Hasil Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Inilah hasilnya.

Perlu catatan harian penangkaran

Penjodohannya pun tidak mudah, sebab membedakan jantan betina pun tidak gampang. Butuh pengalaman dan kepekaan untuk memastikan jenis kelamin. Banyak sekali kasus breeder pemula gagal.

Kendala selalu ada, tetapi bisa diatasi

Penelurusan ke sejumlah breeder cucakrawa, disebutkan bahwa kendala yang harus dihadapi sesungguhnya cukup banyak. Namun kendala-kendala ini ternyata tidak pernah menyurutkan para breeder, karena biasa diatasi.

Cucakrowo perlu ketenangan dan multivitamin

Meski ada pemodal kelimpungan ketika ikut-ikutan mencoba beternak cucakrowo namun ada saja breeder yang tersenyum lantaran modal yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya berlipat-lipat.

Harga burung saat ini

Harga burung di wilayah Solo dan sekitarnya (Soloraya) pada pertengahan Maret 2012 menunjukkan beberapa kenaikan yang signifikan. Seperti apa?

Senin, 28 Mei 2012

Kakatua pemain gitar

Kamis, 03 Mei 2012

Menangkar burung murai batu di atas kolam ala Iconk BF

Bagi Ir. A. Haris Ahmi, kicaumania asal Majalengka, Jawa Barat, menjalani ternak burung murai batu dengan konsep sesuai alamnya, adalah Iangkah tepat. Karena, selain bisa memberikan kenyamanan bagi para penghuni kandang, juga memberikan dampak positif bagi kingkungan sekitar kandang.

Halaman belakang milik keluarganya yang luas dan nyaman, ia manfaatkan untuk mengelola breedin berbagai jenis kicauan. Khusus untuk breeding murai batu, ia menerapkan sistem ternak terpadu di atas kolam ikan yang sudah dimiliki sebelumnya.
Di bagian pinggir salah satu sisi kolam ikan yang luas totalnya mencapai 20 m2 dibangun 10 kandang murai batu. Kandang yang dibangun cukup minimalis namun cukup nyaman untuk burung beristirahat dan melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Penempatan kandang ternak murai di atas kolam bukan berarti ngin memaksimalkan keterbatasan lahan, karena sebetulnya lahan halaman belakang rumahnya cukup luas dan lebih dan cukup untuk membangun puluhan kandang.

“Saya hanya ingin mengikuti kebiasaan murai di habitatnya. Murai kan terbiasa hidup di lingkungan yang alami, di antaranya terdapat aliran air dan suara gemercik air. Selain itu, dengan menempatkan murai di atas kolam, juga kotoran burung bisa langsung dibuang ke kolam. Sehingga, bisa membuat kandang selalu bersih,” jelas Hans Conk, sapaan akrabnya.
Struktur kandang juga dibiarkan lebih terbuka, tidak terlalu tertutup seperti kandang-kandang ternak murai pada umumnya. Ini dimaksudkan agar burung bisa terbiasa dengan lingkungan apa adanya.
“Kalau dibiasakan terbuka akan bagus bagi perkembangan mental. Sehingga, burung bisa terbiasa dengan kondisi lingkungan yang kadang biasa dilewati manusia,” tuturnya.
Saat memberi makan pun, Hans membiasakan dengan menyodorkan tangan langsung kepada burung. Tindakan ini secara psikologis sangat baik. Akan mendekatkan burung dengan pemiliknya.
Pemberian makanan dilakukan sambil bersiul-siul sebagai tanda panggilan makan. “Jadi nanti jika mereka mendengar siulan saya, sudah terbiasa dan tahu bahwa itu tanda waktunya makan,” tambahnya.

Produksi
Dan 10 kandang yang ada, semuanya sedang produksi. Di samping indukan yang produksi, ia sudah menyiapkan stok pengganti jika suatu saat terdapat indukan yang istirahat mabung.
Komposisinya, stok betina siap produksi lebih banyak dari jantan. Karena jantan biasanya mabung lebih lama dan betina. Perbandingan jumlah betina dengan jantan, 2:1.
Sebagai pengembangan bisnis breedingnya, di samping juga antisipasi rnenutupi permintaan pasar, rencananya ia akan membangun lagi sebanyak 7 kandang baru. “Idealnya sih semuanya 20 kandang, sehingga jika terjadi gagal panen tidak sampai minus. Sepasang ndukan biasanya melakukan produksi setiap 1,5 bulan sekali. Rata-rata sekali produksi menghasilkan tiga anakan.
Jika ada pasangan yang keluar empat anakan, yang diambil hanya tiga anakan saja. Ini dilakukan untuk menjaga kestabilan saat lolohan.
Hans menambahkan, dalam memelihara burung murai, ia menerapkan metode P3, yakni perawataan, pelatihan dan pemasteran.
Perawatan dimulai sejak proses lolohan berlangsung, di saat usia anakan menginjak 7 hari, setelah diangkat dan induknya, hingga anakan berusia di atas sebulan. Pada saat diloloh oleh tangan kita, difokuskan pada pertumbuhan dan peningkatan gizi dan vitaminnya. Ketika anakan sudah berusia di atas sebulan, dimulai pelatihan pembentukan karakter.
Sedangkan pemasteran dimulai sejak burung berusia 7 hari.
Sejak mulai breeding murai batu tiga tahun lalu, lconk BF sudah banyak menghasiikan anakan dengan kualitas istimewa. Bahkan, tidak sedikit produk Iconk yang merupakan keturunan murai jawara.

Bahkan tidak sedikit produk Iconk sudah menyebar ke berbagai daerah di Tanah Air, menorehkan prestasi dan rajin moncer di arena lomba. Sudah diakuinya produk Iconk oleh kalangan murai mania, mengharuskan Hans berupaya menjaga kepercayaannya.
la juga terĂºs menjalin komunikasi dengan para pembeli produk Iconk untuk memantau perkembangannya. “Sehingga, kita bisa tahu produk kita yang sudah tampil di arena lomba,” tandasnya.
Beberapa anakan Iconk yang sudah eksis di arena lomba, antara lain Black Mamba (Abon) dan Zorro (lwan Jatibarang). Sedangkan Oh Lala dan Jenggo, dua andalan terbarunya yang memiliki prospek menjanjikan, kini sedang disiapkan untuk tampil.
Selain itu, ia juga menyiapkan salah seekor generasi terbaru yang baru berusia 6 bulan, anak Borju, yang kualitasnya tidak kalah istimewa.
Selain fokus mencetak murai-murai berkualitas lomba, Iconk juga produktif menghasilkan beberapa jenis kicauan siap lomba, di antaranya di kelas kenari, love bird dan anis kembang, yang juga merupakan hasil produksi sendiri.
Di samping itu, ia juga banyak mencetak beberapa burung master yang berkualitas. (Agrobis)

Rabu, 02 Mei 2012

Ini dia juara di Lomba Burung Presiden Cup 2

Even Presiden Cup yang dikemas BnR pekan lalu di Parkir Timur Senayan Jakarta boleh dibilang jadi semacam pesta akbarnya kicau mania tahun ini. Gaung meriahnya acara ini memang sudah terasa bergema sejak beberapa bulan sebelum perhelatan ini. dari jumlah peserta, ya even tersebut nyaris sama banyaknya dengan Pres Cup pertama yang digelar dua tahun silam di tempat yang sama.

Nyaris seluruh kicau mania tanah air tumplek blek di Senayan, khususnya dari Sumatera dengan jumlah Iebih dari 3000 an peserta dari 66 kelas yang dibuka dengan menggunakan 3 lap.
Bedanya, hadiah yang ditawarkan kali ini memang jauh lebih besar. Panitia menyediakan hadiah seratus juta rupiah buat juara kelas ring khusus BnR yang hari itu digaet Khadafi/Ramadhan dari Aceh Bintang SF sekaligus meraih gelar juara umum single fighter.




Di luar kelas ini, masih banyak burung jawara lain khususnya dari Jabodetabek sendiri yang mencorong siang itu. Di antaranya Ceper milik Kenneth dari Jakarta. Tak tanggung-tanggung, dua kali Ceper menangguk kemenangan di ajang bengengsi tersebut.
Masih di kelas yang sama juara di kelas lainnya ada Guruh milik Jaya dari Sukabumi.  Di kelas murai batu yang persaingannya bak partai neraka, juga tak kalah sengitnya. Gelar juara digaet nyanis merata. Di sesi awal ada Hercules milik Yadi Suzuki Cirebon yang membuka kemengan di awal lomba.
Di kelas yang sama lapangan berbeda, giliran Bayangan kepunyaan Fiqih yang menghentak di posisi pertama.
Bayangan, burung jawara yang selama ini dikenal spesialis turun di even-even akbar hari itu kembali membuktikan kestabilannya di hadapan publik kicau mania.
Kemenangannya hari tu semakin menegaskan kalau sang gaco memang terbilang tangguh di kelasnya.
Pada sesi cucakrawa, dominasi digaet koleksi H. Lukman. Lewat Tunggal di urutan pertama dan Raja Hutan pada posisi tiga besar.
Sukses H Lukman bersama gaconya ini juga semakin mempertegas kalau pria ini tetap konsisten di jalur kelas tersebut.
Jalannya lomba berakhir hingga penghujung senja yang ditutup doorprise puluhan sepeda motor berikut satu unit rumah. Even prestisius hari itu memang menjadi sejarah baru komunitas kicau mania nusantara, ini tak lain dari total nilai hadiahnya yang super jumbo.
Besarnya hadiah ini pula yang membuat even tersebut mendapat rekor dari MURI yang disematkan langsung ketuanya Jaya Suprana kepada Bang Boy selaku petinggi penyelenggara lomba Presiden Cup 2.
Gelar juara pertama hari itu diboyong Sumatera Team. Sementara, Jayakarta Team yang biasanya menjadi pelanggan juara umum harus puas di posisi runner up. Tim yang dimotori Tony Music, Dr Mulyana, Deny Halim dkk itu sebenarnya sudah berupaya maksimal dengan menyiapkan sederet gaconya. Namun, sesuai dengan misinya kemenangan bukan hal yang jadi tujuan utama tapi, menjaga kebersamaan dan persaudaraan itulah yang sampai saat ini yang membuat tim tersebut solid dan kompak.
“Karena, buat Jayakarta Team yang utama kebersamaan dan kekompakan. Kalaupun meraih kemenangan untuk bersama,” jelas Dr Mulyana. (Agrobis Burung)










Anen Paten Bengkulu jadi buah bibir pasca Pres Cup 2

Dalam beberapa bulan nama Anen Paten dari Bengkulu menjadi guncingan kicaumania, tak hanya di Sumatera akan tetapi nasional. Tak lain moncernya jawara-jawara terbaik diberbagai even yang dihadapinya. Kelas kacer menampilkan nama Semar dilanjutkan dengan Robin Hood yang menjadi kartu As. Murai batu ada ABG serta Radja serta cucak hijau menampilkan Gerhana sang jawara terbaiknya di cucak hijau.
Dalam beberapa aksi andalan Anen Paten tak terbendung diberbagai even yang diikutinya. Salah satunya mabung yaitu ABG dan tinggal 4 jawara yang disisakan dilapangan. Gelaran Road to Presiden di Bukit Tinggi, Lampun sampai Jambi jawara milik Anen Paten merajalela dan menjadi buah bibir kicaumania.
Puncaknya kembali 4 jawara Anen Peten Radja di murai batu, Semar serta Robin Hood di kacer serta Gerhana untuk cucak hijau. Tapi yang paling ditargetkan justru di kacer dan murai batu untuk mendulang prestasi. Hasilnyapun diluar dugaan, tak hanya kacer dan murai batu yang moncer, akan tetapi di cucak hijau Gerhana tampil luar bisa dan menggasak lawan-lawannya cukup mutlak di kelas MPR.
Sedangkan Radja di murai batu merebut juara pertama dan kacer yang menonjol ditorehkan Robin Hood yang tampil luar biasa dengan merebut juara pertama di Kacer DPR B serta kalah tipis di Kacer Presiden Cup dan harus puas diurutan kedua, serta terakhir juara kedua di kelas kacer Rakyat.
Tak pelak kehandalan jawara Anen Paten tak dipungkiri lagi, tak hanya di Sumatera seabreg prestasi pertma ditorehkan, akan tetapi di even paling spektakuler sekelas Presiden Cup dibuktikannya dengan prestasi terbaik juara pertama yang direbutnya. (BnR)

Mabung pun Obelix tetap moncer di Pres Cup 2

Tak salah nama Obelix, kenari milik Andre Sutanto dari Jambi menjadi buah bibir di nasional, dari kualitas yang dimilikinya sangat menonjol, terutama isian black troath yang dikeluarkan sangat istimewa.
Muncul di lomba dalam beberapa bulan, seabreg juara pertama diraihnya di berbagai even bergengsi nasional, baik itu di Sumatera dan melanglang buana di Jawa, berbagai even diraihnya menjadi yang terbaik, sehingga didaulat menjadi yang terbaik dikelasnya.
Begitupun saat kondisinya sedang keadaan mabung, Andre tetap memaksakannya untuk turun di even paling bergengsi dan paling fenomenal Presiden Cup II (29/04) di Jakarta untuk menghadapi jawara terbaik nasional. Hasilnyapun tak mengecewakan, walaupun tampil kurang maksimal,tetap Obelix mampu menunjukan keistimewaanya dilapangan.
Kelas Pembuka kenari semi isian MPR, Obelix masih mampu unjuk gigi dengan lagu kasar black troath yang dikeluarkan dan akhirnya hanya dua burung yang meraih nilai terbaik,sehingga penentuan lewat nomor gantangan terkecil dan Obelix kalah nomor gantangan. Sedangkan di kelas Kenari Semi Isian DPR, tampil kurang maksimal dan masih mampu masuk diurutan keempat.(BnR)