Senin, 23 Agustus 2010

Tempat penting pengamatan burung di Sumatera

Taman Nasional Gunung Leuser. Berukuran sangat luas, terdiri dari pegunungan serta hutan yang sangat indah, ditambah dengan perluasannya merupakan pantai dan dataran rendah. Taman nasional ini luasnya 9.000 km2 dan dapat dicapai dari beberapa arah. Kebanyakan pengunjung memakai salah satu dari tiga jalan masuk berikut ini.

Pertama dari Bohorok-Bukit Lawang, arah utara kota Medan, tempat stasiun rehabilitasi orangutan berada. Jalan masuk yang kedua yaitu Brastagi, suatu perbukitan yang berjarak 50 km sebelah barat kota Medan, dapat ditempuh dengan berjalan kaki ke arah utara nienuju perbatasan selatan taman nasional ini. Ketiga melalui Ketambe, di hilir L.embah Alas sebelah utara Kotacane, tempat stasiun penelitian lapangan orangutan berada.

Semua tempat tersebut sangat sesuai untuk menemukan burung-burung hutan Sumatera utara. Namun kebanyakan burung endemik Sumatera yang tercatat di sini hanya didapatkan pada ketinggian yang lebih tinggi, yaitu di lereng G. Leuser (ketinggian 3.419 m). Puncak G. Leuser ini sulit dicapai, memeriukali suatu ekspedisi berkemah. Jenis burung endemik pegunungan sebetulnya lebih mudah ditemukan di G. Kerinci, tetapi G. Leuser harus dikunjungi kalau Anda ingin melihat Sempidan Aceh, Tokhtor Sumatera, dan Kenari Melayu. Kawasan ini juga merupakan lokasi beberapa jenis burung Sumatera paling langka yang sudah lama tidak ditemukan, misalnya Sikatan Aceh, Celepuk besar, Kutilang gelambir-biru, dan Pelanduk Alas.

Taman Nasional Kerinci Seblat. Kawasan ini berukuran sangat luas, yaitu kira-kira 15.000 km2.Taman nasional ini meliputi sebagian besar wilayah empat propinsi, ter-masuk puncak G. Kerinci (3.085 m), Lembah Kerinci, lahan basah, dan rawa yang ter-tinggi di Sumatera.Taman nasional ini meliputi rangkaian tidak terputus hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, termasuk hutan pinus tropis alami. Kawasan ini masih berupa hutan belantara, tempat Badak Sumatera dan tapir masih menjelajahi, dan kekayaan jenis burungnya tiada tara.

Tempat yang paling baik untuk berangkat adalah Kota Sungaipenuh yang terletak di Lembah Kerinci, di tengah taman nasional di dekat sebuah danau yang menarik. Kawasan lindung merupakan tempat terbaik untuk melihat burung-burung pegunungan Sumatera, termasuk kebanyakan jenis endemik Sumatera, yaitu Cica-daun Sumatera yang cantik kecil, Kuau-kerdil Sumatera, Berkik-hutan merah, Punai salung, Celepuk rajah, Luntur gunung, Paok Schneider, Berencet dada-. karat, Ciung-batu Sumatera, dan Ciung-mungkal Sumatera.

Cagar Alam Taitaibatti. Cagar alam yang luas di P. Siberut, Kep. Mentawai. Pulau ini dapat dicapai dengan perahu yang berangkat dari Padang secara rutin. Lokasi ini juga dapat dicapai dari Pelabuhan Muara Siberut, tetapi agak sukar. Sebenarnya di luar cagar alam masih ada lagi hutan yang sama baiknya bagi pengamat burung (tetapi lebih mudah dicapai). Di P. Mentawai, terdapat beberapa jenis mamalia endemik (termasuk empat jenis primata) dan satu jenis burung endemik, yaitu Celepuk Mentawai.

Banyak jenis burung lain yang diwakili oleh ras endemik di pulau ini. Masyarakat Siberut merupakan suku yang sangat menarik gaya hidupnya. Mereka berburu dengan menggunakan busur dan panah, tetapi sangat menghormati hutan dan margasatwanya. Sebanyak 105 jenis burung telah dicatat di pulau ini.

Suaka Margasatwa Berbak. Wilayahnya meliputi hutan rawa, hutan pantai, dan hutan mangrove yang luas, terletak di pantai timur Sumatera, yaitu di Propinsi Jambi. Luas keseluruhan kawasan lindung ini adalah 1.900 km2. Dapat dicapai dari Jambi dan Tanjung Jabung, melalui jalan darat atau jalan air. Beberapa ekor harimau masih bertahan hidup di sini. Kawasan konservasi ini penting untuk burung pantai dan burung rawa, mewakili hutan rawa wilayah timur. Burung yang penting di sini adalah Bangau bluwok, Bangau Storm, Bangau tongtong, Elang Wallace, Trinil-lumpur Asia, Merpati perak, dan Pelanduk Buttikofer. Semuanya tercatat 245 jenis.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Berada di ujung selatan pegunungan Bukit Barisan. Kawasan konservasi ini sempit dan memanjang, dengan luas sekitar 3.650 km2, meliputi semua tipe hutan, mulai dari pinggir laut di Belimbing sampai puncak G. Pulung (1.964 m). Lokasi ini dapat dicapai melalui jalan darat dariTanjungAgung atau dengan menyeberangi pantai barat.

Semenanjung selatannya dapat dikunjungi dengan perahu dari Tanjung Agung ke Belimbing, di mana terdapat kerbau lepasan yang sudah menjadi liar. Kawasan konservasi ini digerogoti dari semua sisi oleh para penebang liar dan petani kopi, tetapi kebanyakan kawasannya masih merupakan hutan belantara, yang dihuni harimau, gajah, ajag, dan berbagai jenis monyet. Taman nasional ini kurang mendapat perhatian, walaupun di dalamnya terdapat berbagai jenis burung pegunungan jika benar-benar disurvai. Daftar yang terbaru mencatat 276 jenis burung (O'Brien dan Kinnaird 1996). •

Taman Nasional Way Kambas. Merupakan suatu kawasan pantai seluas 1.235 km2 yang terletak di bagian tenggara Sumatera, yaitu di Propinsi Lampung. Kawasan ini dapat dicapai melalui jalan dari Tanjung Karang. Bekas jalan pengangkutan kayu dapat digunakan sebagai jalan masuk, atau memutar melalui pantai dari Sungai Penet. Taman nasional ini terdiri dari hutan rawa tidak bergambut, hutan pantai, dan sebidang kecil hutan hujan tropis dataran rendah.

Kawasan ini mempunyai sejarah penebangan pohon dan kebakaran hutan.Vegetasinya sekarang menjadi bermacam-macam, meliputi padang alang-alang, hutan sekunder, dan hutan asli. Kawasan ini ternyata sangat kaya akan jenis burung. Sebanyak 314 jenis telah tercatat (Parrott dan Andrew 1996). Di samping itu, juga terdapat populasi satwa yang penting, yaitu tapir dan gajah.

Tulisan di atas merupakan bagian 15 dari kutipan atas buku ini:
Seri Panduan Lapangan - Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan
Edisi Cetak Ulang Seri Panduan Lapangan - Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan (Termasuk Sabah, Sarawak dan Brunei Darussalam).
Harga : Rp. 125.000,00

1 komentar:

  1. kalau mau beli buku panduannya dimana ya kang, makasih?

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan tidak mengirim SPAM.
Terima kasih.