Rabu, 23 Juni 2010

Pengaruh bentuk mata pada kinerja burung merpati

Banyak pihak yang menilai kemampuan burung merpati atau andokan/andhokan, baik merpati tinggian maupun merpati sport atau merpati balap sprint, melalui keadaan matanya. Walaupun belum ditemukan bukti-bukti atas kebenaran teori ini, tetapi hal ihi pantas pula kita ketahui sebab hal itu mungkin mengandung kebenaran.


Seperti ditulis Ari Soeseno dalam buku Memelihara dan Beternak Burung Merpati, dengan kedudukan mata yang berada di sisi kepala maka dapat dikatakan bahwa merpati akan dapat melihat semua yang berada di depannya dan yang ada di belakang-nya. Hanya ada suatu daerah yang cukup kecil yang lang-sung berada di belakang kepala yang tidak dapat dilihatnya.





[caption id="attachment_16863" align="alignleft" width="300" caption="Morfologi mata merpati"][/caption]

Kemampuan merpati untuk melihat memegang peran penting dalam kita mendidiknya. Sebab burung belajar melalui apa yang dilihatnya; juga untuk mampu melihat adanya makanan dari suatu ketinggian, serta mampu melihat adanya musuh sehingga burung bersiap-siap untuk mengelak. Bagi yang tahu, ia dapat melihat kondisi kesehatan burung me-lalui warna matanya.


Mata burung dapat dikatakan bulat, dengan biji mata berada di tengahnya. Di belakang biji mata ada lensa yang dapat mengubah bentuk obyek yang dipusatkan pada bagian belakang mata. Di sini terdapat retina yang peka cahaya dan mempunyai syaraf-syaraf (ribuan) yang berhubungan dengan otak dan ini akan menghasilkan penglihatan. Di belakang bola mata ini ada tongkat kecil yang disebut pecten yang kegunaannya belum diketahui dengan pasti tetapi diperkirakan bahwa benda inilah yang membuat burung mampu melihat sesuatu gerakan pada jarak jauh.


Bulatan biji mata (iris) haruslah mempunyai warna yang tegas, tak boleh tampak kabur. Dan sebaiknya hanya satu warna - yang berwarna dua disebut “mata pecah”. Di sekeliling biji mata itu terdapat suatu garis tipis sehingga membentuk suatu lingkaran di luar biji mata. Lingkaran ini disebut dengan nama lingkaran adaptasi, lingkaran kondisi-mata, atau lingkaran korelasi (hubungan). Karena orang menilai ini mempunyai hubungan dengan kemampuan burung maka orang pun membuat penilaian atas keadaan lingkaran ini. Untuk ini dibuatlah 10 macam keadaan, yang diberi nomor. Nomor satu merupakan mata yang tidak memiliki lingkaran dan nomor sepuluh dianggap sempurna. Penilaian itu adalah:






  • Nomor 1 : Mata burung tidak memiliki lingkaran, yang dapat kita lihat kalau burung ditempatkan dekat sinar yang kuat. Mata dapat memiliki warna yang jelas tegas tetapi lingkaran ini tak ada, dan ini dianggap sebagai burung yang tak dapat dipakai untuk terbang jarak jauh.

  • Nomor 2 : Mata burung memiliki lingkaran tetapi hanya setengah dan terletak di bagian bawah biji mata. Ini dikenal dengan istilah “pandangan terbaring” (lying sight).  Umumnya lingkaran mengitari 25% dari biji mata, dan ini merupakan hal yang paling umum ditemukan pada burung.

  • Nomor 3 : Mata burung seperti pada nomor 2 tetapi letaknya ada di bagian sebelah atas biji mata, dan ini di kenal   dengan   istilah   “pandangan   berdiri”   (standing  sight).

  • Nomor 4 : Mata burung merupakan kombinasi antara nomor 2 dan nomor 3 yang membuat lingkaran sebelah bawah sampai ke sebelah atas mengitari biji mata yang terkadang sampai kira-kira 75% dari bulatan biji mata.

  • Nomor 5 : Mata burung memiliki lingkaran tipis yang mengitari mata tanpa putus-putus. Ini sering disamakan dengan nomor 10 tetapi perbedaan sebenarnya terletak pada besarnya lingkaran itu. Pada nomor 5 lingkaran ini tipis bila dibandingkan dengan nomor 7 yang cukup tebal dan nomor 10 yang paling tebal.

  • Nomor 6 : Mata burung mengandung bintik-bintik seperti mata gergaji yang melingkari mata, dan ini dianggap sangat baik dan hampir dinilai sebaik nomor 10. Bentuk ini paling jarang ditemukan. Lingkaran ini berwarna hitam pekat dan dapat mengitari sampai 90% dari biji mata. Lingkaran ini sangat tebal.

  • Nomor 7 : Mata burung dilingkari oleh suatu lingkaran nyata yang memiliki warna jelas. Umumnya berwarna  hitam,  tetapi dapat juga berwarna kuning, putih bagaikan mutiara, atau jingga tua. Warna lain ada juga tetapi sangat jarang.

  • Nomor 8 : Mata burung seperti nomor 2 tetapi ada tonjolan padanya dan hampir mengitari sampai 90% dari biji mata. Ini sangat jarang adanya. Dengan adanya lingkaran nyata dengan tonjolan di bagian bawah, maka keadaan mata ini juga mendapat sebutan sebagai “pandangan retak” (broken sight).

  • Nomor 9 : Mata burung memiliki suatu lingkaran kuning sepenuhnya meliputi biji mata dengan di bagian bawah terdapat keadaan seperti pada nomor 2. Kalau mata bu-rung merah menyala maka lingkaran kuning ini akan tampak nyata sekali, tetapi warna ini cenderung menyatu dengan warna mata sehingga kita sulit membedakannya.

  • Nomor 10 : Mata burung mempunyai lingkaran berwar-na hijau atau ungu dengan ketebalan cukup menyolok. Inilah bentuk mata yang dicari-cari orang dan dianggap sebagai mata paling baik yang dimiliki burung.


Dalam menangani merpati pos, orang telah mengadakan berbagai penelitian, termasuk hubungan antara keadaan mata dengan kemampuan burung. Ternyata apa-apa yang dianggap sebagai suatu aturan ternyata selalu ada perkecualian, artinya aturan itu tidak berlaku. Begitu juga penilaian orang atas mata burung. Ada burung-burung dengan mata nomor 10 yang menghasilkan keturunan yang menjadi juara, tetapi ada pula yang tak berprestasi apa-apa.










Pastikan merpati Anda giring keket. Klik di sini untuk solusinya.Ada burung yang mempertontonkan prestasi terbang dalam pertandingan-pertandingan dan juga prestasi di dalam menurunkan keturunan burung-burung pemenang pertandingan, tetapi nyatanya burung ini hanya memiliki mata nomor 1 saja.

Dapatlah dikatakan bahwa prestasi burung masih ditentukan oleh faktor keturunan (prestasi leiuhur), bukan hanya pada mata. Tetapi penggabungan dari semua faktor dan itu ditu-runkan pada seekor burung akan membuat burung menjadi calon yang mantap untuk dilatih menjadi pemenang.


Belajar


Perlu disadari bahwa merpati memang memiliki sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, baik itu untuk sesuatu keperluan maupun hanya sebagai suatu kegemaran dan juga sebagai sarana bagi suatu bentuk “olahraga” tersendiri. Tampak bahwa prestasi-prestasi yang dihasilkan oleh burung bukan hanya semata-mata karena kemampuan dari sang burung tetapi juga karena adanya didikan yang berhasil dari manusia. Jadi tak ada bedanya dengan para olahragawan - bibit-bibit alami perlu dipupuk dan dilatih dengan latihan yang teratur dan benar.


Jadi kita melihat bahwa untuk mampu menjadi pelatih biarung maka kita pun harus banyak belajar dari pengalam-an-pengalaman orang lain. Singkatnya, kita harus belajar. Selain belajar, ternyata ketekunan dalam penanganan bu-mng juga sangatlah penting. Tentang pelaksanaan belajar dan menangani burung sudah tentu itu berada sepenuhnya pada keadaan perorangan yang menggemari burung-burung ini. (Ari Soeseno, Memelihara dan Beternak Burung Merpati).




BERIKUT INI PRODUK RAWATAN WAJIB UNTUK MERPATI:











[caption id="attachment_15903" align="alignnone" width="200" caption="BIRD MINERAL UNTUK PENANGKARAN DAN KESEHATAN MERPATI"][/caption]


[caption id="attachment_15909" align="alignnone" width="200" caption="BIRDVIT UNTUK RAWATAN HARIAN MERPATI"]UNTUK RAWATAN HARIAN BURUNG PENANGKARAN[/caption]










[caption id="attachment_17070" align="aligncenter" width="200" caption="PASTIKAN MERPATI BEBAS KUTU"][/caption]


[caption id="attachment_17071" align="aligncenter" width="200" caption="MERPATI KENA CACING, 99% MUDAH DROP"][/caption]

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan tidak mengirim SPAM.
Terima kasih.