Kamis, 26 Agustus 2010

Merawat burung pada saat ganti bulu

Di alam bebas, umumnya burung mengalami ganti bulu setelah selesai musim berkembang biak. Pada masa seperti ini, burung berkicau yang dipelihara perlu mendapatkan pakan bergizi tinggi.
Jenis pakan seperti jangkrik, belalang cukup baik diberikan agar kondisinya tetap stabil. Pemberian vitamin dapat mempercepat pertumbuhan bulunya yang baru.
Setelah ganti bulu, burung kicauan biasanya mengalami peningkatan suara dan mentalnya, jika perawatan yang diberikan cukup baik. Hal semacam ini akan terus berlanjut pada masa ganti bulu berikutnya.

Masa ganti bulu ini biasanya dimanfaatkan untuk menambah variasi suara kicauan pada jenis burung peniru seperti cucak dan jalak. Pada saat seperti ini, daya serap untuk menirukan suara relatif cepat karena burung tersebut lebih banyak diam dan tampak menikmati suara kicauan burung lain yang ada di dekatnya.
Burung yang sedang ganti bulu cenderung diam karena menahan rasa sakit akibat pertumbuhan bulu, terlebih lagi saat bulu kepalanya mulai tumbuh. Pada saat ini, burung seperti kedinginan dan lehernya seperti ditarik ke dalam (mengkeret). Dengan memberikan pakan bergizi, memberikan vitamin, memandikan, menjemur, dan memberikan pakan selingan dapat membuatnya tetap sehat dan mempercepat proses pertumbuhan bulunya.
Proses pertumbuhan bulu dapat berjalan lancar bila burung tersebut tidak mendapat banyak gangguan lingkungan.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, burung yang sedang mengalami ganti bulu harus ditempatkan di tempat yang sejuk dan tidak terganggu oleh burung-burung pendampingnya.
Proses ganti bulu pada burung berkicau biasanya 6—7 minggu dan bulunya yang rontok sudah tumbuh secara sempurna. Peningkatan suaranya dapat dilihat setelah 2 bulan dari saat rontok bulu pertama kali dan hal ini sudah bisa menjadi ukuran pada burung kicauan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan tidak mengirim SPAM.
Terima kasih.