Senin, 23 Agustus 2010

Prasyarat perkandangan burung merpati

Dalam menyediakan tempat bagi merpati ini ada hal-hal yang perlu kita pertimbangkan. Pertama, memikirkan kenyamanan akomodasi yang kita sediakan bagi burung. Kedua, memperhitungkan kepentingan kita dalam memelihara burung-burung ini, terutama dalam kaitannya dengan faktor penanganan burung, terrnasuk membersihkan kandang. Terakhir, barulah kita memperhitungkan segi biaya pembuatan kandang dan perawatan keseluruhan nantinya.

Untuk membuat kandang merpati ini, tentu kita perlu menyelaraskannya dengan tempat yang teisedia. Kadang timbul keinginan untuk memelihara sepasang burung saja, dan kita menyediakan kandang yang kita anggap cukup untuk satudua pasang. Tetapi kenyataan yang sering terjadi adalah perkembangbiakan burung berjalan di luar dugaan, sehingga membuat si pemilik kebingungan karena tempat yang dibuat itu ternyata menjadi terlalu kecil. Di sini kita akan dihadapkan pada pilihan apakah kita membuang sebagian burung-burung itu  tidak selamanya kita memelihara untuk keperluan konsumsi atau komersial atau kita harus merogoh saku untuk membesarkan kandang atau menambah kandang baru.
Oleh karena itu, dalam merencanakan pembuatan kandang hendaknya mempertimbangkan kemungkinan timbulnya masalah itu, dan tahu langkahlangkah yang harus diambil kemudian dalam penanggulangannya. Dengan demikian kita perlu menentukan sampai berapa banyak burung burung yang perlu berada dalam kandang yang kita buat, atau berapa besar kandang yang perlu dibuat untuk menampung sejumlah burung yang kita kehendaki.
Mengenai kapasitas kandang ini ada pihak yang berpendapat bahwa untuk menampung sepasang merpati konsumsi atau sepasang merpati hias membutuhkan tempat seluas 50 cm x 50 cm. Ada pihak lain lagi yang memberi contoh, bahwa untuk menampung sekitar 18—25 pasang merpati tergantung dari jenis dan ukuran tubuhnya  kita dapat menyodorkan kandang dengan ukuran panjang 4 m, lebar 2,5—3 rn dan tinggi 1,5—2,5 m. Kandang yang dimaksud berbentuk rumah, yaitu ruangan beratap dan berdinding yang di dalamnya tersedia kotak-kotak sarang untuk berkembang biak, di samping adanya tenggeran-tenggeran khusus bagi merpati.
Kandang semacam ini perlu ditambah dengan kandang terbuka yang semua sisinya dikelilingi kawat, termasuk bagian atas. Kandang terbuka yang menempel pada salah satu sisi kandang tertutup (rumah) itu dapat berukuran sama dengan kandang tertutup. Dalam kandang kawat terbuka inilah burung mempunyai kesempatan beranginangin dan menikmati sinar matahari serta terbang pada udara terbuka di dalam kandang.
Perlu dicatat, bahwa ada pihak yang menganjurkan agar kandang janganlah terlalu tinggi, sebab kalau tingginya lebih dari 2,5 m maka kita akan mengalami kesulitan dalam menjinakkan burung-burung ini, juga akan menyulitkan bila kita hendak menangkapnya.
Untuk kandang terbuka, hendaknya kawat yang dipergunakan tidak terlalu jarang (berlubang besar).
Memang, merpati mempunyai ukuran badan yang besar sehingga kawat akan menahannya, tetapi penggunaan kawat yang halus  kawat "ayam"  pantas dipakai. Hal ini bertujuan untuk menahan masuknya burung-burung lain seperti burung gereja ataupun masuknya binatang-binatang pengganggu seperti tikus. Binatang-binatang tak diundang itu dapat menghabiskan  makanan   burung,  di  samping mengganggu dan dapat menimbulkan kejengkelan bagi kita.
Memberikan fasilitas akomodasi kepada merpati tidaklah harus dalam bentuk serbabaru. Barangbarang bekas dapat dimanfaatkan. Juga ruanganruangan tertentu di rumah yang tidak dipakai lagi dapat dimanfaatkan untuk keperluan itu. Pecinta-pecinta merpati banyak yang mempergunakan garasi atau ruanganruangan rumah lainnya untuk kandang merpati. Namun ada pula pihak yang sengaja membuat bagian loteng rumahnya sebagai tempat pengembangbiakan burung. Dan kayu-kayu bekas dapat dimanrfaatkan untuk mernbuat kandang, kotak sarang atau tempat bertengger. Sudah tentu kita tidak perlu malu untuk memakai kayu bekas peti (dengan kayu murahan).
Pemanfaatan tempat perlu disesuaikan dengan sasaran kita memelihara merpati. Memelihara burung secara sederhana, yaitu dengan membiarkannya secara bebas, adalah paling murah biayanya. Sebab kita hanya pejrlu menyediakan tempat yang minimum bagi burung, yaitu hanya menyediakan tempat bertengger dan berteduh serta kotak sarang urituk berkembang biak.
Cara ini menguntungkan dilihat dari segi penyediaan tempat. Tetapi ini sering merugikan orang lain sebab burung dapat mengotori rumah dan pekarangan orang sekeliling. Juga dari segi kemurnian burung menjadi tanda tanya bila kita memelihara beberapa jenis burung dan berkembang biak bersamasama.
Di samping itu risiko hilang mudah terjadi. Dilihat dari segi itu maka memakai ruangan yang tidak dipakai akan lebih menguntungkan. Sudah tentu pengubahan di sana sini perlu dilakukan, seperti menutup celahcelah lubang udara dengan kawat dan penyediaan tenggeran serta kotak-kotak penangkaran. Dengan keadaan lantai yang boleh dikatakan masih baik maka soal pembersihan tempat itu tidaklah terlalu sulit.
Bila kita mau memelihara merpati pos dan membudidayakannya, maka pilihan untuk rtiemanfaatkan tempattempat yang tidak terpakai hendaknya diarahkan pada tempattempat yang tinggi di atas tanah. Pada rumah tingkat, misalnya, ruangan di tingkat atas akan lebih cocok bagi pemeliharaan dan penangkarari burung ini. Bahkan mempunyai udara terbuka yang tidak terganggu oleh keadaan sekeliling.
Adanya kawat, tiang antena, pohonpohon tinggi dapat mempengaruhi prestasi burung dalam suatu perlombaan yang diikutinya. Suasana udara terbuka itu berkaitan erat dengan pelataran untuk mendarat bagi merpati pos  ini akan menjadi jelas bila kita mempelajari masalah ini di bab merpati pos.
Merpati hanya memerlukan sebuah tempat sebesar piring makan sebagai tempat bertelur, mengeram dan membesarkan anak. Tetapi tempat sekecil itu agak kurang serasi bila diletikkan di tempat terbuka, walaupun itu di bagian yang teduh atau ruang tertutup. Burung lebih menyukai adanya kotak yang kemudian kotak itu menjadi "hak"nya sendiri untuk dipakai tanpa diganggu oleh burung lain. Di dalam kotak inilah sarang sepantasnya berada. Kita memang perlu mengikuti selera burung, sehingga kita juga perlu menyediakan sebuah kotak sebagai tempat pribadi bagi sepasang burung. Dan kotak sarang ini perlu disediakan pada ruangan di mana burung itu dikurung.
Sudah tentu besarkecilnya kotak sarang itu banyak bergantung pada ukuran badan burung yang kita pelihara. Ada pihak yang berpendapat, bahwa kotak sarang berukuran 35 cm x 35 cm x 35 cm, cukup untuk burung merpati yang berukuran badan sedang, seperti merpati yang biasa kita kenal. Bagi burung-burung yang memiliki ukuran badan lebih besar diperlukan kotak sarang yang berukuran lebih besar pula. Ada merpati yang badannya langsing tetapi tinggi sehingga perlu flibuatkan kotak sarang yang tingginya melebihi tinggi burung,
Dari mereka yang biasa menangani burung-burung merpati ini, ada yang usul agar disediakan dua buah sarang pada kotak sarang yang ada. Gunanya adalah memberi kesempatan burung untuk bertelur lagi sewaktu burung masih membesarkan anakanaknya, sedang anakanak itu belum meninggalkan sarang. Dengan cara seperti itu maka kita dapat memperkirakan ukuran kotak sarang itu, yakni kurang lebih sebesar mangkok. Mangkok ini dapat kita buat dari kayu, atau kita memakai alat tembikar yang cekung, atau juga sejenis "tatakan" pot kembang dari tanah. Bahkan kita juga dapat memakai keranjang dari anyaman bambu.
Dengan menyediakan tempat bertelur seperti ini  jadi kita tidak membiarkan burung bertelur di lantai kotak  maka kita lebih mudah membersihkan kotak sarang itu dari kotoran burung, suatu hal yang perlu kita lakukan sesering mungkin bila kita dapat melakukannya tanpa mengganggu telur dan burung yang sedang mengeram, atau mengganggu anakanak burung.
Bahanbahan sarang sudah tentu perlu kita sediakan, bila burung dalam keadaan terkurung. Burung akan membuat sendiri sarangnya dengan bahanbahan yang tersedia, tetapi tidaklah salah kalau kita menyodorkan mangkok sarang yang siidah terisi bahan-bahan sarang. Potonganpotongan jerami dan rumput kering merupakan bahan sederhana yang dapat kita sodorkan kepadanya. Bahan serutan kayu dair serutan bambu juga dapat dipakai sebagai bahan sarang. Ada pula pihak yang mengusulkan agar kayu dari batang tembakau dipakai sebagai bahan sarang. Gunanya adalah untuk menghalau binatang-binatang kecil seperti tungau  tembakau yang ditaburkan di alas mangkok dapat menghalau tungau-tungau ini, dan ini telah dikerjakan oleh orang-orang tertentu.(Sumber: Arie Soeseno, Memelihara dan Beternak Burung Merpati).

1 komentar:

Silakan berkomentar dengan tidak mengirim SPAM.
Terima kasih.