om Dwi, bahkan masih pusing tujuh keliling menentukan metode yang paling tepat.


Untuk menentukan anakan anis kembang, Om Heri (Baca: Ngobrol asyik dengan Om Heri_gatbf) juga tidak bisa gegabah karena, menurutnya,  "tanda jantan dan betina anis kembang ketika masih anakan, sering berubah-ubah. Kadang seperti jantan kadang seperti betina."


Mas Samino pemilik Lintang Songo BF, juga salah memprediksi anakan bungsu murai batu Hercules. Dia memprediksinya sebagai jantan, ternyata betina.


Mas Afiat, penangkar cucakrowo di Kartosuro, malah pernah mencampur sepasang cucakrowo yang dia perkirakan jantan betina, ternyata terbukti kemudian betina-betina.


Pak Harto, penangkar kawakan jalak uren Jimbung Klaten, berkali-kali salah memasangkan jantan-betina jalak suren dewasa.


Mas Erick Solo, pemain kenari yang juga penyedia anakan-anakan kenari dari indukan-indukan jawara, salah "memberi" burung betina yang mulanya diprediksi jantan ke Om Firli Jakarta. Dan masih banyak lagi contoh kesalahan dalam prediksi jenis kelamin anakan-anakan burung.


Hal itu sangat bisa dimaklumi karena yang namanya "membandingkan" kadang-kadang sangat tergantung jenis, habitat asal, jenis pakan, dan usia anakan burung. Bahkan dalam sexing (penentuan jenis kelamin) day old chicken/ DOC di hatchery besar, harus dilakukan hanya sekian menit setelah anak ayam menetas. Begitu lewat hitungan menit, sudah sulit membedakan mana anakan berjenis kelamin jantan dan mana anakan berjenis kelamin betina.


Dengan demikian, kalau kita sebagai pemula sering kesulitan menentukan jenis kelamin burung-burung anakan, ada baiknya kita harus memaklumi diri sendiri. Ya mau bagaimana lagi karena semua itu merupakan proses belajar. Dan justru perbedaan jenis kelamin  yang "tidak jelas" ini merupakan seni tersendiri dalam kiprah dunia perburungan. Bikin bergairah dan penasaran, meski banyak juga akhirnya yang jadi korban "penipuan", baik penipuan disengaja maup0un tidak disengaja.


Jenis kelamin anakan kenari


Oke, sebagai bonus Anda sudah membaca artikel ini, maka di sini saya kutipkan artikel tips menetukan jenis kelamin anakan kenari oleh Om Budikenari -  Sumekar dari webnya Om Ahmad Sofyan yang mengutip dari kicaumania.org. Namun perlu diingat bahwa apa yang dituliskan di sini sifatnya adalah perbandingan. Dengan demikian kalau di depan mata kita hanya ada satu anakan kenari kemudian kita diminta menanda jantan atau betina, ya jawab saja wallahu'alam hehehe... (jangan serius-serius ah...).


Berikut ini tips Om Budikenari- Sumekar:


1.  Sejak usia 3 hari pembuluh vena di sebelah perut akan turun menuju “ vent ( lubang angin / dubur ) dan akan menuju bagian depan dari “ vee “ yang ada dibagian depan “vent ,ini nampak pada burung kenari jantan yang masih muda. Tapi pembuluh vena ini tidak akan tampak pada kenari betina. Walaupun pembuluh ini ada di seluruh kenari jantan , akan lebih baik jika menganalisanya sebelum kenari jantan tersebut tumbuh bulu.


2.  Pada 5- 8 hari ,ambil semua anak-anak kenari yang terdapat pada sarang yang sama (satu indukan ) taruh ke handuk dan sejajarkan seperti posisi kuda balap yang ada pada pacuan kuda. Yang melompat paling jauh adalah kenari jantan.


3.  Burung- burung tersebut jika diperhatikan mempunyai pusat kaki bawah yang panjang sementara yang lainnya punya 3 telapak kaki yang memiliki panjang yang sama. Salah satu yang memiliki pusat kaki yang panjang akan sulit untuk bergabung dengan yang lain dan ini adalah kenari jantan. Kenari betina lebih mudah untuk bergabung karena ketiga telapak kakinya memiliki ukuran yang sama.


4.  Liatlah bagian tulang belakang mereka. Disepanjang tulang belakang kenari jantan warnanya lebih kaku dan lebih pekat . Untuk yang betina warnanya kaku dan pekatnya tidak sampai sepanjang tulang belakang. Dengan cara itu bisa diidentifikasi.


5.  Sebelum anaka-anak kenari tersebut berbulu. Liatlah ke bagian kepala mereka. Untuk yang jantan lebih pipih (datar).Untuk yang betina lebih bulat.


6.  Sekitar usia 6 – 7 hari anak2 kenari tersebut mulai membuka mata. Jika jantan maka matanya sejajar dengan paruhnya. Untuk yang betina, letak mata diatas paruh yang menyebabkan tampilan kepalanya lebih bundar.


7.  Ketika anak2 kenari diberi makan disarangnya oleh induknya .perhatikan tingkah laku anak2 tersebut. Yang berdiri paling tinggi , teriak paling keras dan yang paling ingin diberi makan duluan itu berarti yang jantan. Yang betina kakinya lebih pendek makanya mereka tidak berdiri tinggi dan karenanya mereka diberi makan lebih sedikit dibanding yang jantan.


8.  Usia 28- 30 hari beberapa kenari2 muda terlihat mempraktekkan suara mereka untuk berkicau dengan baik. Bukan yang paling awal berkicau itu yang terlihat paling baik ,burung 2 tersebut hanya suka berlatih berkicau lebih awal saja.


9.  Sekitar 5 bulan atau 5 bulan lebih 2 minggu, kenari jantan bisanya warnanya lebih terang. pada bagian tertentu warnanya lebih tajam khususnya dibagian dekat kepala. Pusat kepala pada burung kenari betina yang berwarna kuning akan menjadi sangat terang.


10.  Seandainya usia 6 bulan belum ketahuan jenis kalaminnya ,kenari2 yang dicampur diantara kenari2 maka. Kenari betina akan duduk lebih rendah lebih dikarenakan struktur badannya. Dan juga biasanya kenari betina akan berkelahi dengan kenari jantan ketika ingin berkicau atau mempraktekan suaranya. Meskipun sang betina dalam kondisi tidak sedang dalam masa bertelur dan ini hanya sekedar ingin berkicau saja.


11.  Jika semua metode di atas gagal masih ada satu cara lagi untuk menentukan jenis kelamin burung kenari .yaitu pada saat si burung bertelur itulah kenari betina ( huakakkaka)!.


Nah melengkapi artikel ini, di awal tulisan ada foto atau gambar perbandingan kelamin kenari jantan dan betina. Kalau kurang jelas mohon dimaklumi...


Sebagai referensi, bisa juga menentukan jenis kelamin burung dengan menggunakan pendulum. Bagaimana menggunakannya, silakan baca selengkapnya artikel tentang  MENGEMBANGBIAKKAN JALAK SUREN.


Salam... Om Kicau.






Jumat, 02 April 2010

Black Bird Keeping Cilacap dimulai dari indukan murai batu jawara

[caption id="attachment_12392" align="alignleft" width="300" caption="Salah satu anakan murai batu dari Black Bird Keeping."][/caption]

Salah satu usaha penangkaran burung yang saat ini sedang naik daun dengan menghasilkan anakan-anakan murai batu dari indukan jawara adalah penangkaran Om Toni Alamsyah, Cilacap.


Dengan pasang papan nama sebagai "BLACK BIRD KEEPING", penangkaran Om Toni memang belum menghaslkan anakan yang sudah siap lomba. Namun dari postur atau katuranggan anakan yang menyerupai indukan jantannya dan suara ngriwik ngeplongnya anakan usia 3-4 bulanan yang tajam dan keras, bisa dipastikan bahwa penangkaran ini bakal menghasilkan murai batu berkualitas.





[caption id="attachment_12387" align="alignright" width="154" caption="Majikan Black Bird Keeping Cilacap..."][/caption]

Om Kicau sempat mengasuh salah satu anakan generasi awal BLACK BIRD KEEPING untuk dimaster. Sayangnya, sebelum tuntas masa pemasteran, atas ijin Om Toni burung tersebut sudah diangkut Om Firliansyah ke Jakarta. Entah jadinya jelek atau bagus, yang jelas ketika melalui telepun burung itu mau saya tarik lagi, Om Firli menolak keras, "Hwa ka ka ka ka... jangan.. jangan. Sudah kelihatan sadinya kok," kata dia.


Indukan jawara


Kembali ke BLACK BIRD KEEPING, saya sebenarnya pengin melongok langsung ke Cilacap, namun belum kesampaian juga. Akhirnya saya hanya bilang ke Om Toni, "Sudah kirim tulisan apa sajalah tentang penangkaran Om." Maka meluncurlah email ke alamat saya. Dalam email itu Om Toni juga mengirim beberapa foto. Isi email tersebut adakah begini:




BLACK BIRD KEEPING adalah salah satu dari sekian banyak penangkaran atau konservasi rumahan yang ada di bumi nusantara. Pada tahun 2007 bersama tokoh burung Purwokerto “Bapak Agus Jayenk”, saya memulai berburu murai batu di Wilayah Eks Karisidenan Banyumas (Purwokerto, Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap).


Proses perburuan tersebut saya lakukan dengan metode pantauan lapangan baik big event atau latberan. Setelah menemukan beberapa murai batu yang potensial akhirnya burung burung tersebut saya serahkan sepenuhnya untuk ditraining dan dilombakan oleh dan atas nama Bapak Agus Jayenk. Pada bulan Mei 2008 saya dan Bapak Agus Jayenk berdiskusi untuk rencana breeding.


Hingga kemudian pada bulan November 2008 kandang BLACK BK sudah siap untuk proses breeding tersebut.


Saya sendiri mulai dari nol atau otodidak dengan bertanya ke siapapun yang mengetahui proses Breeding tersebut termasuk ke Om Kicau. Setelah berjalan lebih kurang 4 bulan yaitu di bulan Maret 2009 akhirnya beberapa anakan menetas.


Dalam proses penangkaran, materi indukan yang saya miliki adalah materi indukan yang berkualitas dengan metode pemilihan pemantauan di lapangan.


Dengan modal indukan jantan yang berprestasi, saya berharap bahwa anakan-anakan dari indukan tersebut sudah memiliki modal mental dan suara yang bagus. Tetapi semua hal tersebut BUKANLAH MENJADI JAMINAN YANG MUTLAK karena kami hanya menyediakan sebagian kecil materi, sedangkan sisanya adalah bagaimana pemebeli memperlakukan burung tersebut untuk menjadi burung dengan segudang prestasi.


Target ke depan setelah produksi mulai stabil adalah berburu kembali murai jantan yang potensial dan prestasi.



Melengkapi email tersebut, Om Toni juga mengirimkan foto-foto berikut ini:

[slideshow]

Kamis, 01 April 2010

Tata cara penilaian dalam lomba burung




Memenuhi permintaan Om Danar di halaman Curhat, berikut ini saya turunkan tulisan tentang Tata Cara dan Penilaian Lomba Burung Berkicau. Namun perlu dicatat, tulisan ini saya buat tahun 2004-2005 di milis kicaumania@yahoogroups.com, dan sempat hilang kemudian di-upload lagi oleh Mas Saptono (Semarang) ke milis tersebut. Selanjutnya artikel saya kirim ke kicaumania.org dan oleh Om Arief SDA sempat digabung dengan tulisan saya tentang Menyiapkan burung untuk lomba.

Juga perlu saya tekankan bahwa penilaian ini adalah versi Solo (PBI) yang kemungkinan besar sudah ada modifikasi atau perubahan dalam pelaksanaan lomba saat ini. Namun demikian meski sudah ada perubahan dan modifikasi, dasar-dasar penilaian ini masih berlaku secara luas. Berikut ini artikel dalam milis kicaumania@yahoogroups.com tersebut:

TATA CARA PENILAIAN LOMBA

Banyak di antara kita yang sering bertanya2 tentang bagaimana sebenarnya cara juri menilai burung dalam lomba. Pada dasarnya, telah ada standar penilaian dalam lomba burung berkicau, yang digunakan secara sama oleh juri2, baik di asosiasi PBI atau asosiasi lain yang ada banyak di Indonesia. Di sini saya sekadar memberikan garis besarnya saja.

Lembar penilaian yang dipegang juri, pada umumnya terdiri dari lima kolom yang membujur ke bawah. Pada bagian atas sendiri, tertulis nama perhimpunan/asosiasi jurinya. Di bawahnya tertera Jenis Burung....(diisi juri); Nama:....(Nama juri) dan Alamat...(Alamat juri). Di bawahnya lagi terdapat lima kolom yang membujur ke bawah. Kolom pertama berisi nomor urut (nomor gantangan burung). Kolom kedua dan selanjutnya berturut2 adalah kolom IRAMA/LAGU; VOLUME/SUARA; FISIK/GAYA dan JUMLAH (jumlah nilai).

Prosentase terbesar penilaian adalah pada IRAMA/LAGU, disusul kemudian oleh VOLUME/SUARA dan FISIK/GAYA.

Dalam IRAMA/LAGU, hal utama yang dinilai adalah variasi suara dan speed. Semakin banyak variasi suara, semakin tinggi nilainya. Semakin cepat irama/lagunya, semakin tinggi nilainya.

Dalam VOLUME/SUARA, semakin keras suaranya, semakin tinggi nilainya.

Dalam FISIK/GAYA, juri melihat bagaimana gerak dan olah tubuh si burung.
Masing-masing kolom sudah ada nilai maksimalnya sendiri yang berbeda2. Untuk irama/lagu, nilai maksimal dalam BABAK PENYISIHAN adalah 35; volume/suara 23 dan fisik/gaya 22. Sedangkan pada BABAK FINAL adalah 38, 24 dan 23.

Pada lomba yang tidak melalui babak penyisihan, maka nilai diberikan seperti halnya pada babak final yakni 38, 24 dan 23.

Dalam hal irama/lagu, untuk burung2 tertentu dinilai ngerol tidaknya (misal AK, AM, BT), ngropel tidaknya (CR) dan variasi dari isian ngerolnya tersebut.
Dalam hal fisik/gaya, juga ada patokan umum yang dipakai. Untuk AM misalnya, secara umum yang dianggap bagus adalah yang teler, ketika teler ini gerak kepala nyacah (kayak mematuk2 kekiri dan kekanan) dan suara keluar; ekor gerak2 buka-tutup, mbebek dan sebagainya. Untuk MB atau tledekan misalnya, dilihat pergerakan ekornya dan ketenangan saat berkicau. Sedangkan untuk kenari atau BT misalnya, dilihat bukaan sayapnya. Semakin membuka sayap dan juga gerak kiri-kanannya rajin, dianggap bagus (tetapi memang lain dengan patokan yang dipakai oleh Papburi).

Meskipun secara umum banyak hal yang dinilai dalam lomba, TETAPI BIASANYA, penilaian juri DIDASARKAN PADA IRAMA/LAGU. Oleh karena itu dalam banyak event, hanya kolom irama/lagu yang diisi secara berbeda oleh juri. Sedangkan kolom volume/suara dan fisik/gaya, biasanya diisi semua dengan nilai maksimal (kecuali burungnya tidak bunyi/gerak sama sekali; nilainya nol/kosong).

Tiga kali kontrolan
Untuk diketahui pula, ketika menilai burung, juri biasanya mutar sebanyak 3 kali. Pertama untuk mengontrol burung bunyi apa tidak (sembari menancapkan bendera2 kecil). Mutar kedua, untuk memberi nilai awal. Dalam memberi nilai ini, untuk babak final ataupun babak yang tidak melalui tahap penyisihan, juri akan memberi nilai umum 37 atau 37,5 untuk semua burung yang bunyi, bagaimanapun bunyinya. Sedangkan untuk burung yang sudah terlihat bagus dalam hal irama/lagunya, maka juri akan memberi nilai maksimal 38.

Penilaian itu dilanjutkan untuk mutar yang ketiga, yaitu untuk mengontrol burung2 yang bernilai 38, yakni untuk dibandingkan, mana yang pantas diberi bendera favorit A, B atau C. Ketika diketahui ada 6 atau 10 atau berapapun burung yg punya nilai sama2 maksimal pada irama/lagu, maka juri membandingkan bagaimana halnya dengan volume/suaranya. Jika kedua variabel itu sama, maka akan dilihat varia bel ketiga, yakni fisik/gaya.

Namun pada umumnya pula, dua variabel terakhir tidak dipakai. Maka ketika ada burung sama-sama punya nilai maksimal 38 pada irama/lagu, maka juri akan melihat lebih jauh lagi ttg speed dan variasi agunya. Burung X misalnya, speednya bagus tetapi variasinya kalah dg Y, atau sebaliknya, maka berdiskusilah para juri. Dalam hal diskusi ini, maka suara JURI SENIOR sangat menentukan hasil akhir penilaian. Biasanya pula, juri senior atau yang diseniorkan ini diambilkan juri yang berpengalaman dan berkredibilitas tinggi.

Apapun keputusan tim juri, mereka harus bisa mempertanggungjawabkan hasil penilaiannya dan bisa memberikan argumen yang tepat ketika ditanya peserta yang protes.

Perlu saya tambahkan, meskipun di sana ada juri yang diseniorkan, tetap saja ada juri2 tertentu yang bersikukuh pada pendapatnya (berdasar argumen yang kuat juga), dan memberikan bendera A-nya untuk burung yang berbeda dengan yang ditunjuk juri senior. Dalam hal inilah mengapa sering terjadi bendera favorit A atau B atau C tidak jatuh pada burung yang sama.

Jumlah benderaUntuk menentukan juara 1, 2 dan 3, maka akan dilihat jumlah bendera A terbanyak. Untuk menetukan juara 2, dilihat jumlah bendera B terbanyak, dan satu burung lainnya akan menjadi nomor 3.

Pada kebanyakan lomba, kejuaraan burung diurutkan sampai nomor 10 (10 besar). Untuk menentukan urutan 4-10, dilihat perolehan jumlah nilai masing-masing pada kolom irama/lagu (penjumlahan dari penilaian semua juri).

Nilai tertinggi mendapat gelar juara 4 dan seterusnya. Pada kasus perolehan nilai sama, misalnya ada enam burung sisanya (dari 10 besar) yang bernilai sama, maka dilakukan tos (undian). Jadi dalam hal tos ini, bisa dikatakan bahwa burung juara 5 s.d. 10 berkualitas sama.

Demikian kawan2, sekelumit gambaran tentang cara juri menilai dalam lomba burung berkicau. Semoga pengetahuan sekilas ini bermanfaat untuk Anda. Mohon dikoreksi kalau salah.

ARTIKEL TERKAIT

Berkaitan dengan pernilaian lomba burung ini, Om Irvan Sadewa menulis berikut ini:

Penghobi burung yang mulai menapakkan kakinya di Lapangan Lomba (Arena Lomba), di samping harus berkonsentrasi membentuk gacoannya agar tampil bagus di lomba, sebaiknya juga harus mengetahui apa saja yang menjadi Kriteria Dasar Penilaian Lomba Burung Berkicau. Hal ini menjadi hal yang sangat penting, agar rekan-rekan pelomba bisa mem-fokuskan perawatan burung (gacoan) pada point-point utama yang menjadi penilaian.

Ada 3 Kriteria Dasar Penilaian Lomba Burung Berkicau yang sudah sejak lama disepakati bersama, yaitu:
1. Irama dan Lagu (ini menjadi penilaian yang utama)Irama lagu adalah suatu bunyi yang memiliki alunan nada dengan tempo ketukan yang teratur dan serasi. Irama lagu meliputi kombinasi naik turunnya nada, kombinasi panjang pendeknya nada dan permainan speed irama yang menjadi harmoni selaras (suatu lagu) yang enak didengar (tidak fals). Irama lagu yang baik adalah irama lagu yang lengkap (bervariasi, keaktifan bunyi atau gacor, ada tonjolan, permainan speed ritme lagu, spasi nada, isian-isian yang sesuai dengan nada-nada yang lain, tidak terpotong-potong dan tidak diulang-ulang). Irama lagu juga harus membentuk keserasian bunyi yang harmonis. Disamping itu, burung harus rajin melantunkan irama-irama lagu yang memukau sewaktu Lomba. Terlalu lama ngetem dan sering ngetem (kurang rajin berkicau), menjadi salah satu aspek penilaian di point ini.

2. Volume dan Suara (suara harus bersih, nyaring dan lantang)Volume suara disini bukanlah berarti "peak power" atau hanya kerasnya bunyi suara burung, tetapi lebih menitik beratkan kepada kualitas suara burung. Bukan volume suara yang paling keraslah yang baik, tetapi harus ada unsur-unsur lainnya seperti kemerduan suara. Kualitas volume suara burung yang baik adalah suara burung yang empuk (medium) tidak cempreng, suaranya bersih (kristal) tidak parau dan bersuara nyaring (lantang).

3. Fisik dan Gaya (burung tampil dengan baik dan menarik)Penilaian Fisik dan Gaya Burung meliputi;
3.1 Untuk penilaian Fisik dapat dilakukan dengan penglihatan secara langsung. Yaitu burung harus sehat, tidak ada cacat (burung dalam kondisi utuh), warna bulu burung yang baik dan sempurna (bulu tidak kusam) dan lainnya yang bisa terlihat.
3.2 Untuk penilaian Gaya, ini sangat dinamis tergantung masing-masing karakter jenis burung. Tapi intinya, burung bunyi (berkicau) di atas tangkringan dan tampil menarik sewaktu berkicau.

Sebagai contoh;
Kalau hanya bisa berteriak dan bersuara keras saja, belum tentu bisa bernyanyi dengan baik (belum tentu enak membawakan lagu). Contohnya seorang sahabat saya yang kerjanya sebagai Kernet Bis, teriakannya sangat lantang..!! Bentakannya bikin jantung mau copot.! Tapi kalau dia nyanyi..?? Hahaha... Semua orang protes... Lagunya sangat tidak enak di kuping... Hehehehe.. Sebaliknya, Vina Panduwinata memang tidak punya "peak power" seperti teman saya yang Kernet diatas, tapi nyanyiannya bisa membius siapapun yang mendengarnya. Sudah mengerti yang saya maksudkan..??

KesimpulanLomba Burung Berkicau adalah Lomba Burung Bernyanyi (Berkicau). Lomba Burung Berkicau bisa diartikan juga Lomba Seni Suara Burung. Tentunya yang menjadi penilaian paling utama adalah kualitas berkicaunya (irama lagu) burung. Bukan gaya jogetnya burung, bukan kandang burung yang bikin mata silau dan bukan apa/siapa pemilik burung tersebut.

Dari paparan di atas, hal terpenting yang harus kita perhatikan untuk mencetak burung yang berprestasi di Arena Lomba, adalah aspek kualitas irama lagu. Irama lagu burung yang menawan, tidak muncul tiba-tiba dengan sendirinya, burung harus dimaster secara tepat.

CatatanUntuk dapat mengoptimalkan 3 Kriteria Dasar Penilaian diatas, memang selayaknya Lomba Burung Berkicau adalah LOMBA TANPA TERIAK. Agar kualitas irama lagu burung-burung yang di lombakan, benar-benar dapat (dan bisa) di analisa dan dinilai secara baik oleh para juri.

VERSI PAPBURI

Sedikit berbeda dengan penilaian lomba burung lain, lomba burung di Papburi khususnya untuk kelas kenari, memang menekankan penilaian pada suara isian hasil pemasteran. Perbedaan itu tercermin dari sebuah artikel yang dimuat di papburisolo.co.cc (Variasi lagu dalam sistem penjurian Papburi).

Disebutkan, beberapa pendapat mengatakan variasi lagu merupakan tolok ukur kualitas burung masteran. Dibanding beberapa point penilaian lain variasi lagu ini mempunyai bobot nilai yang lebih tinggi, pertimbangannnya tentu didasarkan pada usaha yang dilakukan pemilik untuk dapat berhasil memaster burung kesayangannya. Masa ke masa mengenai pemasteran memang kadang berubah, namun perubahan hanya pada jenis bahan masteran itu sendiri, sedangkan usaha menjadikan burung berkualitas master tetap dilakukan.

Pemasteran burung (khususnya kenari) sudah menunjukkan gaungnya. Berbagai upaya dan percobaan juga sudah banyak dilakukan, lalu bagaimana sebenarnya yang mendapatkan nilai tinggi dalam lomba? Sebenarnya variasi lagu ini terbagi dari beberapa sudut penilaian, antara lain seperti :


  • Burung dapat melagukan suara persis seperti masterannya misalnya dimaster dengan prenjak, ciblek dsb
  • Burung mampu menirukan suara lain namun tidak persis seperti masternya
  • Burung mampu merangkai suara masterannya dan terkombinasi dengan suara asli
  • Kombinasi suara asli dengan suara master menjadikannya jadi bersuara unik

Contoh di atas mempunyai nilai yang lebih daripada tanpa masteran sama sekali, tentunya ini berkaitan dengan juri dalam menilai.

Penekanan terkait variasi lagu ini dirasa penting karena dalam sistem penjurian Papburi point ini sangat menentukan, hingga dalam suatu penilaian jika terjadi jumlah nilai yang sama maka variasi lagulah yang menentukan seperti contoh di bawah:










































No.VolumeVariasi LaguPanjang / Pendek LaguKerajinanPenampilan / GayaTotal
A17.27.36.576.834.8
A277.66.46.8734.8


Maka pemenangnya adalah no: A2

Dalam lomba Papburi memang dicari burung burung hasil pemasteran karena selain menghargai jerih payah pemaster juga memberikan nuansa lain karena banyaknya jenis kenari, dengan ini juga dapat diketahui kemampuan keturunan berkualitas dari berbagai penangkaran. Banyaknya jenis penangkaran inilah akhirnya turut andil menyumbang suara suara baru ataupun alunan lagu asing yang kadang membuat semuanya terkesima. (Om Kicau)



Salam. (Om Kicau)

Memilih burung berdasar daerah asal dan katuranggan

Anda bingung bagaimana memilih burung berdasar daerah asal? Ya, sebenarnya ada patokan umum yang bisa digunakan meski semuanya sangat relatif karena 1.000 burung adalah 1.000 karakter. Berikut ini sejumlah tips yang bisa menjadi pegangan.


Pemilihan berdasar daerah asal

1. Murai batu:
Secara umum tidak ada perbedaan volume dan mental yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Murai batu semua wilayah Sumatera maupun Kalimantan, ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis. Hanya saja untuk penghobi burung di wilayah Jawa dan Sumatera, murai batu asal Kalimantan dan murai batu pesisiran sumatera (berekor hitam semua atau sering disebut murai batu nias) kurang disuka untuk burung lomba dan penilaiannya cenderung "kurang" . Kenapa? Tanya saja kepada juri lomba.


2. Anis Merah:
Sama dengan murai batu. Secara umum tidak ada perbedaan volume, mental dan gaya tarung yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Anis merah semua wilayah Jawa dan Bali ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang bergaya mbebek, dlosor, doyong, ada yang cuma bergaya klasik. Mengapa anis merah bali yang paling populer dibanding anis merah Tasik/Jabar, Pacitan, Sleman atau lereng merapi dan sebagainya? Sebab populasi anis merah bali adalah yang terbanyak di alamnya dan di pelihara di rumahan, sehingga jumlah mereka dominan di arena lomba dan karenanya kemungkinan besar jawara-jawaranya berasal adalah anis merah asal Bali.


3. Anis kembang:
Sama dengan anis merah dan murai batu. Secara umum tidak ada perbedaan volume, mental dan gaya tarung yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Anis kembang semua wilayah Indonesia ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang ngerol mendongak ada yang cuma ngeriwik-ngeriwik. Kalau memilih anis kembang, pilih saja dari penangkaran yang sudah dikenal memproduksi burung-burung jawara karena indukan-indukannya juga pilihan.


4. Branjangan:
Secara umum ada perbedaan volume suara antara branjangan asal Jawa dengan branjangan dari daerah lain (Nusa Tenggara, misalnya). Branjangan wilayah jawa volumenya relatif lebih keras. Meski semua branjangan memiliki sifat dasar njambul atau njegrik, tetapi branjangan asal daerah Srikayangan, Wates, dikenal memiliki jambul yang lebih njegrak dibanding branjangan dari daerah lain. Bulunya pun relatif lebih merah dan batikannya bersih. Meski demikian, tidak semua branjangan yang hidup di habitat Wates adalah branjangan Srikayangan sebab ada juga branjangan Wates yang hampir sama penampakannya dengan branjangan dari Sragen, Pati dan wilayah Jawa lainnya.


5. Cucak ijo:
Hampir sama dengan murai batu. Secara umum tidak ada perbedaan volume, mental dan gaya tarung yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Cucak ijo Sumatera, Kalimantan dan Jawa ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang bergaya ngentrok njambul ada yang biasa-biasa saja. Secara fisik, cucak ijo daerah Jawa relatif lebih besar ketimbang dari pulau lain dan cucak ijo dari Banyuwangi dan juga Jember bagian timur dikenal berbodi lebih besar ketimbang cuvak ijo dari daerah lain sesama Jawa dan apalagi luar Jawa.


6. Cucakrowo:
Hampir sama dengan cucak ijo. Secara umum tidak ada perbedaan volume, mental dan jenis suara yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Cucakrowo Sumatera dan Kalimantan ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang ropel dan ada yang bersuara biasa saja. Secara fisik, cucakrowo daerah sumatera relatif lebih besar ketimbang dari pulau lain. Meski demikian, secara umum bodi cucakrowo di Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia, bertubuh bongsor seperti cucakrowo Sumatera.


7. Cucak jenggot dan kapas tembak/cucak tembak
Secara umum ada perbedaan volume dan jenis suara yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Cucak jenggot jawa lebih kecil ketimbang cucak jenggot Sumatera tetapi suaranya dikenal lebih pedas dan lebih mudah gacor. Sedangkan untuk kapas tembak, memang berhabitat aseli sumatera dan kapas tembak yang terkenal bagus berasal dari seputaran Lampung.


8. Kacer hitam dan posi/sekoci
Sama dengan anis kembang. Secara umum tidak ada perbedaan volume, mental dan gaya tarung yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Kacer hitam semua wilayah Indonesia ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang ngerol membuka ekor dan bergoyang indah, ada yang cuma biasa-biasa saja.. Sedangkan untuk sekoci atau poci, sama dengan kacer. Tidak ada perbedaan yang disebabkan asal daerah. Sedangkan antara kacer dan sekoci/poci secara umum kacer lebih keras suaranya tetapi secara umum kalah ngristal dibanding poci sehingga kacer "kalah tembus" dibanding kacer poci di arena lomba.


9. Pentet
Secara umum tidak ada perbedaan volume, mental dan gaya tarung yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Pentet semua wilayah ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang pinter ngerol ada yang biasa-biasa saja. Mengapa pentet madura yang paling populer dibanding pentet daerah lain? Sebab pentet Maduralah yang pada awalnya banyak dibawa orang ke arena lomba (Jatim sebagai motornya), sehingga pada awal-awal pentet dilombakan dulu mereka dominan di arena lomba.


10. Sulingan / tledekan
Sulingan / tledekan dari wilayah Banjarnegara, Purbalingga dan sekitarnya, secara karakter suara dan volume serta "daya nyeklek-"nya terkenal lebih bagus ketimbang dari daerah lain.


Memilih berdasar katuranggan
Untuk pemilihan berdasar katuranggan ini, tulisan berasal dari artikel-artikel Om Ivan Sadewa di http://www.smartmasting.com. Sementara untuk pemilihan kenari berdasar katuranggan, Anda bisa melihatnya di artikel Memilih kenari berdasar katuranggan sedangkan untuk memilih anis merah, bisa juga dilihat artikel Pilih Anis merah berdasar katuranggan.

1. Anis merah

  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung anis merah berjenis kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu dibawah paruh bagian bawah lebih pudar, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan burung Anis Merah yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Postur badan, pilihlah bahan Anis Merah yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh percaya boleh tidak, apabila anda mendapatkan bahan yang seperti ini, dijamin umur 7 bulan sudah ngerol dan mulai teler.


2. Anis kembang




  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Anis Kembang berjenis kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu sangat tegas, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan burung Anis Kembang yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Postur badan, pilihlah bahan Anis Kembang yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh percaya boleh tidak, apabila anda mendapatkan bahan yang seperti ini, dijamin umur 7 bulan sudah ngerol dan sudah bisa dilombakan.


3. Murai batu




  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Murai Batu jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras serta memiliki ekor yang lebih panjang daripada burung Murai batu betina.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.

  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.



4. Cucak hijau/ijo




  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.

  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


5. Cucakrowo




  • Postur badan. Pilihlah bahan yang berpostur besar memanjang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher, berbadan pendek dan berpostur tubuh kecil.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.

  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


6. Kacer




  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Kacer jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


7. Lovebird




  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar, panjang dan terlihat kokoh.

  • Berkepala besar. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek. Sebaiknya juga pilihlah bahan yang berdada lebar.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

  • Bola mata besar dan bersih bersinar. Menandakan burung ini memiliki prospek yang cerah apabila dijadikan burung lomba. Karena akan sangat gacor.


8. Cucak jenggot dan kapas tembak




  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.

  • Warna bulu tegas dan kering, diyakini memiliki irama lagu yang sangat panjang.

  • Memiliki Jambul dan Jenggot yang lebih besar. Burung akan mempunyai wibawa yang besar apabila berhadapan dengan burung Cucak Jenggot dan burung Kapas Tembak lain.


9. Cendet atau pentet




  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cendet jantan dapat dilihat warna bulu yang tegas mengkilap dan kontras.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah cenderung lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Kepala besar, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


10. Tledekan/sulingan




  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Tledekan jantan dapat dilihat warna bulu yang tegas mengkilap dan kontras.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Mirip seperti paruh bebek. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Kepala berbentuk besar, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Dengan ciri ini mempunyai peluang besar untuk mendapatkan gaya tarung yang nyengklek.

  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


11. Kenari




  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Kenari jantan dapat dilihat bentuk tubuh yang serasi, mengeluarkan suara cuit yang lebih nyaring dan keras. Pilihlah kenari jantan yang memiliki vent lebih besar dan panjang.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.

  • Kepala berbentuk kotak. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.


Selamat hunting burung. Pilihlah burung-burung hasil penangkaran.


Salam.

Menangkar burung cucak ijo

Banyak sekali penghobi burung yang berniat menangkarkan cucak ijo atau cucak hijau. Pertanyaan standar yang disampaikan adalah bagaimana memilih calon indukan cucak ijo yang bagus serta menjodohkan cucak ijo tersebut.


Sebenarnya ada beberapa penangkar cucak ijo yang sudah sukses. Di web kicaumania.org misalnya pernah Om Bambang Is Malang (Moderator Breeding Kacer/Burung lain KM) bercerita tentang sukses dia menangkarkan cucak ijo. Juga Om Arkum2x (Moderator Breeding KM) yang bercerita melakukan eksperimen breeding cucak ijo di tempat temannya.


Hanya saja, karena secara ekonomi menangkar cucak ijo tidak menguntungkan, maka banyak yang ditinggalkan. Para penangkar lebih suka menangkar murai batu, cucakrowo, kenari atau lovebird.


Sedangkan cerita yang ingin saya sampaikan adalah kisah sukses menangkar cucak ijo yang pernah dilakukan Lintang Songo BF Solo. Tetapi ya itu, karena "tidak ekonomis", maka Lintang Songo BF hanya menangkarkan jalak bali, cucakrowo dan murai batu. Dalam sejarah perjalanannya, Lintang Songo BF sukses menangkarkan jalak suren, jalak putih, kacer, anis kembang dan cucak ijo. Khusus untuk cucak ijo, hanya beranak sampai dua kali dan setelah itu ditinggalkan. Penangkaran lain seperti jalak suren, jalak putih, kacer dan anis kembang juga ditinggalkan. Yang bertahan dan dikembangkan serius adalah jalak bali, dan cucakrowo. Sedangkan murai batu, hanya disisakan satu indukan bagus, Hercules dengan betina anakan dari Alpacino.


Kandang, indukan, penjodohan





[caption id="attachment_12306" align="aligncenter" width="500" caption="Proses penjodohan seperti dilakukan Om Angin (KM). (Foto: Koleksi Om Angin di photobucket.com)"][/caption]

Untuk memilih indukan jantan, pilih saja cucak ijo yang sehat, tidak cacat fisik dan gacor dengan perkiraan usia di atas 2 tahun. Sedangkan betinanya, bisa dipilih yang usia di atas 1 tahun, mulus dan sudah mau bunyi kalau didekatkan dengan cucak ijo jantan. Pilihlah jantan dan betina yang jinak, dalam arti tidak takut lagi dengan manusia. Soal asal cucak ijo, pilih sesuai keinginan Anda. Bisa asal Sumatera, Blora, Jember, Banyuwangi atau dari manapun.


Setelah calon indukan dipilih kemudian kita melakukan proses penjodohan. Proses penjodohan bisa dilakukan dengan kandang penjodohan, yakni sangkar bersekat yang sekatnya bisa kita ambil sewaktu-waktu. Jika tidak punya sangkar sekat, bisa gunakan sangkar harian biasa.


Penjodohan dilakukan dengan selalu menempelkan sangkar si jantan dan betina berdempetan. Dengan posisi ini, maka jantan yang sudah birahi pada tahap awal akan selalu berkicau mengarah si betina. Si betina juga akan menanggapi dengan siulan-siulan khas betina. Jika belum mau berjodoh, betina akan menghindar dengan cara menjauh dan bersikap cuek. Proses penjodohan ini bisa berlangsung lama atau sebentar tergantung dari kondisi birahi masing-masing.


Ada baiknya dalam proses penjodohan ini kita memperhatikan apa yang pernah disampaikan Om Arkum. Dia mengatakan bahwa dalam tahap penjodohan, dia biasanya melihat dulu apakah burung secara umur sudah siap atau belum, kemudian sudah birahi atau belum. Faktor birahi sangat mempengaruhi proses penjodohan, cepat atau tidak dan berantem atau tidak dan ini juga di pengaruhi umur burung. "Trik yang sering saya pergunakan untuk menjodohkan burung adalah dengan kandang sekat. Jadi suatu saat untuk melihat jodoh atau tidak, saya tinggal menarik pembatas kandang sekat yang ada di tengah," katanya.




[caption id="attachment_12307" align="aligncenter" width="500" caption="Proses penjodohan, dengan memandikan bareng, seperti dilakukan Om Angin (KM). (Foto: Koleksi Om Angin di photobucket.com)"][/caption]

Untuk membuat burung cepat jodoh, dia biasanya melakukan hal sebagai berikut:
1. Hari pertama diberi EF yang lebih dari biasa, misal jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengan tujuan agar keduanya terpacu birahinya.
2. Hari kedua, jatah jantan tetap dan jatah betina dikurangi, misal 10 : 5, hal ini ditujukan untuk tetap menjaga birahinya
3, Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan. Tujuannya pada saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, dan pada saat yang bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan, sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.


Proses ini bisa dilanjutkan untuk beberapa hari ke depan. Lamanya tergantung burung itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulan belum jodoh.


Proses penjodohan seperti itu pula yang dilakukan Mas Samino di Lintang Songo BF Solo. Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampai jantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.


Untuk mengetahui apakah mereka bisa akur atau tidak, sesekali mereka dicampur terutama di saat dimandikan di karamba. Kalau mereka tidak tengkar, maka bisa dicoba dijadikan satu. Kalau masih ada tanda-tanda bertengkar, maka perlu dipisah lagi. Lakukan hal itu sampai burung benar-benar mau dikumpulkan jadi satu tanpa saling serang.


Sekadar tips dari saya, jika burung Anda sulit atau lama berjodoh, maka Anda bisa menggunakan BirdMature. BirdMature adalah produk untuk meningkatkan birahi burung secara cepat, terutama untuk burung-burung penangkaran. BirdMature sudah teruji di kandang penangkaran lovebird punya Om Dwi, DT BF Jogja, dan penangkaran murai batu Black BF Cilacap.


Setelah penjodohan selesai, maka kedua burung langsung dimasukkan ke kandang penangkaran.


Manajemen pakan penangkaran cucak ijo


Untuk persoalan penyediaan sarang dan sarana-prasarana lain, Anda bisa melihatnya lagi di artikel Kandang penangkaran burung. Sementara untuk penangkaran dengan sangkar gantung, meski sudah berhasil bertelur  seperti yang dilakukan Om Angin Jakarta, tetapi belum ada informasi apakah sudah bisa menetas (sudah terjadi perkawinan, mengeram tenang dan menetas). Sedangkan untuk masalah pakan, burung cucak ijo bisa saja diberikan dengan pola standar berupa voer, serangga, cacing dan buah-buahan. Namun demikian pemberian pakan untuk burung penangkaran harus lebih banyak porsinya ketimbang burung untuk peliharaan harian.





[caption id="attachment_12311" align="alignleft" width="224" caption="Cucak ijo betina dan telur di sangkar gantung punya Om Angin. (Foto: Koleksi Om Angin di photobucket.com)"][/caption]

Hanya saja, perlu diingat, pemberian asupan yang tidak seimbang justru akan memperlama proses produksi. Penggunaan voer untuk ayam broiler misalnya, memang meningkatkan jumlah protein, tetapi pada saat yang sama jumlah lemaknya pun banyak. Padahal, burung penangkaran yang kegemukan, akan sulit bereproduksi dengan baik. Begitu juga dengan voer yang biasa digunakan untuk burung kicau harian, secara umum sudah baik, namun kandungan mineralnya seringkali tidak bisa kita pastikan karena banyak voer yang dijual tanpa disertai keterangan komposisi isi yang memadai. Dalam kaitan inilah saya menyarankan ke beberapa penangkar untuk memberikan multi vitamin dengan komposisi yang pas untuk burung.


Multivitamin yang bagus setidaknya mengandung vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3; zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate. Untuk referensi ini, silakan baca tentang produk BirdVit.


Pada saat yang sama, burung di penangkaran membutuhkan mineral yang komplit dan seimbang. Unsur Ca dan K misalnya, harus benar-benar tercukupi sehingga proses pembuatan cangkang telur bisa berlangsung dengan baik. Lebih dari itu, kekurangan mineral pada burung akan menyebabkan beberapa kendala dalam penangkaran, antara lain bulu lemah, tidak mulus, kusam; terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); paralysa (lumpuh); perosis (tumit bengkak); anak burung mati setelah menetas; mengalami urat keting (tendo); terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; tidak juga segera bertelur, telur kosong, produktivitas rendah, dan daya tetas rendah, serta kematian embrio tinggi. Untuk menghindari hal itu, ada baiknya Anda mengetahui masalah mineral burung.


Masa mengeram




[caption id="attachment_12309" align="aligncenter" width="500" caption="Indukan cucak ijo Om Bambang Is (KM). (Foto: Koleksi Om Bambang Is di photobucket.com)"][/caption]

Seperti halnya penangkaran burung pada umumnya, cucak ijo membutuhkan lingkungan yang tenang. Paling tidak, harus terbebas dari gangguan predator (kucing, tikus dll). Sementara untuk menghindarkan burung dari serangan penyakit yang berasal dari parasit, maka Anda harus memastikan kandang yang relatif bebas parsit dan serangga pengganggu seperti semut dan kecoak.
Parasit pengganggu burung di penangkaran ada macam-macam. Jika tidak ditangani secara serius, maka akan menyebabkan betina tidak nyaman dalam mengeram. Akibatnya, burung tidak tenang dan selalu turun dari sarang. Jika ini berulang terjadi, maka dipastikan telur tidak bisa menetas karena tidak mendapatkan suhu pengeraman yang stabil. Kadang-kadang, gangguan parasit juga menyebabkan indukan berlaku agresif dan bisa mengobrak-abrik sarang, makan telur sendiri, dan lain-lain.


Selama masa mengeram, ekstra fooding perlu dikurangi dengan tujuan agar kedua burung tidak naik birahinya yang juga sering menyebabkan mereka berlaku agresif baik terhadap pasangan amupun terhadap telur yang sedang dierami.


Setelah usia pengeraman 14 hari, maka telur burung cucak ijo akan menetas. Untuk mengantisipasi masa menetas, maka mulai hari ke-12 pengeraman, Anda perlu meningkatkan jumlah ekstra fooding dan menyediakan kroto sebagai pakan pertama yang akan diberikan indukan kepada anakannya.


Manajemen anakan




[caption id="attachment_12312" align="aligncenter" width="500" caption="Dua piyikan cucak ijo Om Bambang Is. (Foto: Koleksi Om Bambang Is)"]Piyikan cucak ijo Om Bambang. (Foto: Koleksi Om Bambang Is)[/caption]

Jika telur telah sukses menetas, maka anakan cucak ijo bisa Anda petik antara usia 5-10 hari. Kalau kurang dari 5 hari, kondisi burung terlalu lemah dan kadang menyulitkan kita untuk menyuapkan pakan. Sementara jika lebih dari 10 hari, burung sudah takut dengan manusia. Akibatnya, mereka takut disuapi dan pada saat yang sama mereka belum bisa makan sendiri. Selanjutnya, ya bisa mati-lah anak-anak cucak ijo.


Anak-anak cucak ijo bisa Anda letakkan di wadah apa saja yang penting ada landasan dengan bahan yang sama dengan yang dibuat untuk membuat sarang di kandang penangkaran. Untuk landasan teratas bisa kita beri kapas agar lembut dan tidak melukai anakan burung. Anakan di wadah khusus itu kemudian bisa Anda letakkan di dalam kotak kayu atau kotak apa saja, dengan diberi lampu penghangat.





[caption id="attachment_12313" align="aligncenter" width="500" caption="Piyikan Om Bambang Is. (Foto: Koleksi Om Bambang Is)"][/caption]

Sedangkan untuk pakan anakan cucak ijo yang diambil pada usia 5-10 hari, Anda bisa menyiapkan kroto yang benar-benar bersih dari kotoran dan bangkai semut. Suapkan perlan-pelan dengan alat suap yang bisa Anda buat seperti penjepit yang terbuat dari bambu. Atau Anda bisa membuat dengan bentuk apapun yang penting bisa untuk menyuapkan kroto ke paruh burung anakan. Kroto yang akan Anda berikan, perlu ditetes air sedikit sehingga memudahkan burung anakan untuk menelannya.


Untuk burung-burung di atas usia 7 hari, Anda juga bisa memberikan kroto yang dicampur dengan adonan voer. Untuk memastikan kecukupan vitamin dan mineral anakan burung, Anda perlu menambahkan BirdVit ke dalamnya.
Anakan burung pada usia 15 hari ke atas, Anda sudah bisa mulai memberikan jangkrik kecil yang dibersihkan kaki-kakiinya, dan dipencet kepalanya. Atau kalau untuk pemberian di masa-masa awal, jangan disertakan kaki dan kepalanya. Lebih baik lagi kalau Anda bisa memberikan jangkrik yang sedang mabung, yakni masih lembut dan berwarna putih.


Ketika anakan burung sudah mulai meloncat-loncat kuat di dalam boks sarang, Anda bisa memindahkannya ke dalam sangkar gantung. Hanya saja perlu diingat, dasar sangkar gantung tetap diberi landasan bahan yang sama dengan bahan pembuat sarang. Tujuannya adalah mencegah kaki burung anakan cedera. Sementara untuk tangkringan harus dibuat bertingkat agar burung juga belajar meloncat antar tangkringan.


Sementara itu untuk manajemen indukan pasca anakan diambil, Anda bisa menyetting pakan untuk indukan seperti pada masa pasca penjodohan. Setelah anakan diambil, biasanya 7-10 hari setelahnya, betina mulai bertelur lagi. Hal ini berulang terus dan akan mengalami perubahan ketika burung mengalami masa mabung. Mabung pada cucak ijo pada umumnya memang tidak sekaligus bulu ambrol dalam rentang hari yang pendek, tetapi nyulam-nyulam.


Dengan model mabung seperti ini, maka tidak mengherankan masih ada juga cucak ijo yang tetap betelur meski bulu mulai jatuh. Namun demikian, ada juga yang berhenti berproduksi seketika. Hal ini memerlukan kecermatan Anda untuk memberikan asupan yang bagus untuk burung penangkaran, sehingga meskipun kondisi fisik terlihat tidak fit, tetapi tetap saja mau berproduksi. Lain masalahnya kalau proses nyulamnya memang tinggi, yakni bulu banyak sekali yang berjatuhan, maka Anda harus bersabar untuk menunggu burung menyelesaikan masa mabung, rekondisi dan siap lagi berproduksi.



Tips dan info lain:


1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang "berisi" dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).


Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.


2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).


Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.


3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, bergabung saja dengan Om Kicau Hotline yang memberi layanan premium konsultasi perawatan dan penangkaran burung. Bagaimana?

Salam sehat burung Indonesia.... Om Kicau.



Artikel terkait penangkaran:



Rabu, 31 Maret 2010

Lagi, beda anis merah jantan-betina dan foto-foto anis merah trotolan Om Jayanz

Dalam berbagai kesempatan selalu saja muncul perbincangan tentang bentuk tubuh atau tanda-tanda fisik yang terlihat dari anis merah sebagai penanda jenis kelamin. Perbincangan terakhir adalah di dalam pesan facebook.com antara saya dan om-om Jayanz Suwitra, Arda Primanto Masdani, Badai Anis Merah Teler, Yogi Sugiono, Anis Merah Satu, dan Om Ebonk Doank.


Pertanyaan kali pertama dilontarkan Om Ebonk Doang "apa jenis kelamin anis merah ini" dengan mengirim foto seperti di bawah ini:



Anis merah Om Ebonk

Om Badai Anis Merah Teler  membalas pertanyaan itu dengan mengatakan harusnya sudah mulai bunyi Mas tapi ada AM yang telat bunyi, sekali bunyi langsung ngeplong. Paruhnya bagus volume pasti kenceng, matanya juga bagus sayang kaki tidak item. AM susah ditebak Mas yang sabar saja yang penting diurus.


Om Arda pun menimpali, "Sampai sekarang setahu ane belum ada metode yang akurat utk menentukan kelamin AM jika sudah merah. Asal tidak aktif ngeleper, sabar aja ngerawatnya."


Komentar itu disusul komentar Om Jayanz: "Setuju Om, rawatlah dulu dengan maksimal, jika anis merahnya cowok, pasti dengan kondisi yang sangat fit dia akan mau ngeplong-ngeplong.


Saya tidak berkomentar karena saya sepenuhnya setuju dengan dengan tanggapan-tanggapan di atas. Memang banyak sekali "mitos" yang menyebutkan bahwa ciri fisik tertentu adalah menandakan jenis kelamin anis merah. Semua itu sudah saya tulis komplit di artikel berjudul "Perbedaan burung jantan dan betina" dan Road to Bali 3: Beda Anis merah jantan dan betina.


Dalam kasus anis merah sudah dewasa, kita sangat sulit menentukan jenis kelamin anis merah. Yang bisa menentukan kadang malah feeling kita. Dan semuanya didasarkan pada "jam terbang" kita.


Om Arda misalnya, dia akan mudah bilang ini jantan atau ini betina karena pengalamannya dalam melihat postur burung dengan proporsi tertentu (proporsi adalah “perbandingan” antara bentuk dan besaran bagian tubuh tertentu dengan bentuk dan besaran tubuh tertentu lainnya; dan bukan besaran satu bagian tubuh tertentu saja, misalnya ya hidung menyerupai canary seed dsb itu).


Tetapi coba tanyakan, mengenai ciri-ciri yang Om Arda gunakan sebagai patokan menentukan jantan atau betina, maka dipastikan Om Arda tidak bisa menjelaskannya secara rinci. Mengapa? Ilmu yang belum “terkodifikasikan” di dalam pemikiran Om Arda memang tidak bisa diomongkan/didefinisikan secara pasti melalui tuturan kata-kata. Maka singkat kata, kalau ditanya mengapa bisa mengatakan jantan atau betina, Om Arda hanya akan bilang, “Ya feeling aja sih.”


Kalaupun dikejar lebih jauh, ya bisa saja bilang “kakinya terlihat panjang, hidungnya mancung, kulitnya putih dsb,” hehe. Nah, dalam kaitan inilah meskipun secara sekilas lihat mungkin Om Arda sudah bisa mengatakan apakah burung tertentu itu jantan atau betina, tetapi karena semua berkaitan dengan masalah “ukuran” yang relatif, lebih baik Om Arda tidak menyampaikannya karena hanya akan membuat orang lain bingung atau akan menimbulkan kontroversi.


Kalau memang ingin memastikan apakah burung monomorphic tertentu itu jantan atau betina, kalau “feeling-nya” belum jalan yang bisa dijadikan pegangan ya langsung pegang itu burung.  Untuk burung dewasa, kalau dua supit urangnya keras dan sela di antara dua supit urang tidak bisa direngganggkan, berarti jantan. Kalau bisa direnggangkan, berarti betina.


Beda anis merah trotolan jantan dan betina


Mumpung berbicara tentang jenis kelamin anis merah, kiranya perlu saya sharing tulisan Om Jayanz Suwitra di Forum KicauMania.Org (jangan lupa gabung di forum ini ya...).  Om Jayanz yang juga yang moderator anis merah dan jenis anis lainnya di forum KM itu menulis artikel berjudul Cara Membedakan Trotolan AM Jantan/Betina.


Untuk menanggapi pertanyaan yang sering muncul di Forum AM ini, dan sekaligus sebagai PR buat saya, sekarang saya akan mengulasnya lebih jauh lagi dan lengkap dengan fotonya.


Seperti yang pernah saya ulas sebelumnya, untuk membedakan trotolan AM jantan/betina, cara yang paling gampang untuk membedakannya ialah melalui warna sayapnya.


Untuk yang Betina
Trotolan AM betina biasanya warna sayapnya agak kusam, dan ada warna-warna kuning di bagian sayapnya. Warna-warna kuning ini terdapat pada bulu sayap dari yang paling kecil sampai yang paling besar, biasanya jumlah warna kuning pada sayapnya sebanyak 5-6 helai.




Contoh 1: Trotolan AM betina dalam posisi sayap terbuka (Foto: Jayanz)

Contoh 2: Trotolan AM betina dalam posisi sayap terbuka (Foto: Jayanz)

Trotolan AM betina dalam posisi sayap tertutup (Foto: Jayanz)

Cewek anis merah yang warna kuning di sayapnya agak samar2, dan Hampir Kamera saya tidak bisa menangkap warna kuning tersebut. Padahal kamera yang digunakan Om Jayanz berkekuatan 8MP dan cuaca saat itu agak sedikit mendung. Coba perhatikan warna kuning2 di pingir-pinggir sayapnya, warna kuningnya agak samar2. (Foto: Jayanz)

FOTO ANIS MERAH TROTOLAN JANTAN



Trotolan anis merah jantan sayap terbuka (Foto: Jayanz)

Trotolan anis merah jantan sayap tertutup (Foto: Jayanz)

FOTO ANIS MERAH BETINA YANG DISEMIR AGAR TERLIHAT SEPERTI JANTAN



Trotolan AM Betina yang disulap menjadi AM Jantan alias disemir (Foto: Jayanz)

Kalau kita perhatikan gambar yang di atas ini, warna bulu-bulunya memang agak sedikit kusam, kelihatan seperti trotolan AM yang habis mandi. Padahal yang menyebabkan bulunya jadi kusam karena trotolan tersebut disemir pake semir rambut. Jika kita sudah berpengalaman, hal-hal yang seperti ini tetap saja kelihatan karena sangatlah gampang untuk membedakan antara trotolan yang disemir dan yang orisinil. Coba aja perhatikan foto-foto yang di atas, warnanya beda kan?


Untuk membedakan trotolan AM jantan/betina dengan melihat warna di sayapnya, cara ini hanya bisa kita bedakan di saat trotolan tersebut masih ada bulu-bulu trotolnya kira-kira umur di bawah 3 bulan. Jika sudah ganti bulu dewasa atau dah full merah, kita jadi sulit untuk mebedakannya.
Untuk yang betina: Warna kuning pada bagian sayapnya akan hilang secara perlahan-lahan dan warna sayapnya jadi hitam polos. Untuk yang jantan warna sayapnya akan semakin mengkilap dan terkadang jika sudah birahi, anis merah trotolan tersebut akan mulai ngeplong.


Ya demikianlah paparan tentang beda jenis kelamin anis merah. Semoga bermanfaat. (Om Kicau)