Senin, 19 April 2010

Gaya tarung ternyata bukan karakter, murai batu pun bisa dimaster agarteler ala anis merah

Selama ini pembicaraan tentang pemasteran burung berkisar pada lagu/irama. Belum pernah ada pembicaraan tentang pemasteran gaya tarung burung atau tarian burung.

Mulanya saya juga percaya bahwa gaya tarung  adalah karakter bawaan masing-masing burung. Namun ternyata, dari beberapa pengalaman teman, gaya tarung atau gaya burung ketika berkicau bisa ditularkan. Hal yang tampak sekali adalah gaya burung kenari yang persis dengan gaya tarung burung blacktrouth.

Ceritanya seorang kawan yang tinggal di Ngawi pernah tanya ke saya tentang pemasteran. Ya biasalah, untuk pemasteran suara, saya menyarankan menggunakan suara dari CD player atau MP3 player. Dia pun mengikuti saran saya. Di rumahnya, kebetulan tidak ada burung masteran lain selain blacktrouth (BT), maka selain menggunakan suara dari CD player, teman ini "menempel" kenarinya dengan BT.

Dua kenari dari indukan yang berbeda, dia master dengan cara itu selama sekitar 3 bulan sejak kenari berusia 2 bulan. Ketika kenari itu berusia 6 bulanan dan mulai ngangkat bunyi panjang, tarian yang diperlihatkan adalah tarian khas blacktrouth. Buka sayap, tubuh bergetar-getar dan berlenggak-lenggok persis blacktrouth.

Bonar, si murai batu teler

Pada kasus lain adalah murai batu yang bisa teler karena selama mabung secara tidak sengaja didekatkan terus dengan anis merah (AM) teler. Murai batu bergaya teler ini sekarang sedang dojodohkan oleh Om Tony Alamsyah di Black Bird Keeping di Cilacap.

Meski masih suka ngeplay seperti murai batu pada umumnya, namun murai batu yang satu ini senang sekali berteler ria.

Saat murai batu teler, sikapnya juga seperti anis merah ketika teler. Tetap berkicau sambil teler meski digoda-goda. "Ndableg (bandel) banget itu Om. Meski digeblek-geblek tetap saja teler. Suaranya juga tetap keras, bukan model ngeriwik."

Menurut Om Tony, si murai batu bernama Bonar (pernah merajai lomba di Kota Binjai dan sekitarnya) secara tidak sengaja selalu didekatkan dengan anis merah ketika di majikan lamanya, Om Dwi Lovebird Jogja. "Begitu cerita Om Dwi, tetapi Om Dwi sendiri barangkali belum tahu kalau si Bonar sekarang bisa teler persis anis merah," kata Om Tony.

Ketika saya minta foto Bonar yang sedang teler, Om Tony bilang, "OK, ini sedang mabung. Sehabis mabung dan ekor sudah kembali panjang, saya ambil fotonya. Semoga gayanya tidak hilang."

Nah, dari pengalaman pemasteran burung tersebut, ada hal yang bisa kita tarik kesimpulan dari sana. Bahwa selain memaster dengan CD smarmastering, Anda bisa mencari burung-burung tertentu yang punya gaya tertentu agar ditiru burung yang sedang dimaster. Anakan anis merah misalnya, bisa saja dimaster untuk teler dengan gaya anis merah tertentu yang Anda sukai atau gaya teler yang sedang trend.

Kalau Anda punya anis merah punya gaya mbebek, ndlosor atau doyong, buka ekor dan sebagainya, bisa Anda masterkan gaya itu ke anakan anis merah. Atau bahkan kalau Anda punya cucak ijo anakan yang sedang dimaster, maka agar dia suka njegrak ataupun ngentrok, bisa dimaster dengan jalak suren.

Oke sebelum Anda menerapkan "pemasteran gaya", perlu saya sampaikan catatan bahwa untuk gaya tarung yang menyita banyak gerak, bisa mengurangi performa suara.

Kenari yang mainnya berjoget dan buka sayap seperti blacktrouth misalnya, dia bisa saja kekurangan power untuk suara atau sering terdengar putus-putus lagunya atau malah berhenti di tengah jalan. Atau bisa juga lagu blacktrouth yang banyak nada "tekukan", tidak bisa maksimal diserap oleh kenari.

Tetapi karena yang dimasterkan di sini adalah "gaya", maka Anda tidak perlu memusingkan dulu soal lagu. Yang penting "gaya"nya bisa diikuti burung yang kita master. Keduanya bisa saling melengkapi untuk kesempurnaan gaya dan performa suara burung kicauan kita.

Tips:Ketika Anda memaster burung muda dengan burung lain yang punya gaya bagus untuk dimasterkan, pastikan burung muda Anda dikerodong tipis sehingga burung muda tidak malah stres disemprot kicauan burung lain. Yang penting, burung Anda bisa melihat dari kain yang transparan ke burung lain sebagai pemaster gaya.

Sebenarnya artikel ini terinspirasi oleh pertanyaan dari Om Agus Indrawan,  member Om Kicau Hotline, bahwa anis merah anakannya tidak juga mau teler  meski sudah rajin ngeplong. Oleh karena itu saya menyarankan Om Agus  untuk menempel anis merah anakannya dengan anis merah yang sudah teler dengan gaya yang OK sehingga anakan bisa menirunya dan segera mahir teler, hehehe.

Sebagi penutup, tentunya dalam memasterkan gaya tarung, ada keterbatasan-keterbatasan yang Anda pasti bisa mencari logikanya. Misalnya, cucakrowo dengan irama dan pembawaan lagu yang demikian, pastilah akan menjadi "lelucon" jika dimaster dengan anis merah. Selain pertanyaannya adalah "apa bisa", maka kalau jadi pun saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya. Sekali lagi tertawa ah... hahahaha...

Oke. Semoga bermanfaat.
Salam sehat burung Indonesia. Om Kicau.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan tidak mengirim SPAM.
Terima kasih.